Mafia Girl

Mafia Girl
eps 86


Saat ini Anastasia tengah menikmati teh dan cemilan di ruang keluarga, sejak kemarin saat ia datang dan langsung menanyai Cassandra tentang menikah dgn kakaknya ia tdk banyak bicara. Tentu saja itu membuat sedikit keributan di monsion itu, terutama dari orang-orang yg belum tahu tentang itu.


Cassandra tdk menolak, hanya saja dia bilang ingin menunggu dan mengenal satu sama lain terlebih dahulu. Anastasia mengerti apa yg di inginkan oleh Cassandra, karena itu ia menghargai keputusan nya.


Saat ia tengah menikmati ketenangan karena yg lain sedang latihan, ponsel nya tiba-tiba saja berbunyi. Dan ketika ia melihat siapa yg menelpon nya ia pun langsung mengangkat nya.


" Halo, kak Ian. " ucap Anastasia.


" Nana sayang, kau jadi kan menjalankan rencana mu?? " tanya Damian dari sebrang telpon.


" Iya, kenapa?? "


" Ya sudah, cepat ke sini dan lakukan saja. "


" sepertinya kakak sudah sangat tdk sabar, ya. "


Anastasia terkekeh karena Damian sangat bersemangat menjalankan rencana utk menyingkirkan Siska.


" Tentu saja, aku sudah tdk sabar membuatnya pergi dari pandangan ku. " jawab Damian.


" Apa yg akan kakak lakukan kpdnya?? " tanya Anastasia.


" Membuangnya kelaut mungkin. "


" Baiklah, aku akan berangkat sekarang. "


" Aku akan menunggu mu. "


Setelah menutup panggilan itu, kemudian ia langsung kembali ke kamarnya dan mengganti pakaian yg ia kenakan. Ketika selesai ia pun memperhatikan dirinya di depan cermin utk memastikan penampilan nya sudah bagus



Penampilan yg membuatnya tdk terlalu mencolok dan juga nyaman ia kenakan. Riasan yg ia pakai juga tipis membuat kecantikan alami nya terlihat dgn jelas. Setelah merasa semua siap, Anastasia pun langsung berjalan meninggalkan kamarnya utk pergi menemui Damian.


Saat di depan monsion ia melihat Vero dgn yg lain sedang istirahat di depan sana. Mereka yg menyadari Anastasia pun bertanya.


" Nana, kau mau ke mana?? " tanya Cassandra.


" Pergi mengusir hama, kalian jaga monsion. " ucap Anastasia datar.


" Oke, pastikan carita nya seru ya. " sahut Veronica.


Anastasia hanya mengangguk kemudian masuk ke mobilnya dan pergi meninggalkan monsion miliknya. Utk menghindari dilihat semua orang, yg mungkin berakibat kpd rencana nya ia masuk melalui parkiran bawah tanah. Saat ia turun dari mobilnya, ia sudah di tunggu oleh Ryuzen.


" Hai, Ryu. " sapa Anastasia.


" Kau bawa mobil baru?? " tanya Ryuzen.


" Ah bukan, itu mobil lama. Ayo pergi. "


Ryuzen hanya mengangguk dan langsung membawa pergi Anastasia ke lewat jalan rahasia di sana.


Anastasia memang sengaja membawa mobil lain agar tdk membuat orang lain tahu itu dirinya. Setidaknya utk berjaga-jaga jika ada yg memeriksa dia datang atau tdk.


" Apa kau yakin perempuan itu akan melakukan ini?? " tanya Ryuzen.


" Tentu saja, Ryu. Aku punya sumber info yg sangat akurat. " jawab Anastasia yakin.


Ia pun memikirkan kembali apa yg ia bicarakan dgn Damian kemarin malam tentang rencana nya saat ini.


** Flashback.


Malam itu ia mendapatkan kabar dari bawahan yg ia suruh mengawasi Siska, ia sudah tahu apa yg akan perempuan itu lakukan. Tapi dia tdk mau jika membongkar nya begitu saja, dia pun memiliki ide utk membuat perempuan itu tdk datang lagi.


Anastasia pun keluar dari kamar nya dan pergi ke kamar Damian. Ia mengetuk pintu kamar Damian beberapa kali, namun tdk ada sahutan dari dlm sana.


" Aneh, bukannya kak ian bilang akan menginap? " batin Anastasia.


Setelah menunggu cukup lama, ia pun memutuskan utk masuk dan melihat apa yg Damian lakukan sehingga tdk menyahut nya.


" Kak Ian?? " panggil Anastasia.


Ia mengedarkan pandangan nya, mencari sosok yg ia kenal sebagai tunangan nya itu. Tapi ia tdk menemukan nya di mana pun, Ia mendengus kesal. Saat suara pintu kamar mandi terbuka membuatnya mengalihkan pandangan nya.


" Nana?? " panggil Damian.


Ia tersenyum ketika melihat sosok yg ia cari keluar dari sana.


" Kak Ian.... "


Ucapan nya terpotong karena malihat apa yg ada di depannya, Damian keluar dari dlm sana dgn hanya mengenakan handuk yg melingkar di pinggangnya. Wajah Anastasia pun otomatis memerah.


" Kyaaa..... " teriaknya sembari berjongkok dan menutupi matanya. Dan tantu saja teriakan itu membuat Damian terkejut.


" Kenapa kakak tdk memakai pakaian?!!. " ucap Anastasia masih dgn posisinya.


Mendengar itu membuat Damian melihat dirinya sendiri, ia pun terkekeh karena hal itu dan malihat reaksi Anastasia.


Setelah itu ia langsung menyambar handuk kimono yg ada di kasurnya dan memakainya. Ia kembali berjalan ke arah Anastasia dan ikut berjongkok di depannya.


" Ayo buka matamu. " ucap Damian.


" Tdk mau. " tolak Anastasia cepat.


Ia hanya tersenyum mendengar penolakan dari Anastasia.


" Ayo buka, tdk akan terjadi apa-apa kok. " ucapnya lagi.


Ia menarik salah satu lengan Anastasia yg menutupi matanya, saat itu Anastasia pun perlahan membuat matanya. Anastasia menghela nafas lega melihat Damian saat ini, jika dia terus melihat tubuh atletis Damian dia bisa-bisa gila.


Wajah nya masih semerah tomat, dgn pandangan yg ia alihkan. Membuat Damian merasa gemas dgn ekspresi Anastasia saat ini.


" Kenapa kakak tdk memakai pakaian di dlm sana saja?? " gerutu Anastasia kesal.


" Hemm... Biasanya kau tdk datang ke sini saat aku mandi, jadi aku tdk memakai pakaian di kamar mandi. " jawab Damian santai.


" Lain kali jgn lakukan lagi. " ucap Anastasia mentap Damian dgn kesal.


Sedangkan yg di tatap malah terkekeh kecil, Ia pun duduk di sisi ranjang nya dan menarik Anastasia supaya duduk di pangkuan nya.


" Jadi?? Apa yg membuatmu kemari, Nana sayang?? " tanya Damian sambil membelai rambut Anastasia.


" Apa yg membuat ku kemari?? Kenpa aku kemari, ya?? Oh... " Anastasia hampir saja melupakan tujuan nya datang menemui Damian.


" Aku datang karena ikan memakan umpan. " ucap Anastasia semangat.


Tapi apa yg di ucapkan nya malah membuat Damian bingung, terlihat dari dia yg menaikan satu alisnya serta memiringkan kepalanya.


" Siapa?? " tanyanya.


" Ck, siapa lagi?? Sekretaris mu?? " ucap Anastasia.


Damian hanya beroh ria mendengar itu, kemudian ia menatap Anastasia dan kembali bertanya.


" Umpan apa yg kau sebarkan kpdnya?? "


Anastasia pun menceritakan pertemuan dan pembicaraan nya dgn Siska di toko buah sebelum nya, ia menceritakan semuanya dgn jelas dan rinci sehingga tdk ada satu kata pun yg tertinggal.


Dan Damian terlihat memperhatikan setiap kata yg keluar dari bibir mungil gadis itu, ia mengangguk-angguk kan kepalanya utk memperlihatkan bahwa dia memperhatikan gadis itu. Dan ketika cerita itu selesai Damian nampak berpikir sebentar.


" Jadi... Apa yg akan dia lakukan?? " tanyanya.


" Dia sering memberi mu kopi kan? " tanya balik Anastasia. Yg dibalas dgn anggukan Damian.


" Besok, saat kau bekerja dia juga akan melakukan nya. Tapi kali ini dia mencampur kan obat tidur di dlm nya, setelah itu kak Ian tahu sendiri kelanjutan nya. " jelas Anastasia.


" Hemm..... Lalu apa rencanamu?? "


" Aku akan datang diam-diam ke perusahaan kakak besok. Saat perempuan itu membuat kopinya, aku akan meminta Ryu memanggilnya dgn alasan pekerjaan kemudian mengganti kopi itu. Nah, saat kakak meminum nya, berpura-pura lah tidur karena itu. Dan saat ia memulai aksinya bangun dan pergoki dia, bagaimana?? "


Damian terlihat ragu dgn rencana Anastasia, terlebih dia tdk suka ada seseorang yg menyentuh tubuhnya sembarangan. Anastasia yg menyadari itu berusaha menyakinkan nya.


" Ayolah kak, ini agar dia pergi jauh dari kehidupan kita. Aku dan Ryu juga akan bersembunyi di ruang pribadi mu, jadi tdk akan ada hal yg tdk baik. " bujuk Anastasia.


" Rencana mu itu termasuk tdk baik tahu. " ucap Damian.


" Oh ayolah, aku akan menjaga mu. " Ucap Anastasia dgn tatapan memohon.


" Haah... Baiklah, hanya kali ini. " ucap Damian pasrah.


Anastasia bersorak girang mendengar persetujuan dari Damian, akhirnya dia bisa mencoba metode yg selalu di terapkan oleh rubah yg ia kenal di negara K.


" Tapi kau harus membayarnya. " ucap Damian menatap Anastasia serius.


Melihat itu Anastasia memiliki ide lain utk mengerjai Damian.


" Oke, tutup matamu. " ucap Anastasia.


Damian pun segera menutup matanya, ia pikiran Anastasia mungkin akan menciumnya. Tapi apa yg dipikirkan nya benar-benar salah, sebuah senyum jahil terukir di wajahnya.


Anastasia mencubit perut Damian dgn kuat, membuat yg punya mengaduh kesakitan. Setelah itu Anastasia pun langsung melompat dari pangkuan Damian dan tertawa sambil berlari ke kamarnya. Meninggalkan Damian yg meneriaki nya dgn kesal.


** Flashback off.