
Jangan pernah berkecil hati karena sebuah musibah, bisa jadi musibah itu adalah jalan pembuka sebuah kebahagiaan.
Tetap menjaga hati agar selalu berhusnuzhan (berprasangka baik) pada Allah, yakinlah bahwa disetiap kesulitan pasti ada kemudahan yang menanti dibelakangnya.
(Yusuf Ar-Razaq)
--
Sudah lima hari Yusuf dan Wildan melakukan pencarian terhadap Riska. Dan sudah lima hari pula Yasmin belum sadarkan diri.
"Nak, sebaiknya kamu pulang dulu untuk beristirahat, biar Yasmin bersama Ummi dan Ibu. Ummi lihat kamu sudah sangat lelah karena harus mencari Riska, menjaga Yasmin dan kamu juga harus tetap bekerja." Ummi Ulfa mengusap kepala putranya yang sejak tadi menyenderkan kepalanya disamping tempat tidur Yasmin.
"Betul itu nak, sebaiknya kamu istirahat, jangan sampai nanti malah kamu yang jatuh sakit karena kelelahan," timpal Ibu Hafsah yang baru tiba 2 hari lalu untuk melihat kondisi putrinya.
"Tapi Ummi, Ibu, Yusuf nggak mau kalau nanti Yasmin bangun Yusuf nggak ada di sampingnya, Yusuf ingin selalu menemaninya," tolak Yusuf secara halus.
Bagaimanapun, Yusuf ingin memberikan rasa nyaman dan rasa aman kepada Yasmin dengan selalu disisinya. Ia tahu, setelah kejadian kemarin, Yasmin mungkin akan merasa sedikit takut.
"Ya sudahlah terserah kamu saja, tapi untuk pencarian Riska, biarkan Dimas dan orang-orangnya yang melakukannya," saran Ummi.
"Iya Yus, biar aku dan Dimas saja yang melakukannya," timpal Wildan namun langsung mendapat sorotan mata dari Ummi.
"Kamu juga nggak usah kemana-mana, jagalah istrimu, dia tengah hamil muda, sewaktu-waktu dia membutuhkanmu untuk memenuhi ngidamnya dan manjanya," tegas Ummi kepada Wildan yang saat ini datang menjenguk Yasmin bersama Anna.
"I-iya Ummi," jawab Wildan patuh.
Yusuf kembali menatap wajah Yasmin yang masih tampak sedikit pucat. Ia lalu mendekat ke telinga Yasmin yang tertutup jilbab.
"Sayang, bangun dong, kamu nggak rindu yah sama kakak? padahal kakak sangat sangat merindukanmu sayang,"
Yusuf mengusap lembut tangan Yasmin lalu menciumnya. Cukup lama Yusuf mencium tangan Yasmin, hingga tiba-tiba ia melepaskan ciumannya saat merasakan pergerakan tangan Yasmin.
"Yasmin sayang, istriku, jika kamu mendengarku, coba gerakkan kembali tanganmu," kata Yusuf yang menarik perhatian Ummi Ulfa, Ibu Hafsah, Anna dan juga Wildan.
Tak lama kemudian tangan Yasmin kembali bergerak, dan itu cukup membuat Yusuf dan yang lainnya merasa bahagia, setidaknya harapan mereka agar Yasmin bisa segera sadar akan terjawab sebentar lagi.
"Aku tahu kamu wanita hebat dan kuat sayang, jika kamu bisa, cobalah membuka kedua mata indahmu sayang, aku sangat merindukan tatapan mata penuh cintamu itu," ucap Yusuf di telinga Yasmin penuh cinta.
Tak lama kemudian, kedua mata Yasmin perlahan terbuka, beberapa kali ia mengedipkan matanya untuk mengatur cahaya yang masuk.
"Alhamdulillah, Iya sayang, aku disini," kata Yusuf sembari memegang tangan Yasmin.
"Kak, dia.. dia mendorongku kak, dia sengaja mendorongku kak," cicit Yasmin dengan raut wajah tegang saat mengingat kejadian waktu itu. "Tolong jangan jauh-jauh dari Yasmin," lanjut Yasmin memeluk tangan Yusuf.
"Iya sayang, kakak tidak akan jauh lagi dari kamu, kakak akan selalu menemanimu disini, kamu tenang saja yah, dan untuk orang yang mendorongmu, insya Allah kakak akan menangkapnya, " ujar Yusuf mengusap-usap kepala Yasmin dengan sayang.
"Alhamdulillah, akhirnya kamu sadar juga sayang," ujar Ibu Hafsah sangat senang.
"Ibu? Ibu disini?" tanya Yasmin heran.
"Iya sayang, Ibu disini untuk menemanimu juga," jawab Ibu Hafsah yang mendekat ke arah Yasmin dan mengusap-usap kepalanya dengan sayang.
"Ummi? Ummi juga ada?" tanya Yasmin lagi.
"Tentu saja sayang, jika Ibumu yang di Makassar saja bisa ada disini, bagaimana mungkin Ummi yang tinggal di Jakarta tidak datang kesini?" jawab Ummi Ulfa membuat Yasmin tersenyum malu.
"Oh iya yah, Yasmin lupa," ujar Yasmin sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
Yasmin terdiam sejenak.
"Oh iya kak, katanya kita mau periksa ke dokter kandungan kan? ayo kak, mumpung kita di rumah sakit sekarang, ajak Yasmin kepada Yusuf.
"Hmm.. tunggu kamu sehat dulu yah sayang," jawab Yusuf singkat, pertanyaan yang ia takutkan kini dilontarkan Yasmin.
Bagaimana perasaan Yasmin saat mengetahui fakta ini? hatinya sakit dan kecewa itu tentu saja akan ia rasakan. Namun, yang Yusuf takutkan jika Yasmin sampai menyalahkan dirinya sendiri akibat musibah ini.
"Semoga hatimu bisa tegar dan kuat sayang setelah mendapat kabar musibah ini," batin Yusuf.
--
"Jika memang aku tengah hamil saat kejadian kemarin, semoga Allah menguatkan janinku, namun jika memang Allah memiliki jalan lain, insya Allah aku ikhlas menerimanya".
(Yasmin Al-Thofunnisa)
-Bersambung-
Yuk dukung karya author dengan like, koment dan vote novel ini agar author lebih semangat lagi update cerita selanjutnya.