
** Negara K
Seorang yg wanita tengah berkumpul dgn teman-temannya di sebuah restoran mewah, dia adalah Stella adik angkat Anastasia. Ia sangat menikmati kehidupan nya setelah mengusir Anastasia pergi, baju mewah, harta, status sosial dan juga perhatian yg ia dapatkan.
Ia berkumpul dgn teman-teman sekolah nya dulu, setelah perjuangan mendapatkan perhatian mereka dan membuat Anastasia terlihat buruk, ia kini hanya perlu diam dan melihat dukungan yg ia dapatkan.
" Bagus sekali, kini aku hanya perlu duduk diam dan menikmati semua nya. Tdk akan ada lagi yg menjatuhkan ku. " batin Stella dgn senyum puas mengembang diwajahnya.
Lamunan nya buyar ketika mendapatkan seseorang menepuk pundaknya, ia pun berbalik dan melihat siapa yg menepuk pundaknya. Ia melihat seorang wanita yg tengah tersenyum kpdnya.
" Sepertinya kau terlihat sangat senang, Stella. " ucapnya.
" Tentu saja aku senang, sekarang aku punya segalanya. Keluarga yg kaya, tunangan yg tampan, dan juga pendukung yg berguna. Bagaimana dgn mu sendiri, apa kau puas dgn hadiah yg kuberikan, Lolita? " tanya Stella tersenyum.
Iya, wanita itu bernama Lolita Laurasia, ia adalah orang yg membantu Stella menyingkirkan Anastasia, sekaligus mantan sahabat Anastasia.
" Tentu saja, berkatmu aku bisa menjadi model terkenal seperti ini. " ucap Lolita.
" Senang mendengar nya. " ucap Stella.
Obrolan mereka pun terhenti saat Stella tiba-tiba saja mendapatkan telpon, ia pun pergi dari sana saat melihat siapa yg menelpon.
" Ada apa? " ucapnya datar.
" Jgn datar begitu, sayang. Ayahmu ini ingin mengatakan sesuatu yg penting. " ucap seseorang disebrang telpon.
" Apa itu? "
" Aku sudah menemukan ibu dari wanita itu, aku juga sudah mengutus seseorang utk menangkapnya. Dgn begini dia tdk akan bisa mendapatkan dukungan dari siapapun, dan kau akan tetap menjadi nyonya Manhive dan nona Akashia."
Stella tersenyum senang mendengar itu, akhirnya tdk akan ada yg bisa membuat nya kehilangan apa yg sudah ia memiliki sekarang.
" Itu bagus, lakukan apapun yg kau suka asalkan jgn biarkan dia menemukannya. Tapi bagaimana dgn wanita itu? " tanya Stella.
" Aku masih belum menemukannya, tapi tdk perlu khawatir. Dia tdk akan bisa menggantikan posisi mu di manapun. "
" Baiklah. "
Ia pun mematikan sambung telpon itu dan tersenyum puas, ia tdk perlu khawatir lagi jika orang itu datang. Namun yg tdk ia ketahui bahwa semua itu adalah awal dari kehancuran nya.
** Negara S
Helikopter Anastasia telah sampai kembali dikediaman nya pada malam hari, dan mendapat di tempat pendaratan helikopter disana. Ia sudah disambut oleh para mafiosonya dan juga kedua keluarga nya.
Saat Helikopter itu mendarat dgn sempurna, ia pun turun dipapah oleh Damian. Melihat itu membuat Aria, Albert dan Claudia langsung berlari kearah mereka dgn wajah yg khawatir.
" Nana sayang, apa yg terjadi kpd Mu? " tanya Aria Khawatir.
" Aku tdk apa-apa, pah. " ucap Anastasia.
Mendengar jawaban dari putrinya membuatnya tdk puas, apalagi saat melihat luka-lukanya. Tapi ia juga mengerti kenapa Anastasia tdk memberitahu nya, ia juga sudah tahu siapa Anastasia yg sebenarnya dari cerita Prensais sebelum nya.
" Kalau begitu kita bicarakan semuanya besok pagi, sebaiknya kita beristirahat dulu. " ucap Damian.
" Tdk mau, aku akan mencari mamah. " tolak Anastasia.
" Jgn keras kepala, Nana. Dgn keadaan mu yg seperti itu, kau tdk akan bisa melakukan itu dgn cepat. " Damian kesal karena Anastasia tdk pernah mendengar kan nya, apalagi ia tdk memperhatikan keadaannya sekarang.
" Tdk, pokonya aku akan mencari mamah!. " Anastasia sama kesalnya dgn Damian, ia tdk mau menunggu lagi, ia ingin cepat menemukan Clara.
BUKK...
Saat Anastasia berbalik, Cassandra langsung memukulnya, ia pun pingsan karena pukulan itu dan ia menahan tubuh Anastasia agar tdk terjatuh. Hal itu membuat semua yg ada disana tercengang dgn apa yg Cassandra lakukan.
" Kalian, bawa Lady keruang isolasi. " ucap Cassandra kpd dua orang mefioso Darkness Angel.
" Baik. " ucap keduanya dan mereka pun pergi membawa Anastasia pergi.
" Sisanya ikut aku. "
Cassandra pun membawa mereka yg ada disana pergi ke ruangan khusus yg Anastasia gunakan. Tdk ada yg boleh masuk kesana tanpa ijin dari Anastasia, kecuali Cassandra.
" Cassandra, apa kau gila? Kau baru saja memukul Lady kita. " ucap Jeffry sambil berjalan.
" Jika tdk kulakukan dia akan nekat. " jawab Cassandra datar.
" Lalu tentang ruang isolasi itu? Tdk ada yg pernah memberitahu kami soal itu. " tanya Veronica yg diangguki oleh yg lainnya.
" Ruang isolasi itu utk mengurung Nana, aku membangunnya khusus utk situasi saat ini, tadinya aku berpikir Nana tdk akan mengamuk lagi seperti ini. Disana tdk ada barang apapun kecuali kasur yg ada dilantai, dgn begitu Nana tdk akan menggunakan barang apapun utk menyakiti dirinya sendiri. Dinding disana juga memiliki lapisan agar tdk terasa keras, dan pintu khusus agar Nana tdk bisa menghancurkan nya."
Cassandra menjelaskan panjang lebar apa yg ditanyakan oleh Veronica, yg mengetahui itu memeng hanya dirinya, Jeffry dan Anastasia. Tapi di situasi saat ini tdk adil jika mereka tdk mengetahuinya, lagipula dia memeng menyembunyikan beberapa hal atas perintah Anastasia.
" Tunggu dulu, tdk mengamuk lagi? Itu artinya dia pernah seperti ini sebelumnya? " tanya Justic.
" Kapan? " tanya Damian.
" Kalian ingat saat Nana bilang sudah melihat video yg kau sembunyikan. Saat itu kamu berencana menyerang kelompok mafia lain yg merusuh dikawasan kami, awalnya kami lah yg akan pergi. Tapi Nana bertingkah aneh setelah pulang dari sekolah, ia semakin dingin dan tdk tersentuh. Karena itulah aku memutuskan tinggal, dan kejadiannya sama seperti saat ini, tapi... " Cassandra menggantung kata-katanya.
Karena ia menggantung kata-katanya, membuat yg lainnya menjadi penasaran dgn apa yg akan dikatakan oleh Cassandra. Ia pun menghentikan langkah nya yg otomatis diikuti oleh mereka, ia menghela nafas kasar dan berbalik sambil tersenyum kecut.
" Nana, menyayat kedua tangannya sendiri menggunakan belati. Dan sejak saat itu, kami membuat ruang khusus itu dan Nana pun mengijinkan nya. "ucap Cassandra sembari mengepalkan tangannya.
Mendengar cerita itu membuat semua orang (-Jeffry) terkejut, mereka tdk percaya Anastasia bisa seperti itu. Aria, Albert, dan Prensais tdk menyangka hal itu, bahkan tangis Claudia pun pecah mendengar nya.
" Kenapa.... Kenapa kau tdk mengatakan nya kpd kami? " tanya Veronica yg mulai menangis.
" Kami panik, Veronica. Kami tdk tahu harus apa, pikiran kami kacau. Yg kami pikiran hanya bagaimana cara menghentikannya, Dan setelah berhasil membuat Nana berhenti pun dia meminta kami menyembunyikan nya. " ucap Jeffry.
Mereka semua tdk percaya mereka tdk memperhatikan Anastasia dgn baik, mereka tdk tahu jika dia seperti itu. Begitu juga dg kedua keluarga, mereka menyesal karena tdk bisa berasa disisi Anastasia saat dia membutuhkannya.
Setelah penjelasan panjang tentang rahasia Anastasia, mereka pun kembali melanjutkan langkah mereka menuju ruangan Anastasia. Seperti yg tadi diberitahu, utk masuk kesana seseorang harus punya ijin dari Anastasia. Kecuali Cassandra, ia langsung bisa masuk kesana dgn melakukan pemeriksaan sidik jari.
Saat pintu ruangan itu terbuka, mereka melihat ruangan yg cukup luas. Disana juga ada sebuah meja kerja dan beberapa kursi didepan nya, dibelakang meja kerja itu terdapat sebuah rak buku besar.
" Aku tdk tahu jika disini ada ruangan seperti ini. " ucap Leo.
" Ruangan ini khusus milik Anastasia yg hanya bisa dimasuki oleh ku dan dia, yg lainnya perlu ijin dari Anastasia utk masuk kesini. " jelas Cassandra.
" Lalu kenapa kau membawa kami kemari? " tanya Zaroon.
" Utk mendapatkan info yg lebih akurat. "
Apa yg diucapkan oleh Cassandra membuat mereka bingung, bagaimana mereka mendapat kan info dari ruang kosong itu?. Cassandra pun berjalan kearah sebuah lukisan disamping kiri ruangan itu, ia menekan sebauh tombol yg ada disana dan seketika dinding yg ada disana bergeser.
Melihat itu membuat mereka terkejut, ternyata masih ada ruangan lain didalam sana. Mereka melihat sebuah lorong yg menuju kesebuah pintu didalam sana, Cassandra pun masuk kesana diikuti mereka. Saat mereka memasuki pintu itu mata mereka membulat karena melihat apa yg ada didalam sana.