Kisah Cinta Dua Mutiara

Kisah Cinta Dua Mutiara
53. Rencana Liburan


Hari demi hari kian berlalu, perasaan yang dulu begitu pilu dan mendung, kini seolah kembali mendapatkan pancaran cahaya dari sang surya.


Yasmin telah kembali ceria seperti semula seiring berjalannya waktu, hanya saja, seperti Yusuf, ia tak lagi berani menerima minuman apapun dari orang lain, ia cukup trauma atas kejadian yang menimpanya beberapa waktu lalu. Meskipun sampai saat ini Riska belum ditemukan oleh Polisi, tapi ia tidak ingin terlalu ambil pusing.


Waktu terus berjalan, Yasmin kini telah menyelesaikan masa PKLnya yang tertinggal. Lalu bagaimana dengan Yusuf? Yusuf sampai saat ini belum mengkhitbah Yasmin secara resmi dihadapan orang tuanya.


Bukan karena tidak ingin atau belum siap, tapi karena Yusuf, Abi Hasan dan Ummi Ulfa sudah hampir sebulan ini sedang berada di Kairo untuk menghadiri acara kelulusan putri bungsu mereka yaitu Fatimah, dan dilanjutkan dengan acara pernikahan Fatimah dengan seorang pria berkewarganegaraan Arab.


Yasmin sama sekali tidak mempermasalahkan itu, ia sangat mengerti dengan keadaan dan ia tidak ingin memaksakan kehendak.


Meskipun selama Yusuf di Kairo, ia tidak pernah lagi berkomunikasi dengannya, namun Yasmin akan berusaha berpikir positif. Toh mereka belum memiliki ikatan yang halal sehingga saling bertukar kabar bukanlah suatu kewajiban.


Saat ini, Yasmin baru turun dari taksi, ia melirik jam tangannya yang menunjukkan pukul 05.30 sore, dengan senyuman lebar, ia melangkahkan kaki masuk ke dalam rumah.


"Assalamu 'alaikum" ucap Yasmin yang langsung dijawab "Wa'alaikum salam" oleh Anna dari dalam rumah.


"Haaaah, akhirnya aku bebas dari PKL ini" kata Yasmin menghela nafas legah saat sudah berada di dalam rumah.


"Cieee akhirnya, terus gimana selanjutnya Yas?" tanya Anna


"Yaaa selanjutnya kita akan liburan, karena semua laporan PKLku sudah beres dan bertepatan dengan libur panjang penerimaan mahasiswa baru" kata Yasmin antusias.


"Betul sekali Yas, aku juga sedang libur panjang, jadi kita mau liburan kemana nih?" tanya Anna semangat.


"Bagaimana kalau kita ke Toraja Ann, mengunjungi kampung halaman kamu?" tawar Yasmin


"Waaah beneran nih? aku mau, letsgo deh, tapi aku mau sebar proposal dulu yah" kata Anna kemudian mengambil hapenya.


"Proposal? proposal apa Ann?" tanya Yasmin heran.


"Proposal pengajuan izin dan pengumpulan dana yang akan aku tujukan untuk ketiga kakakku dan pamanku tentunya" tutur Anna membuat Yasmin terkekeh geli.


"Aku kirain apa" gelak Yasmin.


Tok..tok..tok (suara ketukan pintu rumah)


"Biar aku yang buka, kamu pasti capek" kata Anna sedikit berlari membuka pintu setelah memakai jilbabnya.


"Assalamu 'alaikum Anna" kata Ryan sambil melebarkan tangannya.


"Wa'alaikum salam, Ryan? ada apa?" tanya Anna.


"Aku mau ngajak kamu makan malam ini, boleh nggak?" kata Ryan.


"Hmm gimana yah?" Anna berpikir sejenak, entah kenapa dia agak ragu untuk menerima ajakan Ryan kali ini.


"Ya udah aku siap-siap dulu kalau gitu" kata Anna lalu masuk kembali ke dalam rumah.


"Kamu mau kemana Ann?" tanya Yasmin saat melihat Anna mengganti baju dan jilbabnya.


"Aku mau keluar sebentar, nggak lama kok, yah?" kata Anna sembari memakai jilbabnya.


"Hmm.. iya hati-hati yah, jangan lama-lama loh?" Yasmin mengingatkan


"Iya emakku sayang, aku pergi dulu, assalamu 'alaikum" Anna pamit pergi.


"Wa'alaikum salam" jawab Yasmin geleng-geleng kepala lalu masuk ke dalam kamarnya.


Di dalam mobil Ryan


"Kita mau makan malam dimana Yan?" tanya Anna sesekali melihat keluar jendela.


"Kita makan di tempat favorit kamu Ann, oh iya aku ada surprise untukmu" kata Ryan membuat Anna mengerutkan alisnya.


"Surprise apaan?" tanya Anna penasaran.


"Yaa namannya juga surprise, berarti rahasia Ann" jawab Ryan.


"Ya sudahlah terserah kamu saja kalau gitu" kata Anna pasrah.


--


Di Restoran X


"Don, ada yang booking restoran kita untuk acara yah? kok sepi dan banyak hiasannya?" tanya Wildan saat baru tiba di restorannya.


"Iya bos, malam ini ada pelanggan kita yang akan melamar kekasihnya" kata Doni asisten Wildan.


"Wow romantis juga yah" puji Wildan sambil berjalan masuk ke dalam restoran, namun langkah kakinya tiba-tiba terhenti saat ia melihat tulisan yang terpajang dibagian dalam restorannya.


'Anna, will you marry me?' begitulah tulisannya.


"Semoga dia bukan Anna yang ku kenal" gumamnya lalu hendak melangkahkan kembali kakinya, namun sekali lagi, langkah kakinya terhenti saat ia mendengar suara deru mobil yang berhenti di depan restorannya. Wildan memicingkan mata untuk memfokuskan pandangannya saat melihat siapa gadis yang turun dari mobil tersebut.


-Bersambung-


Yuk dukung karya author dengan like, koment dan vote novel ini agar author lebih semangat lagi update cerita selanjutnya.