
Setelah dua hari berlalu, saat ini adalah hari ulang tahun Anastasia, semua orang sedang sibuk dgn persiapan pestanya. Karena hari ini bertepatan dgn keluarnya Anastasia dari rumah sakit, Vero dkk, Sherly, dan Violetta mengajak Anastasia pergi ke mall utk mengulur waktu.
Mereka mengajak Anastasia belanja berbagai hal, dan pergi ke salon dan butik utk membeli baju.Di butik Anastasia terus dipaksa utk memakai berbagai pakaian, dgn alasan mencari yg cocok dan bagus.
Karena itu juga mereka menjadi pusat perhatian disana, bukan hanya karena mereka membeli pakaian yg mahal tapi juga sosok Anastasia yg mereka kenali, apalagi kehadiran Sherly dan Violetta menambah perhatian kpd mereka. Sebenarnya ia tdk suka melakukan hal itu tapi apa boleh buat, ia terus saja dipaksa oleh mereka.
" Waw.... Kak nana, kau sangat cocok dgn pakaian itu. " ucap Violetta.
" Kau benar, kakak terlihat seperti seorang putri. " sahut Sherly.
" Kalau begitu, kita sudahi saja dan beli yg ini. " ucap Anastasia kesal.
" Tdk bisa begitu, masih ada beberapa baju lagi yg belum. " ucap Veronica.
Cassandra hanya mangut-mangut mendengar ucapan Veronica, sedangkan Anastasia semakin kesal karena tdk cepat keluar dari sana. Ia tdk pernah mencoba pakaian yg ia beli ditempat, ia akan mencoba nya jika akan ia pakai saja. Tapi kali ini ia harus mencoba banyak pakaian yg dipilihkan oleh teman-teman nya.
Tdk jauh dari tempat mereka, Katania terlihat tengah menelpon seseorang. Ia sedang menanyakan persiapan yg dilakukan, ia tdk yakin kalau mereka bisa menahan Anastasia lebih lama utk tdk pulang dulu.
" Apa persiapan nya sudah selesai? " tanya katania.
" tinggal sedikit lagi, pastikan saja ia tdk pulang sampai matahari terbenam. "
" Justru itulah yg sulit. " keluh Katania.
" Tenang saja, aku telah meminta Sherly utk mengajak nana utk pergi ke taman bermain dan menahan nya disana. "
" Kalau begitu baiklah, aku sudahi telpon nya. "
Setelah memutuskan sambungan telpon nya, Katania pun kembali bergabung dgn mereka. Ia tertawa kecil setelah melihat wajah kusut Anastasia. Mereka tahu jika Anastasia tdk suka di suruh menggonta-ganti baju seperti itu, karena itulah Anastasia selalu langsung membeli pakaian yg ia sukai tanpa mencobanya dulu.
Anastasia semakin kesal karena mereka tdk kunjung membuatnya berhenti mengganti pakaian. Anastasia pun memutuskan utk tdk mengganti pakaian nya lagi, ia memakai pakaian seluruh yg membuatnya terlihat lebih feminin. Ia pun membayar langsung semua baju yg dipilihkan mereka.
" Cukup! Aku tdk akan mengganti pakaian lagi. Kalian bungkus semua pakaian yg dipilihkan mereka, aku akan langsung membayar nya. " ucap Anastasia kesal.
" Ba... Baik. " ucap pegawai yg melayani mereka.
Setelah membayar semua pakaian itu, Anastasia benar-benar bersyukur telah berakhir. Wajahnya benar-benar terlihat seperti telah menerima siksaan yg berat, ia pun memutuskan utk pulang. Dan membuat mereka panik karena tdk bisa menahan Anastasia lagi.
" Pulang, deh. " ucap Anastasia.
Sebelum Anastasia benar-benar keluar dari butik itu, Sherly tiba-tiba saja menarik tangan Anastasia. Hal itu tentu saja membuat langkah Anastasia terhenti dan membuatnya berbalik, ia mengangkat salah satu alisnya berarti bertanya.
" Kakak, antar aku ke taman hiburan ya. " punya Sherly.
" Besok saja ya. " ucap Anastasia.
" Tapi kak, aku dengar ada hadiah spesial hari ini. Jadi.... "
" Haah... baiklah. " ucap Anastasia.
Senyum Sherly terlihat mengambang diwajahnya, ia sangat senang karena Anastasia mau pergi bersamanya. Anastasia sendiri tdk mau Sherly kecewa kpdnya, toh ini hanya permintaan kecil. Vero dkk dan Violetta juga lega karena Anastasia mau pergi lagi.
" Lalu, siapa yg membawa semua ini kak ? " tanya Violetta.
" Hemm.. Suruh saja seseorang dari anggota membawa semua itu pulang. " ucap Anastasia malas.
" Baiklah, aku akan menelpon seseorang." sahut Cassandra.
" Kalau begitu ayo... " ucap Sherly.
Sherly menarik tangan Anastasia utk segera pergi ke taman bermain, diikuti oleh Vero dan yg lainnya. Anastasia tersenyum melihat tingkah adiknya itu, bagaimana pun Sherly hanya ingin menghabiskan waktu bersama nya sebagai kakak beradik.
Tdk lama kemudian mereka sampai ditemani hiburan, disana mereka menaiki berbagai macam permainan. Sherly sangat senang karena bisa datang kesana, saat tengah berjalan-jalan ia tiba-tiba berhenti disebut tempat yg menghabiskan berbagai boneka. Anastasia melihat kalau Sherly terus menatap sebuah boneka beruang yg tergantung disebuah tenda permainan menembak.
" Kau mau? " tanya Anastasia.
" Ehh... Ti..tidak, ayo kita ke tempat permainan selanjutnya. " Ajak Sherly.
Anastasia tdk mendengarkan ucapan Sherly, ia malah mendatangi tenda itu. Sherly sedikit bingung karena Anastasia malah pergi kesana, ia memang ingin boneka yg ada disana. Tapi ia memilih utk tdk kesana karena ia tdk bisa memainkan permainan itu.
" Kakak. " ucap Sherly.
" Kau tdk perlu terkejut seperti itu, Sherly. " ucap Katania.
" Eh, kenapa? " tanya Sherly.
" Jelas sekali kan, dia ingin kau bahagia. " ucapan Cassandra membuat wajah Sherly sedikit merona karena senang.
" Sudahlah, ayo kita ikuti. " ajak Veronica.
Mereka pun mengikuti Anastasia yg tengah berjalan kesana, Setelah sampai disana Anastasia langsung berencana bermain dan menang.
" Bagaimana cara mendapatkan boneka beruang disana. " tanya Anastasia.
Ia menunjuk sebuah boneka beruang besar, yg terus diperhatikan oleh Sherly.
" Kau harus mengenai sasaran dgn tepat menggunakan 10 peluru, nona. Jika kau menambahkan 10 peluru lagi, kau bisa memilih dua boneka lain sebagai hadiah. " ucap pria penjual disana.
Penjualan itu tersenyum dan manatap Anda dgn tatapan meremehkan, Anastasia tdk suka ditatap seperti itu, tapi ia menginginkan hadiah disana utk teman-teman nya. Anastasia menyeringai karena mendapatkan sebuah permainan yg merupakan keahliannya, ditambah ia ingin membuat pria itu menyesal telah meremehkan nya.
" Beri aku 40 peluru. " ucap Anastasia dgn seringai nya.
Anastasia memberikan uang nya dan penjual itu memberinya peluru mainan utk menembak. Beberapa orang berhenti utk melihat Anastasia memainkan permainan itu, mereka merasa tdk yakin kalau Anastasia bisa memainkan permainan itu. Tapi pikiran mereka berubah ketika melihat tembakan Anastasia.