Ikatan Tanpa Cinta

Ikatan Tanpa Cinta
Novel Baru


Hallo, pembaca IKATAN TANPA CINTA!


Saya disini untuk berterimakasih kepada kalian yang sudah membaca novel saya, baik pembaca baru, pembaca lama atau pembaca yang berhenti di tengah jalan gara-gara bosen, saya ucapkan banyak terimakasih kepada kalian semuanya.


Selain itu, saya ingin memberitahu kalian bahwa novel IKATAN TANPA CINTA sudah lama tamat dan itu artinya sudah tidak ada kelanjutan dari kisah Erina dan Bisma. Saya minta maaf, momen Erina hamil dan lahiran tidak saya buat disini.


Tapi, saya memiliki cerita lain yang bisa kalian baca, ini adalah kisah anaknya Erina dan Bisma (Arjuna), judulnya IT'S OKAY, THAT FATE dan ceritanya sedang berjalan. Saya tidak memaksa kalian baca, tapi siapa tahu ada yang berminat.


Saya kasih sedikit scene disana ya ...


IT'S OKAY, THAT FATE #30


Sepekan lebih di Paris, Keana baru menyadari ada beberapa orang yang mengawasinya. Keana sedang jalan-jalan di Tuileries Garden sambil menikmati keindahan taman itu dan beberapa orang memakai jas hitam terus mengikutinya.


Keana berusaha menelpon Shin Hwa barangkali orang yang mengikutinya suruhan ayahnya, tapi Shin Hwa tidak menjawab dan membuat Keana waspada, takut orang-orang itu berniat buruk, lalu tanpa sengaja Keana menabrak seseorang.


Keana terlalu takut melihat orang-orang berjas hitam yang mengikutinya itu sampai Keana tidak meminta maaf pada orang yang sudah dia tabrak. Keana hampir saja meninggalkan tempat itu, tapi tiba-tiba seseorang menahan tangan bergetarnya.


"Sayang, kamu mau pergi kemana?" Tanya orang yang menahan tangannya, Keana menoleh cepat ke belakang, ternyata laki-laki yang memegang tangannya adalah Juna. Keana langsung memeluk tubuh tegap itu dan bersyukur atas kehadirannya.


Keana tidak peduli alasan Juna berada disana, dia benar-benar tidak peduli. Keana hanya tahu Juna akan menyelamatkannya dari orang-orang berjas hitam. Keana sudah tidak melihat orang-orang itu sekarang, pasti mereka semua takut melihat Juna.


"Kamu baik-baik saja, hum?" Ucap Juna membalas pelukan Keana dan Keana menjawabnya dengan anggukan. Keana sangat takut, Juna bahkan bisa merasakan detak jantungnya, seperti orang yang sudah di kejar anjing, cepat dan tidak beraturan.


"Juna, tadi ada yang terus mengikutiku, aku takut mereka orang jahat." Ucap Keana suaranya sedikit bergetar saking takutnya. Keana sedang berada di negara orang, kalau sampai ada yang melukainya, mungkin tidak akan ada yang menolong Keana.


Tapi, ternyata mata Keana jeli, dalam seminggu perempuan itu akhirnya menyadari bahwa ada orang yang terus mengikutinya. Juna tidak bisa menyalahkan para bodyguard, karena memang Keana yang lumayan awas terhadap sekitarnya.


"Tenanglah, sayang. Aku ada disini, mereka tidak akan berani mengganggumu." Ucap Juna berusaha menenangkan Keana, dia merasa bersalah sudah membuat Keana ketakutan seperti sekarang. Juna melepaskan pelukan mereka dan menatap Keana.


"Hey, kenapa menangis?" Tanya Juna mendadak panik melihat air mata di wajah Keana, Juna tidak bisa melihat Keana menangis, apalagi sekarang Juna sendiri menjadi penyebabnya. Juna merasa gagal melindungi Keana untuk kesekian kalinya.


Keana tidak menjawab, hanya memperlihatkan tatapan sendunya. Juna semakin merasa bersalah melihat tatapan Keana , perempuan hebatnya itu berubah lemah karena Juna mengutus bodyguard untuk mengawasi dan melindunginya di Paris.


Juna menghapus air yang membahasi pipi Keana lembut, wajah cantik itu tidak boleh ada air mata, karena Juna tidak suka wanitanya menangis dan tentu saja Juna tidak akan membiarkan air mata itu terlalu lama berada di wajah cantik wanitanya.


"Juna, aku mau pulang, aku takut disini sendirian, aku takut orang-orang tadi kembali mengikutiku. Aku benar-benar takut." Lirih Keana memberikan tatapan memohon kepada Juna, padahal barusan Keana diikuti oleh bodyguard utusan laki-laki itu.


Juna tersenyum senang, sepertinya bodyguardnya harus mendapatkan bonus, meski karena mereka Keana ketakutan, tapi berkat mereka juga Keana memutuskan untuk pulang, padahal masih tersisa banyak sekali waktu untuk Keana liburan di Paris.


Ternyata benar masih ada hikmah dalam masalah yang terjadi, Juna tidak harus memohon supaya Keana pulang ke Jakarta, perempuan itu meminta pulang atas keinginannya sendiri. Juna langsung menarik tubuh Keana kembali dalam pelukannya.


DAN kalian bisa baca selengkapnya di novel saya yang berjudul It'S Okay, That'S Fate ... supaya lebih mudah menemukan ceritanya, kalian bisa langsung cek profil aku. Jangan lupa follow juga ya 🤭


Sekali lagi, saya ucapkan terimakasih dan mohon maaf kalau ada kesalahan.


Salam hangat,


Nur Alquinsha A | IG: light.queensha