
Anastasia memegang senjata mainannya dgn satu tangan, ia mulai membidik dan...
Dor.. Dor.. Dor
Sepuluh tembakan pertama tepat mengenai sasaran tanpa terkecuali, semua orang yg melihat itu terkagum-kagum dgn keahlian Anastasia, membuat orang-orang lain berdatangan melihat nya. Vero dkk dan yg lainnya tdk heran dgn itu, toh Anastasia lah yg mengajar kan cara menembak kpd mereka, jadi mereka tahu bagaimana keahlian Anastasia soal menembak.
Karena setiap senjata yg digunakannya hanya berisi 10 peluru, membuatnya harus mengganti senjata itu terlebih dahulu. Anastasia kembai menembak semua sasaran yg ada disana, dan 30 sisanya kembali tepat sasaran. Itu membuat semua yg melihat termasuk penjual itu mematung tdk percaya.
" Siapa gadis itu? Dia sangat hebat. "
" Dia bahkan hanya menggunakan satu tangan. "
" Wow,,, aku mulai menyukainya. "
" Semuanya tepat sasaran. "
Begitulah kata-kata kagum yg didengar Anastasia, ia tdk mempedulikan itu. Anastasia memutar senjata mainan itu ditangannya dan menatap penjual dihadapannya dgn tatapan mengintimidasi.
" Nee.... Jadi dimana hadiah ku? " tanya Anastasia.
" Ti... Tidak mungkin, bagaimana kau melakukannya? " ucap penjual itu tdk percaya.
" Bagaimana katamu? Bukankah sudah jelas, aku menembak semuanya. " ucap Anastasia dingin.
" Tdk mungkin! kau pasti curang! "
" Curang?! "
Anastasia yg kesal menggebrak meja didepan penjual itu dan naik ke atas meja itu, ia menatap penjual itu dgn tatapan yg tajam. Semua orang terkejut dgn apa yg dilakukan Anastasia, mereka bahkan merinding melihat tatapan Anastasia.
Vero dkk dan yg lainnya bahkan menepuk kening mereka karena tingkah penjual itu, mereka tdk percaya jika akan ada yg memprovokasi Anastasia jika mereka membawa nya kesana.
Penjual itu sendiri bergetar ketakutan karena Anastasia menatap nay dgn tajam, ia tdk percaya gadis itu bisa seperti itu, bahkan bisa menembak seolah itu sudah biasa dia lakukan.
" Hei paman, aku menembak tepat dihadapan mu, jadi katakan bagaimana aku bisa curang? " tanya Anastasia dingin.
" I.. Itu... " penjual itu semakin ketakutan.
" Jgn bilang kau meu menipuku. Kau bilang jika aku menembak 10 sasaran dgn sempurna kau akan memberikan boneka itu utk adikku, dan jika aku menambah setiap 10 tembakan kau akan memberikan ku 2 boneka sebagai hadiah. Apa kau berniat menipuku. " Anastasia semakin menatap nya dgn tajam dan aura yg dingin.
" Hei pak tua, sebaiknya kau menuruti apa kata bos kami itu, jika tidak dia bisa membuatmu kehilangan pekerjaan mu sekarang dan kedepannya. " ucap Veronica.
" Ba.. Baiklah, k..kau bisa me..milih boneka ma..mana pun yg kau sukai. "
Setelah mendengar itu Anastasia tersenyum puas, ia pun turun dari meja dihadapannya dan menyuruh Vero dan yg lainnya utk memilih boneka yg mereka sukai. Ia juga memilih boneka utknya sendiri dan boneka beruang lain utk Diana.
Sherly terlihat sangat senang karena Anastasia memberinya boneka yg ia inginkan, Ia terus tersenyum bahagia karena itu. Apa yg Anastasia lakukan membuat beberapa prng iri kpd Sherly dan yg lainnya.
" Dia perhatian sekali kpd adik dan temannya. "
" Ya ampun, bukan hanya cantik dan memiliki kemampuan, tapi ia juga sangat baik dan perhatian. "
" Astaga, seperti nya aku jatuh cinta kpdnya. "
Begitulah ucapan-ucapan yg mereka dengar. Anastasia terus memperhatikan Sherly yg sangat senang karena mendapat boneka itu.
" Apa kau senang? " tanya Anastasia mengelus kepala Sherly.
" Emm... " Sherly menjawabnya dgn anggukan.
" Lainkali bilang saja apa yg kau inginkan, aku akan memberikan nya. " ucap Anastasia.
" Kalau kubilang aku ingin taman hiburan ini, bagaimana? " canda Sherly.
Anastasia tdk langsung menjawab perkataan Sherly, ia malah mengambil telpon di sakunya dan menelpon Stev.
" Stev, beli taman hiburan 'Happy Land'. Sherly ingin taman ini. " ucap Anastasia.
Mendengar itu membuat Sherly terbelalak, ia reflek merebut telpon Anastasia.
" Stev, jgn dengarkan kakak ku, aku hanya bercanda. Jadi jgn beli taman ini. " ucap Sherly panik.
" Ba.. baiklah kalau begitu, nona Sherly. " ucap Stev disebrang telpon.
Ia pun langsung mematikan sambungan telpon itu dan menghela nafas panjang, ia tdk percaya kalau Anastasia akan benar-benar melakukannya. Vero dkk dan Violetta hanya terkekeh melihat kedua kakak beradik itu, sedangkan Anastasia biasa saja dan menatap mereka datar.
" Kenapa kakak langsung menelpon Stev? " tanya Sherly.
" Bukannya kau yg bilang mau taman hiburan ini? " tanya Anastasia balik sambil tersenyum.
" Aku hanya bercanda kak, kenapa kau malah menganggap nya asli? "
" Bagiku itu tdk masalah, selama kau bahagia. "
Ia sangat tersentuh dgn ucapan Anastasia, tapi ia juga tdk mau kakaknya menghamburkan uang hanya karena keinginan darinya. Ia pun mengomeli Anastasia panjang lebar tentang pemikiran nya, tapi Anastasia malah menatapnya malas, ia paling tdk suka diomeli seperti itu.
" Hei sudahlah, ayo kita lanjutkan bermain nya. " ajak Cassandra.
" Iya, masih banyak yg belum kita coba. " ucap Violetta.
" Kalau begitu ayo. " Ajak Sherly.
Mereka pun menerus permainan mereka dan membuat Anastasia tetap diluar sebelum matahari terbenam, mereka kembali bermain dgn pemainan yg belum mereka coba. Setelah hari semakin gelap, Katania mendapatkan telpon dari Damian kalau persiapan mereka sudah selesai. Ia pun langsung mengajak Anastasia dan yg lainnya pulang ke minsion.