
Malam yang indah bertabur bintang,
Semilir angin menyejukkan hati yang gersang.
Jika hati mulai terasa hilang arah,
Maka hempaskan sajadahmu menghadap Allah.
(Pantun ala author 🤣)
--
Di apartemen Yusuf
Tek tek tek, suara jarum jam yang terus berputar, tak juga membuat mata indah seorang pria terpejam. Entah apa yang mengganggu pikirannya. Yang jelas perutnya saat ini tengah meronta-ronta.
Ingin makan, tapi maunya di belikan oleh orang lain dan bukan istri. Bukan karena rasa tidak tega untuk membangunkan istri, tapi entah dorongan dari mana sehingga tujuan utamanya adalah sang sahabat yang mungkin sudah tertidur lelap.
Tuut tuut tuut
"Halo assalamu 'alaikum, ada apa Yus?" suara serak khas bangun tidur diseberang telfon.
"Will.. aku butuh bantuanmu sekarang, aku benar-benar tidak berdaya, hanya kamu yang bisa menyelamatkanku," cerca Yusuf mendramatisir.
"Apa? ada apa Yus? apa yang terjadi?" suara Wildan mulai panik.
"Tolong kamu kesini sekarang, please!" rengek Yusuf dengan suara yang dibuat-buat sesedih mungkin.
"Iya iya aku segera kesana, tuuutt" Wildan langsung mematikan telfonnya secara sepihak.
Yusuf menyeringai licik, "berhasil masuk jebakan, aku akan mengirimkan pesan untuknya," lanjutnya tertawa. Sebenarnya ia tidak tega berlaku seperti ini pada sang sahabat, tapi malam ini Yusuf benar-benar ingin makan sate hasil pembelian Wildan.
-
Wildan saat ini hendak masuk ke mobilnya.
Ting (suara pesan masuk)
Yusuf:
Saat kesini tolong beli sate 2 porsi, please.
Wildan mengerutkan keningnya membaca pesan teks dari Yusuf. "Dia ini sebenarnya kenapa sih? awas saja kalau sampai dia mempermainkanku, akan ku jitak dia," gumam Wildan lalu masuk ke dalam mobilnya dan segera melajukan mobilnya.
Wildan dan Anna memang tidak mengetahui kalau Yusuf mengalami sindrom couvade, mereka hanya tahu kalau saat ini Yasmin tengah mengandung 3 janin.
Tak perlu menunggu lama, kini Wildan telah berada didepan pintu apartemen Yusuf dengan menenteng 2 bungkus sate.
Tok tok tok
Ceklek
"Assalamu 'alaikum," ucap Wildan
Wildan akhirnya masuk, sementara Yusuf berlari-lari kecil pergi ke dapur untuk mengambil piring.
Wildan yang melihatnya mengernyit bingung, "Loh, bukannya tadi dia kelihatan lemah sekali, ini kenapa tiba-tiba langsung kuat lari?" batin Wildan. Ia belum ingin menegur, ia ingin melihat apa yang terjadi selanjutnya.
Tak lama kemudian, Yusuf datang dengan membawa dua piring dengan semangat. Peran orang lemah hilang tanpa jejak dari gerak-gerik dan wajahnya.
"Ini untukmu, ini untukku," ujar Yusuf sambil menyodorkan makanan pada Wildan.
Lagi-lagi Wildan hanya diam memperhatikan Yusuf. "Perasaan tadi waktu nelfon panik banget, kayak ada masalahnya, tapi kenapa sekarang aku tidak melihat tanda-tanda masalah itu? tanda-tanda panikpun tidak ada di wajahnya," batin Wildan yang mulai kesal sendiri.
Hanya dalam beberapa menit, sate milik Yusuf tandas. Ia lantas melirik ke piring sate Wildan yang masih utuh tak tersentuh.
"Kalau kamu nggak mau makan, buat aku saja yah." Tanpa menunggu jawaban dari Wildan, Yusuf langsung menarik piring Wildan yang berisi sate. Sementara Wildan mulai mengepalkan kedua tangannya.
Tak menunggu lama, piring kedua Yusuf bersih. "Alhamdulillah..kenyangnya," lanjutnya tersenyum bahagia lalu melirik ke arah Wildan, namun senyuman di wajah Yusuf hilang seketika.
Saat ini Wildan menampakkan raut wajahnya yang sangat marah, "gimana, udah selesai ngerjain ku?" sinis Wildan.
"Eh Wil, maaf, aku nggak bermaksud mengerjai kamu, aku hanya terpaksa," cicit Yusuf menunduk.
"Nggak bermaksud apanya kalau sudah terjadi begini?" Wildan bangkit dari duduknya dan Yusuf pun refleks bangkit dan menjauh.
"Maafkan aku Wil, aku benar-benar nggak bermaksud seperti itu, aku hanya lagi ngidam makan sate yang kamu beli, jika aku tidak seperti tadi, aku takut kamu tidak akan melakukannya."
"Mana ada sih pria ngidam, jangan ngarang kamu,"
...
"ekhem... kalian lagi ngapain?" suara Yasmin mengagetkan keduanya.
"sayang, tolong jelaskan ke Wildan apa itu sindrom couvade?" pinta Yusuf sedikit panik.
"Memangnya ada apa kak," tanya Yasmin bingung.
"Lihat tuh suami kamu Yasmin, masa aku lagi enak tidur tiba-tiba disuruh kesini bawa sate, katanya lagi ngidam," dumel Wildan.
Yasmin tersenyum mendengar ulah Yusuf.
"Mohon maaf yah kak karena suami Yasmin udah ganggu waktu istirahat kakak, tapi yang dikatakan kak Yusuf memang benar, kak Yusuf sedang mengalami sindrom couvade atau kehamilan simpatik, jadi Yasmin nggak merasa ngidam selama hamil tapi kak Yusuf yang merasakannya, kak Yusuf yang merasakan morning sickness dan kak Yusuf juga yang mengalami ngidam," terang Yasmin panjang lebar membuat Wildan akhirnya mengagguk paham.
Wildan melirik ke arah Yusuf dan Yusuf hanya mengatupkan kedua tangannya dihadapannya.
"Hufth," Wildan menghembuskan nafas kasar, ya sudah, "aku harus kembali sekarang, sebentar lagi subuh nih," lanjut Wildan bergerak hendak keluar.
"Makasih banyak yah Wil.. maaf karena sudah mengganggumu," ujar Yusuf sambil mengantar Wildan keluar apartemen dan Wildan hanya berdehem meresponnya.
-Bersambung-
Yuk dukung karya author dengan like, koment dan vote novel ini agar author lebih semangat lagi update cerita selanjutnya.