
Di sebuah rumah kecil, nampak seorang wanita sedang gelisah dan tidak tenang. Dia adalah Riska, yang semenjak menjadi buronan, hidupnya tidak pernah tenang.
Bahkan saat ini, ia terpaksa meninggalkan rumah kontrakannya yang besar dan memilih mencari kos-kosan yang kecil untuk bersembunyi.
"Ku pikir setelah mendorong Yasmin hingga tertabrak hatiku akan merasa puas. Tapi apa? hatiku malah semakin gelisah," gumam Riska menjambak rambutnya sendiri.
Semenjak mendorong Yasmin beberapa waktu lalu, Riska selalu dihantui perasaan bersalah, apalagi bayangan saat Yasmin tertabrak di depan matanya selalu mengganghui tidurnya.
"Apa yang harus aku lakukan sekarang? aku benar-benar tersiksa dengan keadaanku yang seperti ini," lirihnya dengan mata yang mulai berkaca-kaca. "Apa aku sebaiknya menyerahkan diri saja? hidupku sudah hancur, tapi aku tidak ingin menjadi gila karena hidup dengam rasa bersalah dan gelisah seperti ini," lanjutnya bermonolog.
"Aku tidak mungkin selamanya berlari dari polisi seperti ini, ap...." Perkataan Riska terpotong saat suara ketukan pintu mengganggu pendengarnnya.
"Siapa itu yah? tidak ada sama sekali yang tahu tempatku saat ini, apakah ibu kos?" Riska bertanya pada dirinya sendiri.
"Hufth, buka saja lah, apapun yang terjadi nanti, aku siap menerimanya," monolog Riska, kemudian berjalan untuk membuka pintu.
Ceklek
"Selamat siang, benar dengan saudari Riska?" tanya Dimas yang datang bersama dua orang polisi.
"Benar," jawab Riska jujur, ia seperti sudah lelah untuk melarikan diri lagi.
"Saudari Riska, anda kami tahan dengan tuduhan penculikan, penipuan dan percobaan pembunuhan, sekarang saudari Riska ikuti kami ke kantor polisi," tegas Dimas sambil memperlihatkan surat penangkapan Riska.
"Baik pak." Riska kini pasrah dengan apa yang akan terjadi. "Tapi pak, tolong sampaikan ke Yasmin kalau aku ingin berbicara padanya," lirih Riska, namun Dimas tidak memberikan jawaban apapun.
--
Di kediaman orang tua Yusuf
"Satu suapan lagi sayang, aaaa" ujar Yusuf sambil memberikan instruksi buka mulut dengan memperagakannya.
"Aaaa" Yasmin membuka mulutnya menerima suapan dsri Yusuf.
"Iiih pintar banget sih istriku, kalau gini kamu bisa segera pulih sayang," tukas Yusuf sambil memberikan minum dilanjutkan dengan membersihkan mulut Yasmin dengan tangannya.
Yasmin yang menerima perhatian dari sang suami tentu merasa sangat bahagia.
"Terima kasih banyak kak udah rawat dan manjain Yasmin," cicit Yasmin membuat Yusuf tersenyum.
Tok tok tok (suara ketukan pintu kamar Yusuf yang tidak di tutup).
Semenjak Yasmin sakit dan ada Ibu Hafsah ada di rumahnya, Yusuf sengaja tidak menutup pintu kamarnya agar Ummi Ulfa dan Ibu Hafsah dapat dengan mudah menjenguk Yasmin. Kecuali saat tidur di malam hari, maka Yusuf akan menutupnya.
"Assalamu 'alaikum sayang, gimana keadaanmu," tanya Ummi Ulfa yang datang bersama Ibu Hafsah.
"Wa'alaikum salam." Yusuf dan Yasmin menjawab bersamaan.
"Alhamdulillah Ummi, Ibu, Yasmin sudah semakin baik, kan dokternya selalu standby disini," jawab Yasmin lalu melirik Yusuf, sementara yang dilirik senyum salah tingkah.
"Iya sayang, Ibu bersyukur karena suamimu ini dokter, jadi kalau kamu sakit, ibu tidak terlalu khawatir lagi mengenai bagaimana suamimu merawatmu," timpal Ibu Hafsah membuat Yusuf semakin malu salah tingkah dibuatnya.
"Eh eh sudah dulu muji-mujinya, nanti yang dipuji bisa terbang loh," sanggah Ummi melirik Yusuf.
Tiga wanita beda generasi itu kini tertawa bersama. Sementara Yusuf semakin dibuat salah tingkah dengan lirikan Yasmin yang seperti ikut menggodanya.
Dret dret dret (suara hape Yusuf)
Melihat siapa yang menelfonnya, Yusuf memutuskan untuk segera mengangkatnya.
"Ummi, Ibu, Yasmin, Yusuf permisi dulu mau angkat telfon," izin Yusuf dan di angguki oleh ketiga wanita itu.
"Halo assalamu 'alaikum Dim, bagaimana?" ucap Yusuf menjawab telfonnya.
"Wa'alaikum salam. Yusuf, kami sudah berhasil menangkap Riska," ujar Dimas di seberang telfon.
"Alhamdilillah.. syukurlah, akhirnya dia tertangkap juga," ucap Yusuf merasa legah.
"Tapi Yus, kata Riska, dia ingin bertemu dengan Yasmin istrimu," tukas Dimas, membuat Yusuf mengerutkan keningnya.
"Apa? Riska ingin bertemu Yasmin?"
-Bersambung-
Yuk dukung karya author dengan like, koment dan vote novel ini agar author lebih semangat lagi update cerita selanjutnya.