Mafia Girl

Mafia Girl
#Tidak!


"Nata aku ingin kau bertarung dengannya untuk pengujian ini.Karena dia bilang,dia sanggup".


Aku berfikir terlebih dahulu sebelum jawaban pasti yang keluar dari mulutku.Tapi suara suara bising terdengar dari arah pintu dan langsung membuyarkan semua fikiranku. Para anak lelaki yang aku temui dan aku lewati kini sudah berkumpul di depanku.


"Ini akan sangat menyenangkan".Kata sebuah suara yang bisa aku tebak bahwa suara itu adalah milik lelaki yang paling menjengkelkan diantara mereka semua.Yaitu A-ri-on.


"Kenapa harus aku?".Entah darimana datangnya kalimat itu.Tetapi kenyataannya itulah yang keluar dari bibirku.


"Kamu adalah yang terbaik diantara mereka". Dan aku yakin itu benar benar sebuah pujian untukku.Dari sisi lain,aku bisa melihat Arion sedang menahan emosinya saat itu.


"Kupikir aku yang terbaik".Cibir Anton dengan cengiran lebar di akhir katanya.Aku lagi lagi memutar mataku malas.


"Hei jangan kira aku tidak melihat


seberapa sering kau memutar mata.


Apakah kau tidak takut akan terjebak


seperti itu selamanya". Ingat Delvin tetapi


aku tidak mempedulikannya sama sekali.


"Hei ayolah mulai.Aku sudah tidak sabar melihat Nata dipukuli oleh lawannya".Girang Anton


"Benar aku juga.Sudah lama aku tidak melihat hal itu".Timpal Delvin


"Apakah kau membawa snack atau semacamnya?".Tanya Kenzo


"Ohh astaga aku lupa.Tadi aku menyimpannya kembali di dapur".Balas Gavin


"Memangnya aku tontonan mereka apah?!".


"Sudah cukup!".Suara bos lanhsung menggema diseluruh ruangan.Membuat keheningan seketika.


"Kalian cepat ambil posisi.Berjuanglah selama 10 menit".Kata bos dan memberi isyarat kepada Gavin untuk mengambil stopwatch miliknya yang tergeletak di meja dekat pintu.


Aku mempersiapkam posisiku dan mulai mengepalkan kedua tanganku di depan. Dan memulai dengan mode pertarungan.


"Sekarang,,,,!".


Aku memfokuskan mataku pada Ray. Membaca setiap gerakan yang ia keluarkan. Tetapi ia hanya memulainya dengan mengaktifkan mode pertahanan.


"Kau duluan".


Aku mengangkat alisku dan menyeringai ke arahnya.Satu tinjuan dengan tangan kanan pun aku arahkan kepadanya tetapi ia memperhatikan dengan sangat jeli dan akhirnya memblokir tinjuku.Aku memulai kembali dengan tangan kiri ku yang hendak meninjunya dan tepat mendarat di perutnya yang terasa sedikit keras itu.Dia menyeringai, menarik tangan yang aku gunakan untuk meninjunya dan melilitnya hingga akupun berdiri membelakangi dengan tanganku yang berada di belakang.Ia menyikut punggungku dengan cukup keras hingga berhasil membuatku meringis.Segera,aku melayangkan kakiku ke belakang dan berhasil mendarat di kakinya.Iapun jatuh tertekuk dilantai tetapi tidak mengeluarkan sedikit suara apapun.


Aku menyergapnya,menyikut tulang rusuknya dan menendangnya.Untuk pertama kalinya,ia mengerang dan melepaskan kepalannya hendak menyerangku kembali.Aku tidak mau melakukan kesalahan untuk kedua kalinya karena itu aku segera menghindar secepat mungkin.


Aku menggela nafas dalam dalam setelah selesai.Ray datang ke arahku tapi aku dengan mudah memblokir tinjunya.Aku menendangnya dia merunduk dengan cepat dan berhasil mendorongku.Suara keras bergema memenuhi seisi ruangan saat kami mendarat dilantai dengan tubuh Ray berada diatasku.Aku mencoba melepaskan diri darinya tetapi cengkraman yang berada di lergelangan tanganku sangat kuat.Aku berhenti bergerak dan mengatur nafasku. Sepertinya lelaki yang berada di depanku ini sudah sama lelahnya.Aku busa merasakan nafasnya yang sangat memburu menerpa wajahku.Tapi aku benar benar sangat tidak nyaman dengan posisi yang sedekat ini.


Dia berdiri,akupun hendak melayangkan pukulanku.Tetapi dia beruntung karena bisa menghindar dengan menggeser kakinya mundur ke belakang.Mataku mendarat di wajahnya yang sudah tampak membiru.Dan berhenti saat manik mata kita saling beradu. Pandangan matanya penuh arti.Tetapi aku tidak melihat kesedihan sama sekali di mata itu.Mata coklat yang sebelumnya aku kagumi kini sudah berubah menjadi hitam pekat. Apakah dia memakai lensa kotak untuk menutupinya?Pikirku


Sedetik kemudian,ia memusatkan pandangannya tepat di bibirku.Akupun melakukan hal yang sama dan menatap bibir sexy berbentuk hati.Tidak,Tidak,Tenanglah! Tidak mungkin aku berfikir sejauh itu!Argh,,, bagaimana mungkin dari sebuah perkelahian dan bisa berakhir dengan sebuah ketegangan seksual sejauh ini,,,!


Gavin terlihat bergerak maju dan membicarakan sesuatu pada semuannya kecuali bos."Sebaiknya kita tinggalkan mereka terlebih dulu".Ujarnya yang langsung diangguki oleh semuannya.Mereka tampak keluar bersamaan melalui pintu dan menunggu diluar ruangan.


Tidak,Tidak,Tidak.Aku harus membuang jauh jauh pikiran itu.Segera saja aku menepuk nepuk tanganku agar menghilangkan rasa canggungku.Ray menjulurkan tangannya, hendak membantuku berdiri.Tetapi aku tidak menerima itu sama sekali dan bangkit dengan kekuatanku sendiri.


"Apakah aku lulus?".Tanya Ray pada bos,bos mengangguk sebagai jawaban.


"Kau telah membuktikan bahwa kau


cukup berani.Dan untuk selanjutnya,ikutlah bersama Gavin untuk lebih mengenal tentang kami.Tapi kau juga harus mendapatkan kepercayaan dadi setiap anggota,Ray". Ujarnya yang langsung diangguki oleh Ray.


"Satu lagi,untuk tim kau akan masuk kedalam tim Nata".Mataku membulat sempurna saat mendengar hal itu.Dengan cepat aku membuka suara dan membantahnya.


"Tidak!".Entah sudah berapa kali aku mengatakan hal itu.Tetapi saat ini aku sangat sangat butuh dengan kata itu.


Bos mengerutkan keningnya sambil menatap kearahku dengan datar.Sudah pasti dia bisa menebak bahwa aku tidak menyukai lelaki bernama Ray itu.


"Beri aku satu alasan untuk mengabulkan permintaanmu".Katanya memberi peluang bagiku untuk mendapatkan kemenangan. Tapi alasan apa yang aku berikan?Karena semuannya terlalu rumit untuk dijelaskan.


Aku melirik ke arah Ray.Tampak sekali lelaki itu tertawa dalam diam.Aku benar benar sangat tidak suka dengannya!Jarum jam terus berlalu dan aku belum mengeluarkan suara apapun sebagai alasan.Akankah aku benar benar satu tim dengannya?Tapi aku berharap janganlah itu terjadi!


"Kalau tidak ada,kita ambil keputusan yang pertama.Kau akan satu tim dengannya,Ray". Kata itupun membuat jantungku semakin berdetak tak karuan dengan emosi yang sudah memenuhi seisi kepalaku.


"Sialan!".Gumamku dengan kedua tangan yang terkepal.Aku menampakan wajah tak sukaku padanya.


"Setiap tim terdiri dari empat orang.Dan tim mu adalah Nata,Delvin,Anton dan sekarang ditambah kau".Jelasnya memperkenalkan.


Sedangkan aku menatap jengah saat lelaki itu tampak mendengarkan ucapan bos dengan seksama.


"Kau bisa lanjutkan dengan caramu.Aku akan pergi".Bos pun melenggang meninggalkan ruangan.Setelahnya,orang orang yang tadinya berada diluar pun berjalan masuk.


"Jangan kau harap aku akan menerimamu". Bisikku di dekat Ray


"Kita lihat saja,nona!".Balasnya dengan nada menggoda.