Mafia Girl

Mafia Girl
#Prolog


Flashback On


Seorang gadis berjalan sendirian menyusuri jalan yang tak berujung ketika hujan deras yang mengguyur tubuh mungilnya.Pikirannya kalut dalam masalah hidupnya hingga membuatnya sangat terpuruk seperti ini. Gadis itu baru saja bertengkar dengan keluarganya atas kesalahan kecil yang ia lakukan.Sehingga saat itu juga ia diusir dari rumahnya.Tanpa mempedulikan keadaan gadis itu,keluarganya langsung saja menyeretnya keluar tanpa membawa apapun untuk ia bawa.


Hatinya benar benar sakit kala itu.Entah apa yang membuat mereka sampai setega ini terhadapnya.Sampai sampai membiarkan putrinya sendiri pergi dengan keadaan compang camping tanpa alas kaki yang menyelimuti kaki mungilnya.


Air matanya turun dengan sangat deras. Hidungnya sudah teramat merah dengan wajahnya yang sembab.Entah sudah seberapa jauh ia berjalan,karena ia sendiri tidak tahu berada dimana sekarang.Yang pasti,kakinya itu sudah benar benar tidak bisa ia gerakan lagi.Tubuhnya benar benar sangat lemas tak berenergi karena seharian ini perutnya itu sudah tidak diisi oleh makanan apapun.


Gadis itupun terpaksa beristirahat sejenak disebuah pohon rindang dipinggir jalan. Sambil memegang perutnya yang sakit, pandangannya menatap kosong kedepan. Ia benar benar sudah tidak tahu lagi harus berbuat apa.Karena sekarang saja,dirinya berjalan tanpa tujuan.


Gadis itu mendongkakkan kepalanya keatas. Menikmati setiap tetesan air yang menerpa wajah cantiknya.Ia tersenyum simpul. Setidaknya,suara suara itulah yang menemani dirinya di akhir hidupnya ini.Suara rintikan hujan yang menetes dan desiran angin yang menemaninya.


"Hei lihatlah apakah dia orang yang boss maksud?".Teriak sebuah suara entah darimana.Gadis itupun berusaha mencari cari asal suara itu,jujur ia juga merasa penasaran akan hal itu.


Baru saja ia memalingkan wajahnya kearah samping kanan,matanya melebar tatkala melihat segerombolan pria berjas hitam yang sedang berlari seperti menghampiri ke arahnya.Gadis itu menautkan kedua alisnya, berusaha mencerna apa yang sedang dilakukan oleh orang orang yang berada di penglihatannya itu.


"Benar itu dia!!Cepat tangkap dia!".Teriak salah satu dari mereka.Gadis itupun seketika tersentak karena lelaki itu berteriak ke arahnya.


"Ada apa ini?Kenapa mereka berlari ke arahku?Apakah mereka berniat menculikku?". Tanyanya pada diri sendiri.Tanpa berfikir untuk kedua kalinya,gadis itupun bangkit dari duduknya.Dengan susah payah,ia terus saja berlari dengan banyak orang yang sudah mengejar dan meneriakinya dibelakang sana. Rasa nyeri dan perih pun menjalar ditelapak kakinya.Ia sedikit meringis dan berhenti sejenak untuk melihat apa yang terjadi.


Ternyata sebuah cairan kental berwarna merah keluar hampir membanjiri telapak kakinya.Kerikil kerikil kecil pun sudah masuk melalui kulitnya yang terbuka.Apalagi dengan air hujan yang menggenangi kakinya, membuat rasa nyeri itu semakin menjadi jadi.


"Sial!".Decaknya saat kakinya benar benar sudah mati rasa.Gadis itu mengedarkan pandangannya pada jalanan didepannya.Ia tidak tahu harus kemana,tetapi setidaknya untuk saat ini ia harus menemukan tempat persembunyian terlebih dahulu.


Matanya pun tampak berbinar saat mendapati sebuah gang yang teramat kecil di depannya. Langsung saja ia menyeret tubuhnya dan berjalan menyusuri gang sempit itu.Setelah berada dipenghujung jalan,matanya pun menangkap sebuah taman yang tampak usang.Segera,iapun mencari tempat perlindungan ditempat itu.


"Apa yang ia perbuat sampai mereka mengejarku seperti itu?Apakah aku mempunyai salah terhadap mereka?". Pikir gadis itu sambil membekap mulutnya sendiri agar tidak mengeluarkan suara sedikit pun.


"Sudahlah!Sebaiknya kita cari saja dulu disekitar sini.Aku yakin dia tidak akan pergi jauh!".Ucapnya mantap.


Merasa sudah tak aman lagi dengan tempat persembunyiannya,gadis itupun merangkak diatas tanah dan lari secepat mungkin ke arah gang yang hanya memiliki penerengan redup.Napasnya sudah mulai terengah engah dan berjalan tak tentu arah.Ia hanya mengikuti langkah kakinya,menyusuri setiap belokan yang ada didepannya.Karena tujuannya sekarang hanyalah,agar bisa terbebas secepat mungkin.


Setelah berlari cukup jauh,gadis itupun mengatur napasnya dan berdiri dengan kedua tangannya yang ia simpan didepan lututnya. Matanya menerawang jauh,akhirnya ia bisa bernafas lega saat tidak melihat siapapun selain dirinya.Tempat itu sangat sepi dan jauh dari rumah rumah penduduk.


Baru saja ia ingin mendaratkan bokongnya untuk beristirahat sebentar,suara derap kaki pun terdengar dari arah belakang.Jangtung nya tiba tiba saja berdetak sangat kencang saat itu juga.Sekarang bukan waktunya untuk panik,tetapi ia juga tidak tahu harus menyembunyikan tubuhnya itu dimana lagi. Terpaksa,ia hanya menuruti apa kata hatinya dan melangkahkan kakinya kedepan.


Matanya lagi lagi dibuat terkejut karena langkah kakinya tiba tiba saja terhenti saat seorang pria berdiri tegap didepannya.Pria itu memancarkan aura yang sama sekali tidak dimengerti sedikit pun oleh gadis yang berada didepannya itu.Bahkan gadis itu bisa merasakan,kalau orang orang yang berada disekitarnya itu memancarkan aura yang sama.


Gadis itu menundukan kepalanya,dengan kakinya yang perlahan berjalan mundur. Gadis itu benar benar sangat ketakutan hingga berhasil membuat denyut nadinya seperti tak berdetak lagi.Keringat dingin pun sudah mengalir deras ditubuhnya.Tubuhnya benar benar sudah seperti mayat hidup tatkala pria didepannya itu melontarkan tatapan tajam yang langsung menusuk kedalam jantungnya.


"Kemana lagi anda akan pergi,nona?". Ujarnya dengan sebuah senyuman kemenangan yang tercetak dibibirnya.


"S--Siapa kau?Dan mau apa kau___".Belum menyelesaikan ucapannya,gadis itu langsung saja limbung dan tak sadarkan diri.Seorang pria pun menopangnya dibelakang agar gadis itu tidak terjatuh menyentuh tanah.


"Bawa dia".Titah pria yang memiliki aura paling menyeramkan diantara mereka.Dengan cepat,lawan bicaranya itupun mengangguk mengerti.Pria itu langsung saja membopong tubuh sang gadis menuju mobil hitam yang terparkir tak jauh darisana.


Semua orang yang berpakaian serba hitam itupun bergegas mengekor dengan mobil tuannya yang berada didepan.Jalanan yang tadinya diisi oleh para pria berpakaian hitam, kian sudah kembali seperti semula.Hening dan damai.Tidak ada seorang pun yang menyaksikan semua kejadian itu,kecuali air hujan yang masih mengalir dan desiran angin yang dingin.Semua cerita pun berawal,dari satu tempat ketempat lain.Dan kembali ke tempat pada awal cerita ini dimulai.


Falshback Off