Kisah Cinta Dua Mutiara

Kisah Cinta Dua Mutiara
31. Menemani Ummi


Yusuf berjalan menuju ruangannya, tiba-tiba ada yang memanggilnya dari belakang, membuat Yusuf menghentikan langkahnya dan menoleh ke belakang.


"Yusuf!" panggil Karina.


"Iya tante, ada apa?" tanya Yusuf.


"Apa kamu sudah bertemu dengan Yasmin?" tanya Karina menghampiri Yusuf.


"Belum tante, ada apa?"


"Tadi Yasmin izin 2 minggu, katanya Ayahnya sakit dan ia mau pulang untuk menjaga Ayahnya" kata Karina, entah kenapa ia merasa perlu memberitahukannya kepada Yusuf.


"Oh, iya tante, terima kasih informasinya yah tant" kata Yusuf ingin berbalik lalu kemudian terhenti lagi saat Karina memanggilnya lagi.


"Yusuf.. hmm, aku mungkin tidak mengetahui apa yang kamu rasakan, tapi menurutku, kalau kamu memang serius dengan Yasmin maka berusahalah lebih kuat, dia itu seperti mutiara di laut dalam, butuh ikhtiar lebih untuk dapat melihat keindahannya. Temui langsung orang tuanya" kata Karina lalu berbalik menuju ruangannya.


Karina merasakan hal yang tidak biasa pada tingkah Yusuf akhir-akhir ini. Menanyakan seorang wanita membuat Karina curiga, pasalnya selama ini Yusuf tidak pernah menyanyakan hal tentang wanita, apapun itu, kecuali itu berhubungan dengan keluarganya. Apalagi saat ia menangkap basah Yusuf sedang menoleh ke ruangannya pagi tadi sambil tersenyum, ia kemudian menelusuri arah pandang Yusuf dan benar saja ia menemukan Yasmin yang memang posisinya saat itu sangat telihat jelas dari luar.


Yusuf mengerutkan keningnya mendengar apa yang dikatakan tantenya barusan. Seolah-olah tantenya mengetahui apa yang sedang membuat Yusuf gelisah saat ini.


--


Malam hari Di kediaman Abi Hasan


"Abi, besok jadikan temani Ummi ke Makassar, soalnya Ummi nggak nyaman jalan jauh sendirian" kata Ummi Ulfa saat sedang duduk bersama sang suami di ruang keluarga.


"Gimana yah mi? tadi itu Abi baru dapat kabar kalau besok ada meeting penting di RS dan Abi harus hadir disana" kata Abi hati-hati agar tak disalah artikan oleh Ummi.


"Lebih penting mana sih,Ummi atau meeting Abi itu?" tanya Ummi mendengus kesal mendengar alasan Abi.


Abi terkejut dengan pertanyaan yang dilontarkan oleh istrinya, ia berpikir keras untuk memilih kata-kata yang tepat. Abi membuka mulutnya hendak bersuara, namun terdengar suara salam dari luar yang sudah pasti itu adalah Yusuf.


"Kamu datang Yus, ada apa?" tanya Abi Hasan ingin mengalihkan pembicaraannya dengan Ummi yang bagaikan jebakan, menjawab 'Ummi' akan membuka jebakan lain, dan menjawab 'meeting' maka sudah pasti pintu kamar akan terkunci untuknya.


"Nggak apa-apa kok Abi, Yusuf hanya lagi malas di apartemen" kata Yusuf berbohong karena sejujurnya ia gelisah saat sedang sendiri.


"Yus, kamu sudah makan nak?" tanya Ummi Ulfa lembut, seolah-olah tidak terjadk apa-apa.


"Abi kamu Yus, Ummi kan minta ditemani pergi Makassar besok buat hadiri acara nikahan anak paman kamu disana, tapi Ayahmu malah memilih meeting" kata Ummi Ulfa Ulfa sambil menatap Abi Hasan dengan tatapan sedingin es.


Mendengar kata Makassar membuat Yusuf memikirkan ide cemerlang.


"Biar Yusuf yang menemami Ummi ke Makassar" kata Yusuf tersenyum.


"Loh? kamu kan kerja Nak" kata Ummi Ulfa terkejut.


"Yusuf bisa ambil cuti kok Ummi, selama Yusuf kerja di RS kan Yusuf nggak pernah ambil cuti. Lagipula ada dokter David yang bisa menggantikanku beberapa hari ke depan. Cuti sekali-kali nggak masalah jadi bisa sekalian liburan kan" kata Yusuf membuat Ummi tersenyum senang.


"Ya udah, kalau gitu kamu siapkan izin cuti dan barang-barangmu, Ummi rencana mau di Makassar selama 5 hari, besok pagi kita berangkat. Nggak masalah kan?" tanya Ummi Ulfa yang langsung diangguki Yusuf.


"Alhamdulillah masalah selesai" batin Ayah yang sejak tadi diam sambil tersenyum senang.


Keesokan paginya


Yusuf terlihat sangat sibuk dengan telfonnya. Karena rencana yang mendadak, akhirnya Yusuf meminta izin cuti melalui telfon kepada temannya di RS, tak lupa ia juga meminta tolong kepada David untuk menggantikannya sementara.


Setelah semuanya sarapan, Abi mengantar Ummi dan Yusuf dengan mobil yang dikemudikan pak Slamet. Sesampainya di bandara Soekarno-Hatta, Ummi dan Yusuf pamit kepada Ayah dan langsung masuk ke dalam bandara. Kemudian Ayah langsung menuju ke RS untuk meeting.


Yusuf tak henti tersenyum tipis sambil memandang keluar jendela.


"Ada apa nak? sejak tadi Ummi perhatikan kamu senyum-senyum terus, nggak biasanya loh kamu begini" kata Ummi Ulfa sambil mengelus tangan Yusuf dengan lembut.


"Hmm.. maaf Ummi, Yusuf belum bisa ceritakan sekarang. Tapi nanti kalau semuanya sudah jelas baru Yusuf beri tahu Ummi dan Abi" kata Yusuf tersenyum ke arah Umminya dan dibalas senyum oleh Ummi.


Setelah menempuh waktu kurang lebih 2 setengah jam, akhirnya pesawat landing di bandara Sultan Hasanuddin Makassar.


"Akhirnya... Bismillah, Ya Allah, mudahkan urusanku" batin Yusuf tersenyum.


-Bersambung-


Yuk dukung karya author dengan like, koment dan vote novel ini agar author lebih semangat lagi update cerita selanjutnya.