
Tdk terasa satu minggu sudah berlalu setelah kejadian itu, sekarang kondisi Anastasia pun semakin membaik. Namun anehnya Anastasia menjadi semakin pendiam hari ini, Vero dkk, Adrian, Leo, Sherly dan Jordan juga bingung dgn hal itu.
Mereka sempat menanyakan kpd Damian, apakah mereka bertengkar atau tdk. Tapi jawaban yg mereka dapatkan td memperjelas keadaan. Selama dikelas pun Anastasia hanya melamun sambil memandangi sebuah kalung ditangannya.
" Apa kak Nana baik-baik saja, ya? " tanya Sherly.
" Kami juga tdk tahu, dari pagi dia terus melamun. Bahkan ia lebih pendiam dari biasanya. " ucap Cassandra.
" Sepertinya Nona sedang memikirkan sesuatu. " ucap Adrian.
" Apakah terjadi sesuatu yg kita tdk ketahui? " tanya Katania.
" Bisa saja. " timpal Leo.
Karena tdk suka dgn situasi yg seperti itu, Veronica berjalan kearah Anastasia dan mengomeli nya.
" Nana... Ayolah kenapa kau murung begitu, jgn biarkan kami menjadi patung dibelakang mu. " omel Veronica.
Anastasia hanya menatapnya datar, ia bahkan tdk menjawab ucapan nya sama sekali. Veronica tambah kesal dan terus mengomeli nya, Sedangkan yg lainnya mematung tdk bisa berkata-kata.
" A.. Apa yg dia lakukan? " batin Cassandra ada perasaan kesal juga yg muncul melihat kelakuan Veronica itu.
Karena jam pelajaran mereka kosong, Veronica malah memanfaatkannya utk mengomeli Anastasia. Ia bahkan mendapatkan tatapan tdk percaya dari seisi kelas, tapi omelan nya sama sekali tdk berhenti sampai jam pelajaran selesai.
" Arghh... Kau menyebalkan, dari tadi aku bicara panjang dikali lebar kau bahkan tdk menjawab satupun. " ucap Veronica frustasi.
" Sudahlah kak vero, tdk perlu berlebihan. " ucap Sherly.
" Bukan hanya kau yg merasa khawatir dgn apa yg terjadi, karena itu kau jgn buat keributan. " ucap Cassandra.
" Lalu kenapa kalian diam saja, hah. Apa kalian tdk lihat Nana kita seperti ini. " omel Veronica.
" Iya, iya. kami lihat, jadi berhentilah mengomel. Kau bahkan terdengar seperti ibuku saat ini. " ucap Jordan.
" Setuju. " ucap Leo dan mereka pun melakukan tos sambil tertawa.
Veronica pun mendengus kesal karena ucapan dari Jordan dan Leo, ia hanya tdk mau situasi sekarang menjadi tegang.
" Ya sudahlah, kalau begitu ayo kita ke kentin saja, Ayo nana. " ajak Veronica.
Veronica menarik tangan Anastasia agar berdiri dari duduknya dan pergi ke kentin bersama. Yg lainnya juga menunjukan tatapan berharap kpd Anastasia, dan Anastasia tetap menatap mereka datar.
" Oke. " Anastasia pun beranjak dari duduknya dan berjalan duluan.
" Singkat banget. " batin mereka.
Mereka pun pergi menyusul Anastasia yg sudah berjalan lebih dulu. Saat dlm perjalanan Leo mendapatkan sebuah pesan dari kakaknya, ia pun langsung berlari dan berjalan disisi Anastasia.
" Kak Nana, kak Damin bilang akan kesini, apa kau akan menunggunya? " tanya Leo mencairkan Susana.
" Oh..." jawab Anastasia singkat.
" Kak Nana ini kenapa sih, dari pagi juga kaya orang yg habis diputusin aja. " gerutu Leo.
" Hei, sepertinya kak Nana kerasukan deh. " Leo berbisik kpd Katania.
" Apa maksudmu? " tanya Cassandra.
" Ya kan, biasanya dia langsung mencubit ku, jika mengatakan hal itu. " ucapnya.
" Mungkin lagi gak mood. " ucap Jordan.
Mereka pun terus berpikir tentang alasan Anastasia seperti itu, mereka terus bergulat dgn pikiran mereka sampai mereka masuk ke kantin. Anastasia yg diam saja, sedikit merasa tenang saat sampai disana, meski pikiran nya masih terbang jauh entah kemana, tapi setidaknya dia bisa bebas dari orang-orang yg mengganggu nya utk sementara.
Namun tanpa disangka dan tanpa diduga, pikiran itu harus pupus saat ia mendapat panggilan yg tdk menyenangkan.
" DASAR ******!!. " ucap seorang gadis yg ada dibelakang nya.
Anastasia yg merasa terganggu langsung berbalik utk melihat siapa yg berteriak seperti itu, namun tdk diduga sebuah tamparan mengenai wajahnya. Ia melihat seorang gadis sedang menatapnya dgn tatapan kebencian setelah menampar nya.
" APA YG KAU LAKUKAN, SI***N" bentak Leo, ia tdk senang karena ada seseorang yg menampar Anastasia.
Bukan hanya dia, tapi Vero dkk, Adrian, Jordan dan Sherly juga tdk menyukai hal itu. Veronica bahkan sempat ingin maju dan memukul gadis itu tapi ditahan oleh Anastasia. Anastasia sendiri hanya diam tanpa bersuara dan mengepalkan tangannya dgn kuat, ia tdk suka diperlakukan seperti itu tapi ia juga tdk ingin membuat keributan hari ini.
" Siapa kau berani sekali bertingkah seperti itu!! " Veronica merasa kesal dan marah kpd gadis itu.
" Aku adalah Luna Harfilia. Aku adalah kekasih Damian, dan wanita ja***g ini telah merebutnya dariku. " ucapnya dgn emosi.
" Tutup mulutmu!! Siapa yg kau panggil ja***g!!" bentak Leo.
" Leo tunggu dulu. " Cassandra mencegah Leo yg tengah dikuasai oleh amarah agar tdk menimbulkan keributan karena Anastasia juga sedang menahan diri.
Semua orang yg ada disana juga menatap mereka seperti sedang menonton drama. Anastasia memandang wanita dihadapannya dgn tatapan dingin, ia tdk suka ada orang yg membuat masalah, apalagi jika mengaku-ngaku sebagai kekasih Damian.
" Atas dasar apa kau bilang dia adalah kekasih mu, padahal sejak awal dia adalah milikku. " ucap Anastasia dingin.
" Berani sekali kau bicara seperti itu kpdku, apa kau tdk tahu siapa aku!! " ucap Luna emosi.
" Utk apa aku peduli? "
" Kau... " Luna semakin kesal karena melihat Anastasia yg sama sekali tdk memperdulikan nya.
" Aku harap kau punya sedikit rasa malu, nona Luna. Kau datang kesini, marah-marah tdk jelas, dan menampar orang sembarangan. Ditambah kau mengaku-ngaku sebagai kekasih dari Damian Levano Zentrix Crawless. Apa urat malu mu sudah putus. " ucap Jordan blak-blakan.
" Pikiran lah urusan mu sendiri, jgn ikut campur dgn urusan ku. Asal kau tahu ayah ku bisa membuatmu menderita saat ini juga. " ucap Luna dgn percaya diri.
" Pftt... apa kau pikir bisa membuatku menderita begitu saja, sungguh menyedihkan. "
" Kau.... " Luna semakin geram karena mereka terus merendahkan nya.
" Sebaiknya kau pergi selagi kami masih berbaik hati, nona. Jika tdk, bukan hanya kau yg akan menderita tapi juga seluruh keluarga mu. " ucap Adrian.
Amarah Luna semakin memuncak ia bahkan tdk peduli jika dia menjadi gosip disana, yg ia inginkan adalah mendapatkan Damian dan menyingkirkan Anastasia. Dia sudah menyukai Damian semenjak mereka sekolah bersama disini, tapi Damian sama sekali tdk pernah memperhatikan nya.
Dan hal yg membuatnya menjadi sanagt marah kpd Anastasia, karena ia melihat nya sangat dekat bahkan sangat mesra dgn Damian. Ia tdk sengaja melihat mereka di Mall beberapa hati yg lalu, saat ia melihat hal itu ia langsung dikuasai oleh apa cemburu karena melihat orang yg disukainya bersama dgn orang lain.