
** Di tempat balapan liar paling besar di kota.
Anastasia tengah duduk di kursi VVIP nya sambil menonton balapan itu, tentu ia memakai topeng disana karena ia menggunakan nama mafia nya. Ia begitu kesal memikirkan apa yg keluarga itu lakukan kpd temannya, dan akhirnya dia pun pergi ke sana utk menenangkan diri.
Tdk ada yg menarik baginya, bahkan lawan-lawan yg ada di sana tdk ada yg bisa menghibur nya. Ia hanya menatap pertandingan di bawah sana dgn dingin, bahkan orang yg menjaga tempat itu utknya juga merasakan tekanan yg sangat besar.
Tiba-tiba saja ia dihampiri oleh beberapa orang pria, yg seperti nya akan mengajaknya utk ikut balapan.
" Halo, Lady Sia. Sudah lama anda tdk ke sini. " sapa pria yg Anastasia ketahui bernama Roger itu.
Anastasia hanya menatapnya menggunakan ekor matanya, kemudian ia kembali kpd pertandingan yg ada di bawah sana.
" Apa yg membuat mu datang menemuiku, Roger. " tanya Anastasia dingin.
" Sepertinya anda memang tdk bisa basa basi, ya. Kalau begitu saya langsung ke intinya saja, saya berterima kasih kpd anda. " ucapnya.
" Berterima kasih? "
" Iya, berkat anda saya bisa naik menjadi mafia no 3 dunia tanpa hambatan. "
Anastasia tertawa mendengar itu, ia tdk pernah berpikir jika orang seperti Roger yg memanfaatkan hancur nya orang lain utk keuntungan dirinya sendiri akan berterima kasih kpdnya.
" Kau terlalu, meremehkan dirimu sendiri. Sejak awal Black Eye sudah kehilangan taringnya, jika kau yg menyerang nya pun kau akan menang. " ucap Anastasia.
" Haha... Anda terlalu berlebihan. Jadi apa anda tdk ikut berlomba disana. " ucap Roger.
" Tdk ada yg pantas menjadi lawan ku disana. "
" Hemm... Bagaimana jika aku yg menjadi lawan anda. "
Anastasia menatap pria itu sebentar, ia tdk mengerti dgn apa yg di pikiran olehnya. Apa rencananya, tapi yah karena Anastasia sedang kesal, utk saat ini saja dia akan mengikuti permainan nya.
" Apa taruhan nya? " tanya Anastasia.
" Jika aku menang, bagaimana jika anda memberi beberapa senjata yg anda menangkan waktu itu. " ucapnya dgn tdk tahu malu.
Anastasia menyeringai mendengar itu, jadi hal seperti itu tujuannya. Utk benda yg ia dapatkan dgn harga 10 milyar itu.
" Baiklah, jika itu yg kau inginkan. Dan kalau aku yg menang, bersiap-siaplah membawa sebuah jet pribadi kehadapan ku. " ucap Anastasia.
" Tentu saja. " jawabnya.
Mereka pun pergi utk membawa mobil mereka ke lintasan, Anastasia memeriksa mobilnya sebentar, kemudian ia keluar dari mobilnya lagi. Itu membuat Kay, orang yg menjaga tempat nya bingung dgn apa yg dilakukan Lady nya.
" Apa ada masalah, Lady? " tanyanya.
" Keluarkan mobil yg ku bawa tadi dari bawah. " ucap Anastasia.
Kay pun langsung mengeluarkan mobil itu kembali, dan Anastasia langsung masuk ke sana.
" Apa anda tdk akan menggunakan mobil yg itu, Lady? " tanya Kay.
" Buang mobil itu. Jika kau ingin mobil itu ambil saja, tapi pastikan kau memperbaiki rem nya. " ucap Anastasia.
" Eh, apa ada masalah dgn rem nya, Lady?. Padahal sudah ku periksa sebelum nya. "
" Iya, Tikus got itu membuat ulah. "
Setelah mengucapkan itu, Anastasia langsung menjalankan mobilnya ke lintasan. Apa yg di katakan oleh Anastasia tentu saja di mengerti oleh Kay, orang-orang yg terlalu berambisi selalu melakukan segala cara utk menang.
Anastasia menghentikan mobilnya di garis start, tepat di samping mobil pria bernama Roger itu. Pria itu tersenyum kearahnya dan tentu saja dibalas dgn senyuman misterius dari Anastasia.
" Semoga anda berhasil. " ucapnya.
" Tentu, anda tinggal menyiapkan jetnya saja. " ucap Anastasia.
Pria itu terlihat sangat senang, tentu saja. Ia pikiran rencananya akan berjalan dgn semurna dan Anastasia akan mati di lintasan itu. Tapi ia tdk tahu jika mobil itu sudah di ganti karena Anastasia menggunakan mobil yg sama dgn mobil yg selalu ia simpan di sana.
Saat seseorang di depan mereka mengangkat sebuh bendera, mereka langsung melajukan mobil mereka dgn kecepatan tinggi menyusuri lintasan itu. Awalnya Anastasia membiarkan pria itu memimpin, namun saat mereka berada di tikungan Anastasia langsung menyelip nya dan memimpin balapan itu.
Semua yg menonton itu juga berteriak heboh melihat keahlian Anastasia dlm mengendalikan mobil nya. Namun pria itu terkejut melihat itu, seharusnya Anastasia tdk bisa menggunakan rem di mobil itu. Tapi saat ia tenggelam dlm pikiran nya, Anastasia sudah lebih dulu melewati garis akhirnya dan bersandar di mobilnya.
" Lady, anda sangat hebat. " ucap Kay yg menghampiri nya.
Roger pun menghampiri nya beserta mobilnya dan tersenyum seolah-olah ia tdk melakukan apa-apa. Anastasia kagum dgn itu seharusnya pria itu menjadi aktor saja, kenapa malah menjadi mafia rendahkan seperti itu.
" Selamat Lady, anda benar-benar sangat hebat. " ucapnya dgn senyum palsu itu.
Anastasia hanya menatapnya datar kemudian mendekati pria itu. " Terima kasih, akan ku tunggu hadiah ku. " ucap Anastasia.
Ia pun memegang bahu pria itu dan berbisik kepadanya. " Akan ku anggap kau tdk pernah melakukan itu, jadi pastikan saja jika jet yg ku terima tdk bermasalah. Atau kau tahu akibatnya kan? "
Anastasia pun kembali menatapnya dan tersenyum misterius itu kembali. Pria bernama Roger itu hanya menelan ludah nya mendengar ancaman Anastasia, ia tahu pasti kalau gadis itu tdk pernah bermain-main dgn ancaman seperti itu.
" Baiklah, aku akan menghubungi anda lagi nanti. " ucapnya kemudian berlalu pergi
Anastasia menatap kepergian nya dgn dingin, kemudian ia berbalik dan masuk kembali ke mobilnya.
" Kay, mobil itu terserah mau kau apakan. Dan pastikan kau mengunci tempat itu lagi saat pulang. " ucap Anastasia.
" Anda mau ke mana, Lady? " tanya Kay.
" Bar. "
Kay hanya menganggukkan kepalanya mendengar jawaban dari Lady nya itu. Anastasia kemudian pergi meninggalkan tempat itu, meski ia masih belum menyingkirkan kekesalan yg ia miliki saat ini, tapi setidaknya ia dpt hiburan dan sebuah hadiah kecil dari pria itu.
Di sisi lain, Cassandra dan yg lainnya sedang mencari Anastasia, mereka berpencar dan menyusuri jalanan di kota itu. Mereka membagi menjadi 4 kelompok, Cassandra bersama dgn Vero dan Katania. Damian, Leo dan Ryuzen. Justic, Zaroon, Cavita dan Jordan. Stev, Adrian, Jeffry dan Kriss.
Dan Cassandra sendiri pergi ke tempat balapan itu.
" Cassandra, apa kau yakin jika Nana pergi ke tempat balapan? " tanya Damian dari sebuah alat komunikasi.
" Aku yakin, aku cukup tahu kalakuan nya saat marah. " jawab Cassandra.
" Apa kalian masih lama sampai ke sana? " tanya Adrian yg berada di tempat yg berbeda dgn Damian.
" Kami baru sampai, pastikan saja jika kalian melihat nya. "
" Baiklah. " ucap mereka kompak.
Mereka pun langsung masuk ke sana dan pergi ke arah garasi Anastasia, tentu mereka pakai topeng, mereka tdk mau ada yg mengetahui kebenaran Anastasia karena kecerobohan mereka.
Saat sampai di sana, Mereka melihat Kay yg tengah menutup garasi itu. Mereka pun segera menghampiri nya.
" Kay. " panggil Veronica.
Kay pun menoleh dan melihat kearah mereka.
" Cas, Ver, Nia. Kalian kesini? " tanya Kay. ( Iya itu nama samaran mereka)
" Kami hanya mau bertanya, apa Lady datang ke sini? " tanya Katania.
" Hemm... Iya Lady datang ke sini, dia baru saja memenangkan sebuah jet pribadi."
" Kemana dia sekarang? " tanya Veronica.
" Lady bilang dia akan ke bar, ada apa? "
" Tdk, kami hanya mencarinya. Dia sedang marah kpd seseorang. " ucap Cassandra.
" Ouh, kalau begitu kalian harus lekas pergi dan susul dia. Jangan sampai terjadi sesuatu nantinya, aku juga harus pergi dulu, bye. " ucapnya kemudian pergi.
" Bye. " ucap mereka bertiga.
Mereka pun langsung pergi dari sana dan tergesa-gesa, mereka juga langsung menghubungi Damian dan yg lainnya.
" Damian, dia pergi ke bar di jalan xxxxx. Yg lainnya juga cepat. " ucap Cassandra.
" Kak, cepat putar balik. " suara Leo yg terdengar dari sana.
" Iya tahu, cerewet. " ucap Damian.
Mereka semua pun langsung pergi ke bar itu dgn jalan masing-masing.