
"Kemana sih Yuda? udah beberapa bulan ini dia cuekin aku. Apakah karena tugasnya untuk menakut-nakuti Yasmin berhasil jadi dia sembunyi dari polisi?" monolog Riska yang selama ini selalu mancari dan menghubungi Yuda, tapi Yuda seolah selalu menghindarinya.
Memang Yuda sengaja tidak mengatakan yang sebenarnya pada Riska bahwa rencananya gagal, karena ia sudah bersepakat dengan Yasmin dan Anna untuk tidak memberitahukan apa yang terjadi sebenarnya kala itu. Yuda hanya mengatakan kepada Riska bahwa rencananya berhasil, kemudian ia menghilang karena tak ingin ditemui lagi oleh Riska.
"Ah, sudahlah, kalau Yuda nggak bisa bantu aku lagi, berarti aku sendiri yang akan turun tangan, tunggu saja tanggal main yang tepat" kata Riska kemudian tersenyum licik.
Riska bukannya berhenti mengancam Yasmin, hanya saja dia juga sedang fokus dengan kuliahnya karena tak ingin mengecewakan keluarganya sekali lagi, alasannya ke Jakarta karena ingin kuliah, maka ia lakukan itu dengan sungguh-sungguh.
Mengenai rencana balas dendamnya pada Yasmin, ia akan pending dulu, mengingat satu-satunya teman dia yang bisa membantunya balas dendam hanya Yuda, namun Yuda pun kini seperti hilang entah kemana. Kini ia akan mencari cara dan waktu yang tepat untuk membalas dendam pada Yasmin tanpa mengganggu kuliahnya.
--
Hari minggu di kontrakan
"Ann, kayaknya kak Ferdi suka sama kamu deh" kata Yasmin setelah beberapa kali ia menangkap basah Anna lagi jalan bareng kak Ferdi di sekitaran kampus.
"Iya Yas, sebenarnya kemarin dia juga nembak aku, maaf yah aku nggak sempat cerita ke kamu. Habisnya aku lihat kamu sibuk banget sama tuh laporan-laporan" kata Anna sambil menunjuk laporan-laporan yang berserakan di hadapan Yasmin.
"Nggak papa Ann, aku ngerti kok. Jadi gimana jawaban kamu?" tanya Yasmin penasaran.
"Ya.. terpaksa harus aku tolak. Mau gimana lagi, entah kenapa hati aku seolah-olah masih tertutup untuk menerima seseorang" jawab Anna membuat Yasmin sedikit tersenyum.
"Bagus Ann, aku harap nanti hati kamu terbuka hanya pada seseorang yang sudah Allah takdirkan menjadi suamimu" kata Yasmin
"Semoga saja lah, biar hati ini tidak karatan karena kelamaan kosong" kata Anna membuat Yasmin terkekeh.
"Entahlah Ann, kadang aku berpikir hatiku masih tertutup untuk seorang cowok karena selama di kampus nggak ada cowok yang berhasil menarik perhatianku, tapi disisi lain, kadang hatiku seperti merindukan seseorang yang aku juga nggak tahu". jawab Yasmin bingung.
"Hmm? mungkin memang saat ini hatimu sudah terbuka oleh seseorang Yas. Bahkan kamu sendiri tidak menyadarinya kalau seseorang yang telah memasuki hatimu secara perlahan" kata Anna dengan mimik seriusnya.
--
Di kediaman Abi Hasan
"Yusuf, kamu kapan nikahnya nak? Ummi ingin sekali menimang cucu darimu" rengek Ummi yang saat ini sedang berada di ruang keluarga bersama Abi Hasan dan Yusuf tentunya.
"Sabar yaa Ummi, Yusuf juga sedang ikhtiar kok Ummi" kata Yusuf menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Iya Ummi, yang namanya jodoh pasti akan bertemu jika memang sudah waktunya" kata Abi ikut berkomentar.
"Adikmu si Fatimah kemarin sudah ada yang ajak ta'arruf, Ummi harap kamu juga bisa segera menemukannya nak" kata Ummi mengelus pundak putranya dengan lembut.
"Iya Ummi Insya Allah" kata Yusuf tersenyum tipis.
"Ini juga Yusuf sedang menunggu takdir Allah Ummi, hasil sholat istikhiroh Yusuf sudah ada, tinggal tunggu bertemunya saja" kata Yusuf dalam hati sambil tersenyum.
-Bersambung-
Yuk dukung karya author dengan like, koment dan vote novel ini agar author lebih semangat lagi update cerita selanjutnya.