Kisah Cinta Dua Mutiara

Kisah Cinta Dua Mutiara
47. Kejadian Menyakitkan


Perlahan Yasmin mulai membuka matanya. Samar-samar ia melihat seorang pria besar baru saja keluar dari toilet dengan menggunakan handuk yang menutupi setengah tubuhnya.


Yasmin sangat terkejut, namun ia masih begitu lemah untuk bereaksi, dilihatnya tubuhnya yang masih dalam keadaan berbaring di atas kasur, pakaian yang ia gunakan masih lengkap dengan jilbabnya.


Ia kembali mengarahkan pandangannya kepada pria tersebut yang sepertinya masih asik meminum minumannya yang ia duga adalah anggur.


"Hai, akhirnya kamu sadar juga sayang" kata Jhon saat melihat mata Yasmin telah terbuka.


Yasmin kembali terkejut mendengar suara pria itu, ia lantas berusaha bangkit dari tidurnya namun ia begitu kesulitan karena kepalanya yang masih sangat sakit dan pusing.


"Dari tadi aku menunggumu sadar, aku nggak suka ber******* dengan wanita dalam keadaan tidak sadar" kata Jhon lagi sembari berjalan mendekati Yasmin.


"Jangan coba-coba mendekatiku!!" kata Yasmin dengan suara bergetar.


"Ayolah, kita sudah jauh-jauh ke hotel ini, masa kamu melarangku untuk mendekatimu? kata Jhon.


"Hotel? aku dihotel? astaghfirullah, apa yang terjadi? Riska?" batin Yasmin ketakutan mencoba mengingat apa yang terjadi sebelumnya.


"Ayo kita mulai malam yang indah ini sayang" kata Jhon hendak membuka jilbab Yasmin, namun Yasmin langsung membenturkan kepalanya ke hidung Jhon lalu berlari ke arah pintu.


"Auw, hidungku" pekik Jhon kesakitan memegangi hidungnya, dan ia bertambah meradang saat hidungnya mengeluarkan darah.


Yasmin berusaha membuka pintu kamar itu namun terkunci, ia mencari kunci itu kesegala tempat dengan dada yang bergemuruh hebat, ia sangat ketakutan malam ini.


"Hey, berani-beraninya kamu melawanku!" kata Jhon meninggiman suaranya lalu menarik tubuh Yasmin dan mendorongnya ke kasur.


Dengan cepat Jhon mendekat, namun Yasmin dengan segenap kekuatannya berguling ke samping sampai ia terjatuh dari kasur dan kepalanya membentur lantai.


"Auu" pekik Yasmin berusaha menahan sakit dikepalanya.


Jhon mulai kehabisan kesabaran, ia lalu bendekati Yasmin yang tersungkur dilantai dan menarik rambut Yasmin yang masih tertutupi jilbab membuat Yasmin merasa kesakitan.


"Kamu sudah berani melawanku dan mengujj kesabaranku hah? dasar gadis kurang ajar!" kata Jhon lalu menampar Yasmin hingga ia tersungkur kembali ke lantai dengan sudut bibir yang mulai mengeluarkan darah.


Melihat Yasmin yang mulai tidak berdaya, Jhon kembali menarik paksa kedua pundak Yasmin hingga ia terbangun dan berdiri berhadapan dengan Jhon.


"Tolong, tolong jangan lakukan ini padaku, ku mohon" Yasmin memohon dengan mengatupkan kedua tangannya di hadapan Jhon.


Wajah Yasmin sudah basah dengan air matanya, namun Jhon yang sudah terbakar gairah dan emosi akibat mabuk tidak menghiraukan Yasmin.


Ia lalu mendorong kembali tubuh Yasmin ke kasur, ia hendak membuka baju Yasmin, namun Yasmin menahannya dengan sekuat tenaga, hingga akhirnya Jhon merobek lengan baju Yasmin hingga menampilkan pundak Yasmin.


Yasmin semakin menangis dan ketakutan, ia merasa semakin direndahkan oleh Jhon. Ia berusaha berteriak meminta tolong, namun sayangnya usahanya sia-sia.


Baru saja Jhon akan men***m paksa Yasmin namun tiba-tiba..


Brak (suara pintu terbuka dengan keras)


Melihat keadaan Yasmin saat ini, dimana wajahnya basah dengan keringat dan air mata, bibirnya mengeluarkan darah, kepalanya memar, dan lengan baju yang robek, membuat hati Anna bagai tercabik-cabik.


"Kurang ajar kau breng***" teriak Anna lalu menendang Jhon hingga ia terjatuh, belum sempat ia bagun Anna lalu memukulnya secara brutal, tak memberinya kesempatan melawan.


"Wil, kamu tahan Anna, pria itu bisa mati jika dihajar terus seperti itu" kata Yusuf.


Wildan yang tadi hanya melongo melihat aksi Anna dikejutkan oleh Yusuf, dan iapun langsung pergi menghentikan Anna yang sudah membuat Jhon babak belur dan tidak berdaya.


Yusuf melihat Yasmin dengan tatapan sendu dam mata yang mulai berkaca-kaca, hatinya benar-benar sakit melihat wanita yang kini ia anggap calon istrinya dalam keadaan terpuruk seperti ini.


Yusuf membuka jaket yang ia kenakan lalu mendekati Yasmin dan memakaikannya ke tubuh Yasmin untuk menutupi pundak Yasmin yang terbuka.


Sementara Wildan saat ini sedang berusaha keras menghentikan kemarahan Anna, namun selalu gagal, bahkan ia harus ikut terkena bogeman dari Anna. Yusuf yang melihat wildan kesulitan segera membantunya untuk menghentikan Anna, namun tetap saja gagal.


"Anna, tolong entikan" Yasmin yang tak mampu berdiri karena tubuhnya bergetar hebat hanya bisa memanggil Anna untuk menghentikan kemarahan Anna meskipun dengan suara bergetar, namun itu berhasil membuat Anna berhenti.


Anna lantas berbalik melihat sahabatnya dengan mata yang berkaca-kaca.


"Jangan mengotori tanganmu dengan menyentuh pria seperti dia Ann, biarkan pihak berwajib yang menanganinya" kata Yasmin lirih.


Anna tak mampu berkata-kata, ia berjalan mendekati Yasmin dengan sesekali mengusap pipinya yang mulai dibasahi oleh air mata.


"Maafkan aku Yas" lirih Anna lalu memeluk tubuh Yasmin. "Maafkan aku tak bisa menjagamu dengan baik" lanjutnya.


Tangisan keduanya pecah dalam pelukan masing-masing.


Yusuf dan Wildan yang melihatnya juga merasakan rasa sakit yang mereka rasakan, sesekali mereka dengan cepat menghapus air mata yang hendak lolos dari matanya agar tak terlihat oleh Yasmin dan Anna.


Beberapa saat kemudian, polisi tiba di tempat kejadian. Polisi mulai memeriksa TKP, sementara Yusuf, Wildan dan Anna membawa Yasmin ke rumah sakit. Anna meninggalkan motornya dihotel untuk menemani Yasmin yang dibawa oleh mobil Yusuf.


--


"Apa? gagal? dasar bo**h. Pokoknya aku nggak mau tahu, jangan pernah libatkan aku dalam masalahmu kali ini, ingatkan, ini semua rencanamu, aku nggak tahu apa-apa dan aku nggak terlibat!" marah Mira mematikan telfonnya secara sepihak.


--


"Si*l! dasar cewek nggak tahu terima kasih. Hanya mau mengambil keuntungan tapi tidak mau menerima resiko. Rencana ini juga kan untuk membantunya, tapi apa? nggat tahu apa-apa? nggak terlibat? pengkhi***t kamu Mira" umpat Riska kesal karena dimarah-marahi.


"Semoga saja Dave tidak mengatakan yang sebenarnya, aku harus cari cara agar balas dendamku berhasil dan lolos dari polisi" monolog Riska.


-Bersambung-


Yuk dukung karya author dengan like, koment dan vote novel ini agar author lebih semangat lagi update cerita selanjutnya.