Mafia Girl

Mafia Girl
eps 90


*** 2 tahun kemudian.


Sudah tiga tahun Anastasia berada di negara S, sejak saat ia di usir dari keluarga itu ia menemukan semua kebahagiaan yg ia inginkan selama ini. Dan selama tiga tahun itu, semua hal banyak berubah. Tapi masalah pun datang seiring dia mempersiapkan balas dendam nya, karena itu ia terpaksa menundanya sampai saat ini.


Setelah lulus dari Royal Garden, Anastasia dkk langsung saja bekerja di perusahaan CA Corps. Anastasia menempatkan mereka di bagian-bagian penting, karena hanya mereka yg ia percayai.


Dan saat ini dia tengah duduk di kursi kebesaran nya, memandangi semua dokumen yg menumpuk di hadapan nya dgn tatapan malas.


" Ini yg lain, yg harus kau tenda tangani. " ucap Cassandra yg kembali memberikan setumpuk dokumen lain.


Anastasia terkejut melihat itu, belum juga ia menyelesaikan yg ada di mejanya. Yg baru malah muncul dgn ketebalan sangat banyak.


" Cas, ayolah. Jgn buat aku membaca sebanyak ini. " gerutu Anastasia.


Cassandra hanya terkekeh, ia tahu jika temannya itu tdk suka berada di perusahaan jika di suruh membaca tumpukan kertas seperti ini. Tapi apa bolah buat, jika Anastasia tdk melakukan nya maka utk apa dia membangun perusahaan ini. Ia bahkan harus membujuknya mati-matian utk membuatnya setuju.


" Jgn mengeluh, ini tugasmu karena sudah membangun perusahaan. " ucap Cassandra.


" Tapi kertas-kertas ini membuatku pusing. " gerutu Anastasia.


" Jgn khawatir, aku akan membantu mu. Toh, aku juga sekretaris mu. "


" Kau itu calon kakak iparku. "


Mereka kemudian tertawa mengingat hal itu, benar juga sekarang Cassandra sudah resmi jadi calon istri Prensais sejak 1 tahun lalu. Tapi mereka bilang tdk mau mengganggu Anastasia yg mempersiapkan balas dendam, karena itu mereka belum mempersiapkan pernikahan.


Tapi hubungan mereka sudah di publikasikan, bersamaan dgn publikasi hubungan Damian dan Anastasia.


" Ngomong-ngomong kapan kita berangkat ke negara K?? " tanya Anastasia dgn mata yg masih fokus ke kertas di tangannya.


" Kapanpun bisa, asal kita menyelesaikan ini. Oh, benar juga. Kau tahu ternyata Veronica dan Katania benar-benar cocok jadi pengatur keuangan. "


" Hemm.... Begitu kah, itu bagus. Awalnya aku cuma coba-coba. Tapi ternyata mereka benar-benar cocok. Dan utk yg satunya, kita pergi besok. Kabarkan kpd yg lainnya utk bersiap-siap. "


" Baiklah. "


Cassandra hanya mengangguk mengiyakan ucapan Anastasia, ia juga sudah tdk sabar melihat apa yg akan Anastasia lakukan.


" Bagaimana dgn undangan nya?? "


" Kita mendapatkan nya lewat cabang perusahaan, Damian dan Prensais juga dapat. Sesaat aku merasa mereka bodoh, mereka mengundang Prensais yg merupakan musuh paling mencolok di mata mereka. "


" Mereka tdk mengenali nya, itu suatu hal yg bagus. "


** Di negara K.


Seorang perempuan turun dari mobilnya dan masuk ke rumah orang tuanya, siapa lagi kalau bukan Stella. Ia sedang berkunjung utk membuat keluarga itu semangkin menyukainya.


" Ayah, ibu. "


Panggilannya ketika melihat dua orang yg mengangkat nya menjadi anaknya, ia berlari dan langsung memeluk keduanya dgn perasaan yg sangat senang.


" Stella, kau datang berkunjung Sayang. " ucap Sonya yg merasa senang putrinya datang.


" Aku rindu kalian. "


" Bagaimana kabarmu, Stella?? " tanya Julian.


" Aku baik, Michael juga baik. "


Saat itu Vanya pun datang bersama dgn suaminya, George. Mereka menikah setelah Anastasia pergi dari keluarga itu, Vanya benar-benar senang melihat Stella ada di sana. Begitu pun dgn Stella.


Ia langsung bangkit dan memeluk Vanya dgn lembut, ia juga menyapa suami kakaknya itu.


" Kapan kau kesini, adik? " tanya George.


" Aku baru saja datang, kak. Aku ingin mengunjungi kalian. " jawab Stella ceria.


Mereka pun kembali duduk.


" Bagaimana dgn pesta anniversary kalian?? "tanya Vanya.


" Semua berjalan baik, kak. Kami juga mengundang beberapa perusahaan besar utk datang, semoga mereka bisa hadir. " ucap Stella.


" Benarkah, siapa saja yg kalian undangan?? " tanya Julian.


" Kami mengundang Tuan Damian, Tuan Prensais, dan CEO CA Corps. "


Stella bicara dlm ketidak tahuan akan siapa yg ia sebutkan, sedangkan Julian menimang-nimang siapa yg di sebutan kan putri angkat nya itu, juga dlm ketidak tahuan nya.


" Hemm... Mereka adalah orang-orang berpengaruh, mereka bisa mengendalikan dunia dari bawah atau atas. "


" Itu berarti mereka bisa kita jadikan teman, jgn begitu pasti tdk akan ada yg berani kpd kita. " ucap Vanya.


" Benarkah, kalau begitu kita harus membuat mereka terkesan. " ucap Stella. " Tapi, jika salah satu dari mereka tertarik kpd ku. Aku akan langsung meninggalkan Michael. " batinnya.


Stella hanya tahu jika Damian dan Prensais adalah seorang CEO yg berpengaruh, ia sebelum nya pernah mencoba mendekati mereka. Tapi selalu saja di tolak, ia sangat tertarik kpd Damian. Dgn wajah tampan dan juga kekuasaannya serta kekayaannya, dia tdk akan kekurangan apapun lagi.


Tapi semua hal yg ia lakukan utk bisa bertemu dgn nya sama sekali tdk berhasil, dia selalu saja membuat orang lain yg menemuinya.


Ia benar-benar percaya diri dgn wajah dan juga penampilan miliknya, berpikir dia bisa menaklukkan setiap laki-laki yg ia inginkan.


" Jika ku ingat lagi, wajah Damian sangat sempurna. Aku pasti akan mendapatkan nya. " batinnya.


Tapi hal yg tdk pernah ia ketahui dan semua hal yg bersangkutan dgn nya, adalah karena perempuan yg ia coba singkirkan. Siapa yg paling beruntung bisa di tebak jika dia juga menyadari hal itu, Anastasia memiliki semua yg ia inginkan nya bahkan dibandingkan kekuasaan keluarga Akashia dan juga Michael, ia jauh lebih unggul.


Setelah ia pergi dari rumah keluarga angkatnya dia langsung pergi ke tempat janji dgn orang yg ia menfaatkn, mantan sahabat Anastasia sendiri Lolita.


" Apa kabar, Stella?? Kau terlihat sangat senang?? " tanya Lolita.


" Tentu saja, aku sudah mendapatkan semua yg ku inginkan. " jawabnya.


" Bagaimana dgn 'Si Ja***g' itu?? "


Lolita menuangkan wine ke gelas di hadapan Stella, dan di sambut baik perempuan itu.


" Tdk perlu khawatir soal perempuan itu, ia tdk akan bisa melakukan apapun. Bahkan aku yakin dia tdk akan bisa mendapatkan kekuasaan apapun. " ucap Stella dgn percaya diri sambil menyesap wine di gelasnya.


" Iya baiklah, jika itu mau mu. Tapi ingat utk tetap membantuku. "


" Tentu, jgn khawatir. " Stella menyembunyikan sebuah seringai lain di wajahnya. " Dasar, mau saja kau ku manfaatkan. " batinnya.


Mereka pun mengobrol tentang hal-hal yg membantu Lolita utk posisinya tetep menjadi aktris papan atas, Stella mengenalkan nya dgn seorang direktur yg cukup berkuasa di sana. Dan tentu saja, hal yg lainnya sesuai bayangan kalian.


Mereka melakukan nya sejak Lolita masuk ke dunia entertainment, karena itulah Lolita tetap bisa menjaga posisi nya sejak dulu. Dgn menggoda dan meminta bantuan orang-orang yg bisa memonopoli dunia entertainment.