Mafia Girl

Mafia Girl
eps 103


Malamnya, Anastasia memilih melewatkan makan malam dan terus berada di dlm kamar. Ia duduk di atas ranjang sambil terus saja memandangi sebuah kotak berwarna merah maroon di depannya, dlm kotak tersebut ada tumpukan surat yg ternyata berasal dari pria yg sama dgn yg ia terima tadi siang.


Anastasia menghela nafas lelah, ia tdk tahu apa yg pria itu inginkan darinya yg sebenarnya. Tapi ia sudah bosan dgn segala teror yg ia terima semenjak mengenalnya meski secara tdk sengaja. Iya, awal dari semua hal buruk begi Anastasia.


** Flashback


Tiga tahun yg lalu, atau bisa di bilang saat Anastasia membangun DA di awal. Waktu itu penyerangan kedua nya kpd mafia di kotanya, tdk seperti saat menyerang Black Fire, kali ini dia ditemani oleh Adrian dan beberapa mafioso nya.


" Adrian, aku akan masuk diam-diam dan mencari Leader mereka. Kau pimpin pasukan utk menyerang saat kuberi tanda. " ucap Anastasia.


" Baik Lady. " sahut Adrian.


Maka pergilah Anastasia menyusup ke dlm markas itu, ia melompat dari pohon ke pohon utk sampai di sisi lain bangunan markas mafia itu. Saat ia mengintip dari jendela lantai dua, ia langsung melihat Leader mereka di dlm sana, sendirian.


Ia pun masuk tanpa suara dari salah satu jendela yg terbuka, ia berjalan kebelakang leader mafia itu dan menutup mulutnya. Leader itu sangat terkejut dan mencoba berontak tapi Anastasia lebih cepat. Anastasia menusuk leher Leader itu menggunakan belati, membiarkan darah mengalir dari leher sang ketua mafia. Leader itu pun meregang nyawa di tangan Anastasia, dgn keadaan yg masih duduk di kursi kebesaran nya.


" Haah.. Adrian, serang sekarang. " suruh Anastasia.


" Baik. "


Setelah mengucapkan itu, Adrian langsung mengarahkan pasukan nya utk menyerang merkas itu. Anastasia dpt mendengar suara keributan itu dari ruangan sang leader yg sudah ia bunuh. Ia juga mendengar beberapa langkah kaki yg terburu-buru kearahnya, dan benar saja tdk lama setelah itu, pintu ruangan terbuka.


" Ketua!! " teriak anak buah sang leader yg masuk, diikuti dua orang lainnya.


Saat mereka masuk, mereka tdk melihat kehadiran Anastasia. Hanya leader mereka yg duduk di kursinya sambil membelakangi mereka.


" Ketua, ini gawat. Markas di serang dan seperti nya mereka cukup tangguh. " ucap nya lagi.


" Apa yg harus kami lakukan, ketua?? " tanya yg lain.


Tdk ada jawaban, ruangan itu gelap karena Anastasia sengaja mematikan listrik di sana.


" Ketua?!! " panggilnya lagi.


Tetap tdk ada jawaban, tiba-tiba pintu ruangan itu terkunci dgn mereka di dlm nya. Mereka sangat terkejut karena pintu itu menutup dgn cukup keras. Mereka sudah mencoba utk membukanya namun nihil, pintu itu seperti tdk bergerak sedikit pun.


Mereka pun memutuskan utk melihat Ketua mereka kembali, salah satu dari mereka maju dan membalikkan kursi yg di duduki oleh ketua mereka. Saat kursi itu berputar mereka semakin terkejut dgnnya.


" Ya Tuhan. " ucapnya.


Bagaimana tdk, mereka melihat Leader mereka mati, dgn pakaian yg bersimbah darah. Pantas saja dia tdk menjawab pertanyaan mereka, ternyata pria itu sudah mati.


Anastasia tiba-tiba muncul di belakang kedua pria yg paling belakang, ia mengayunkan katana nya dan langsung memenggal keduanya. Sedangkan yg satunya berbalik karena kaget mendengar suara yg dihasilkan Katana nya.


" Si.. Siapa kau?!!" tanya pria itu dgn gugup, apalagi saat melihat dua temannya yg sudah tergeletak tak bernyawa, dgn kepala mereka yg terpisah dari tubuh mereka.


" Kau tdk perlu tahu. " ucap Anastasia dingin.


Ia kembali mengayunkan katana nya sama seperti saat membunuh dua pria yg ada di bawah kakinya. Setelah membunuh ketiga pria itu, ia memasukkan kembali Katana itu ke dlm sarung nya.


Saat ia hendak berbalik, ia mendengar suara tawa yg membuat nya waspada.


" Kekeke.... "


" Siapa disana?!! "


Tdk ada jawaban dari yg punya suara, dan saat ia merasakan ada seseorang dibelakang nya. Dgn cepat ia kembali menarik katana nya dan mengayunkan nya kebelakang. Tapi serangannya berhasil ditepis, dan ia di dorong hingga menabrak dinding.


" Akh... "


Anastasia tdk bisa lagi bergerak, orang misterius itu menghimpit nya di dinding. Dan saat itu, seolah memang disengaja lampu di ruangan itu kembali menyala.


Anastasia bisa melihat wajah orang itu sekarang, seorang pria yg tersenyum miring di depannya. Anastasia menatap pria itu dgn tajam, ia tdk suka dgn posisinya saat ini.


" Menjauh dariku!. " ucap Anastasia dingin.


Pria itu tdk bergeming malah kembali tertawa.


" Kekeke... Jika aku tdk mau? " tanyanya.


" Ku bunuh kau!. " Anastasia memberi peringatan.


" Aku tdk suka topengmu... " ucap pria itu lagi.


" Apa?!! "


Pria misterius itu mengulurkan tangannya, ia meraih dan membuka topeng yg digunakan Anastasia.


" Begini lebih baik, aku menyukainya. " ucapnya.


" Kau!!... " geram Anastasia.


Anastasia langsung mendorong pria itu menjauhinya, setelah berhasil ia kembali melayangkan tinjunya. Tapi pria itu menangkap dan memelintir tangannya ke belakang. Anastasia tertegun, ini adalah pertama kalinya ada yg bisa membuat nya seperti itu.


" Haish... Jgn terlalu galak begitu. " ucap pria itu.


" Diam!! Lepaskan aku dan katakan apa tujuan mu kesini!! " ucap Anastasia geram.


" Hemm... Jika aku melepaskan mu, kau akan memukulku lagi kan. Dan tujuan ku kesini utk melenyapkan si tua bangka itu, tapi keduluan oleh mu. "


" Siapa kau?? "


Pria itu memiringkan kapalanya sedikit, melihat Anastasia yg menatap tajam dirinya dari ekor matanya. Ia semakin melebarkan senyuman nya.


" Aku... Haris Leonardo. " ucapnya santai. Iya,


" Aku tanya kau siapa?!! Bukan namamu siapa?! ****!!. " ucap Anastasia kesal.


" Ck. Ck. Kau kasar sekali. "


" Terserah aku!! dan lepaskan tanganmu dari ku!! "


" Hemm... Kalau begitu... "


" Akkhh... "


Pria gila itu menggigil leher nya, Anastasia yakin lehernya pasti berdarah karena gigitan pria itu. Anastasia kembali berontak hingga pria itu melepaskan nya.


" Apa yg kau lakukan, sialan?!! " teriak Anastasia marah.


" Menandai mu. " jawabnya.


" Haah??.... "


" Mulai sekarang kau adalah milikku. "


" Jgn bercanda!! Tdk ada yg bisa memiliki ku selain dia!! "


Anastasia benar-benar kesal karena bertemu pria seperti dia, apa lagi yg mengaku-ngaku bahwa dia adalah miliknya.


" Terserah, suka atau tdk kau akan manjadi milikku dan akan tetap seperti itu sampai kapanpun. " ucap pria itu.


Pria itu berbalik kearah jendela dan menaikkan salah satu kakinya ke sana, ia berbaik sebentar melihat Anastasia yg masih menatapnya tajam.


" Ingatlah namaku Haris Leonardo, dan kau milikku, sayang. "


Setelah mengucapkan itu, dia melompat dari sana dan menghilang di kegelapan. Anastasia menggerakkan giginya, ia sangat sangat kesal saat itu. Dan saat itu Adrian mendobrak pintu yg ia kunci dari dlm itu, ia pun berbalik menatap Adrian.


" Lady, anda tdk apa-apa? " tanya Adrian.


" Aku baik, bagaimana dibawah sana?? " tanya balik Anastasia.


" Semuanya sudah terkendali, beberapa ada yg menyerah. " Mata Adrian pun menyadari luka di leher Anastasia. " Ladi, lehermu terluka. " ucapnya.


" Tdk apa-apa, hanya luka kecil. Ayo pergi. "


Anastasia pun pergi dari ruangan itu diikuti oleh Adrian.


**Flashback End.


Sejak saat itu, Anastasia selalu mendapatkan bunga-bunga dan juga surat yg tdk diberi nama pengirimnya. Awalnya ia tdk terlalu mempedulikan nya, hanya mengumpulkan surat-surat itu di kotak didepannya. Tapi lama kelamaan hal itu semakin menjadi-jadi, surat dan bunga yg berdatangan semakin sering dan kadang 3 sampai 4 kali sehari.


Ia sangat terganggu dgn itu, ia bisa menebak siapa yg memberikan semua itu. Sampai setengah tahun kemudian, sebelum Anastasia bertamu Damian di kantor nya semua surat itu berhenti berdatangan. Ia benar-benar bersyukur karena semua itu tdk berdatangan lagi.


Ia benar-benar lega, hingga saat ia melihat bunga dan surat yg ada di tangan Nina, semua ketenangan itu pun lenyap seketika.


" Mungkin memang harus memberitahu kak Ian. " gumam Anastasia.


Ia pun turun dari ranjangnya, mengambil kotak itu dan pergi keluar utk membicarakan itu dgn Damian.