
" Kak, kakak tdk bercanda kan?? Aku tdk mau jika nantinya kakak akan membuat rencana utk merebutnya kembali, sama seperti ketika kau mencoba menyingkirkan ku. "
Orang-orang kembali membicarakan nya, Stella pikir itu pasti akan membuat Anastasia goyah. Tdk akan ada yg tahan dgn tatapan jijik dari orang-orang saat melihat nya. Tapi Anastasia terlihat sama sekali tdk peduli.
" Stella, aku tdk akan meninggalkan mu hanya demi dirinya. Jadi sebaiknya kau pergi dari sini, Anastasia. Kau tdk akan mendapatkan kesempatan utk membuatku kembali kepada mu. " ucap Michael.
" Lagian siapa yg ingin kau kembali padaku, kau itu sangat menyusahkan. " sahut Anastasia datar.
" Apa?!! "
Michael tdk percaya dgn apa yg ia dengar, padahal biasanya Anastasia selalu mematuhi ucapan nya.
" Seperti yg kau dengar, Aku. Tdk. Mau. Kambali. Bersamamu. "
Anastasia sengaja memberi jarak antara perkataan nya agar Michael bisa mencerna ucapan nya.
" Lalu kenapa.... Lalu kenapa kau menerima pertunangan kita?? "
" Hmph... Tanya saja pada pria tua Akashia di belakang mu. Aku yg selalu di kurung di kamar, tdk pernah melihat mu. Tapi dia langsung menyetujui permintaan itu. "
Michael diam. Anastasia benar, dia tdk pernah melihat nya secara langsung. Hanya dirinya yg pernah melihat Anastasia meski tdk sengaja, sejak saat itu ia sudah menyukai Anastasia.
" Lagi pula aku datang ke sini utk menagih janji ku dulu. " ucap Anastasia, ia melirik Veronica.
Veronica yg tahu artinya langsung menepuk tangannya dua kali, seketika seluruh pintu dan jendela di sana tertutup dan dijaga dgn ketat. Sherly dan Cavita pun memerintahkan orang-orang yg mereka bawa, menjaga para juru kamera agar tdk mematikan nya. Sedangkan mereka ikut menyelinap bersama dgn Zaroon dan Justic di antara para tamu.
Semua orang sempat panik karena mendengar pintu tertutup dan dikunci, beberapa mencoba membukanya tapi tdk ada yg berhasil.
" Apa yg kau lakukan, Anastasia?!! " tanya Julian.
" Jgn khawatir, tuan. Kami tdk akan melukai siapapun. " ucap Veronica.
" Tapi kami tdk menjamin tentang keluarga kalian, karena kami tahu seperti apa Lady kami ini. " lanjut Katania.
" Anastasia, jawab kami. Apa yg kau inginkan?!! Uang? Katakan saja berapa, kami akan memberikan nya. Asalkan aku menjauh dari keluarga kami!! " ucap Brenden, tuan Manhave.
Anastasia menatap mereka dgn tajam, ia mengeluarkan aura yg dingin sampai-sampai mereka gemetar..
" Uang?? Apa kau baru saja menghina ku, tuan Manhave?? Kau pikir aku tdk punya uang sampai-sampai harus meminta kpd kalian?? " tanya Anastasia dingin, ia pun beralih kpd Julian. " Aku datang ke sini utk memberitahu mu, siapa Stella sebenarnya. "
Ucapan itu membuat Sonya dan juga Stella mengeluarkan keringat dingin, bagaimana jika rahasia mereka terbongkar.
" Apa?? " tanya Julian.
" Seperti yg ku bilang, aku akan memberitahu mu siapa Stella sebenarnya. Apa kau tahu siapa ayahnya dan dimana dia sekarang, Tuan Julian?? " tanya Anastasia.
" Mana ku tahu, sudah mati mungkin. "
Anastasia mengangguk-angguk kan kepala nya, benar ayahnya sudah mati. Mati di tangan Anastasia tepatnya.
" Benar, dan apa aku tahu siapa?? "
Julian diam mendengar itu, berarti tebakan nya tdk salah. Tapi dia benar-benar tdk tahu.
" Jawaban nya, adikmu Ronald Akashia. "
Mata Julian terbelalak, itu artinya Stella adalah anak dari adiknya sendiri. Begitu juga dgn semua orang yg ada di sini.
" Dan ibunya.... Apa kau tahu?? " tanya Anastasia lagi, ia melihat kearah Sonya dan Stella yg gugup mendengar itu. Bedanya Sonya terlihat lebih ke takut.
Julian hanya menggelengkan kepalanya, ia tdk tahu lagi apa yg akan membuatnya terkejut lebih dari itu.
Anastasia menunjukkan Seringai nya ketika melihat Julian menggeleng kan kepalanya.
" Istrimu. " ucap Anastasia dgn wajah senang yg mengerikan.
Itu serangan besar bagi kedua keluarga itu, mereka tdk mungkin mengakuinya dgn baik-baik. Tapi itu akan membuat pelakunya tdk punya muka utk membenarkan.
" Tuan Julian, apa itu benar?? Apakah Stella itu anak haram dari adik dan istrimu?!! " tanya Brenden yg tdk terima putra nya menikah dgn anak haram.
" Jgn sembarangan!! Kau ingin menuduh istriku berselingkuh dgn adik ipar nya sendiri begitu!!. " bentak Julian, wajahnya merah padam. Jelas sekali dirinya sedikit curiga dgn itu, tapi ia mencoba mempertahankan keyakinan nya.
Mendengar itu membuat semua diam tdk bicara, mereka bertanya-tanya kenapa Damian membela Anastasia. Stella merasa sangat bahagia ketika melihat wajah tampan pria itu, tapi ia juga penasaran kenapa dia membela Anastasia.
" Ya ampun, tuan Damian. Dia benar-benar sempurna, tapi kenapa dia harus membela Anastasia si ja***g itu, sih?? " batin Stella.
" Apa maksud anda, tuan Damian?? " tanya Maya.
" Apa maksud anda ucapan Anastasia itu benar?? " tanya Brenden.
" Tentu saja, kerena tunangan ku tdk pernah berbohong. " ucap Damian dgn santai.
Tapi itu malah membuat semua orang tercengang, bahkan Stella mengumpat dlm hatinya. Mengutuki Anastasia yg membuat kesempatan nya hilang utk mendapatkan Damian.
" Tdk, dia pasti salah!! Istri ku tdk mungkin berselingkuh!! " sangkal Julian.
" Hoho.. Apa kau yakin mereka tdk melakukan nya?? Ku ingat waktu itu kau pergi selama setahun utk pergi bersama dgn walikota, apa kau tahu apa yg terjadi?? "
" Tuan Julian, jika kau tdk yakin dgn itu. Coba lihat gambar-gambar ini. " ucap Katania, memberikan gambar yg ia maksud kpd Julian.
Setelah melihat gambar yg diberikan Katania, Julian semakin marah. Gambar-gambar itu berisi foto istri nya sedang berselingkuh dgn adiknya. Ia pun menampar Sonya dgn keras, di hadapan orang banyak.
" Ibu!!. " teriak Vanya ketika melihat ibunya di tampar.
" Berani sekali kau berselingkuh dgn adikku sendiri!! Apa selama ini kau tdk puas dgn apa yg ku berikan pada mu, hah!! " bentak Julian.
" Tdk, suamiku. Dia pasti berbohong, itu bukan aku!!. " sangkal Sonya.
" Diam!! Ini bukti bahwa kau berselingkuh, lalu apa, hah?!! "
" Ayah, percaya lah kpd Ibu. Itu pasti bohong. " ucap Vanya memohon.
" Vanya, menjauh darinya!!. Dia bukan lagi ibumu!! "
Julian menarik Vanya menjauh dari Sonya, tdk mau putrinya bersama dgn wanita yg mengkhianati nya.
" Tdk, suami ku. Kau harus percaya padaku, aku tdk bohong. Dia pasti mengedit foto itu. " Sonya memohon di bawah kaki suaminya, ia tdk mau kehilangan seluruh harta yg ia miliki. Apa lagi sampai sekarang Ronald tdk bisa di hubungi.
Ia juga tdk tahan dgn tatapan dan juga ejekan orang-orang yg ada di sana, mereka mengejeknya ketika semua kebenaran terungkapkan. Mereka bahkan mengejek Stella, putri kesayangan nya.
" Menjauh dariku!! " bentak Julian.
Anastasia melihat semua itu dgn bahagia, ini hanya awal dari kehancuran keluarga itu. Vanya pun beralih melihat ke arah Anastasia yg terus tersenyum dgn gembira melihat kehancuran keluarga nya.
" Kau!! Ini semua gara-gara kau!!. " bentak Vanya. " Jika saja kau tdk datang ke kehidupan kami, kami tdk akan menderita!! "
Ia berjalan menghampiri Anastasia, ia bersiap utk memukulnya yg sudah membuat keluarga nya hancur. Tapi belum sempat ia mengangkat tangannya langkahnya sudah terhenti. Vero dkk mengacungkan senjata kpdnya.
Bahkan Sherly, Cavita, Zaroon dan Justic pun keluar dari kerumunan orang dan ikut menodongkan senjata mereka kpd Vanya. Melihat itu membuat para tamu berteriak kaget, mereka jadi ketakutan karena melihat senjata. Perdebatan Julian dan Sonya pun terhenti karena nya.
" Jgn coba-coba, nona. " ucap Justic.
" Jgn sentuh sahabat ku. " ucap Cavita.
" Jauhkan tanganmu dari kakakku. " ucap Sherly.
Anastasia masih diam di depan Vanya, melihat bagaimana ekspresi marah nya berubah takut karena melihat senjata yg diarahkan kpdnya. Ia menyilangkan tangannya, tatapan nya semakin tajam dan penuh peringatan.
" Kau bilang jika aku tdk datang. Sebaiknya tanyakan kpd ayah tercinta mu itu, kenapa dia mengambil ku dari orang tua ku secara paksa!!! " bentak Anastasia.
" Apa maksudmu, hah. Kau yg datang ke rumah kami setelah kematian kakek!!. " ucap Vanya tdk mau kalah.
" Apa yg kau tahu hanya dari apa yg kau lihat, nona Vanya. Kau pikir adikku itu mau datang ke keluarga seperti kalian, selagi dia punya keluarga seperti kami. " sahut Prensais dingin.
" A.. Apa maksud anda?? Dia adikmu?? "
" Iya, namaku Prensais de Alger Chornelin. Kakak kandung dari Anastasia Zaffrina Chelsea Chornelia. Dan gadis yg mengacungkan senjata di samping mu itu adik kami, Sherly Zaffriana Chornelia. "
Pengakuan itu semakin membuat orang-orang menghakimi keluarga Akashia, membuat mereka semakin malu karena kebenaran yg mereka simpan terbongkar satu demi satu.
" Diam Kalian, diam!! Anastasia katakan apa sebenarnya maksudmu melakukan ini?!! Apa kau tdk cukup membuat kami malu?!!. " tanya Julian dgn emosi yg meledak-ledak.