
Anastasia hanya menatap Damian datar ketika ia tertawa, dia jadi kesal sendiri karena bisa melupakan pria br*****k itu. Ia jadi berpikir apa yg akan dia lakukan saat menemui pria itu.
" Menurut kak Ian, penyiksaan apa yg cocok utknya? " tanya nya.
" Hemm.. Apa saja, asal bagus di lihat. " jawab Damian santai.
Anastasia nampak serius berpikir tentang itu, ada banyak hal yg ingin ia lakukan kpd pria itu. Tapi yg pertama dia kan membuat pria itu merasakan apa yg ia rasakan sebelum nya.
" Aku jadi tdk sabar mau melakukan nya. " ucap Anastasia antusias.
" Kalau begitu ayo kita pulang sekarang. "
" Lalu pekerjaan kak Ian? "
" Tdk perlu khawatir kan itu. "
Percakapan mereka terhenti ketika mendengar suara pintu ruangan itu diketuk. Damian mempersilahkan nya masuk, dgn posisi Anastasia yg masih duduk di pangkuan nya.
" Tuan Damian. " ucap sang Sekretaris, Siska.
Ia nampak terkejut katika melihat Anastasia yg duduk di panggung Damian, dan Damian tdk marah sama sekali. Padahal selama ini ia selalu menghindari perempuan mana pun yg mencoba mendekati nya.
" Berani sekali wanita ini mendekati tuan Damian. " batinnya.
" Ada apa? " tanya Damian datar.
Mendengar itu membuat lamunan Siska buyar, meski begitu ia masih bertanya-tanya apa hubungan mereka.
" Tuan, saya disuruh memberikan berkas ini kpd anda oleh tuan Ryuzen. " ucapnya.
" Taruh saja disitu, nanti akan ku baca. " ucap Damian acuh, ia malah asik membelai rambut Anastasia.
" Baik tuan. "
Siska nampak tdk suka dgn apa yg ia lihat, ia sudah berjuang lama utk membuat Damian memandang nya, tapi ia malah dikalahkan oleh perempuan yg baru saja datang ke sana beberapa waktu yg lalu.
Siska pun menaruh berkas itu di meja Damian, sangat terlihat di mata Anastasia kalau perempuan itu sangat tertarik kpd Damian. Anastasia jadi semakin tdk menyukai nya, semenjak ia mendapat tatapan hina dari perempuan itu.
" Kak Ian, aku lapar. " ucap Anastasia manja.
" Apa kau mau makan dulu? " tanya Damian lembut.
Siska mengepalkan tangannya ketika melihat sisi lembut Damian, tapi itu bukan kpdnya melainkan kpd perempuan lain. Ia sangat kesal dan sangat ingin mencakar permpuan itu agar pergi dari sini.
" Iya. " jawab Anastasia sambil menganggukkan kepalanya.
" Kalau begitu ayo pergi, kau bisa kembali ke tempat mu Siska. " ucap Damian.
" Baik tuan. " jawab Siska.
Damian dan Anastasia pun melangkah keluar dari sana, diikuti Siska. Anastasia terus memeluk lengan Damian seolah-olah dia akan pergi jika ia melepaskan nya.
Dan saat mereka akan memasuki lift, Anastasia melirik kebelakang menatap Siska dgn tajam. Siska tertegun ketika mendapat tatapan tajam dan dingin dari Anastasia, ia merasa sedikit takut kpdnya, sama seperti ia saat mendapatkan tatapan tajam dari Damian.
' Jgn pernah mencoba mendekati dia lagi, jika tdk kau akan tahu apa akibatnya. ' itulah arti dari tatapan mata Anastasia. Ia memperingati Siska agar tdk mengulangi kesalahan-kesalahan dari orang-orang yg ia basmi sebelum nya. Kemudian ia pergi ke dlm lift itu bersama Damian.
* Di dlm lift.
Anastasia terus melipat kedua tangannya sambil mengembangkan pipinya, jelas sekali kalau dia sedang kesal. Damian jadi bingung dgn perubahan mendadak dari Anastasia, bukannya dia baru baik-baik saja.
" Nana sayang, ada apa? " tanyanya.
" Kesal. " ucap Anastasia singkat, jelas dan padat.
Damian hanya menghela nafas, ia sudah tahu jika Anastasia kesal, tapi karena apa?
" Aku tahu, tapi karena apa? "
" Sekretaris mu. "
Anastasia menatap Damian dgn kesal, ia benar-benar tdk suka sekretaris Damian. Dan itu berhasil membuat Damian bingung.
" Memangnya dia kenapa? apa dia menyinggung mu? "
" Dia menyukai mu. " jawab ketus Anastasia.
" Apa?! "
Damian menjadi terkejut dgn itu, ia tdk pernah memperhatikan setiap karyawan kecuali dlm perkerjaan. Karena itulah dia tdk tahu tentang itu.
" Ayolah jgn marah, aku bahkan tdk tahu itu. "
Damian mencoba membujuk Anastasia agar tdk marah lagi.
" Tapi dia akan mencoba menggoda mu lagi. " Tanpa sadar Anastasia pun meneteskan air mata.
" Hei, apa kau cemburu? " Damian mengusap air mata itu.
" Tentu saja, aku kan tunangan kak Ian. Dan aku tdk mau kak Ian bersama dgn orang lain, kak Ian hanya milikku. "
" Seperti yg kau inginkan, aku adalah milikmu. Jadi jgn menangis lagi ya. "
" Janji? "
Anastasia mengucapkan itu dgn mata tajamnya, membuatnya terlihat sangat lucu menurut Damian, ia hanya tersenyum dan menggenggam tangan Anastasia.
" Aku berjanji, jadi sekarang tersenyum lah. "
" Baiklah. "
Damian juga tersenyum ketika melihat tingkah manja Anastasia, ia sangat bahagia bisa melihat nya tersenyum seperti itu. Namun kebahagiaan itu tdk berlangsung lama bagi Damian, suasana hati nya langsung berubah ketika melihat orang yg tdk asing baginya.
" Damian.. " ucap perempuan itu senang.
Dia perempuan yg sama dgn yg sebenarnya bertanya kpd Anastasia saat tiba di sana. Namanya adalah Janne Lyn, dia seorang artis yg selalu bersanding dgn Sherly, karena itulah Anastasia mengetahuinya.
Anastasia juga menyadari raut tdk suka di wajah Damian saat melihat wanita itu ada di sana.
" Apa yg kau lakukan di sini, Janne? " tanya Damian dingin.
" Aku ingin menemuimu, kau tahu aku menungu selama lebih dari satu jam demi utkmu. " ucapnya.
" Aku tdk meminta mu menunggu ku. " ucap Damian ketus.
" Ayolah Damian jgn begitu, kita itu teman lama. Masa kau mau menelantarkan teman mu sendiri. " ucap Janne mencoba meraih tangan Damian.
PLAK.....
Tapi sebelum itu tangannya sudah di tepis oleh Anastasia.
" Kauu... " ucapnya kesal.
" Jgn sentuh dia dgn tangan mu itu. " ucap Anastasia dingin.
" Damian siapa perempuan ini? " tanyanya.
" Kenapa kau tdk tanya langsung saja? " jawab Damian.
Ia tdk suka dgn sikap Damian yg acuh kpdnya, tapi yg ia paling benci adalah kehadiran Anastasia disisi Damian. Ia menatap Anastasia dgn tatapan kebencian dan permusuhan, sedangkan yg ditatap masih memasang wajah datarnya.
" Sudahlah aku tdk mau berdebat dgn seseorang, aku datang ke sini utk mengajakmu makan di luar. " ucapnya, ia kembali tersenyum kpd Damian.
" Maaf aku tdk bisa. " tolak Damian.
" Tapi kenapa? "
" Seperti yg kau lihat, aku akan pergi dgnnya. Dan aku tdk mau pergi dgn mu jika bukan karena perkerjaan. "
Janne semakin membenci Anastasia, ia terus saja bertanya-tanya siapa gadis itu, dan kenapa Damian sampai mementingkan nya. Tapi jika dia bertindak gegabah dan membuat masalah dgn gadis itu di depan Damian, rencana nya bisa gagal.
" Tapi Damian, aku mengajak mu utk menemui ayahku. Dia sedang pergi utk bicara dgn kedua orang tua mu saat ini. " ucap Janne.
" Kenapa dia pergi menemui orang tua ku? " tanya Damian.
" Dia ingin menjodohkan mu dgn ku, orang tua mu pasti juga senang karena mendapatkan menantu seperti ku. Karena itu kita akan segera bertunangan. " ucapnya percaya diri.
Apa yg di ucapkan Janne terdengar sangat tdk tahu malu di telinga Damian, jika itu benar maka utk apa orang tuanya menolak semua orang yg mencoba menjadi tunangannya selama ini. Jika bukan utk Anastasia lalu utk siapa?
Ia jadi semakin tdk menyukai nya karena berani mengatakan itu di depannya, terutama gadis yg sekarang ada di posisi yg di inginkan perempuan itu. Anastasia sendiri berubah menatap perempuan itu tdk senang, kenapa dia harus bersih dgn orang-orang yg mengejar Damian dua kali dlm sehari.
Sedangkan perempuan itu menatap Anastasia dgn tatapan puas, seolah dia sudah pasti akan menang.
" Kau bilang kau siapa kak Ian?? " tanya Anastasia semakin dingin.
" Seperti yg kau dengar, aku akan jadi tunangannya. " ucapnya sombong.
PLAK...
Anastasia menampar Janne di depan para karyawan yg memperhatikan mereka disana. Itu membuat Janne terkejut begitu juga dgn semua yg ada disana, sedangkan Damian hanya diam membiarkan Anastasia yg mengurusnya.
" Jika kau tunangannya, maka aku akan jadi ibunya. " ucap Anastasia kesal.
" Kau... Apa maksud mu, haah.. " ucapnya sama kesal.
" Kau pikiran aku akan pergi dari sisi kak Ian, jika kau bilang kau adalah tunangannya. Lalu siapa aku yg ada di sisinya dan menyandang status tunangan kak Ian. " ucap Anastasia lantang.
Ucapan itu kembali membuat sebuah orang yg ada disana terkejut, terutama Janne. Perempuan itu tdk percaya dgn ucapan Anastasia, yg bilang kalau dia tunangan Damian.
" Jgn bercanda!! Kau tdk pantas bersanding dgn Damian!! " ucapnya tdk percaya.
" Tdk pantas, kau bilang tdk pantas?! Apa kau pikir putri keluarga Chornelia tdk pantas bersanding dgn keluarga Crawless begitu!! Lalu kau sendiri siapa, haah?! " ucap Anastasia sinis.
" Ka.. Kau putri keluarga Chornelia?! "
" Iya, kenapa?! "
Ia benar-benar tdk percaya kalau Damian sudah bertunangan, apalagi tunangannya adalah putri keluarga Chornelia. Ia tdk akan bisa merebutnya dari gadis itu, para karyawan yg ada di sana juga mulai membicarakan nya. Bukan hanya itu, tapi mereka membicarakan hubungan mereka berdua.
" Sudahlah, Nana. Lebih baik kita pergi, bukankah kau bilang mau melakukan sesuatu? " Damian mencoba utk menenangkan Anastasia yg kesal dan pergi dari sana.
" Baiklah. " jawab Anastasia menurut.
Mereka pun melewati Janne begitu saja, tanpa melihatnya sedikit pun. Tapi sebelum mereka benar-benar pergi, Damian menghentikan langkah nya dan berbalik.
" Lain kali, sebaiknya kau pastikan dulu dgn siapa kau bicara. Jika kau tdk mau karirmu berakhir begitu saja. " ucapnya dingin.
Damian pun kembali melanjutkan langkahnya bersama Anastasia. Janne juga pergi dari sana setelah Damian pergi, ia pergi dgn perasaan malu dan hancur. Disisi lain, seorang perempuan yg mendengar itu juga ikut hancur, siapa lagi kalau bukan Siska.
Ia datang ke sana ketika mendengar ada keributan, tapi setelah ia kembali hatinya benar-benar hancur. Pria yg ia perjuangan dari dulu telah mempunyai seseorang disisinya.
" Kenapa? Padahal aku yg selalu ada di sisinya, tapi kanapa malah perempuan lain yg ia pilih. Tdk aku pasti akan merebut apa yg harus menjadi milik ku. " batin ya.
Ia pun kembali ke pekerjaan nya sambil merencanakan apa yg akan ia lakukan.