
DOR.....
Suara nyaring dari senjata api itu membuat semua orang terkejut, tapi yg lebih membuat terkejut lagi adalah orang yg terkena tembakan itu.
Sesaat sebelum Damian terkena peluru itu, Anastasia tiba-tiba muncul dan menghalangi tembakan itu, alhasil dialah yg tertembak.
" Nana!! "
" Kakak!! "
Teriak Damian dan Violetta bersamaan.
" Sial. " umpat Leo yg muncul disisi orang yg menyekap Violetta, ia langsung menancapkan belati ke tubuh orang itu, dan setelahnya dia menendang Haris menjauh. Yg satu orang lagi sudah di bereskan oleh Adrian yg muncul dari belakang bersama dgn Cassandra, Katania dan Stev.
Anastasia pun mulai oleng dan untungnya Damian menahan tubuh Anastasia yg hampir jatuh karenanya.
" Nana!! tdk, kenapa seperti ini?!! Kenapa kau melakukan nya?!! " tanya Damian dgn raut wajah tdk percaya bercampur sedih.
" Karena... kau bodoh. Kau bahkan... tdk menyadari hal itu. " ucap Anastasia.
" Damian, bawa dia kemabli. Helikopter nya sudah menunggu diluar, cepat!! " suruh Cavita.
" Serahkan sisanya kpd kami, kau pergilah kak. " lanjut Kriss.
" Aku mengandalkan kalian. "
Damian pun segera berlari membawa Anastasia pergi dari sana, sementara yg lain menyelesaikan apa yg ada disana. Leo juga membawa Violetta utk mengikuti Damian pergi dari sana.
" Akhh... Br*****k. " Haris mencoba utk bangkit setelah ditendang Leo, dia berusaha utk mengejar Damian yg membawa Anastasia.
Tapi seseorang kembali menendang kakinya, membuatnya kembali jatuh ditempat yg sama. Dan seseorang yg menendang kakinya itu tdk lain tdk bukan adalah Prensais, dan sekarang dia mengacungkan senjatanya kpd Haris.
" Sepertinya kau sudah cukup bersenang-senang. " ucap Prensais.
" Kau!!. " geram Haris.
" Jadi.. Apa kau siap menerima hukuman anak nakal?? "
" Huh, kau pikiran Damian akan senang jika aku mati sekarang. Dia tdk pernah puas sebelum menyiksa ku. "
" Justru itu yg kutakutkan, dia pasti akan menyiksa mu. Padahal aku yg ingin membunuh mu karena membawa adikku sembarangan. Dan aku tdk perlu khawatir, aku sudah meminta izin padanya utk menghabisi mu sekarang. "
" Apa?!! "
" Ya seperti itulah, jadi selamat tinggal. "
Setelah mengucapkan itu Prensais langsung menghujani Haris dgn tembakan, bahkan sebelum pria itu bisa membalas atau menyerang nya.
Setelah puas menembaki nya, ia pun pergi ke arah teman-temannya yg berkumpul disana.
" Lama sekali. " ucap Jordan.
" Bukannya kau juga lama. " sahut Prensais.
" Sudahlah jgn bertengkar sekarang, kita harus cepat kembali. " ucap Cassandra.
" Iya, aku sangat khawatir dgn keadaan Nana. " sahut Katania.
Mereka pun pergi dari sana, tdk lupa mereka menyuruh beberapa orang utk membereskan tempat itu.
Disaat yg sama Damian membawa Anastasia kembali ke negara S utk mendapatkan pengobatan. Ia menghentikan darah yg keluar dari luka tembak itu dgn jas yg ia pakai dgn menekan luka itu.
" Nana, bertahanlah sedikit lagi. Kita akan segera sampai. " ucap Damian.
" Tdk perlu khawatir, aku bisa bertahan. " Anastasia mencoba utk tetap tersenyum meski dia merasa sangat sakit.
Hati Damian pun juga sangat sakit melihat orang yg ia cintai terluka seperti itu, Violetta juga masih menangis karena keadaan Anastasia saat ini, dan Leo lah yg mencoba utk menenangkannya.
" Sudahlah Vio, kak Nana pasti akan baik-baik saja. " ucap Leo.
" Iya. " ucap Violetta yg masih menangis.
Tdk berselang lama kemudian mereka sampai di kota tempat tinggal mereka, helikopter mereka langsung pergi kearah rumah sakit tempat Jeffry berada. Tentu dia tdk ikut karena dia disiapkan agar melakukan pengobatan utk segala kemungkinan yg ada, perintah Anastasia sebelumnya.
Saat helikopter mereka mendarat diatap rumah sakit, mereka melihat Jeffry yg sudah siap sedia ketika mendengar Anastasia tertembak. Setelah heli mereka mendarat sempurna, Damian langsung turun dan bergegas utk meminta Jeffry mengobati Anastasia.
" Jeffry cepat, siapkan ruang oprasi nya. " ucap Damian.
" Tdk perlu khawatir, kita tinggal membawanya saja. " jawab Jeffry.
Mereka pun langsung membawa Anastasia dgn tergesa-gesa, Jeffry pun segera memulai oprasi nya. Damian masih mondar-mandir didepan pintu ruang oprasi, ia mengusap wajahnya kasar, merasa frustasi dgn keadaannya saat ini.
Tdk lama kemudian keluarga mereka pun datang setelah mendengar kalau Damian sudah kembali.
" Vio. " panggil Claudia.
" Ibu. "
" Syukur lah kau selamat, nak. Bagaimana dgn Nana?? " tanya Albert.
" Dia..... Tertembak. " ucap Damian.
" Astaga. "
Tangis Clara yg selama ini terpendam pun pecah, dia tdk bisa membayangkan keadaan putrinya.
" Tenanglah, sayang. Jeffry pasti akan mengobati nya. " ucap Aria menenangkan Clara.
" Maaf kami tdk bisa benar-benar melindungi nya. " ucap Leo.
" Tdk, itu bukan salah kalian. Kalian sudah sangat berusaha keras. " ucap Clara.
" Bagaimana dgn yg lainnya?? " tanya Sherly.
" Hai, kami disini. " ucap Justic.
Mereka berjalan kearah Damian dan keluarga nya serta keluarga Anastasia, mereka bisa lebih cepat datang karena meminta orang-orang dimarkas mengirimkan dua helikopter lagi utk mereka.
" Bagaimana keadaan nya?? " tanya Cassandra.
" Masih diperiksa. " jawab Damian.
Hening.... Mereka masih fokus dgn pikiran mereka masing-masing, tdk lama kemudian mereka teralihkan kpd Jeffry yg keluar dari ruang oprasi.
" Jeffry, bagaimana keadaan nya?? " tanya Damian.
" Dia baik, peluru didadanya sudah ku keluar kan. " jawab Jeffry.
" Apa dia akan segera bangun?? " tanya Cavita.
" Entahlah, tapi kuharap segera. Jika tdk aku tdk tahu apa yg akan terjadi. "
" Hei, kenapa kak Jeff mengatakan itu seperti hal yg buruk. " ucap Kriss.
" Damian, dengar.. ada hal yg harus kau tahu. "
" Apa?? " tanya Damian.
Damian jadi penasaran dgn apa yg ingin dikatakan oleh Jeffry, begitu juga dgn yg lainnya.
" Dengar baik-baik dan jgn sampai kau tdk mendengar kan nya. "
" Katakan dgn jelas, aku tdk suka kau yg bertele-tele. "
Damian malah kesal karena Jeffry malah basa-basi dgnnya.
" Hehehe... Cuma buat efek dramatis saja. "
Jeffry hanya cengengesan sambil menggaruk kepalanya yg tak gatal. Sedangkan yg lain malah menatap mereka datar.
" Jika itu bukan hal penting sebaiknya kau diam saja. " ucap Jordan.
" Tdk, ini hal penting. Sangat-sangat penting. "
" Kalau begitu katakan dgn jelas apa?!! " kesal Veronica.
" Anastasia sedang mengandung. " jawabnya cepat.
Mereka semua masih belum memproses perkataan Jeffry yg sebelumnya bertele-tele malah jadi serius.
" Ehh.... Apa?!! " all
Mereka terkejut karena mendengar berita mengejutkan sekaligus membahagiakan itu.
" Apa yg kau katakan itu benar?? " tanya Damian yg masih tdk percaya.
" Iya itulah kenyataan nya, mungkin usia kandungan nya sekitar 3 minggu. "
" Lalu kenapa kau tdk mengatakan nya lebih awal, hah!! " ucap Leo sambil mengguncang-guncang tubuh Jeffry karena kesal.
" Woy, Woy, berhenti mengguncang ku, Leo!! "
Akhirnya Leo pun melepaskan Jeffry, dan Jeffry hanya menghela nafasnya.
" Iya, aku juga terkejut mengetahui nya. Dan beruntung sekali kandungan nya bisa bertahan, maka selanjutnya kita hanya perlu menunggu dia sadar. " ucap Jeffry.
" Ini adalah kabar yg membahagiakan, aku sudah tdk sabar. " ucap Clara.
" Iya, aku juga. " sahut Claudia.
" Iya, iya. Akhirnya kita punya cucu juga. " ucap Albert, dibalas anggukan oleh Aria.
Akhirnya Jeffry membawa Anastasia keruang rawat utk memulihkannya, dua keluarga itu akhirnya bahagia karena mendapatkan dua hal baik. Pertama karena Anastasia sudah kembali, dan yg satunya karena Anastasia sedang mengandung cucu utk mereka.