Mafia Girl

Mafia Girl
eps 67


Suasana kelas sekarang sedang ramai karena guru yg mengajar belum masuk kelas. Sedangkan Vero dan yg lainya sedang gelisah karena Sherly belum kembali. Mereka mulai berpikir kalau Sherly mendapatkan masalah, sedangkan Anastasia juga belum datang, iya yg itu udah biasa sih.


" Ya ampun, ini anak satu kemana sih. Kok gak sampai-sampai. " gerutu Cassandra.


" Mungkin kebelet kali. " ucap Veronica.


" Masa lama sekali, sih. Kan udah dari tadi. "


" Apa mungkin terjadi sesuatu? " ucap Katania.


Mereka langsung saja tegang karena ucapan Katania, jika itu benar makan habis lah mereka dibuat samsak oleh Anastasia.


" Jgn nakut-nakutin, deh. " ucap Leo.


" Kan ini cuma 'mungkin'. " sahut Katania.


" Cari aja, yuk. " usul Jordan.


Mereka mengiyakan apa yg diusulkan oleh Jordan, setidaknya mereka ingin memastikan bahwa Sherly baik-baik saja. Tapi tiba-tiba Veronica menghentikan langkah nya.


Ting..


" Eh, tunggu. Ada pesan masuk. " ucapnya.


Isi pesan :


*Kak Vero, Aku merasa sedikit pusing, jadi pergi ke UKS deh. Kakak tdk perlu datang sekarang kok, tolong ijinkan aku ya.


~ Sherly* ~


" Owalah, Lagi di UKS ternyata. " ucap Veronica.


" Dia kenapa? " tanya Adrian.


" Sedikit pusing katanya. "


" Iya udah, kita jemput pulang sekolah aja. " ucap Leo yg kembali duduk di bangkunya.


Mereka juga kembali duduk setelah mendapat kabar Sherly, mereka jadi tenang kalau dia baik-baik saja.


Disisi lain, Anastasia sedang berjalan kembali ke kelasnya sambil melamun. Ia masih berpikir setelah mendengar cerita dari para siswa di atap tadi.


** Flashback on.


" Katakan semua yg kalian tahu. " ucap Anastasia sambil terus menatap mereka.


Para murid itu masih terkejut dgn kehadiran Anastasia, tapi mereka segera menyadari apa yg ditanyakan olehnya.


" Mereka bilang kalau Yuna dkk dan Merlia ingin kau pergi dari sini, karena itu dia mencoba mempengaruhi semua murid di sini dgn kekerasan. Meski begitu tdk ada yg berani melawan mereka, karena saat minggu pertama mereka menjadi-jadi Merlia membawa beberapa preman ke sekolah. " Siswa A.


" Lalu apa maksud kalian dia akan menggangu Sherly atau Katania? " tanya Anastasia.


" Mereka mungkin akan menekan dirimu lewat orang-orang terdekat, jika mereka berhasil, perlahan-lahan orang itu pasti akan mengalami trauma dan akan meninggalkan sekolah, jika itu terjadi kpd satu di anatara mereka bisa saja mereka juga mulai kpd yg lainnya. "


" Aku mengerti, Terima kasih. "


Anastasia langsung pergi dari sana setelah mendengar apa yg ia ingin dengar. Itu artinya ia juga harus melakukan hal lain lagi utk membalas mereka.


** Flashback off.


Ia terus berpikir apa yg mungkin akan terjadi dan bagaimana ia menyelesaikan nya, apa dia harus langsung mengeluarkan mereka. Tdk, itu tdk akan menyenangkan, lalu bagaimana dia harus melakukannya. Ia kembali terngiang dgn ucapan siswa itu, jika itu terjadi apa yg mungkin mereka lakukan utk menekan mereka.


" Hemm... Katania itu tdk mungkin bisa ditekan dgn mudah, dia bisa langsung membunuh nya lalu pergi. Tapi Sherly..... " batin Anastasia.


Lamunan Anastasia buyar ketika ia sampai di depan pintu kelasnya, ia langsung membukanya tanpa permisi dan mesuk begitu saja. Disana sudah ada guru yg sedang mengajar, dan mereka langsung berhenti ketika mendengar suara pintu terbuka.


Semua murid dan guru yg mengajar hanya di diam, ketika Anastasia melewati mereka seakan-akan tdk ada apa-apa. Anastasia juga tdk mempedulikan tatapan mereka dan terus berjalan ke tempatnya, ia langsung menyambar tasnya dan kembali berjalan kearah pintu.


" Kak, kau mau ke mana? " tanya Jordan.


Anastasia langsung menghentikan langkah nya dan menatap Jordan.


" Pulang. " ucapnya.


Hanya dibalas anggukan dari Vero dan yg lainnya.


" Dimana Sherly? " tanya nya.


" Dia bilang sedikit pusing, jadi pergi ke UKS utk tidur. " ucap Veronica.


" Jemput dia kalau sekolah selesai. "


" Baik. " Jawab Vero dan yg lainnya.


" Oh, dan pastikan tdk terjadi apa-apa kpdnya. "


Anastasia menatap mereka dgn tajam ketika mengatakan itu, bahkan suaranya terdengar sangat dingin. Itu membuat mereka merinding ketika membayangkan apa yg terjadi jika mereka gagal.


Anastasia pun kembali melangkah kan kakinya pergi dari sana.


" Haah... " all.


Mereka menghela nafas lega karena tekanan kuat dari tatapan Anastasia telah hilang, bukan hanya mereka tapi seluruh kelas bersyukur karena itu berakhir. Mereka merasa agak sulit bernafas ketika melihat mata tajam Anastasia, seperti ada yg menahan mereka utk bernafas. Pelajaran pun kambali berjalan setelah kepergian Anastasia.


Anastasia sendiri langsung pergi ke parkiran dan mengendarai mobil nya menjauh dari sekolah nya, ia pergi dgn kecepatan sedang menuju perusahaan Damian.


Saat sampai ia langsung memarkirkan mobil nya dan berjalan kearah pintu masuk gedung itu. Para karyawan disana sudah tahu siapa Anastasia, karena itu mereka tdk berani macam-macam dgnnya. Mereka hanya menunduk hormat, beberapa dari mereka juga selalu membicarakan Anastasia.


Mereka menduga kalau Anastasia punya hubungan khusus dgn CEO mereka, karena itu lah Anastasia bisa keluar masuk dgn mudah. Mereka menatap kagum Anastasia, karena bukan hanya sukses di usia muda, ia juga tdk pernah melakukan hal-hal yg curang utk bisa di atas.


Anastasia mengabaikan semua yg di ucapkan serta tatapan dari orang-orang yg ada di sana dan berjalan kearah resepsionis utk menanyakan apa Damian ada disana atau tdk.


" permisi. " ucapnya datar.


" Iya, nona Anastasia. Ada yg bisa saya bantu? " ucap resepsionis itu.


" Apa kak Damian ada? "


" Oh, tentu nona. Anda bisa langsung menemuinya. "


" Terima kasih. "


" Sama-sama, nona. "


Resepsionis itu tersenyum dgn tulus kpd Anastasia, ia merasa kalau gadis di hadapan nya itu adalah orang yg baik. Karena itu lah ia sangat menyukai Anastasia, saat hendak pergi dari sana ia tiba-tiba saja mendapat kritikan pedas dari seseorang.


" Hei kau, wanita yg tdk tahu malu. Sedang apa kau kesini? " tanya perempuan itu.


Anastasia hanya menatapnya datar kemudian pergi dari sana begitu saja.


" Hei. " ucap perempuan itu kesal. " Dasar ja***g, Kau katakan kpd ku kenapa kau membiarkan wanita itu masuk, sedangkan aku yg sudah menunggu hampir satu jam ini tdk. " tanya nya kpd resepsionis itu.


" Maaf nona, ini kewenangan yg diberikan tuan Damian. Beliau adalah orang yg mendapat perlakuan khusus disini. " ucap resepsionis itu.


" Cih, apa maksud nya itu. Perlakuan khusus? aku yg seharusnya mendapatkan perlakuan itu. Aku harus segera mendapatkan Damian, dgn begitu aku tdk akan kekurangan apapun lagi. " batin perempuan itu.


Perempuan itu pun kembali duduk dan menunggu, ia tdk akan menyerah utk bisa bertemu dgn Damian. Ia tdk rela bisa dikalahkan oleh gadis seperti Anastasia yg mendapatkan perlakuan khusus.


Anastasia mulai menaiki lift khusus CEO karena tdk mau berdesakan dgn orang lain, dia memang bisa melakukan apapun di sana tapi yg ia inginkah hanya tdk terlalu dekat dgn orang yg tdk ia kenal. Saat pintu lift itu terbuka ia langsung keluar dan pergi ke ruangan Damian, ia bahkan tdk memperdulikan sekretaris Damian yg memanggilnya.


Tok... Tok... Tok...


Ia langsung mengetuk pintu itu, dan setelah mendapat ijin ia langsung membukanya dan masuk.


" Kak Ian. " panggil nya.


Damian langsung melihat kearahnya dan tersenyum ketika bertemu dgn gadis miliknya.


" Nana, kenpa kau kesini? " tanya nya.


" Disekolah membosankan, jadi aku kesini. " Berjalan mendekati Damian.


" Kenapa tdk ke perusahaan mu? "


" Jadi kak Ian tdk suka aku ke sini. "


Ia langsung menatap Damian dgn kesal, Anastasia tdk mengerti dgn ucapannya, bukannya dia harusnya senang karena dikunjungi oleh tunangannya. Melihat itu Damian langsung meraih tangannya dan membuatnya duduk di pangkuan nya.


" Tentu tdk, aku kan cuma bertanya. " ucapnya.


" Tapi kau bertanya seolah tdk mau aku disini. " ucap Anastasia kesal.


" Baiklah, baiklah. Maaf jika aku terdengar begitu. "


Anastasia langsung memeluk nya dan membenamkan wajahnya di leher Damian. Damian sendiri mengusap punggung Anastasia, membuatnya semakin nyaman dgn posisinya saat ini.


" Nana.. " panggil nya.


" Hemm... " jawab Anastasia.


" Sampai kapan kau akan mengurungnya? " tanya Damian.


" Siapa? " Tanya balik Anastasia, ia bingung dgn siapa yg dimaksud Damian.


Damian hanya menaikan salah satu alisnya dgn pertanyaan balik Anastasia, apa gadis itu lupa dgn sesuatu.


" Ronald Akashia, sampai kapan kau akan terus mengurung nya? " tanya Damian.


Anastasia sampat ingin menjawab tapi ia menghentikan kata-katanya dan berpikir sejenak, setelah ingat dgn apa yg dimaksud Damian ia pun langsung menatap Damian dgn serius.


" Aku lupa. " ucapnya serius.


Damian terkekeh dgn jawaban dari Anastasia, pantas saja Ronald Akashia tdk dilakukan penyiksaan kpdnya, ternyata gadis itu lupa dgn orang itu.