Mafia Girl

Mafia Girl
eps 54


Saat ini mereka tengah dlm perjalanannya ke pulau pribadi Anastasia, mereka menggunakan 3 helikopter utk bisa sampai disana. Anastasia bersama Damian, Lucas, Diana, Cassandra, Violetta, dan katania. Veronica bersama Sherly, Bibi Mei, Stev, Jeffry, dan Adrian. Leo bersama Zaroon, Justic, Jordan, Ryuzen dan Prensais.


Anastasia sendiri merasa terkejut, karena saat ia bangun dirinya sudah ada di dlm helikopter dan menuju pulau pribadinya. Ternyata mereka berangkat saat dirinya masih tidur, dan mereka tdk memberi tahunya. Karena itulah saat ini dia sedang kesal kpd teman-teman nya itu, dan menatap mereka datar.


" Ayolah nana, kau masih marah? " tanya Cassandra.


" Tdk. " ucap Anastasia datar.


" Tapi wajahmu berkata lain. " ucap Katania.


Anastasia hanya mendengus kesal karena mereka tdk memberinya alasan yg bisa ia terima.


" Nana, sampai kapan kau akan terus marah seperti itu? " tanya Damian.


" Menurutmu? " tanya balik Anastasia.


" Baiklah, baiklah. Aku minta maaf karena tdk memeberi tahu mu, ya. "


Anastasia hanya membuang wajahnya sambil melipat kedua tangannya didepan dada. Saat itu Damian melirik Diana dan mengedipkan sebelah matanya, Diana yg mengerti hal itu langsung memasang wajah lucunya dan membujuk Anastasia.


" Kak nana, jgn marah lagi ya. " bujuk Diana dgn mata penuh harapnya itu.


Anastasia tdk bisa menolak Diana yg menunjukkan wajah seperti itu, ia selalu kalah dgn wajah lucu milik Diana.


" Ughh... Kemarilah. "


Anastasia mendudukkan Diana dipangkuan nya dan memeluknya dgn sayang.


" Kenapa kau salalu terlihat begitu lucu. " ucap Anastasia gemas.


" Karena aku mau seperti kakak, jadi kak nana jgn marah lagi ya." ucap Diana dgn senyum manisnya.


" Baiklah. " ucap Anastasia tersenyum.


Diana menjadi antusias mendengar Jawaban Anastasia, ia pun memeluk Anastasia dan tertawa girang. Disaat yg sama ia juga melihat kearah Damian dan mengacungkan ibu jarinya, Damian juga melakukan hal yg sama dan tersenyum puas.


Cassandra dan katania hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah mereka, entah mengapa Anastasia sekarang menjadi lebih kekanak-kanakan jika hanya besama mereka. Tapi itu juga bagus menurut mereka, dgn begini Anastasia lebih benyak tersenyum dari pada melamun.


Sedangkan Lucas yg sedari tadi diam hanya menatap mereka datar, ia tdk mengerti kenapa mereka bersikap seperti itu. Apalagi saat melihat Diana yg membujuk Anastasia dan seperti nya sedah ia rencana kan dgn Damian.


" Sepertinya adikku mulai mengikuti sifat kalian. " ucap Lucas.


" Hemm... Apa kau cemburu pd adikmu? " tanya Damian menggoda Lucas.


" Mana ada. " bantah Lucas cepat.


" Apa itu benar? kau cemburu kpd Diana? " tanya Anastasia.


" Tidak. "


" Ya ampun, sepertinya kita tdk memperhatikan Lucas dgn benar, ya. " ucap Cassandra.


" Sepertinya kau benar. " sahut Katania.


" Kalian.... "


Kali ini giliran Lucas yg kesal kpd mereka. Mereka pun tertawa karena melihat Lucas yg merajuk, Lucas sendiri semakin kesal karena mereka mentertawakan nya.


" Ayolah Lucas, jgn marah ya. Nanti saat di pulau kak nana akan mengajari mu beladiri lagi. " bujuk Anastasia.


" Benarkah? " tanya Lucas antusias.


" Iya. " jawab Anastasia.


" Baiklah. " ucap Lucas.


" Ha.. kakak lihat itu pulaunya. " ucap Diana.


Ucapan Diana membuat mereka melihat keluar jendela, dibawah mereka ada sebuah pulau. Helikopter mereka pun turun dilapangan luas di sisi tebing yg ada disana, tdk jauh dari sana juga ada sebuah Villa yg cukup besar.


Setelah mendarat dgn sempurna, mereka langsung keluar, Anastasia melihat Sherly yg tengah melihat kearah hamparan laut yg biru dan Ia pun mendekati nya.


" Wah, pemandangan nya indah sekali. " ucap Sherly kagum.


" Kau menyukai nya? " tanya Anastasia mengelus rambut Sherly.


" Iya, ini sangat bagus. " ucap Sherly.


Mereka pun kembali dan membawa barang mereka, Anastasia mengeluarkan sebuah kunci dan membuka pintu Villa itu. Villa tersebut terlihat sudah bersih dan rapih, barang-barang disana juga sudah lengkap.


" Pakai kamar mana pun yg kalian suka. " ucap Anastasia.


" Baik. " all.


Mereka pun memilih kamar mereka masing-masing, untungnya disana ada banyak kamar yg bisa mereka pakai. Anastasia juga menuju kamar nya sendiri, ia masuk kedlm kamar dgn pintu yg besar. Seperti biasa kamarnya sangat luas, lengkap dgn meja kerjanya dan sebuah rak buku yg besar.


Anastasia membereskan baju-baju yg dibawa oleh Cassandra utk nya kedlm lemari, ia pun memilih utk membersihkan dirinya karena hari sedah siang dan sebentar lagi makan siang. Setelah selesai, ia pun bermain dgn leptop nya utk mencari beberapa hal yg ia butuhkan.


Itu mengingat kan nya tentang tugas yg ia berikan kpd Stev, Kira-kira sudah satu minggu lebih ia meminta Stev mencari informasi tentang keluarga itu, dan ia belum menanyakan nya lagi. Ia pun memutuskan utk menghubungi Stev utk menyakan hal itu.


" Stev, dimana hal yg kuminta kau cari kan itu? " tanya Anastasia.


" Eh,, i.. itu. Informasi nya dibawa oleh tuan Damian, Lady. Waktu itu saya ingin menunjukkan nya kpd anda, tapi karena anda tdk sadarkan diri waktu itu, tuan Damian yg membawanya. " ucap Stev gugup.


" Kalau begitu tdk apa, kerja bagus. Kita akan melakukan liburan kali ini, jadi lebih baik tdk memikirkan apapun. " ucap Anastasia.


" Iya Lady. " jawab Stev.


" Kalau begitu, kau juga nikmatilah liburan mu. "


" Baik Lady. "


Anastasia pun mematikan telpon nya dan kembali kpd leptop nya. Stev sendiri merasa lega karena Anastasia tdk mempermasalahkan itu, ia mungkin sudah tahu jika Damian pasti melakukan hal itu. Tapi ia juga tdk bisa diam saja, ia memutuskan utk mencari Damian dan membicarakan hal itu.


Damian saat ini tengah menemani Lucas dan Diana belajar senjata, karena mereka sendiri yg memintanya dan Anastasia tdk mempermasalahkan itu, ia jadi bisa leluasa mengajari mereka. Dan saat itulah Stev menemuinya.


" Tuan Damian. " ucap Stev.


" Oh, Stev. Ada apa? " tanya Damian.


" Itu... Ini soal informasi yg waktu itu saya berikan. "


" Hemm... kenapa? "


" Lady baru saja menanyakan nya. "


Setelah mengucapkan itu, mereka berdua pun terdiam. Damian sendiri sepertinya tengah memikirkan sesuatu tentang itu.


" Apa yg kau bilang kpdnya? " tanya Damian.


" Saya bilang kalau informasi nya ada pada anda. " ucap Stev.


" Bagus, sebaiknya jika dia tdk terlalu memikirkan hal itu terlebih dahulu. " ucap Damian.


" Lalu apa yg akan kau lakukan? Dia itu gadis yg keras kepala, dia bisa melakukan apa pun utk mendapatkan informasi itu. " ucap Jeffry tiba-tiba.


Mereka bedua sempat terkejut karena Jeffry muncul dibelakang mereka secara tiba-tiba, Damian bahkan sempat ingin memukulnya tapi untung tdk jadi.


" Kau itu mengagetkan saja, sejak kapan kau ada disana. " ucap Damian kesal.


" Hei, aku sudah disini sebelum Stev kesini, masa kau tdk menyadari nya. " ucap Jeffry ikut kesal karena tdk diperhatikan.


" Benarkah? Sebelumnya aku tdk melihat mu dibelakang tuan Damian. " ucap Stev.


" Jadi kalian benar-benar tdk menyadari ku? "


" Tdk. " ucap Damian dan Stev.


Mendengar itu membuat Jeffry semakin kesal, mengapa mereka tdk menyadari nya. padalah ia sudah ada disana sejak tadi.


" Kalian benar-benar menjengkelkan. Padahal aku disini sejak tadi. " ucap Jeffry.


" Apa kau menguping pembicaraan kami. " tanya Stev.


" Bagaimana aku tdk menguping jika aku ada dibelakang kalian?!. "


" Iya kau bisa menutup telinga mu" ucap Damian santai.


" Sudahlah, aku malas berurusan dgn kalian. "


Jeffry pun pergi meninggalkan mereka, dan masuk kedalam Vila.