Kisah Cinta Dua Mutiara

Kisah Cinta Dua Mutiara
62. Hatiku Sakit


Yasmin terbangun saat mendengar sayup-sayup suara tangisan seseorang. Ia memicingkan matanya yang silau karena pantulan cahaya sambil mencari arah suara tersebut.


"Anna, kamu kenapa?" tanya Yasmin yang melihat Anna sedang duduk meringkuk dilantai sambil menyenderkan punggungnya di ranjang.


"Aku.. aku juga nggak tahu Yas, rasanya hatiku sangat sakit hiks hiks." Anna menangis sesegukan sambil menutup wajahnya dengan kedua tangannya.


Ini pertama kalinya Yasmin melihat Anna menangis sesegukan seperti ini. Perlahan Yasmin memeluk Anna kemudian ia mengusap punggung Anna dengan lembut.


Yasmin tak ingin bertanya lagi, ia ingin membiarkan Anna mengeluarkan semua emosinya lebih dulu.


Hingga beberapa saat kemudian, Yasmin merasakan tubuh Anna lebih tenang, ia hendak bertanya namun sesaat kemudian ia mendengar suara dengkuran halus dari Anna.


"Entah apa yang membuatmu menangis malam ini, semoga kamu tidur nyenyak Anna." Yasmin memperbaiki duduknya, menyenderkan punggungnya diranjang kemudian ia menempatkan kepala Anna dipangkuannya. Cukup lama ia mengusap kelala Anna hingga akhirnya ia ikut tertidur.


--


Di Makassar


Pukul 04.00 dini hari, Yusuf terbangun saat suara hapenya berbunyi. ia mengerutkan keningnya saat melihat siapa yang menelfon.


"Halo, assalamu 'alaikum, Wil.. Ada apa?" Yusuf mengangkat telfon Wildan


"Wa'alaikum salam, Yus, kamu masih di Makassar nggak?" tanya Wildan.


"Iya, memangnya kenapa?" ujar Yusuf.


"Kirimkan aku alamat lengkapmu, aku sedang diperjalanan memasuki Makassar sekarang, aku lagi tidak berselera ke hotel," tutur Wildan.


"Baik, aku akan mengirimkanmu.. tunggu dulu, bukannya liburanmu berakhir lusa? kenapa sudah balik sekarang? apa Yasmin ada disitu?" Yusuf memberondong Wildan dengan pertanyaan.


"Aku pulang duluan, dan Yasmin masih di Toraja, nanti aku jelaskan saat tiba disitu," jawab Wildan mengakhiri telfonnya.


"Ada apa dengannya? nggak biasanya dia seperti itu," gumam Yusuf bangkit dari tempat tidurnya untuk bersiap-siap ke masjid menunaikan sholat Subuh.


--


Pagi hari di Toraja yang sangat sejuk. Yasmin baru saja mandi, ia hendak membangunkan Anna yang tertidur kembali setelah sholat subuh.


"Anna, bangun.. apa hari ini kita akan melanjutkan wisata kita? tanya Yasmin.


"Baiklah, oh iya, Anna, apa yang terjadi semalam? kenapa kamu menangis?" tanya Yasmin begitu penasaran.


"Sebenarnya...." Anna menceritakan semua yang terjadi semalam termasuk saat ia memarahi Wildan. Yasmin cukup terkejut saat Anna menceritakan bahwa ia mengeluarkan kata-kata yang cukup menyakitkan untuk Wildan.


Yasmin tidak ingin membela ataupun menyalahkan siapapun. Ia berfikir, mencari bukti adalah cara yang paling tepat untuk mengetahui kebenaran.


"Ann, aku mau keluar dulu yah sebentar," pamit Yasmin saat melihat Anna kembali merebahkan tubuhnya di kasur. Entah kenapa, Anna begitu tidak bersemangat hari ini.


Yasmin berjalan menuju ke Cafe X tempat Anna dan Ryan bertemu semalam. Untungnya cafe itu sudah buka saat Yasmin berkunjung kesana.


Yasmin masuk ke dalam cafe tersebut dan mengarahkan pandangannya ke segala arah. Hingga akhirnya, pandangan Yasmin berhenti pada sebuah kamera CCTV.


"Nah, itu dia," ujar Yasmin lalu menemui pemilik cafe tersebut untuk meminta diperlihatkan rekaman CCTV semalam.


Awalnya pemilik cafe enggan memperlihatkannya. Namun, Yasmin berhasil memberikan pengertian pada pemilik cafe tersebut hingga akhirnya ia dibolehkan melihat rekaman CCTV semalam.


"Astaghfirullah," gumam Yasmin saat melihat rekaman CCTV tersebut.


--


Di Makassar


"Wil, ada apa denganmu? kenapa tiba-tiba kamu pulang duluan seperti ini?" tanya Yusuf yang sejak tadi memperhatikan Wildan yang gelisah di atas ranjang, ia sangat mengantuk namun ia juga tidak bisa tidur.


"Begini Yus, apa yang akan kamu lakukan, jika Yasmin lebih mempercayai sahabatnya dibanding kamu dan menganggapmu sebagai orang yang harus diwaspadai?" tanya Wildan dengan mimik wajah serius.


"Hmm.. mungkin aku akan menjauh darinya," jawab Yusuf asal membuat Wildan mengangguk, "Baiklah", lanjutnya lalu tertidur.


"Apa Anna melakukan itu padamu?" tanya Yusuf namun dijawab dengkuran halus oleh Wildan.


"Ck.. dasar kebo, belum cukup satu menit yang lalu bicara, sekarang sudah ngorok," dumel Yusuf.


-Bersambung-


Yuk dukung karya author dengan like, koment dan vote novel ini agar author lebih semangat lagi update cerita selanjutnya.


Dukung juga karyaku yang berjudul "BUKAN CINTA MONYET" kisah cinta yang ringan dan penuh dengan hiburan di dalamnya.