
"Tante, apakah ada mahasiswa PKL di IFRS atas nama Yasmin" tanya Yusuf pada Karina yang ternyata adik dari Umminya.
Saat ini, Yusuf sedang menemani Umminya mengunjungi rumah tantenya, karena anak Karina yang tak lain adalah adik sepupu Yusuf saat ini sedang sakit.
Setelah melihat adik sepupunya, Yusuf beserta Ummi dan tantenya duduk di ruang keluarga bersama.
"Iya ada, kamu kenal dia?" tanya Rina
"Apakah dia calon kamu Yus?" Ummi Ulfa ikut bertanya.
"Aku kenal dia karena dulu dia teman pasienku tan" kata Yusuf. "Ummi, Yusuf kan cuma bertanya" lanjut Yusuf sambil memainkan kedua tangannya salah tingkah.
"Kalau kamu mau jadikan dia istri juga nggak papa kok Yus, malah tante setuju karena dia orangnya rajin, disiplin dan pintar" kata Rina
"Benarkah Rin? kalau gitu aku harus segera bertemu dengannya" kata Ummi Ulfa antusias.
"Ih Ummi apaan sih" kata Yusuf dengan wajahnya hang memerah karena malu. "Ummi tenang saja, Yusuf akan langsung memperkenalkannya pada Ummi jika calon Yusuf sudah ada" lanjutnya kemudian.
"Beneran yah! Ummi tunggu loh, jangan lama-lama" kata Ummi dengan tatapan yang sulit dipahami.
"Iya kak, sabar aja, mungkin Yusuf saat ini sedang ikhtiar. Kita kan tau sendiri ikhtiarnya laki-laki dan perempuan dalam menjemput jodoh itukan beda. Laki-laki harus lebih berjuang lagi karena dia adalah calon imam dan pemimpin dalam rumah tangganya nanti, jadi untuk menentukan dan meyakinkan calon makmum yang akan dia pimpin butuh usaha yang nyata disamping doa pada Allah tentunya" kata Rina pada Ummi Ulfa membuat Ummi Ulfa dan Yusuf mengagguk bersamaan.
--
"Yasmin... jalan-jalan yuk! mumpung kamu lagi libur" ajak Anna sangat bersemangat.
"Hmm.. gimana yah??" kata Yasmin pura-pura berfikir.
"Ayolah ayolah" rengek Anna seperti anak kecil.
"Ayo deh.. kita mau kemana memangnya Ann?" tanya Yasmin.
"Kita pergi nonton, gimana?" kata Anna menawarkan.
"Boleh boleh, udah lama aku nggak nonton" jawab Yasmin.
"Sekarang kita siap-siap dulu" kata Anna dijawab anggukan oleh Yasmin.
Beberapa menit kemudian.
Anna memarkirkan mogenya diparkiran sebuah Mall. Yasmin kemudian turun yang diikuti Anna.
Mereka berjalan bersama menuju bioskop yang ada di Mall tersebut.
"Yas, kamu mau nonton film bergenre apa nih?" tanya Anna saat tiba di depan bioskop.
"Hmm.. kita nonton film horor aja, gimana? kita kan udah keseringan nonton film action, jadi gantian yah. Kamu nggak takut kan?" tanya Yasmin.
"Yaa nggaklah, masa nonton film horor aku takut" kata Anna tersenyum getir menutupi kegugupannya.
Mereka pun membeli tiket kemudian membeli popcorn dan minuman sebelum masuk.
Saat sudah di dalam, Yasmin dan Anna duduk di bagian belakang yang agak gelap, membuat Anna merasa semakin gugup. Filmpun dimulai.
Hening dan mencekam itulah yang dirasakan Anna. Seumur hidup, ini pertama kalinya ia nonton film horor. Dulu, Anna sering diceritakan oleh kakak-kakak sepupunya yang jahil tentang film horor sehingga membuat Anna merasa takut untuk menonton film tersebut.
"Allahu akbar, ya Allah ya Allah" teriak Anna sembari menutup wajahnya dengan kedua tangannya.
Tentu hal itu membuat semua orang menoleh pada Anna. Tak terkecuali Yasmin yang kaget namun juga merasa lucu dengan sahabatnya itu.
"Astaghfirullah.. ini cewek bikin kaget aja" lirih pria yang duduk disamping Anna namun masih didengar oleh Anna.
Mendengar perkataan pria itu Anna menoleh kepada pria itu dengan tatapan tajamnya. Namun karena gelap ia tak bisa melihat wajah pria itu dengan jelas.
"Kalau tidak tahan dengar suara aku ya tutup telinga aja" ketus Anna sedikit berbisik.
"Bukan gitu maksud aku. Takut saat nonton film horor itu wajar, tapi kalau nggak tahan nontonnya yah lebih baik keluar aja, daripada nanti malah jatungan" kata pria itu sedikit berbisik pada Anna namun Anna tidak meresponnya lagi.
Tak terasa film pun berakhir. Yasmin dan Anna berjalan keluar bersama, diikuti oleh pria yang duduk disamping Anna tadi, ia berjalan sendiri dibelakang mereka sambil sesekali melihat jam tangannya yang telah menunjukkan pukul 16.30.
"Dimana sih Yusuf, katanya mau ketemu disini jam 16.00, tapi mana? ini sudah lewat 30 menit" Gerutu Wildan lalu kembali memandang ke depan lalu melihat Anna.
"Jadi, cewek yang heboh di samping aku tadi dia, siapa yah namanya?" lirih Wildan sambil mengikuti Anna yang saat ini sedang berjalan bersama Yasmin.
Saat Wildan hendak mendekati Anna, tiba-tiba ada tangan yang menahan pundaknya, membuat Wildan seketika menghentikan langkahnya dan berbalik.
"Kamu mau kemana sih? tanya Yusuf yang datang dari arah belakang.
"Ah.. kamu gangguin rencanaku aja" jawab Wildan lalu menatap nanar punggung Anna yang semakin menjauh.
"Emang aku gangguin kamu ngapain?" tanga Yusuf.
"Rencana aku buat kenalan sama cewek" kata Wildan.
"Hah? serius kamu? tumben, biasanya juga kamu menghindar kalau ada cewek yang datang" tanya Yusuf terkejut.
"Ya iyalah, aku juga masih normal dan
pengen nikah kali, masa aku menghindar terus, yang ada entar aku jadi bujang lapuk kayak kamu" kata Wildan sembari menyentuh pundak Yusuf dengan jari telunjuknya.
"Enak aja, aku juga masih normal dan pengen nikah kali. Sekarang ini aku ngajakin kamu kesini buat nemenin aku nyari buku yang bermanfaat buat kamu dan aku" kata Yusuf mulai berjalan ke arah toko buku yang tidak jauh dengan bioskop tempat mereka bertemu.
"Buku apaan tuh?" tanya Wildan berjalan mengikuti Yusuf yang sudah sampai di dalam toko buku.
"Buku tentang ini nih!" kata Yusuf lalu memberikan sebuah buku pada Wildan.
"Membenahi diri sebelum menikah" Wildan membaca judul buku tersebut. "Wah, emangnya kamu udah nemu seseorang buat diajak nikah yah?" lanjut Wildan antusias dan hanya dijawab senyuman oleh Yusuf.
"Alhamdulillah, aku pikir nggak akan ada yang berani deketin kamu karena berdekatan dengan kamu bagaikan berada di Kutub Utara, dingin dan kaku kayak orang membeku" kata Wildan tergelak.
"Sebenarnya aku baru mau mengajaknya ta'arruf, aku masih cari waktu yang tepat" kata Yusuf menggaruk kepalanya yang tidak gatal sambil canga-cengir.
-Bersambung-
Yuk dukung karya author dengan like, koment dan vote novel ini agar author lebih semangat lagi update cerita selanjutnya.
Yuk dukung karya author dengan like, koment dan vote novel ini agar author lebih semangat lagi update cerita selanjutnya.