
Pagi yang cerah, secerah senyuman semua orang hari ini. Hari ini menandai tepatnya 16 tahun pernikahan Yasmin dan Yusuf. Bukan waktu yang sebentar, dan bukan pula hal yang mudah sehingga bisa sampai di tahap ini.
Ujian yang datang silih berganti, kini membawa hikmah yang tak disangka-sangka. Tidak ada rumah tangga yang selalu bahagia. Karena kebahagiaan itu datang setelah masalah dan ujian mampu dilewati dengan baik. Bukankah hidup yang berwarna itu lebih indah daripada hidup yang monoton dan tidak berwarna?
Yusuf dan Yasmin saling menatap dengan penuh cinta, meski usia mereka kini tidak muda lagi, namun cinta mereka masih sama seperti awal mereka menikah bahkan kini jauh semakin besar takkala ke empat anaknya kini menambah warna hidup mereka.
"Terima kasih sayang, sudah menjadikanku istrimu dan ibu dari anak-anakmu. Perjalananku dalam memaknai jodohku adalah cerminan diriku kini sudah ku temukan jawabannya. Meskipun cermin menampilkan tampilan yang sama persis, namun satu yang perlu di ingat, cermin memantulkan bayangan yang berkebalikan. Saat kita mengangkat tangan kanan, maka pantulan akan menampilkan kita mengangkat tangan kiri. Begitu juga jodoh, pasangan yang ideal itu adalah pasangan yang saling menutupi kekurangan dengan kelebihan masing-masing, seperti kamu yang menutupi semua kekuranganku dengan kelebihanmu." Terang Yasmin panjang lebar dengan mata yang tak lepas menatap sang suami tercinta.
Yusuf tersenyum sekaligus terharu mendengar ucapan istrinya yang begitu manis. "Kamu tahu sayang, aku adalah pria yang paling beruntung karena bisa memiliki kesempatan membina rumah tangga bersamamu di dunia, aku harap di surga nanti kita bisa kembali bersama membangun mahligai cinta kita karena Allah. Terima kasih sudah menjaga dirimu, terima kasih karena sudah memberikan mutiara terindahmu hanya untukku, dan terima kasih juga karena sudah melahirkan, mendidik dan membesarkan anak-anak kita dijalan Allah," ucap Yusuf saraya mengecup kening sang istri dengan penuh cinta.
"Aku mencintaimu, istriku,"
"Aku juga mencintaimu, suamiku,"
Seperti halnya pasangan yang baru menikah, jantung keduanya kembali berdegup kencang, takkala mendapat ungkapan cinta dengan tatapan penuh cinta yang tak pernah berubah.
"Sekarang, ayo kita turun, semua keluarga dan kerabat kita sudah menunggu dibawah," ujar Yusuf lalu menggenggam tangan Yasmin dengan lembut lalu mereka turun bersama.
"Mari kita sambut, pengantin lama kita, yang meskipun sudah 16 tahun usia pernikahan mereka, namun keharmonisannya tak kalah dengan pengantin baru." Sorak Wildan sedikit heboh membuat semua orang menyambut kehadiran mereka dengan tepuk tangan, termasuk Abi Hasan, Ummi Ulfa, Ibu Hafsah, Ayah Syawal, Yana, Yani, Ibu Sukma, bahkan Riska pun turut hadir dalam syukuran hari ini.
"Wah melihat keharmonisan mereka hari ini, mengingatkanku dengan perjuanganku mendapatkan hati istriku tercinta, penuh luka dan air mata kesedihan dan sakit hati, namun kini Allah menggantikan itu semua dengan senyum dan tangisan haru kebagiaan, istriku? I Love You," Sebagai pembawa acara, Wildan cukup membuat Anna merasa malu karena kehebohannya, meski begitu, hatinya menghangat dengan ungkapan cinta sang suami.
"Hey kalian, lihatlah, mereka adalah orang tua kami, yang telah melahirkan manusia cantik dan tampan seperti kami dan mendidik kami dengan penuh kasih sayang," puji Rahul yang tak berpaling dari kedua orang tuanya.
"Betul kak," timpal Rabiah, Rahil dan Rayhan tersenyum bangga.
"Hey anak bujang, aku tahu kamu sedang membicarakanku, terima kasih atas pujiannya, i love you too," tutur Wildan kepada Ameer dengan mikrofon yang masih setia di dekat mulutnya.
Ameer hanya bisa tersenyum sambil melihat ke arah semua orang yang saat ini sedang menatapnya.
"Astaga, kini ku tahu dari mana sikap abang Ameer yang terlalu percaya diri itu," gumam Rahil sambil geleng-geleng kepala.
Semuanya pun kembali tertawa.
-TAMAT-
Assalamu 'alaikum readers. Sebelumnya author mau mengucapkan terima kasih kepada Allah karena telah memberikan kesempatan dam kelancaran dalam berpikir menyusun novel pertama author, meskipun author yakin, masih sangat banyak kekurangan dalam novel ini.
Terima kasih yang tak terhingga juga kepada para kakak-kakak readers yang sudah bersedia membaca dan memberi dukungan kepada author dalam membuat novel ini dari awal sampai akhir. Semoga Allah memudahkan segala urusan kita semua.
Jika berkenan, kakak-kakak bisa memberikan komentar mengenai novel ini, kekurangannya apa saja dan saran-sarannya juga boleh, agar author bisa banyak belajar lagi demi meningkatkan kualitas novel selanjutnya.
Untuk yang penasaran dengan kisah Ameer dan Rabiah, insya Allah author akan muat kembali dalam novel author selanjutnya yang berjudul "Hikmah Cinta". Saat ini masih dalam tahap penyusunan kerangka, setelah semuanya selesai, author akan up di platform ini.
Sekali lagi, terima kasih yang tak terhingga kepada kakak-kakak semuanya. Salam dari author.
UQies 😍🤗