Kisah Cinta Dua Mutiara

Kisah Cinta Dua Mutiara
77. Dia Sedang Melihatku


Pagi hari di apartemen Yusuf.


Yasmin dan Yusuf sedang sibuk bersiap-siap untuk memulai kembali aktivitas mereka yang sempat terjeda.


Jika Yusuf hari ini akan ke rumah sakit, maka Yasmin akan ke kampusnya.


"Kak, ayo sarapan dulu," ajak Yasmin saat Yusuf sudah siap dengan pakaian rapihnya.


"Sayang, hari ini aku akan mengantarmu ke kampus, dan juga akan menjemputmu pulang, sampai jam berapa nanti kuliahmu dek?" tanya Yusuf sambil mengamati Yasmin yang menyendokkan makanan ke piring Yusuf. "Makasih makanannya sayang," lanjut Yusuf tersenyum.


"Insya Allah sampai jam 4 sore kak, oh iya hari ini aku akan mulai mengajukan judul penelitianku, mohon doanya agar dimudahkan yah kak," tutur Yasmin yang kini siap untuk makan.


"Iya sayang, doaku selalu menyertaimu," gumam Yusuf.


"Makasih kakak sayang, semoga urusan kakak hari ini juga berjalan lancar."


"Aamiiin," ucap Yusuf.


Merekapun sarapan lalu berangkat bersama.


Beberapa menit kemudian, Yusuf dan Yasmin kini berada di depan gerbang kampus.


"Kak aku masuk dulu yah, assalamu 'alaikum," ucap Yasmin seraya mencium punggung tangan suaminya.


"Wa'alaikum salam," jawab Yusuf lalu mencium kening Yasmin.


Yasmin melambaikan tangannua pada Yusuf hingga mobilnya tidak lagi nampak di matanya.


Dengan penuh semangat, Yasmin melangkahkan kakinya memasuki area kampus.


-


"ck.. ternyata dia sudah menikah dengan mas Yusuf. Bisa-bisanya dia hidupl bahagia sementara aku tersiksa karena hidup dengan rasa cemas setiap hari." Geram Riska yang saat ini sedang memantau Yasmin dari jauh.


"Aku sudah terlanjur hancur, maka akan sekalian ku hancurkan hidupmu!" monolognya sambil meremas bajunya sendiri karena menahan kesal.


-


"Bukankah dia itu Riska? wanita yang pernah ku lihat bersama Yasmin dan juga mencelakai Yasmin?" batin Anna yang melihat Riska dipinggir jalan dari dalam mobil Wildan yang sedang mengantarnya ke kampus.


"Sudah sampai Anna, belajar yang baik yah sayang," ujar Wildan lalu Anna mencium punggung tangan suaminya itu.


"Iya Daddy," canda Anna membuat Wildan mendengus.


"Aku masuk dulu bang," ujar Anna saat hendak turun dari mobil, namun tangannya berhasil di tahan oleh Wildan.


"Ada apa bang?" tanya Anna heran.


"Lupa ini sayang," ujar Wildan lalu mencium kening Anna.


Kini mobil Wildan sudah melaju meninggalkan Anna yang masih terpaku berdiri di depan gerbang kampus sambil memegangi keningnya seraya tersenyum.


"Kalau saja dari dulu aku tahu kalau nikah itu sebahagia ini, udah dari kemarin-kemarin mungkin aku nikah," celoteh Anna lalu melangkah masuk ke dalam kampus dengan senyuman lebarnya.


-


Yasmin sedang menunggu Anna untuk makan siang bersama. Tak lama kemudian, Anna tiba dengan raut wajah berbinar.


"Cieee bahagia banget sih nyonya Wildan," gkda Yasmin.


"Halo Yas.. cieee nyonya YasYus juga kelihatan bahagia banget." Yasmin mengerutkan keningnya mendapat panggilan aneh dari Anna.


"YasYus?" Anna mengangguk mantap.


"Iya.. Yasmin Yusuf.. hahahahah" gelak Anna.


"Ada ada aja kamu Ann.." Yasmin dibuat geleng-geleng kepala oleh tingkah Anna siang itu.


"Oh iya Yas, si Riska yang nyelakain kamu dulu belum tertangkap kan?" Wajah Anna kini nerubah serius.


"Iya, dia kabur, memangnya kenapa?" tanya Yasmin.


"Eh.. kamu harus selalu waspada yah, tadi pagi aku melihatnya di depan kampus kita loh, diakan bukan mahasiswi kampus ini, berarti dia sedang mengawasi kita." tebak Anna.


"Oh yah? pukul berapa kamu melihatnya?" tanya Yasmin serius.


"Tadi pagi aku tiba di kampus ini pukul 8 pagi," seru Anna memperkirakan.


"Berarti kemungkinan dia sedang melihatku, aku tiba beberapa menit sebelum kamu," ujar Yasmin.


-Bersambung-


Yuk dukung karya author dengan like, koment dan vote novel ini agar author lebih semangat lagi update cerita selanjutnya.