Mafia Girl

Mafia Girl
eps 116...Last.. .


Pagi ini Damian pergi kerumah sakit tempat Anastasia dirawat, sudah tiga hari dia tak kunjung sadar, meski begitu Jeffry bilang kalau kondisi Anastasia sudah stabil jadi tinggal menunggu dia untuk bangun.


Ia berjalan melewati koridor rumah sakit untuk pergi kekamar rawat Anastasia. Saat ia membuka pintu ruangan nya, ia melihat kehadiran Jeffry yang sedang memeriksa kondisi Anastasia.


" Bagaimana kondisinya, Jeff?? " tanya Damian.


Jeffry yang mendengar suara seseorang pun menoleh dan mendapati Damian berdiri di belakang nya.


" Iya, mungkin sebentar lagi dia bangun. " jawab Jeffry.


" Terakhir kali juga kau bicara seperti itu. " Damian mendekat dan berdiri disamping Jeffry.


" Hei, jangan salahkan aku. Aku itu dokter bukan Tuhan. "


" Iya, iya terserah. "


Jeffry hanya mendengus kesal karena tingkah Damian.


" Ngomong-ngomong kau tidak bekerja?? " tanyanya.


" Tidak, aku disini saja. Kau sendiri tidak bekerja?? " jawab Damian.


" Pekerjaan ku kan dokter. "


" Benar juga. "


Hening.... Sesaat tidak ada yang bicara diantara mereka. Damian malah larut dalam pikiran nya sedangkan Jeffry bingung mau berkata apa, sampai fokus mereka teralihkan kepada jari Anastasia yang bergerak.


" Jeff, aku tidak berhayal kan?? Jari Nana bergerak. " ucap Damian.


" Tidak, aku juga melihat nya. " sahut Jeffry.


Dan perlahan, mata Anastasia pun terbuka setelah tiga hari tertutup. Mereka berdua sangat senang karena Anastasia sudah sadarkan diri, Jeffry pun langsung memeriksa Anastasia kembali.


Setelah memastikan kalau Anastasia baik-baik saja, Jeffry pun pamit keluar karena ada jadwal oprasi untuk nya. Sekarang diruangan itu hanya ada Anastasia dan Damian.


" Nana sayang, akhirnya kau bangun juga. Apa kau tahu betapa aku mengkhawatirkan mu? " ia memeluk Anastasia yang duduk bersandar pada kepala ranjang.


" Apa aku terlalu lama tidur?? Berapa lama aku tidak sadarkan diri?? " tanya Anastasia.


" Sekitar tiga hari, ya kurang lebih. " ucap Damian sambil melepaskan pelukan nya. " Apa yang membuatmu sangat lama bangun, sayang?? " tanyanya.


" Aku bermimpi. "


" Bermimpi?? "


Anastasia mengangguk dengan senyum manis diwajahnya, sepertinya itu adalah mimpi yang indah, pikir Damian.


" Aku bermimpi ada di teman yang sangat indah, disana aku bermain dengan seorang anak kecil, dia terlihat seperti mu dan dia sangat manis. " ucap Anastasia.


" Oya?? "


" Iya. "


" Dan itu tidak akan jadi mimpi lagi. "


" Kenapa?? " tanya Anastasia bingung.


Damian hanya tersenyum, ia pun menyentuh perut Anastasia yang masih rata dengan lembut, dan itu membuat Anastasia semakin bingung.


" Karena disini, di dalam sini ada anak kita. " ucap Damian.


Anastasia hanya tercengang mendengar itu, tentu itu adalah hal yang baru ia dengar.


" Tentu tidak. " jawab Damian sambil cengengesan.


" Jadi, aku akan menjadi ibu?? " tanya Anastasia senang.


Damian hanya mengangguk mengiyakan ucapannya, itu membuat Anastasia semakin senang, akhirnya dia bisa merasakan menjadi seorang ibu, ditambah dia akan punya teman bermain yang lucu nantinya. Hari-hari nya pasti tidak akan kesepian lagi, ia bisa mendengar suara tawa dari anak-anak nya.


" Apa kau senang?? " tanya Damian.


" Tentu saja, rasanya aku tidak sabar untuk melihat nya. " jawab Anastasia.


" Aku juga. "


Anastasia pun menyentuh tangan Damian yang mengelus perut ratanya, dia benar-benar bahagia sekarang.


*****


Beberapa bulan pun berlalu, hari ini adalah hari persalinan Anastasia. Saat itu semuanya menunggu didepan ruang persalinan dengan gelisah, sedangkan di dalam Damian sedang menemani istrinya melahirkan.


Anastasia menggenggam erat tangan Damian, bersusah payah untuk melahirkan bayi mereka. Damian pun dengan setia menemaninya dan membisikkan kata-kata manis untuk menyemangatinya.


Akhirnya dengan usaha kerasnya bayi mereka pun lahir kedunia, tangisan pertama yang didengar Damian dari bayi mereka membuatnya sangat terharu, saat ini tidak ada hal apapun yang bisa membuatnya merasa bahagia selain mendengar dan melihat anaknya.


" Selamat tuan, Nyonya. Bayi anda berjenis kelamin laki-laki. " ucap Dokter yang membantu persalinan Anastasia.


Damian terlihat gemas dengan bayi lucu mereka, dan itu membuat Anastasia terkekeh. Itu karena dia terlihat sangat ingin mencubit bayi mereka.


" Terima kasih, sayang. Kau membuat hidupku semakin bahagia dengan kehadiran mu dan anak kita. " Damian mengecup kening Anastasia.


" Aku juga bahagia bisa bersama mu, Dear. "


Mereka benar-benar bahagia karena keluarga kecil mereka bertambah satu orang lagi. Setelah itu Damian pun keluar dari sana dan menyerahkan semuanya kepada para perawat.


Saat orang-orang yang menunggu mereka melihat kehadiran Damian, mereka langsung menyerbunya dengan seribu pertanyaan yang ingin mereka tanyakan. Iya, gak seribu juga sih hehe..


Damian menjelaskan kalau Anastasia baik-baik saja dan bayi mereka berjenis kelamin laki-laki. Itu membuat mereka senang mendengar nya. Setelah Anastasia dipindahkan keruang rawat mereka masuk dan melihat nya setelah dipersilahkan oleh perawat.


Pandangan mereka langsung tertuju kepada wanita yang sedang menggendong seorang bayi dipangkuan nya.


" Oh, sayang. Selamat, sekarang kau jadi seorang ibu. " ucap Clara kemudian mencium pucuk kepada Anastasia.


" Terima kasih, Mah. " sahut Anastasia.


" Oh, ya ampun, ya ampun. Cucuku sangat lucu. " ucap Claudia.


" Iya, tapi kenapa dia lebih mirip ayahnya daripada aku?? " gerutu Anastasia pula.


" Haha... Tentu saja karena aku ayahnya. " ucap Damian.


Anastasia hanya mangut-mangut mendengar nya, yang lainnya pun bergantian melihat bayi mereka satu persatu.


" Wahhh... Dia sangat imut. Ngomong-ngomong kalian akan menamakannya siapa?? " tanya Veronica.


" Shine, Shine Brillian Ifana Crawless. " ucap Damian.


" Itu nama yang bagus. " puji Aria dan Albert.


Semua orang juga menyetujui nama yang diberikan Damian kepada putra kecilnya itu. Dan dimasa depan nantinya dia akan menjadi seperti ayah dan ibunya, tumbuh dengan percaya diri, berani dan akan sangat berpengaruh.


" Baiklah, mulai sekarang namanya Shine. Selamat datang Shine. " ucap Anastasia.