
"Wil, kamu yang bawa mobilnya, aku lagi capek nih" kata Yusuf sembari memberikan kunci mobil kepada Wildan.
"Iya.. iya" kata Wildan manut.
Hari ini, Yusuf, Wildan, Abi Hasan dan Ummi Ulfa akan menghadiri tabligh akbar yang di adakan di salah satu masjid besar di Jakarta. Ibu Sukma tidak bisa ikut karena ia sedang berada di rumah kakaknya yang sedang kurang sehat.
Mereka pergi menggunakan mobil Yusuf. Jarak rumah Abi Hasan dan masjid tersebut tidak terlalu jauh, hanya memakan waktu 35 menit. Selama perjalanan, mereka saling bertukar cerita.
"Wil, bagaimana perkembangan kamu sama Anna?" tanya Yusuf lirih.
"Kemarin dia makan malam di restoran ku sama cowok, aku pikir dia pacarnya ternyata cuma teman, oh iya aku juga udah kenalan secara langsung sama dia" jawabnya dengan lirih juga agar tidak terdengar oleh Ummi, tapi sayangnya, telinga Ummi begitu sensitif jika menyangkut wanita.
"Jadi, Wildan juga sudah punya calon yah" kata Ummi Ulfa tiba-tiba mengagetkan mereka dengan memajukan badannya ke depan sehingga ia berada di tengah-tengah antara Yusuf dan wildan yang duduk di depan, meski badannya sebagian masih ada di barisan kedua mobil tersebut.
"Eh Ummi, nggak kok, Wildan cuma kenalan biasa saja kok" kata Wildan kelabakan.
"Benarkah? tapi firasat Ummi mengatakan kalau gadis ini punya posisi istimewa di hatimu" kata Ummi Ulfa sambil menaik turunkan alisnya.
"Ummi bisa aja, nggak kok Ummi" mata Wildan dengan senyuman yang di paksakan.
"Kita doakan saja Ummi, semoga Yusuf dan Wildan segera di satukan dengan jodohnya" kata Abi Hasan yang sejak tadi diam mendengar ocehan istrinya.
"Loh, bukannya Yusuf sudah ada?" tanya Wildan merasa heran dengan perkataan Abi Hasan.
"Ya kan kami belum nikah Wil, gimana sih kamu" jawab Yusuf.
Tak terasa, mobil merekapun sampai dihalaman parkir masjid yang sangat ramai.
"Eh Yus itu bukannya Yasmin yah?" tanya Ummi menunjuk ke arah 2 gadis yang sedang berdiri melihat anak-anak bermain.
Mendengar nama Yasmin, Yusuf langsung mengikuti arah pandang Umminya. Dan benar saja ia berhasil menangkap sosok Yasmin dari kejauhan.
"Benar Ummi dia Yasmin, eh tapi dia nggak sendiri, apakah itu Anna?" gumam Yusuf sembari mencolek Wildan yang berada di sampingnya.
Wildan yang dicolek langsung ikut mengikuti arah pandang Ummi dan Yusuf.
"Benar Yus, dia Anna, masya Allah dia pake jilbab" kata Wildan dengan mata berbinar.
"Husss, jaga mata jaga mata" kata Yusuf mengayunkan tangannya di depan mata Wildan.
"Kalian lihat apaan sih? kompak banget" tanya Abi penasaran.
"Abi, ayo sini, Ummi mau kenalin Abi sama Yasmin, calonnya Yusuf" kata Ummi Ulfa antusias sembari menarik tangan Abi Hasan.
Yusuf dan Wildan yang melihat Ummi dan Abi berjalan ke arah Yasmin dan Anna, mau tidak mau juga ikut berjalan di belakang mereka.
--
"Ann, kenapa kamu bengong kayak gitu?" tanya Yasmin yang melihat Anna sejak tadi diam melihat anak-anak bermain.
"Eh nggak kok Yas, aku cuma merasa sangat kecil di banding para anak-anak ini, seharusnya aku yang memberi contoh kepada mereka tentang menutup aurat, tapi ini malah mereka yang ngajarin aku tentang menutup aurat" lirih Anna sendu.
Mendengar perkataan Anna, Yasmin tersenyum lalu merangkul Anna.
"Iya Yas, aku heran, selama ini aku ngapain aja sih sampai nggak tahu kewajibanku sendiri sebagai muslimah" gumam Anna mengusap air matanya yang berhasil lolos ke pipinya.
"Aku yakin, kamu itu hamba Allah yang taat, kamu selalu menjaga sholat lima waktumu, kamu menjaga diri kamu dari hal-hal yang haram, kamu menjaga kata-katamu saat berbicara, meskipun barbar tapi perkataanmu selalu dapat kamu kontrol agar tidak menyakiti hati orang. Berbahagialah Ann, Allah sangat menyayangimu sehingga Dia mengirimkan anak-anak ini sebagai pengingatmu agar kamu semakin taat padaNya". Kata Yasmin membantu mengusap pipi Anna dengan lembut.
"Assalamu 'alaikum" kata seorang wanita paruh baya menyapa dari samping.
"Wa'alaikum salam" jawab Yasmin dan anna bersamaan sembari berbalik ke arah sumber suara.
"Ummi?" kata Yasmin melihat Ummi Ulfa dan mencium tangannya lalu mengalihkan pandangannya pada Yusuf, Wildan dan seorang pria baruh baya.
"Yasmin, kenalin ini Abinya Yusuf" kata Ummi sembari merangkul Abi Hasan.
"Abi?" kata Yasmin melihat Abi Hasan dan mencium tangannya.
"Masya Allah cantik sekali kamu nak, beruntung Yusuf jika ia berhasil mendapatkanmu" kata Abi Hasan melirik Yusuf yang mulai salah tingkah.
"Terima kasih banyak Abi" kata Yasmin tersenyum melihat Abi lalu mengalihkan pandangannya pada Yusuf lalu tersenyum.
"Oh iya, Ummi, Abi, kenalkan ini sahabat Yasmin, namanya Anna" kata Yasmin memperkenalkan Anna yang sejak tadi terpana melihat Wildan yang nampak lebih tampan saat memakai peci.
Anna lalu ikut menyalami Ummi Ulfa dan Abi Hasan secara bergantian.
Sama halnya dengan Anna, Wildan pun terpana melihat Anna yang semakin cantik saat memakai jilbab.
"Astaghfirullah.. astaghfirullah, mata-mata, tolong jaga wibawamu, jangan jelalatan dulu, dia belum halal" batin Wildan mengomeli matanya sendiri, lalu menunduk.
Ummi yang melihat Anna dan Wildan yang sejak tadi saling curi-curi pandang angkat bicara.
"Ekhem, Anna, kamu kenal sama Wildan? dia ini sahabatnya Yusuf" kata Ummi Ulfa menghampiri Anna.
"Oh iya Ummi, kemarin kami juga baru kenalan Ummi" kata Anna tersenyum.
Wildan nampak salah tingkah saat Ummi memperkenalkannya pada Anna, namun itulah Wildan ia sangat pandai menyembunyikannya dengan wajah santainya.
"Iya Ummi, kemarin kami tidak sengaja bertemu dan akhirnya berkenalan" timpal Wildan membuat Ummi Ulfa tersenyum penuh arti.
Saat melihat Ummi sibuk memperkenalkan Wildan kepada Anna, Yusuf maju ke depan Yasmin.
"Kamu naik apa tadi kesini?" tanya Yusuf basa basi.
"Naik taksi online kak" kata Yasmin lalu menunduk.
"Oh, kirain naik motor gedenya Anna" kata Yusuf kemudian membuat Yasmin dan Yusuf tertawa kecil.
"Ekhem.. ada Abi loh disini" sindir Abi membuat keduanya langsung salah tingkah.
Mereka akhirnya masuk ke dalam masjid kemudian. Abi Hasan, Yusuf, dan Wildan berjalan menuju tempat jamaah laki-laki berkumpul. Sedangkan Umi Ulfa, Yasmin dan Anna berjalan menuju tempat jamaah perempuan. Pengajian berlangsung dengan hikmat.
-Bersambung-
Yuk dukung karya author dengan like, koment dan vote novel ini agar author lebih semangat lagi update cerita selanjutnya.