
Anastasia masih diam tdk menjawab pertanyaan Julian, dlm hatinya ia sangat ingin langsung menembak kepala pria itu hingga bolong. Setelah ia memisahkan nya dgn kedua orang tua dan kakaknya, ia tdk Terima jika semua itu terbongkar. Pria itu tdk Terima jika Anastasia kembali ke kedua orang tuanya nya.
" Kenapa Anastasia, kenapa?? Selama ini aku tdk pernah menyakiti mu, tapi apa yg kau lakukan?? " tanya Julian.
" Tdk pernah menyakiti, huh. Kau mencambuk nya atas kesalahan yg tdk ia perbuat!! Kau bilang itu tdk menyakiti nya!! " bentak Cavita.
Itu membuat mereka sadar siapa yg ada di sana, bukan hanya Anastasia tapi juga Cavita. Apa yg sebenarnya mereka inginkan, itulah pikiran mereka.
Di tempat lain Jordan, Stev dan Jeffry menikmati pertunjukan itu di tempat lain. Mereka masih di tempat utk memastikan para pekerja itu tdk memutuskan siaran. Jeffry bahkan dgn sengaja membawa popcorn utk menikmati pertunjukan nya.
" Menurut mu apa yg akan terjadi selanjutnya?? " tanya Jeffry sambil makan popcorn bersama mereka.
" Tentu saja, kehancuran keluarga mereka. " sahut Stev.
" Aku jadi ingin tahu apa yg akan terjadi nantinya. " ucap Jordan.
" Bukankah sudah kubilang, nantinya tinggal kehancuran keluarga itu. "
" Bukan itu, kak Stev. Tapi setelah mereka hancur, apa mereka akan balas dendam. Atau mereka akan lunta-lunta di jalan. "
Mereka pun tertawa dgn topik bahasan mereka, tdk mempedulikan orang-orang yg gugup di sana karena melihat anak buah Stev yg membawa senjata.
" Aku... Itu karena, bukti yg ada tentang tindakan Anastasia. "
Julian memberikan alasan yg tdk bisa di terima oleh Cavita, tapi sebelum ia kembali mengucapkan kata-kata Anastasia lebih dulu bicara.
" Siapa yg mengijinkan kalian melakukan penyiksa kpdku?!! " tanya Anastasia dgn suara keras, membuat semua orang mendengar apa yg ia katakan. " Mengurung ku di bawah tanah, memukuliku, mencambuk ku, menyayat ku menggunakan pisau, belati dan yg lainnya. Setelah puas kalian mengobati ku dan menyiksa ku lagi di lain waktu. Atau haruskah aku berterima kasih karena telah membiarkan ku hidup?!! "
Anastasia tdk bisa lagi membendung kebencian yg ia tahan selama ini, sekarang dia akan melupakannya dan membuat keluarga itu hancur, sehancur-hancurnya.
Semua orang yg mendengar itu pun tdk percaya dgn apa yg diucapkan Anastasia, jika itu benar maka mereka sudah sangat keterlaluan kpd gadis itu. pantas saja jika dia sangat membenci dan ingin menghancurkan mereka.
" Apa maksud mu, Anastasia?? Bukankah kau menyakiti dirimu sendiri karena kematian kakek?? " tanya Julian.
" Kau tdk tahu?! Banar juga, kau selalu tdk ada dirumah sehingga tdk mengetahui tingkah orang-orang mu sendiri. Mereka semua, mereka menyiksa ku seperti hewan!!. Bahkan membunuh orang-orang yg bersimpati kpdku tanpa alasan!!. "
Anastasia menunjuk anggota keluarga Akashia yg ada di sana, dia tdk akan membebaskan siapapun lagi kali ini. Dia akan menuntut balas atas semua penderitaan nya selamat ini.
" Tdk, itu bohong Ayah!! Kami tdk pernah menyentuh nya sama sekali!! " sangkal Vanya.
Julian hanya diam memikirkan setiap perkataan Anastasia dgn seksama. Sedangkan Vanya terus bicara, mengucapkan sumpah serapan kdp Anastasia yg menatapanya dgn tatapan ingin membunuh.
" Kau tdk percaya?? Kalau begitu lihat di panggung itu, lihat video yg sudah ku siapkan utk kalian semua. " ucap Anastasia.
Semua orang langsung melihat ke arah yg di maksud Anastasia, mereka benar-benar terkejut melihat rekaman CCTV di ruang bawah tanah itu. Begitu juga dgn Vero dkk, Damian dkk, Prensais dan Sherly. Bahkan mungkin semua orang yg sedang melihat siaran ini tdk percaya dgn semua ini.
Di video itu sangat jelas, anggota keluarga Akashia menyiksa Anastasia satu persatu. Bahkan mereka tdk mempedulikan Anastasia yg memohon di bawah kaki mereka. Anastasia hanya menangis dan menjerit ketika mendapatkan perlakuan tdk manusiawi itu.
Hal itu membuat semua orang iba kpdnya, dan membuat mereka ikut menghujat keluarga Akashia. Julian pun tdk menyangka dgn kekejaman mereka dlm hal ini, bahkan putrinya sendiri Vanya ikut terlibat. Dan yg lainnya gemetar ketakutan, bahkan video Stella yg merencanakan utk mengusir Anastasia dari sana pun ada di depan mereka.
" Tdk, ini bohong. Mic, kau percaya padaku kan, aku tdk seperti itu. " Stella jadi histeris ketika melihat semua itu, pada akhirnya dia pasti akan kehilangan segalanya.
" Jauhkan tanganmu dari putraku!! " bentak Maya, ia mendorong Stella sampai terjatuh. " Aku tdk sudi memiliki menantu rubah sepertimu!! Michael ceraikan dia, mama tdk mau tahu!! "
" Baik ma. " ucap Michael, kali ini dia manatap Stella dgn jijik, berbeda dgn tadi.
" Tdk, Mic. Bukankah kau bilang tdk akan meninggalkan ku, kenapa sekarang kau meninggalkan ku?!! " Stella semkin histeris karena ucapan Michael.
" Itu sebelum aku tahu siapa kau, tapi sekarang... Aku benar-benar jijik padamu. "
Hilang sudah, Stella tdk punya apa-apa lagi. Semua pendukungnya hilang hanya dlm beberapa saat saja, ia tdk punya siapa-siapa lagi. Tetapi ia teringat kpd ayahnya, Ronald. Dia pasti bisa membantunya, ayahnya itu teman mafia yg ditakuti. Tapi ia juga teringat akan perkataan Anastasia tadi yg membenarkan bahawa ayahnya sudah mati.
" Anastasia!! Katakan padaku dimana ayahku?!! " tanya Stella.
Anastasia melihat Stella dgn malas kemudian tertawa sinis mendengar pertanyaan itu.
" Kenapa?? Sekarang kau mau mengakuinya sebagai ayahmu?? "
" Diam!! Katakan dimana dia?!! " bantaknya.
" Dia sudah mati. " ucap Anastasia santai.
" Apa?!! "
Mata Stela membelalak, itu artinya dia tdk akan bisa lagi meminta bantuannya. Artinya dia harus mencari mafia teman ayahnya sendiri.
" Mati. Ronald Akashia sudah mati. Dia menculik ibuku dan berakhir dgn tragis. " ucap Anastasia.
" Ronald menculik Clara?? Apa maksudmu, Anastasia?? " tanya Julian.
" Tuan Julian, apa di otakmu itu hanya ada pikiran utk membuatmu kaya. Kau bahkan tdk menyadari kalau adikmu juga menyukai ibuku, sama seperti mu. Dia bahkan mencoba memperkosa nya dulu, beruntung ayahku menolong ibuku. Dan sekarang dia mati karena kesalahan nya sendiri. Dan Stella tdk perlu mencari mafia pegangan ayahmu itu, mereka sudah hancur di tanganku. Ku tunjukkan pada mereka apa yg akan terjadi ketika mengganggu mafia no 2 dunia."
" Kasihan?? Kasihan, ya. Apa kau kasihan padaku saat kalian menyiksa ku?? "
Pertanyaan itu membuat Stella bungkam seketika, benar Anastasia yg ada di hadapan nya saat ini bukan Anastasia yg dulu. Tubuhnya pun mulai gemetar karena melihat tatapan tajam dari Anastasia.
" Aku tdk peduli dgn apa yg terjadi padamu bahkan jika kau mati sekali pun, juga apa yg kau perbuat. Sungguh, itu tak ada artinya bagiku. " ucap Anastasia dingin.
" Lalu kenapa?? " tanya Stella dgn gemetar.
" Kenapa kau mencoba merebut semua yg ku miliki, kenapa kau mencoba menyakitiku. Awalnya aku berpikir seperti itu, tapi sekarang aku tdk peduli apa yg kau ambil. Karena mereka bukan milikku yg sebenarnya, apalagi soal Michael. Jika kau menginginkan nya ambil saja, karena yg aku tunggu selama ini adalah Kak Ian. Jika kau ingin keluarga ini ambil saja, karena aku punya keluarga yg lebih segalanya dibanding mereka.
Tapi... Kau mencoba utk membunuhku, kau juga yg membunuh kakek besama dgn ibu dan ayahmu itu. Aku tdk akan pernah memaafkan mu, selamanya tdk akan pernah. "
Anastasia mengucapkan itu dgn suara yg dingin dan penuh peringatan, membuat semua yg mendengar gemetar takut. Stella pun tdk bisa bicara lagi karena itu, apalagi tatapan Anastasia sekarang benar-benar seperti seorang pembunuh yg ingin segera mengoyak tubuhnya.
" Hei, Stella. Suka atau tdk, jika bagiku hal itu tdk sedap di pandang, akan ku hancurkan itu. Dan kebahagiaan mu itu tdk menyenangkan dimataku. Kebahagiaan yg kau dapatkan setelah mengorbankan orang-orang yg ku sayangi itu, benar-benar membuatku muak!! "
Anastasia mengatakan kata-kata terakhir nya dgn nada membentak, membuat Stella semakin ketakutan.
" Aku yakin kau mengerti rasanya, kan?? Memang menyakitkan, ya... Ketika semua orang berpaling darimu dan beralih ke diriku?? Tdk apa-apa, aku tdk akan menyakiti mu. Berikan saja yg kau ambil dariku, mengerti?? Kebahagiaan mu. "
Setelah Anastasia mengucapkan itu, pintu keluar tiba-tiba saja terbuka dan masuklah sekumpulan polisi ke sana. Mereka mengepung keluarga Akashia, dan seorang dari mereka mendekati Anastasia dkk.
" Tuan Damian, anda yg melaporkan bahawa tuan Julian melakukan tindak korupsi, benar?? " tanya polisi itu.
" Benar. " Damian menganggukan Kepala utk lebih meyakinkan polisi itu.
" Aku juga ingin membuat tuntunan. " ucap Anastasia.
" Silahkan, nona. "
" Keluarga Akashia, mereka semua kecuali tuan Julian. Melakukan penyiksaan kpdku dgn tdk manusiawi, dan utk Vanya Catrina Akashia dan suaminya, melakukan pembunuhan kpd para pekerja tanpa alasan yg jelas. Semua buktinya ada di tanganku. "
Anastasia pun mengambil USB dari Leo yg sudah ada di sana, dan memberikan nya kpd polisi itu.
" Baiklah, nona. Kami akan mengurus kasus ini. "
Anastasia hanya mengangguk, dan setelah itu polisi itu membawa semua keluarga Akashia ke kantor polisi. Para tamu pun mulai pulang satu persatu, tdk ada lagi yg mau ada disana karena tuan rumahnya pun dibawa pergi.
Hanya tersisa Anastasia dkk dan juga keluarga Manhave. Michael pun mendekati mereka bersama dgn kedua orang tuanya.
" Anastasia, aku minta maaf. " ucap Michael dgn sangat menyesal.
" Kami juga minta maaf, nak. " ucap Brenden.
" Aku tdk membutuhkan maaf kalian, sejak awal kalian tdk terlibat apapun. Tapi aku kecewa dgn sikap kalian yg tdk bisa membedakan kebenaran dan juga kebohongan. " ucap Anastasia datar.
" Kau benar, kami hanya melihat dari sudut pandang yg kami lihat. Dan seperti nya kau lebih bahagia saat ini. " ucap Michael.
" Sangat. Aku kembali kpd keluarga asli ku, juga mendapat semua orang yg menyayangi ku. "
" Anastasia, aku... "
Michael hendak meraih tangan Anastasia, tapi Damian menariknya kebelakang dan memeluk Anastasia dgn posesif.
" Maaf, tapi aku tdk suka milikku di sentuh orang lain. " ucap Damian.
Michael tersenyum kecut, mengerti dgn apa yg Damian maksud. Ia benar-benar menyesal telah membuat Anastasia berubah sedingin es, seperti saat ini.
" Tentu, aku mengerti " ucap Michael.
" Nana, ayo pulang. " ajak Prensais.
Anastasia menganggukan kepalanya, Vero dkk pun membuat orang-orang mereka yg ada di sana bubar. Sebelum Anastasia benar-benar pergi, ia berbalik kdp Michael dan bicara.
" Cari kebahagiaan mu sendiri, Michael. Kau masih pantas bahagia. " ucap Anastasia.
" Tapi tdk akan menemukan yg seperti mu. " ucap Michael.
" Aku tdk akan bisa bersama siapapun, Michael. Sejak awal pertunangan kita, bukan... Sejak dulu hatiku sudah milik Damian. Buka siapapun, Kau harus menemukan orang lain yg bisa mencintaimu, Bukan aku. "
" Benarkah?? Apa itu artinya sejak awal kau tdk berniat serius dgn ku?? "
" Seperti yg kubilang, sejak awal aku sudah milik Damian. Hati ku itu kecil, Michael. Dan itu penuh dgn Damian, sangat penuh hingga tdk ada ruang lagi bagi orang lain. "
" Aku mengerti. "
Michael akhirnya mengerti dgn semua yg tdk bisa ia dapat dari Anastasia, berbeda dgn Damian yg sudah sejak awal ada di hatinya. Ia benar-benar sangat sedih tdk bisa mendapatkan orang yg ia cintai, meski ini juga salah nya yg tdk bisa mempercayai nya, tapi dia senang karena semuanya berakhir dgn tenang antara dirinya dan Anastasia. Ia hanya bisa menatap punggung Anastasia yg semakin menjauh darinya.