
Hari Minggu di Rumah Kontrakan
Namanya Yusuf Ar-Razaq, dia anak pertama dari dua bersaudara. Adiknya bernama Fatimah, saat ini sedang menyelesaikan skripsinya di Kairo. Ayahnya bernama Hasan pemilik Rumah Sakit A, Ibunya bernama Ulfa.
"Wow, ini sih namanya keluarga luar biasa" kata Anna saat membaca sebuah buku yang bertuliskan "Pengenalan".
Awalnya ia tidak sengaja melihat buku Yasmin di atas meja makan tanpa ditemani si empunya buku. Namun, karena merasa tertarik dengan tulisan di cover buku tersebut akhirnya ia membacanya.
Yasmin yang baru keluar dari toilet terkejut ketika melihat Anna tengah asyik membaca buku itu. Ia memang belum memberitahukan kepada Anna bahwa saat ini ia sedang melakukan ta'arruf dengan Yusuf.
"Anna?" Anna menoleh mendengar panggilan Yasmin.
"Yas, ini buku apaan sih? Yusuf itu siapa?" tanya Ann penasaran.
"Sebenarmya ada yang ingin aku kasi tahu ke kamu, tapi aku nyari waktu yang tepat dulu, soalnya aku malu" kata Yasmin sembari duduk berhadapan dengan ini di meja makan.
"Apaan sih? bikin penasaran aja" kata Anna
"Gini Ann, waktu di Makassar, ada cowok yang ngajak aku ta'arruf" kata Yasmin terpotong saat Anna lanhsing bertanya kembali.
"Ta'arruf itu apa lagi?" tanya Anna
"Ta'arruf itu sebuah perkenalan antar pria dan wanita agar dapat saling mengenal satu sama lain sebelum melanjutkan ke jenjang pernikahan" terang Yasmin.
"Sama kayak pacaran dong?" tanya Anna lagi.
"Beda Ann, nih yah aku kasi tahu perbedaannya. Tujuan utama setelah ta'arruf adalah menikah, sedangkan tujuan pacaran belum tentu menikah walaupun memang ada yang tujuannya menikah. Ta'arruf dilakukan dalam waktu yang singkat atau tidak boleh berlama-lama, jika sudah yakin, maka langsung ke tahap lamaran atau khitbah, kalau tidak yakin maka proses ta'arruf akan berhenti saat itu juga, sedangkan pacaran bisa memakan waktu berbulan hingga bertahun-tahun. Dalam ta'arruf, proses perkenalan dilakukan dengan bantuan mediator, seperti keluarga atau ustad yang amanah jadi tidak ada istilah berdua-duaan apalagi kontak fisik pada masa ta'arruf, sedangkan pacaran, kamu pasti tahu sendiri soal itu" papar Yasmin panjang lebar.
"Oke-oke aku ngerti sekarang. Jadi, kalau saat ini kamu sedang ta'arruf, berarti dalam waktu dekat kamu akan nikah dong?" tanya Anna membuat Yasmin mengangguk.
"Insya Allah Ann, doakan yah" kata Yasmin tersenyum.
"Huwaaaa... terus kalau kamu nikah, aku disini sama siapa dong" rengek Anna.
"Yaa mau gimana lagi Ann, kecuali kalau kamu juga nikah dalam waktu dekat ini itu lebih bagus lagi, biar pergaulanmu dengan para teman cowokmu itu ada yang membatasi, dan ada yang menjagamu juga kan" kata Yasmin menahan senyumnya.
"Apaan sih Yas, ini aja aku udah nggak pernah lagi balapan dan nongkrong sejak si Bimo nikah. Istrinya melarang dia balapan lagi, padahal dia saingan terberat aku saat balapan, nggak ada dia balapan jadi nggak rame" tutur Anna manyun merasa kesal.
"Alhamdulillah, berarti secara perlahan interaksimu dengan cowok sudah mulai berkurang" kata Yasmin dengan senyum bahagianya.
"Daripada kamu suntuk dan kesal sendiri di rumah, gimana kalau nanti sore kita jalan-jalan? aku mau membawamu ke suatu tempat" ajak Yasmin.
"Boleh boleh aku mau" jawab Anna antusias.
"Oke deh, tapi aku mau kamu janji 1 hal, kamu mau memenuhi 1 permintaanku nanti, nggak susah kok cuma 1 permintaan aja" kata Yasmin lagi.
"Oke oke insya Allah, aku janji akan ikuti permintaan kamu" kata Anna membuat Yasmin mengulum senyum penuh makna.
Sore hari, Yasmin sudah siap sejak tadi dengan senyuman lebar di wajahnya, entah apa yang ia rencanakan kali ini, ia tidak sabar menunggu Anna yang saat ini sedang mandi.
Anna keluar dari kamar mandi, lalu menuju ke kamarnya, Yasmin berlari-lari kecil di belakang Anna hingga masuk ke kamar Anna. Saat Anna berbalik untuk menutup pintu,
"Astaghfirullah.. Yasmin, kamu ngapain kesini, ngagetin aku aja tau nggak?" kata Anna mengelus-elus dadanya yang berdetak kencang.
"Tadi, kamu janjikan mau penuhi permintaanku kali ini?" kata Yasmin cengengesan.
"Iya, emang permintaan kamu apa sih? bukan sesuatu yang berbahaya bagi hidup aku kan?" tanya Anna mengernyitkan alisnya.
"Bukan kok, justru ini sangat baik untuk hidup kamu" jawab Yasmin.
"Oke, apa permintaan kamu hmm?" tanya Anna.
Yasmin mengeluarkan sebuah paper bag yang sejak tadi ia sembunyikan di belakang tubuhnya.
"Pakailah ini! ini adalah hadiah dariku untukmu" kata Yasmin sembari memberikan paper bag tersebut kepada Anna.
"Wih so sweet banget sih sahabat aku" Anna tersenyum bahagia sambil mengeluarkan sesuatu dari paper bag tersebut yang ternyata adalah sebuah gamis, lengkap dengan jilbab syar'inya.
"Ini beneran kamu suruh aku pake ini" kata Anna meyakinkan Yasmin.
"Iya, memangnya salah yah?" tanya Yasmin.
"Yaa nggak sih, cuma aku kurang percaya diri aja pake gamis kayak gini" kata Anna masih memegang gamis tersebut.
"Pake aja Ann, kamu udah janji loh, aku tunggu diluar yah" kata Yasmin lalu berjalan keluar dari kamar Anna.
Beberapa menit kemudian
Anna keluar dari kamarnya dengan menggunakan gamis lengkap dengan jilbab syar'inya.
"Masya Allah, kamu cantik sekali Anna" puji Yasmin dengan mata berbinar.
Anna yang mendapat pujian Yasmin wajahnya memerah karena malu.
Yasmin memberikan baju gamis kepada Anna yang modelnya sama dengan gamis yang ia gunakan saat ini, namun warnanya berbeda, Yasmin berwarna Pink dan Anna berwarna tosca.
Setelah siap, merekapun pergi bersama dengan menggunakan taksi online, tentu Anna tidak ingin menggunakan mogenya.
Kali ini, Yasmin membawa Anna ke sebuah masjid besar tempat di adakan tabligh akbar. Sesampainya disana, Anna dibuat tercengang dengan banyaknya orang yang datang, semua wanita menutup auratnya, bahkan ia melihat banyak anak-anak yang masih sangat kecil yang menutup auratnya dengan baik. Melihat pemandangan itu, hati Anna seperti tercubit,
"Anak sekecil itu telah menutup auratnya dengan baik, sedangkan aku? aku udah dewasa tapi masih saja berkeliaran tanpa menutup aurat" itulah yang dipikirkan Anna saat itu.
-Bersambung-
Yuk dukung karya author dengan like, koment dan vote novel ini agar author lebih semangat lagi update cerita selanjutnya.