
Setelah beberapa hari mereka berlibur disana, hari ini mereka hanya berkumpul diruang keluarga yg ada di villa. Ada yg menonton TV, bermain, dan Anastasia yg sedang membaca. Saat pintu ruangan terbuka, masuklah seorang gadis kecil. Siapa lagi kalau bukan Diana, ia berjalan kearah Anastasia dan duduk disamping nya.
" Kak Nana. " panggil Diana.
" Hemm... " dibalas deheman Anastasia.
" Kakak, bisa nyanyikan aku sebuah lagi. " puntanya.
" Lagu apa yg mau kau dengar, Diana? " tanya Cassandra.
" Apa saja, tapi aku ingin kakak Nana yg nyanyi. " ucapnya.
" Kenapa? Kak Vero juga bisa. " ucap Veronica.
Diana hanya menggeleng kan kepalanya dan memohon didepan Anastasia, semua yg ada disana merasa heran karena Diana tiba-tiba saja jadi begitu. Bahkan Lucas yg saudaranya saja tdk tahu kenapa. Anastasia pun menutup bukunya dan menaruhnya diatas meja, kemudian ia memangku Diana dan mendudukkan nya dipangkuan nya.
" Apa yg terjadi? Apa ada yg mengganggumu? " tanya Anastasia.
" Tdk. " Diana membuang wajahnya saat mengatakan itu.
Anastasia mengernyit kan dahinya, jelas ada yg disembunyikan oleh Diana. Jika tdk ia tdk mungkin membuang wajahnya saat bicara dgn Anastasia, apalagi sikapnya yg tiba-tiba saja berubah. Anastasia menatap semua orang disana dgn tatapan tajam, meminta seseorang menjelaskan.
Apakah ada yg memngganggu Diana, tapi mereka menggelengkan kepala mereka. Gadis kecil itu terlihat sangat sedih, padahal sebelum nya dia baik-baik saja. Anastasia pun hanya bisa menghela nafas dgn perubahan Diana yg mendadak, ia harus membuatnya tenang terlebih dahulu baru bisa bertanya.
" Baiklah, lagu apa yg kau inginkan. Apa kau ingin melihat ku bermain piano? " bujuk Anastasia tersenyum.
Mendengar itu membuat Disana sedikit senang, ia mengangkat bibir nya dan tersenyum. Anastasia pun membawa Diana ke tempat piano yg ia maksud berada, masih diruangan yg sama.
Ia mendudukkan Diana disisinya dan mulai memainkan piano itu dan mulai menyanyi, entah kenapa ia teringat sebuah lagu yg sering dinyanyikan oleh pengasuhnya dulu saat ia sedih, itu juga lagu yg sukur populer.
* *Judul lagu - Always in my heart🎶
🎶🎶🎶
🎶The way, if it's all predetermind
and the way i should go all my life
I swear to go what ever will be
cause there'll be something to see and to find🎶
🎶I don't know the meaning of life
but i know what's truly precious
The way, i leads me to be in love
no fear i can find me always in my heart🎶
🎶The life, it's not for comparing things
so i hold both of light and shadow
The rays of stars will bring me to you
through the dark nights, i see the way to be shined🎶
🎶I don't know what's right for our lives
but i know the truth of my love🎶
🎶The way, if it's all predetermind
and the way i should go all my life
I swear to go what ever will be
trus the grace I would had will always in my heart🎶
🎶Trus the grace I would had will always in my heart... 🎶*
Anastasia pun menghentikan permainan pianonya setelah lagu yg ia nyanyikan selesai, semua orang yg ada disana terpana dgn suara dan permainan Anastasia. Mereka terkagum-kagum dgn lagu yg diaminkan oleh Anastasia, bahkan mereka sampai tdk berkedip mendengar lagu itu. Anastasia pun melihat mereka heran, kenapa mereka menatapnya seperti itu.
" Itu benar-benar lagu yg sangat indah. " ucap Jeffry.
" Seperti itukah? " tanya Anastasia.
" Kau bercanda kan? Itu lagu yg paling merdu yg pernah ku dengar. " ucap Veronica.
Mereka terus saja bilang kalau lagu yg Anastasia nyanyikan sangat merdu, Ia sampai bosan mendengar itu. Anastasia pun melihat kearah Diana yg duduk disamping nya, tapi yg membuatnya terkejut adalah melihat Diana menagis. Bahkan yg lainya pun terkejut melihat itu, Anastasia pun bangkit dan mencoba menenangkan Diana.
" Di... Diana apa kau tdk menyukai lagunya? apa kakak menyanyikan lagu yg salah?" tanya Anastasia panik.
" Diana jgn menangis lagi ya, bagaimana jika kak Damian membawa mu jalan-jalan. " bujuk Damian.
" Tdk mau... " tolaknya.
Diana pun ikut bangkit dan memeluk Anastasia yg berdiri sambil terus menenangkanya.
" Terima kasih. " ucapnya.
" Diana... " Anastasia tersenyum dan mengusap kepala diana.
Diana pun melepaskan pelukan nya dan mengusap air matanya.
" Lagu kakak sangat indah, aku menyukainya. " ucap Diana tersenyum senang.
" Kalau begitu, bagaimana jika sekarang tidur. Besok kak Damian bawa Diana jalan-jalan keliling pulau. " ucap Damian.
" Baiklah. " ucap Diana girang.
Ia pun berjalan kearah Lucas dan menarik tangannya.
" Ayo tidur kak, besok kakak Damian membawa kita jalan-jalan. " ajak Diana.
" Tu.. Tunggu, jgn menarik ku. " ucap Lucas.
Diana tdk mendengar kan ucapan Lucas dan terus menyeratnya pergi, semua yg ada disana tertawa melihat apa yg Diana lakukan. Padahal baru sebentar ia terlihat sedih, tapi sekarang ia sedah kembali seperti sebelumnya.
" Astaga, yg tadi itu benar-benar membuatku takut. " ucap Violetta.
" Kenapa? " tanya Jordan.
" Tentu saja jika Diana benar-benar menangis. " jawabnya.
" Benar juga, apa yg membuatnya terlihat seperti itu, ya. " sahut Katania.
Mereka pun sedikit berpikir apa yg terjadi kpd Diana, dia tdk mungkin seperti itu tanpa alasan. Tapi apa alasan nya? itulah yg menjadi pertanyaan nya.
" Apapun itu, syukurlah sudah selesai. " ucap Veronica.
" Benar, untung berakhir. " sahut Cassandra.
" Kenapa kalian terlihat tertekan sekali? " tanya Justic.
" Kau pasti tdk mau tahu. " ucap keduanya.
Membuat mereka yg tdk tahu langsung bingung dgn apa yg dimaksud oleh mereka, Mereka mencoba bertanya kpd Katania tapi malah membuang wajahnya. Mereka pun beralih kpd Anastasia, yg sedari tadi diam saja.
" Kak Nana, apa yg terjadi? " tanya Leo.
" Kami tdk mau Diana kabur tangah malam lagi. " ucap Anastasia datar.
" Kabur? kenapa? " tanya Zaroon.
" Terakhir kali Diana kabur seperti itu saat dia dibully di sekolah nya. " ucap Adrian.
" Dan ia bahkan tdk ingat kalau ia sendiri yg melangkah kan kakinya keluar dari monsion. " lanjut Jeffry.
" Sejak saat itu, kami selalu memastika semua gerbang telah terkunci. Tapi hal itu tdk mencegah apa yg terjadi kpd Diana, kami hanya membuatnya utk tdk pergi jauh. " ucap Stev.
Itu membuat mereka terkejut, apa mungkin hal itu terjadi? apa lagi kpd gadis kecil seperti Diana yg baru berusia 9 tahun. Pantas saja saat itu Anastasia dkk sangat tegang melihat perubahan Diana.
" Sekarang sudah larut, segera lah tidur. " ucap Damian mengakhiri percakapan.
" Baik. " all.
Mereka pun langsung pergi ke kamar mereka masing-masing, dan tidur.