Kisah Cinta Dua Mutiara

Kisah Cinta Dua Mutiara
64. Ryan Tertangkap


Yasmin bersama dua orang polisi sejak tadi memantau Ryan dan Anna dari dalam mobil.


"Pak lihat itu, cowok itu memasukkan sesuatu ke dalam minuman sahabat saya," ujar Yasmin sembari merekam aksi licik Ryan.


"Iya bu, kami melihatnya," sahut Pak Polisi 1.


Beberapa saat kemudian, nampak Anna telah kembali ke meja itu. Yasmin mengernyit bingung saat ia melihat Anna meminum minuman tersebut.


"Loh kok diminum? kan tadi Anna sudah sepakat nggak akan minum, gimana sih Anna, itukan sudah dicampur obat aduuuh," dumel Yasmin dalam hati.


Mulut Yasmin terus saja berkomat-kamit ngedumel sendiri karena kesal dengan Anna yang melanggar kesepakatan. Bukan apanya, Yasmin hanya tidak ingin Anna di rugikan dari tindakannya itu.


Apalagi, Yasmin dan Anna tidak tahu obat apa yang di masukkan Ryan, bisa saja racun, obat perangsang atau apapun itu, yang pasti itu bukanlah sesuatu yang baik untuk Anna.


Tak lama kemudian, mata Yasmin terbelalak saat melihat Ryan menggendong dan membawa tubuh Anna yang sudah tidak berdaya ke dalam mobilnya.


"Pak pak, tolong teman saya, dia dibawa pergi oleh cowok itu," jerit Yasmin panik bukan kepalang saat melihat mobil Ryan mulai melaju pergi entah kemana.


"Baik bu, kami akan mengikuti mobil itu," tukas Polisi 2 yang bertugas mengemudikan mobil tersebut.


Polisi akhirnya mulai mengikuti mobil Ryan yang melaju sangat kencang.


"Tolong pak, jangan sampai dia lolos," pinta Yasmin sangat khawatir.


"Baik bu." ucap Polisi 2 tersebut.


-


Mobil Ryan melaju dengan cepat. Anna yang sejak tadi kepanasan dan pusing mulai gelisah, namun ia berusaha keras menahan dirinya.


Hingga saat mobil Ryan tiba di lampu merah, Anna dengan cepat membuka pintu untuk kabur, namun tangan Anna berhasil dicegat oleh Ryan.


"Mau kemana kamu Ann?" gumam Ryan dengan tatapan tajamnya.


Tubuh Anna bergetar takut, namu dengan segenap tenaga yang dimilikinya, satu pukulan keras berhasil ia layangkan dan mendarat teat di wajah Ryan hingga kepalanya membentur kaca jendela mobil.


Setelah berhasil memukul Ryan, Anna langsung berlari keluar dengan sisa kekuatan yang ada. Sebisa mungkin ia menahan tubuhnya agar tidak pingsan, sebab ia tahu betul apa yang akan terjadi jika ia jatuh pingsan dan Ryan berhasil menangkapnya.


"Si*l!!," maki Ryan lalu keluar mengejar Anna yang sudah berlari lebih dulu sejak tadi.


-


Mobil yang dikendarai Yasmin dan polisi berada dibelakang satu mobil setelah mobil Ryan.


Yasmin terus memperhatikan mobil Ryan hingga tiba-tiba Yasmin melihat Anna keluar dari mobil lalu berlari terseok-seok sambil memegangi kepalanya, disusul Ryan yang mengejarnya di belakang.


"Astaghfirullah Anna! pak, tolong bantu saya kejar sahabat saya yang lari itu pak," kata Yasmin lalu ikut keluar mobil dan berlari mengejar Anna bersama 1 orang polisi, sementar 1 polisi lagi tetap di dalam mobil untuk menunggu Ryan kembali jika ia berhasil lolos membawa Anna pulang.


Anna berlari sekuat tenaganya, tubuhnya yang semakin lama semakin tersiksa oleh pengaruh obat membuatnya semakin lemah hingga akhirnya ia terjatuh ditepi jalan.


"Mau kemana kamu Ann? urusan kita belum selesai," gertak Ryan kembali hendak mengangkat tubuh Anna namun tiba-tiba


Bugh


Sebuah tendangan cukup keras dari seorang pria berhasil membuat tubuh Ryan terpelanting agak jauh dari Anna.


"Auw.. kurang aj..." kata Ryan terpotong saat melihat Wildan kini berada di hadapannya dengan raut wajah marah.


'Wildan?.. rupanya memang hobimu memata-matai kami yah," lanjut Ryan membuat Wildan kembali memukul wajah Ryan.


"Kur**g ajar kau, berani sekali kau melakukan ini pada Anna," geram Wildan memberikan bogeman berkali-kali di wajah Ryan.


Anna masih dalam keadaan setengah sadar, ia nampak melihat Ryan dihajar oleh seorang pria yang saat ini sedang membelakanginya.


"Ann...kamu baik-baik aja?" kata Wildan menghampiri Anna setelah puas menghajar Ryan. Ia mengangkat kepala Anna yang masih setengah sadar ke atas pangkuannya.


"Wildan??" lirih Anna, ia mencoba mengangkat tangannya menyentuh wajah Wildan, namun ia justru kehilangan kesadarannya.


"Apa yang terjadi pada Anna? tanya Wildan khawatir.


"Ceritanya nanti saja kak, tolong bantu aku membawa Anna ke rumah sakit," seru Yasmin yang mulai panik saat melihat Anna sudah tidak sadarkan diri.


Wildan mengangkat tubuh Anna dan memasukkannya ke dalam mobilnya.


Yasmin tentu langsung ikut ke dalam mobil Wildan menemani Anna menuju rumah sakit, sementara polisi yang tadinya bersama Yasmin, kini menangkap dan membawa Ryan yang sudah babak belur dihajar Wildan ke dalam mobilnya.


"Kak Wildan? kok kakak bisa tiba-tiba ada disana tadi?" tanya Yasmin penasaran.


"Aku tadi kebetulan melintas dijalan itu, kemudian aku melihat Anna berlari dan ternyata Ryan mengejarnya, jadi aku memutuskan untuk berhenti dan membantunya," terang Wildan.


"Apa yang terjadi pada Anna? kenapa dia bisa tidak berdaya seperti itu? desis Wildan.


"Anna dalam pengaruh obat kak, Ryan kembali memberikan obat itu pada Yasmin," tukas Yasmin membuat Wildan mengerutkan keningnya.


"Apa kamu dan Anna sudah mengetahui yang sebenarnya mengenai kejadian di Toraja kemarin?


"Iya kak, aku dan Anna..."Yasmin tidak melanjutkan perkataannya saat mobil Wildan telah berhenti di depan rumah sakit.


"Nanti saja yah aku jelaskan kak, sekarang aku mau membawa Anna dulu," tukas Yasmin membuat Wildan hanya mengangguk.


"Kak Wildan nggak ikut masuk?" tanya Yasmin heran.


"Nggak, aku ada urusan penting, aku pergi dulu yah, Assalamu'alaikum," ucap Wildan lalu kembali melajukan mobilnya.


"Wa'alaikum salamm.. Huft.. sepertinya kak Wildan benar-benar sakit hati, harusnya kan saat ini dia ikut khawatir bersamaku," batin Yasmin lalu pergi mengikuti Anna yang sedang dibawa ke dalam ruangan oleh beberapa perawat.


Yasmin menunggu di depan ruangan sambil duduk, kadang juga ia berdiri dan mondar-mandir karena begitu khawatir dengan kondisi sahabatnya.


"Yasmin." Suara panggilan seseorang membuatnya menoleh ke arah suara.


"Kak Yusuf?" gumam Yasmin.


"Kenapa kamu ada disini, siapa yang sakit?" tanya Yusuf khawatir.


"Anna kak," lirih Yasmin.


"Anna? dia kenapa dek?" tanya Yusuf


Yasmin menceritakan apa yang terjadi di restoran hingga bagaimana ia bisa ada di rumah sakit ini.


"Jadi Wildan dimana sekarang?" tanya Yusuf


"Kak Wildan sudah pergi kak, katanya ada urusan penting," cicit Yasmin.


"Apa Wildan sudah ke bandara yah?" lirih Yusuf namun masih terdengar oleh Yasmin.


"Kak Wildan mau kemana kak? kenapa ke bandara?" tanya Yasmin bingung.


Yusuf terdiam, ia seperti ragu untuk memberitahukannya pada Yasmin.


"Kak?" panggil Yasmin lagi karena tidak mendapat respon dari Yusuf.


"Eh i-iya, Wildan mau ke Malaysia malam ini," terang Yusuf.


"Apa? ke Malaysia malam ini?" tanya Yasmin terkejut dan Yusuf menjawabnya dengan anggukan.


"Yaa Allah.. bagaimana ini?


-Bersambung-


Yuk dukung karya author dengan like, koment dan vote novel ini agar author lebih semangat lagi update cerita selanjutnya.