
Bisma merasa waktu berputar lebih cepat di Karawang, tidak terasa sudah empat hari Bisma menginap di kota itu. Bisma dan Bayu juga sudah mulai akrab sejak hari dimana Erina menyelinap masuk ke dalam kamar mereka tempo hari.
Bahkan, Bisma dan Bayu bekerja sama untuk mengamati setiap pergerakan Erina, mereka berdua menduga bahwa Erina hamil. Bisma masih ingat perkataan dokter waktu itu, dia ingat dengan jelas dokter mengatakan Erina anemia.
Tapi, melihat perubahan yang terjadi pada Erina selama beberapa hari, Bisma merasa memang ada yang aneh dari istrinya, Erina seringkali melakukan hal yang hanya di lakukan ibu hamil atau sering kita sebut fase mengidam.
Erina pernah sekali mencium Bisma di depan ibu sonya dan Bayu, bukan sekedar ciuman biasa, saat itu Erina bahkan berani melumat bibir Bisma dan setelah itu Erina mendiami Bisma karena Bisma menolak ciuman darinya.
Bisma tidak tahu pasti apa ada wanita hamil yang mengidam ciuman, tapi Erina benar-benar mendiami Bisma semenjak keinginannya tidak terpenuhi, Bayu juga mengatakan kalau mungkin saja hal itu merupakan tanda-tanda kehamilan.
"Erin." Ucap Bisma berusaha membangunkan Erina yang masih tertidur. Ibu Sonya mengatakan wanita itu tidak enak badan, mungkin karena penolakan Bisma kemarin malam dan ibu Sonya mengusulkan Bisma untuk membangunkan Erina.
Bisma mendekat berniat membisikan sesuatu kepada istrinya, tapi Erina mendahuluinya bicara dan membuat Bisma menelan kembali perkataannya.
"Kenapa datang kesini?" Tanya Erina masih dengan mata terpenjam, sebenarnya Erina sudah bangun sejak tadi, Erina hanya malas keluar kamar karena suasana hatinya sedang buruk.
Mungkin ada yang penasaran bagaimana Bisma dan Erina melewati empat hari di Karawang, selama itu mereka tidak hanya tidur di kamar terpisah, Bisma dan Erina juga menghabiskan waktunya di toko bunga milik ibu Sonya.
Memang benar Erina kesal karena Bisma menolak ciumannya tadi malam, tapi ada hal yang lebih membuat Erina kesal selama beberapa hari ini, Bisma selalu tebar pesona kepada pelanggan yang berkunjung ke toko ibu mertuanya.
Erina bahkan memergoki Bisma tersenyum saat ada wanita setengah baya yang berniat menjodohkan Bisma dengan anak perempuannya. Erina benar-benar kesal mengingat hal itu, bisa-bisanya Bisma saat itu tersenyum.
"Erin, aku benar-benar minta maaf atas kejadian tadi malam, aku tidak bermaksud--"
"Aku tidak ingin membahas hal memalukan itu, sebaiknya mas keluar, aku butuh istirahat." Ucap Erina memotong perkataan Bisma.
Bisma menghela nafas mendengar perkataan istrinya itu. "Baiklah, aku akan keluar setelah memastikan kamu minum susunya." Putusnya.
Bisma meletakan susu yang memang sengaja dia bawa untuk Erina, susu itu pemberian dari Bayu, katanya baik untuk kesehatan Erina dan ... calon bayi mereka. Susu khusus ibu hamil.
"Mas saja yang minum, aku kurang menyukai susu." Sahut Erina masih belum membuka mata karena merasa malas melihat wajah Bisma.
"Tapi--"
"Aku tidak bisa istirahat kalau kamu masih disini." Erina memotong perkataan Bisma untuk yang kesekian kalinya dan Erina memang sengaja mempersempit kesempatan Bisma untuk bicara.
"Susu ini khusus untukmu, Erin. Kamu yang harus meminumnya karena tidak mungkin aku minum susu ibu hamil." Ucap Bisma berusaha mengabaikan perkataan Erina barusan.
Erina kontan membuka mata dan menatap Bisma.
"Susu ibu hamil?" Erina mengulangi perkataan Bisma barangkali telinganya mendadak mengalami masalah.
Bisma mengangguk polos. "Ya, susu ibu hamil, jadi aku tidak bisa meminumnya."
Erina menjauhkan rahangnya mendengar perkataan Bisma, seantusias itu Bisma ingin memiliki anak sampai-sampai Erina harus meminum susu ibu hamil? Sungguh konyol!
"Mas, kamu ingin aku meminum susu ibu hamil?" Tanya Erina tidak menyangka, terlebih saat Erina melihat Bisma mengangguki pertanyaannya.
Erina mengambil posisi duduk dengan sedikit kesadaran yang dia miliki sehingga keningnya membentur kening Bisma. Karena kebetulan saat itu jarak wajah mereka lumayan dekat.
Bisma meringis sebentar, lalu kembali mendekati Erina dan bertanya. "Erin, kamu baik-baik saja? apa kepala kamu sakit?" sambil memeriksa kening Erina yang terlihat sedikit merah.
"Erin ..." Panggil Bisma ketika Erina masih terus diam dan membuatnya cemas.
"Istriku, apa kita harus pergi ke rumah sakit?" Tanya Bisma pada detik berikutnya saking khawatirnya terhadap Erina.
Erina menahan tangan Bisma yang ada pada wajahnya dan berkata.
"Kenapa mas tiba-tiba memberi susu ibu hamil padaku?" Tanya Erina mengabaikan semua yang suaminya katakan, dia merasa bahwa menanggapi Bisma hanya akan membuat mereka meraih gelar pasangan paling konyol di dunia.
Bisma tidak menjawab, dia tidak mungkin mengatakan bahwa susu ibu hamil itu ide Bayu. Karena Bayu sudah memohon kepada Bisma untuk tidak memberitahu Erina dan sebagai pria sejati Bisma harus menepati janjinya.
Cinta memang kadang mengubah orang menjadi bodoh dan itulah yang terjadi pada pembisnis jenius seperti Bisma, dia bahkan menuruti Bayu untuk memberi susu ibu hamil kepada Erina yang belum tentu sedang mengandung anaknya.
"Mas, susu ibu hamil hanya untuk wanita yang sedang hamil, mas tahu itu kan?" Erina kembali bertanya sambil menatap lurus mata Bisma.
Sementara itu di tempat lain, Bayu terus tertawa membayangkan kekonyolan kakak iparnya, dia iseng memberi saran pada Bisma untuk membeli susu ibu hamil barangkali kakak perempuannya benar-benar hamil, tapi Bayu tidak menyangka Bisma akan menuruti keisengannya itu.
Bayu mengira Bisma tidak akan mudah di bodohi mengingat latar belakang Bisma yang merupakan pemimpin perusahaan ternama, tanpa di sangka Bisma malah lebih mudah di bodohi dari anak TK, bahkan Bisma tidak memikirkannya kembali dan langsung menyetujui ide Bayu.
"Kalau begini aku yakin kalian memang pantas bersama, keduanya sama-sama bodoh." Gumam Bayu disertai senyuman penuh arti.
Bayu tidak sembarangan mengatakan Erina dan Bisma pantas bersama. Karena selama Erina dan Bisma menginap di rumahnya, Bayu selalu mengamati segala hal yang Bisma lakukan terhadap Erina dan selama itu Bayu bisa menyimpulkan bahwa Bisma memiliki perasaan yang tulus terhadap kakak perempuannya.
Erina beruntung menikahi Bisma.
Bayu berjanji pada dirinya sendiri, dia akan memberi restunya untuk Bisma sekarang, tapi kalau suatu hari nanti Bisma berani menyakiti Erina, maka Bayu akan menjadi orang pertama yang akan membuat pria itu menyesal. Karena tidak ada yang boleh menyakiti kakak perempuan Bayu tidak peduli siapapun itu.
Bayu tidak akan segan-segan kepada orang yang berani menyakiti Erina.
*****
Ini dia foto Bisma sama Erina buat temen malam minggu kalian 🤭 Jangan lupa obat buat author nya ya ... (Like, favorit, komentar dan share) makasih ❤
Regards,
Nur Alquisha A.
Bisma dan Erina sebelum ritual bikin anak:
Bisma yang saat itu frustasi gara-gara Erina terus menghindar:
Bayu si adik ipar Bisma yang katanya rese: