
Tak terasa, waktu berlalu begitu cepat, hari berganti minggu, minggu berganti bulan, dan bulan berganti tahun. Kini Yasmin dan Anna telah berumur 20 tahun. Itu berarti, mereka telah hidup bersama selama kurang lebih 2 tahun lamanya. Dan selama itu pula, Yasmin tak pernah pulang ke Makassar, hanya melalui Video Call ia melepas rindu pada keluarganya.
Beda halnya dengan Anna, paman dan bibinya sangat sering mengunjunginya tiap 3 bulan sekali. Bahkan, pernah paman, bibi, dan ketiga kakak sepupunya beserta keluarganya masing-masing datang mengunjungi rumah, hal itu tentu membuat Yasmin dan Anna kewalahan menyiapkan makanan istimewa untuk mereka. Namun tentu saja, Yasmin bahagia karena ikut merasakan kehangatan keluarga meskipun bukan keluarga kandungnya.
"Yasmin, kamu kenapa sih, dari tadi mukanya sedih terus?" tanya Anna saat sedang berada di kantin kampus bersama Yasmin.
"Aku rindu sama keluargaku di Makassar Ann" jata Yasmin sendu
"Kan bisa VC Yas, biasanya juga gitukan?" kata Anna
"Beda Ann, melepas rindu melalui VC dan bertemu langsung itu beda. Aku rindu pelukan Ayah dan Ibuku, aku rindu masakan Ibuku, aku rindu ngejailin adik-adikku" kata Yasmin dengan mata yang sudah berkaca-kaca.
"Yang sabar Yas, namanya juga merantau untuk menuntut ilmu, susah senang harus dijalani, saat merindukanpun harus ditahan" kata Anna mengelus punggung Yasmin.
"Iya Ann, saat jauh seperti ini barulah kita menyadari betapa berartinya keluarga dalam hidup kita. Memang benar, kadang luka dan bahagia itu muncul bersama dalam keluarga, namun keluarga jugalah yang selalu ada saat dunia luar dengan kejamnya melukai kita" gumam Yasmin yang tak mampu lagi menahan air matanya.
Anna ikut merasa sedih melihat kesedihan Yasmin, namun ia ingin sekali menghibur sahabatnya itu.
Tiba-tiba muncul sebuah ide
"Yas, kamu mau nggak ikut aku nanti sore jalan-jalan. aku mau perlihatkan bagaimana saat aku balapan, siapa tahu itu bisa sedikit mengurangi kesedihan yang kamu rasakan" Ajak anna membuat Yasmin tiba-tiba terdiam mendengarnya. Untuk pertama kalinya Anna mengajaknya untuk melihat bagaimana iaĺ balapan bersama temannya.
"Hah? serius kamu Ann?" tanya Yasmin antusias karena memang sudah sejak lama ia sangat ingin melihat bagaimana Anna saat balapan motor.
"Iya, aku serius" kata Anna tersenyum melihat sahabatnya itu.
"Oke, aku ikut" kata Yasmin setuju.
Waktu menunjukkan pukul 16.00. Yasmin sedang berdiri di pinggir sebuah lintasan motor yang sering digunakan Anna untuk balapan bersama teman-temannya.
Anna nampak sudah menaiki motor kesayangannya, sebentar lagi perlombaan balap motor akan dimulai. Anna adalah satu-satunya peserta wanita dalam balapan tersebut.
Tak sengaja, Yasmin mendengar dua orang gadis disampingnya tengah membicarakan Anna.
"Eh lihat tuh, pembalap cewek itu namanya Anna kan? tanya gadis 1.
"Iya, namanya Anna, satu-satunya cewek yang sering ikut balapan disini dan sering menjuarai balapan yang dia ikuti" jawab gadis 2.
"aku dengar Anna itu ternyata cewek nakal, teman bergaulnya cowok semua, terus sering ke club malam lagi, duh sayang banget yah, cantik-cantik kok liar bangat" kata gadis 1.
"Iya, teman-teman dia emang cowok semua, aku nggak pernah lihat dia berteman dengan cewek" kata gadis 2 menambahkan.
"Ekhem.. ekhem.." Yasmin berdehem untuk menghentikan dua gadis yang bercerita buruk tentang sahabatnya.
"Kalian tahu, gadis bernama Anna yang sedang balapan saat ini?" tanya Yasmin memancing perhatian kedua gadis itu.
"Iya kami tahu" jawab kedua gadis itu bersamaan.
-Bersambung-
Yuk dukung karya author dengan like, koment dan vote novel ini agar author lebih semangat lagi update cerita selanjutnya.