Mafia Girl

Mafia Girl
eps 64


Karena kedua belah pihak telah menyetujui taruhan itu, mereka berdua pun bersiap utk bertarung. Para anak buah Anastasia memberikan ruang utk mereka, suasana disana pun berubah menjadi tegang karena ini adalah pertarungan hidup dan mati. Bagaimana dgn Damian? Ya, jgn ditanya lagi. Ia hanya bisa pasrah melihat itu karena Vero dkk menahannya utk ikut campur.


Vero dan yg lainnya tahu jika pertarungan itu bukan hanya sekedar taruhan, tapi Anastasia ingin membuktikan jika DA bukan kelompok yg lemah, dan hanya bisa meminta bantuan mafia no 1, termasuk utk memperlihatkan keahlian nya kpd anggota baru mereka. Agar mereka tahu seperti apa Lady mereka dan tdk berniat utk berkhianat setelah melihat apa yg akan mereka dapatkan nantinya.


" Jadi, apa yg kau inginkan jika kau menang Lady Sia?" tanya Simon.


" Yg ku inginkan? bukankah sudah jelas, ya. Aku menginginkan nyawa mu. " ucap Anastasia menyeringai.


" Lalu apa aturan mainnya? "


Anastasia tdk langsung menjawab pertanyaan dari pria itu, ia malah menancapkan katana nya dilantai dan membuang semua senjatanya. Itu membuat orang-orang yg ada disana terkejut, kenapa Anastasia membuang semua senjatanya? dan ia masih tersenyum selebar itu.


Teman-teman dan juga keluarga nya pun tdk mengerti dgn apa yg Anastasia lakukan, bukankah dia bilang ini pertarungan yg mempertaruhkan nyawanya, tapi kenapa dia malah membuang semua senjatanya.


" Tdk ada, ini pertarungan tangan kosong. Jadi kau tdk boleh menggunakan senjata, hanya itu. " ucapnya dgn senyumnya.


" Nana, apa yg kau katakan?! Jika kau ingin bertarung hidup dan mati kau tdk mungkin tdk menggunakan senjata!!. " ucap Veronica.


" Nana sayang, jgn lakukan itu!!. Kau bisa terluka parah!. " ucap Clara, ia tdk mau melihat putrinya terluka karena masalah dirinya.


Anastasia tdk menjawab perkataan mereka, ia hanya tersenyum melihat kearah mereka. Kemudian ia kembali menatap lawan yg ada didepannya saat ini. Mendengar peraturan yg di ajukan Anastasia, Simon hanya mengiyakan ucapan nya dan membuang senjata yg dipegangnya.


Tentu saja itu bukan satu-satunya senjata miliknya, tapi ia tdk mengeluarkan nya saat ini. Anastasia sudah tahu hal itu, ia dpt memperkirakan bahwa lawan nya ini pasti sudah tahu banyak tentang dunia mafia.


Pertarungan mereka pun dimulai, Anastasia langsung menyerang Simon dgn pukulan dan juga tendangannya, begitu pun dgn pria itu. Meski begitu Simon bisa merasakan perbandingan antara kekuatan mereka, Ia terkejut karena gadis didepannya itu bisa memiliki kekuatan yg sangat besar.


" Siapa sebenarnya gadis ini, kenapa dia memiliki kekuatan fisik yg sangat besar. Pelatihan apa saja yg sudah gadis ini terima selama ini. " batin Simon.


Ia semakin kewalahan dgn serangan yg dilancarkan oleh Anastasia, meski gadis itu mendapatkan pukulan dari nya ia sama sekali tdk terpengaruh dgn itu. Saat ia kalut dgn pikiran nya, ia tdk menyadari kalau Anastasia berbalik dan melayangkan tendangan ke arah dadanya.


Simon terdorong kebelakang saat mendapatkan tendangan itu, ia memegangi dadanya yg terasa sakit karena tendangan itu, ia pun memuntahkan darah dari mulutnya. Ia tdk percaya jika gadis itu bisa memiliki keterampilan dlm bertarung, seolah-olah dia telah terbiasa dgn hal itu dlm waktu yg lama.


" Sebenarnya siapa yg sudah membantu gadis ini sampai seperti ini? " tanya batinnya.


Senyum Anastasia semakin mengambang ketika melihat musuhnya menahan rasa sakit yg ia terima. Tapi tdk dgn yg lainnya, mereka terkagum-kagum dgn kekuatan Anastasia, sekaligus takut dgn hal itu. Mereka tahu jika Anastasia tdk akan segan utk menghabisi orang yg mengkhianati nya, karena itu mereka tdk akan berani melakukan itu setelah melihat kekejaman nya.


" Aku tdk akan pernah lagi membuat Nana kecil marah. " batin justic.


" Aku tdk akan mengganggunya lagi, jika tdk Nana bisa membuatku menjadi samsak utk latihan. " batin Zaroon.


Aria, Clara dan Prensais juga terkejut dgn apa yg Anastasia lakukan saat ini, mereka tdk menyangka putrinya benar-benar berbeda dgn apa yg mereka pikiran selama ini. Awalnya mereka takut jika Anastasia benar-benar akan menjadi anak yg mudah utk di tindas karena keluarga itu, tapi ini berbanding terbalik dgn apa yg mereka khawatir kan.


" Apa dia benar-benar, Nana? " batin Prensais tercengang.


" Ayo hibur aku lebih lama, apa kau hanya bisa melakukan itu? " ucap Anastasia.


Simon hanya menatap Anastasia dgn tajam, entah apa yg sedang dipikirkan gadis itu sekarang.


" Jika kau tdk bisa mengalahkan ku, jgn pikir kau pantas menjadi Leader DA. Kau lebih pantas menjadi... Seorang Pelayan. " ucapnya memprovokasi.


Simon mulai terpancing emosinya, ia tdk terima dgn ucapan Anastasia yg mengatainya seorang pelayan. Ia pun mengeluarkan sebuah belati dari balik bajunya dan mulai menyerang Anastasia.


" Diam kau anak kecil!! " ucapnya marah.


Ia mengarahkan belati nya utk menyarang, tapi itu semua kembali dapat dihindari oleh Anastasia. Bahkan gadis itu masih tetap tersenyum melihat emosi Simon yg memuncak.


" Itu tdk adil, dia menyembunyikan senjata lain!! " ucap Justic.


" Nana sudah mengetahuinya lebih awal. " ucap Ryuzen datar.


" Apa?? Nana sudah tahu? " Albert tdk tahu jika Anastasia sudah mengetahui trik Simon.


" Banar. "


" Lalu, kenapa dia tdk menyimpan senjatanya yg lain juga? " tanya Zaroon.


" Lady sengaja memancing lawannya, ia tahu jika pria itu pasti tdk akan membuang semua senjatanya. Tapi Lady tetapi melakukan pertarungan seperti yg ia inginkan, dan bersiap utk serangan kejutan. " jelas Veronica.


Penjelasan Veronica membuat mereka paham jika Anastasia sengaja melakukannya, tapi mereka masih penasaran dgn serangan kejutan itu. Mereka pun memutuskan utk kembali memusatkan perhatian mereka kpd pertarungan itu utk mencari jawabannya.


" Hei, Hei. Apa ini? Kau masih tdk bisa mengenaiku meski kau melanggar peraturan? Apa kau benar-benar hanya bisa melakukan ini? " tanya Anastasia.


" Jgn remehkan aku, dasar gadis sialan!!. " ucapnya semakin marah.


Anastasia terus saja menghindari serangan dari Simon dan tdk membalasnya, sudah pasti ia akan mencari cara yg tepat utk membalik keadaan. Tapi tanpa ia duga, Kakinya tersandung mayat pria yg ada dibelakang nya, ia pun kehilangan keseimbangan dan hampir jatuh. Hal itu tentu saja dimanfaatkan oleh Simon utk menyerang Anastasia.


" Gawat." batin Anastasia.


" Kesempatan. " batin Simon.


JLEB....


Kejadian itu membuat semua orang terpaku, bukan hanya karena terkejut melihat Anastasia yg hampir jatuh tapi apa yg terjadi setelah nya. Anastasia memegangi belati Simon menggunakan tangan kirinya yg tepat berada didepan mata nya, dan tangan yg satunya memegangi Katana miliknya yg menusuk tubuh Simon.


" Uhuk... " Simon kembali memuntahkan darah karena Anastasia menusuk tubuhnya.


Anastasia sempat terkejut karena hampir kehilangan keseimbangannya, tapi saat ia berhasil menancap kan katana nya ke perut pria itu ia kembali tersenyum dgn mengerikan. Ia kembali menarik katana nya dan mundur beberapa langkah dari hadapan pria itu, ia melihat tangannya yg berdarah karena menahan belati itu.


Ia tdk terlihat kesakitan karena hal itu, tapi ia malah menjilat darahnya sendiri dan senyum nya semakin mengerikan.


Ia menatap pria itu yg memegangi perutnya, jujur ia terkesan karena pria itu masih bisa berdiri setelah mendapatkan serangan seperti itu darinya. Ia pun berjalan kembali kearah Simon utk mengakhiri permainan nya tapi yg tdk diduga adalah pria itu tiba-tiba saja terjatuh. Semua orang terkejut karena Simon tiba-tiba saja mendapatkan sebuah tembakan.


" KATANIA!! " bantak Anastasia.


Ia berbalik dan menatap Katania yg sedang berjalan kearah mereka bersama dgn yg pasukan nya. Seluruh pasukan itu menelan ludah mereka ketika mendapatkan tatapan tajam dari Anastasia, tapi tdk dgn Katania. Ia berjalan kearah Anastasia seolah tdk terjadi apa-apa, sedangkan Leo dan Jordan pergi kearah Damian dan yg lainnya karena tdk mau terkena marah Anastasia.


" Apa yg kau lakukan?! " tanya Anastasia dingin.


" Maaf, Nana. Aku tdk bermaksud utk memngganggu eksekusi mu, tapi tolong berikan pria ini kpdku. " ucap Katania tegas.


Anastasia sedikit bingung dgn sahabat nya saat ini, ia juga melihat kalau Katania sedang menahan amarah akan sesuatu, terlihat dari ia mengepal kan tangannya dgn kuat sampai kukunya memutih. Anastasia hanya menghela nafas nya dan memasukan kembali katana miliknya kpd sarung nya.


" 5 menit, jika kau tdk menghabisi nya dlm waktu 5 menit aku yg akan lakukan. " ucap Anastasia memberi jalan kearah pria itu.


" Terima kasih." ucap Katania, ia pun berjalan kearah yg berlawanan dgn Anastasia dan menghampiri pria itu.


" Lama tdk bertemu, paman. " ucapnya dingin.


" Ka.. kau Katania? apa kau benar-benar anak itu? " tanya Simon sambil menahan sakit yg ia rasakan.


Pertanyaan itu berhasil membuat orang-orang penasaran dgn hubungan kedua orang itu.


" Iya, ini aku. Anak yg tadinya ingin kau adopsi bersama dgn kau menikah ibu asuh kami. " ucap Katania.


" Tu.. Tunggu, Katania. Maksud mu dia orang yg ingin menikahi ibu asuh? " tanya Veronica terkejut.


" Benar. "


Veronica tdk bisa percaya, musuhnya kali ini adalah orang yg dulu ia sangat percayai, tapi kenapa Katania menatap nya penuh kebencian? bukankah dia sangat menyayangi pria itu?


" Kenapa? Kenapa kau membunuhnya? " tanya Katania lirih.


" Katania aku...."


" Kenapa kau membunuhnya? Kenapa kau bunuh ibu asuh? Padahal dia sangat mencintai mu, tapi kanapa kau membunuh nya? " teriak Katania, membuat orang-orang terkejut.


Anastasia dan yg lainya juga terkejut dgn apa yg diucapkan Katania, jadi ini lah yg membuat nya menatap pria itu dgn penuh kebuncian. Sedangkan Veronica semakin tdk mengerti dgn apa yg diucapkan Katania, apa maksudnya pria itu yg membunuh ibu asuh mereka.


Ibu asuh mereka menang ditemukan meninggal dihutan dekat pantasuhan, tapi dari yg ia dengar kalau ibu asuh diserang binatang buas. Ia pikir karena panti mereka dekat hutan jadi itu bisa saja terjadi, waktu itu mereka masih berusia 5 tahun, jadi mereka mungkin tdk diberitahukan yg sebenarnya.


Tangis Veronica pecah ketika mendengar itu, selama yg ia tahu pria yg dulu akan menikahi ibu asuh mereka adalah pria yg baik dan lembut, tapi yg ia temui sekarang tdk sesuai dgn apa yg ada diingatan nya.


Simon hanya bisa menatap Katania dgn penuh penyesalan, ia tahu jika Katania sangat menyayangi wanita yg sangat ia cintai itu. Tapi setelah ia membunuh nya, ia tdk mempunyai keberanian utk menemui gadis kecil itu, dan sekarang gadis itu berdiri dihadapannya dan bahkan menjadi salah satu anggota musuhnya.


" Kau mengetahuinya? " tanyanya.


" Mengetahuinya? Aku melihatnya dgn mata kepala ku sendiri!! Kau yg membunuhnya tepat didepan ku!! " ucap Katania.


Ia menangis ketika mengingat kejadian memilukan itu, ia pun mengusap air matanya dgn kasar.


" Aku menyesal. " sesal Simon.


" Menyesal tdk akan ada gunanya lagi, ibu asuh tdk akan hidup lagi!! Jika saja kau tdk membunuhnya, dia pasti sangat bahagia sekarang!! Jika saja kau bisa berpikir sebelum membunuhnya kita pasti bisa menjadi keluarga, tapi kau malah menghancurkan harapan itu. Dan aku tdk akan pernah bisa memaafkan mu, aku akan mengakhiri nya sekarang. " ucap Katania, ia mengarahkan senjata apinya tepat ke kepala pria itu.


" Katania, aku benar-benar menyesal. Tapi jika itu yg kau inginkan maka lakukan lah. " ucap Simon.


" Selamat tinggal. " ucap Katania.


Katania langsung menarik peletuk nya dan melubangi kepala Simon, pria itu langsung mati ketika mendapatkan tembakan itu. Katania terisak ketiak Simon telah mati, sejujurnya ia masih menyayangi pria itu. Tapi ketika ingatan masa lalu nya membuatnya membenci pria itu atas apa yg telah ia lakukan, apalagi sekarang pria itu melukai sahabat nya yg paling berharga.


Ia berbalik ketika merasakan telapak tangan seseorang dipundak nya, dan Anastasia langsung memeluknya ketika ia berbalik.


" Kau tdk sendirian lagi, Katania. Kau punya kami, kami adalah keluarga mu. " ucap Anastasia sambil mengelus punggung Katania.


Ia semakin terisak setelah mendengar ucapan Anastasia, ia sangat bahagia dan terharu bisa mendapatkan teman seperti Anastasia dan yg lainnya. Setelah merasa lebih tenang ia pun melepaskan pelukan nya dan tersenyum kpd Anastasia.


" Terima kasih, Nana. " ucapnya.


Anastasia hanya tersenyum melihat Katania bisa kembali seperti biasanya, tdk lama kemudian ia mendapat telpon dari seseorang.


" Bagaimana? " tanyanya.


" Kami sudah menangkapnya, dia sudah dikurung di ruang siksa. " ucap Cassandra disebrang telpon.


" Kerja bagus. "


Anastasia kembali menyaring setelah mendapat kabar bagus dari Cassandra. Ia pun memasukkan telponnya kembali.


" Ayo kita pulang. " ajaknya dgn senyum gembira merekah di wajahnya.


Melihat itu membuat keluarga dan teman-temannya senang karena Anastasia mereka kembali, mereka pun bergegas pergi meninggalkan tempat itu setelah menghilang bukti keberadaan mereka.


------------------------------------------------------------------------


Huftt.... Ini bab terpanjang yg pernah author tulis, memakai waktu yg agak lama sih karena harus menyesuaikan kata-katanya dulu😅😅, tapi akhirnya bisa selasai... yeeyy 😆😆.


Jgn lupa Like, komen dan dukungan kalian semua, semoga kalian suka dgn cerita aku, ya... 🤗🤗