
** Di tempat lain...
" Buahahaha.... Dia langsung menawar dgn harga yg sangat fantastis, padahal jika dia menawar lebih satu saja sudah akan dia dapatkan. " ucap Justic yg juga ada disana.
" Apa maksud mu? " tanya Zaroon.
" Kau tahu, Nana kecil kita itu terkenal dgn citi khas nya. Yaitu PEMENGGAL KEPALA, ditambah isu tentang eksekusi nya yg mengerikan beredar di kalangan orang dunia bawah. Mereka tdk akan berani melawan nya, jika Nana hanya menawar dgn menaikan satu persen harganya pun tdk akan ada yg melawan. Itu karena mereka masih menyayangi nyawa mereka. " jelas Justic panjang × lebar × tinggi.
" Bagitu rupanya, bagaimana menurut mu Damian? " tanya Zaroon.
" Hemm... Posisi yg cocok utknya. Tapi panggilan itu tdk berkesan bagus kpd wajahnya yg seperti itu. " jawabnya.
" Benar juga. " ucap Zaroon.
" Lalu apa yg cocok? Biar aku sebarkan nanti. " ucap Justic.
" Malaikat, seperti nama mafia nya. " ucap Damian.
" Iya, seperti malaikat. Malaikat kegelapan yg bisa menghancurkan dunia. " ucap Zaroon.
" Ide bagus, dia bisa menghancurkan dunia jika Damian juga ikut. " ucap Justic.
" Tanpa diminta pun aku akan ikut. " sahut Damian.
Zaroon hanya menggelengkan kepalanya mendengar itu, padahal ia hanya bercanda mengatakan Anastasia bisa menghancurkan dunia, tapi mereka seperti nya memang ingin menghancurkan nya.
Justic sendiri malah tertawa terbahak-bahak mendengar ucapan Damian, jika itu benar dia pasti sudah berada di garis depan utk melakukan nya.
" Apakah tdk ada yg ingin menawar lagi? " tanya pembawa acara itu.
Tdk ada yg bersuara satupun suasana di sana menjadi hening.
" Baiklah, karena tdk ada yg menawar lagi. Selamat bagi Lady Sia yg menawar 10 Milyar dolar, mendapatkan semua senjata ini. " ucapnya.
Anastasia benar-benar senang mendapatkan semua itu, ia bahkan tdk perduli dgn apa yg terjadi kpd orang-orang dia bawah sana. Is juga penasaran sebenarnya tapi karena terlalu senang ia lupa akan hal itu.
" Kak, kau terlihat senang sekali. " ucap Kriss.
" Tentu saja, koleksi senjata ku bertambah. " ucap Anastasia.
Anastasia segera menelpon orang-orang nya utk datang dan mengambil semua senjata itu, ia tdk sabar utk mencobanya nanti. Saat itu juga barang terakhir yg dilelang disana dikeluarkan.
" Baiklah, ini adalah barang terakhir yg akan kami tawarkan. " ucap pria itu.
Pria itu menarik kain yg menutupi sebuah kurungan besar yg ada disana, ketika Anastasia melihat apa yg ada disana seketika mood yg tadinya bagus berubah menjadi dingin.
" Ini adalah gadis yg diserahkan oleh salah satu keluarga berpengaruh di negara K, tepatnya keluarga Akashia. Mereka bilang gadis ini adalah barang yg masih bagus dan belum tersentuh, dia juga cantik dan mantan nona keluarga terkaya di negara nya, jadi penawaran akan dimulai dari 1 Milyar. " ucap pria itu.
Suasana disana kembali ramai karena barang atau orang terakhir yg ditawarkan disana, tapi tdk dgn Damian dan yg lainnya, mereka hanya mengkhawatirkan satu hal, yaitu Anastasia. Tapi Damian juga merasa tdk asing dgn gadis di dlm sangkar itu.
Anastasia sendiri masih mematung melihat apa yg ada dihadapkan nya sekarang, gadis yg berbaring di kurungan itu adalah orang yg paling ia kenal dan peduli padanya. Ia tdk bisa melihat nya seperti itu, Anastasia mengepalkan tangannya dgn kuat agar emosinya tdk meledak. Kriss juga menyedari hal itu, ia tdk tahu apa yg buat kakak barunya itu seperti ini sekarang.
" Kak, kau baik? " tanya Kriss.
" Kriss, bantu aku menawar 50 Milyar. " ucap Anastasia yg masih mengendalikan emosinya.
" Apa?! " Kriss tdk percaya dgn apa yg ia dengar.
" Sekarang Kriss!! Katakan 50 Milyar!! " ucap Anastasia.
" Ba.. Baiklah. " Ucapnya. " 50 Milyar. " teriak Kriss dari samping Anastasia.
Suasana disana kembali ramai dgn penawaran itu, tapi berakhir seperti sebelumnya. Anastasia memenangkan apa yg ia inginkan dgn mudah tanpa perlawanan yg berarti dari mereka.
Setelah acara selesai Anastasia langsung pergi ke tempat semua barang yg ia dapat kan berada, saat ia memasuki ruangan itu ia sudah disambut oleh mafioso nya dan juga pembawa acara yg hadir langsung disana. Para mafioso itu membungkuk ketika melihat kedatangan Lady mereka.
" Selamat Lady, anda mendapatkan semua barang yg sempurna disini. " ucapnya seraya tersenyum penuh arti.
Anastasia hanya membalasnya dgn deheman kecil, ia melewati pria itu begitu saja dan melemparkan kertu yg isinya sesuai dgn jumlah yg ia Terima sekarang.
" Terima kasih Lady, anda benar-benar sangat pengertian. " ucapnya membungkuk lalu pergi dari sana.
Anastasia berjalan kearah semua senjata barunya dan mengambil katana yg ada di sana. Ia pun mengeluarkan katana itu dan menatapnya utk memastikan kualitas nya.
Saat itu juga Damian, justic dan Zaroon juga datang kesana utk melihat Anastasia. Para mafioso itu kembali membungkuk saat Damian melewati mereka, iya tentu mereka tahu jika dia adalah tunangan Lady mereka. Damian dkk mendekati Anastasia dan Kriss yg berdiri disebelah nya.
" Iya, aku baik. Kenapa aku tdk baik? " tanya nya balik.
" Apa dia sesuai apa yg kupikirkan? "
" Benar. "
Anastasia pun menghampiri kurungan utk dan memotong nya menggunakan pedang barunya. Jeruji kurungan itu pun langsung terpotong dan memberikan jalan masuk bagi Anastasia. Ia pun melangkah kan kakinya kedalam sana dan mentap gadis itu dgn sendu.
" Apa dia mengenal gadis itu? " tanya Kriss.
" Iya, seperti begitu. Ngomong-ngomong kau siapa? " tanya Justic.
" Nama ku Kriss, Kak Sia bilang dia akan mengangkat ku menjadi adiknya. " ucap Kriss.
" Ouh, kau adik barunya. Kalau begitu tdk perlu memanggilnya Sia." ucap Zaroon.
" Kenapa begitu? " tanya Kriss.
" Sia itu penggilan nya saat dlm mode Queen mafia, jika tdk panggil dia kak Nana. " jawab Justic.
Kriss hanya mangut-mangut mendengar itu, ia juga paham jika Anastasia pasti punya banyak nama samaran atau panggilan, mengingat dia itu seorang mafia.
" Kalau begitu perkenalkan nama ku Justic, dan ini Zaroon, kau bisa memanggil kami kakak juga. Dan yg pasti tunangannya Nana kecil kami, Damian. " ucap Justic.
Kriss hanya tersenyum dan mengiyakan ucapan Justic, mereka pun kemabli fokus kpd Anastasia yg masih berada di kurungan itu bersama gadis yg ia beli. Anastasia mengusap pipi nya dgn lembut dan penuh kasih sayang, mereka semakin penasaran dgn identitas gadis itu bagi Anastasia.
" Sudah lama ya, Cavita." gumam Anastasia.
Setelah itu ia pun berbalik dan keluar dari sana.
" Bawa semua senjata ini dan juga gadis itu ke monsion, suruh Jeffrey memeriksanya. Dan ingat jgn sampai terjadi sesuatu kpdnya. " ucap Anastasia dingin.
" Baik Lady. " ucap para mafioso nya.
Anastasia pun kembali berjalan kearah Damian.
" Aku akan kembali ke atas, Vero pasti sedang menggerutu karena aku lama. " ucap Anastasia.
" Kau yakin Baik-baik saja? " tanya Damian mengelus pipi Anastasia.
Anastasia pun tersenyum dan meraih tangan Damian yg membelainya.
" Aku baik, kak. Tdk perlu khawatir. " ucapnya.
" Baiklah, aku akan memastikan kalau mereka tdk meninggalkan apapun disini. " ucap Damian.
" Terima kasih, sampai ketemu di monsion. " ucap Anastasia kemudian mengecup pipi Damian singkat.
Ia pun kembali bersama dgn Kriss ke atas, ia menyuruh kriss segera mengendur kan dirinya dan pulang bersama Anastasia. Dan ternyata bener saja, Veronica sedang mengumpati nya yg lama tdk kembali.
" Dasar Nana, padahal dia yg meminta kita berkumpul diparkiran saat itu. Sekarang dia yg terlambat, sialan. " ucapnya.
" Siapa yg kau bicara kan? " tanya Anastasia tepat di sampainya.
Veronica ber loncat kaget mendengar itu, ia tdk merasakan kehadiran Anastasia. Sedangkan Katania tertawa terbahak-bahak melihat itu, pandangan mereka pun beralih kpd Kriss yg ada di samping Anastasia.
" Nana, siapa dia? " tanya Katania.
" Dia adik baru kita. " ucap Anastasia datar kemudian langsung masuk ke dlm mobil itu.
" Hai. " sapa Kriss.
" Halo. " sapa Katania dan Veronica dgn senyuman
" Ayo cepat jalan. " ucapnya.
" Iya, iya dasar. " ucap Veronica.
Mereka pun pergi dari sana dan kembali ke kediaman, selama diperjalanan Anastasia tdk bicara sedikit pun, membuat mereka tdk yakin dgn apa yg terjadi kpdnya. Tdk lama kemudian mereka pun sudah sampai disana.
Saat keluar dari mobil itu, mereka melihat para mafioso Anastasia sedang membereskan senjata senjata baru ke dlm monsion. Tapi saat mereka ingin bertanya Anastasia sudah lebih dulu pergi ke monsion.