Ikatan Tanpa Cinta

Ikatan Tanpa Cinta
ITC #61


Bisma merasa bertemu ibu mertua lebih menegangkan di bandingkan bertemu orang-orang penting dalam dunia bisnisnya, dia luar biasa gugup saat berdiri di depan sebuah rumah yang tidak lain rumah sang ibu mertua.


Bisma sudah berkali-kali menarik nafas untuk menenangkan dirinya, dia membayangkan bagaimana wanita yang sudah melahirkan Erina ke muka bumi ini, Erina saja sudah membuat dunia Bisma bolak-balik, bagaimana sang ibu?


Bisma hanya bisa berharap ibu mertuanya lebih bisa diajak bicara, jangan sampai Bisma memiliki mertua galak dan posesif seperti Soraya atau bahkan lebih buruk dari itu, Bisma tidak yakin kuat menghadapi dua makhluk sekaligus.


"Siapa?" Tanya seseorang bersamaan dengan pintu rumah ibu mertua Bisma yang terbuka, Bisma bisa melihat seorang laki-laki keluar dari sana, lalu bicara kepada Erina.


"Oh kak, kamu datang?" Tanya laki-laki itu kepada Erina, sepertinya laki-laki itu adik Erina yang Farhan bicarakan.


"Hm, dimana ibu?" Erina balik bertanya, Bisma merasa ada yang aneh dari mereka berdua, kalau benar mereka kakak beradik, lalu ada apa dengan cara mereka berkomunikasi?


"Ada di dalam, kenapa kamu tiba-tiba datang? siapa pria ini?" Tanya laki-laki itu mengintograsi Erina dan hanya melirik Bisma.


Erina memutar mata dan tidak menanggapi perkataan laki-laki di depannya.


"Bayu, tolong menyingkir dari pintu, aku ingin bertemu ibu." Ucap Erina berusaha menerobos tubuh tegap laki-laki bernama Bayu.


"Tidak bisa, kamu masih belum menjawab pertanyaanku, siapa dia?" Bayu semakin menutup pintu dengan tubuhnya dan melirik Bisma.


"Haish, ayolah. Kita bicara di dalam!" Sahut Erina.


"Baiklah, tapi aku tidak bisa membiarkan orang asing ini masuk ke dalam rumah." Bayu menatap Bisma dengan pandangan menilai.


Bisma berdehem mendapatkan tatapan seperti itu, dan apa kata Bayu tadi? Tidak mengijinkan orang asing masuk? Siapa orang asing yang Bayu bicarakan? Apa itu artinya Bisma tidak di anggap?


Bisma menekankan pada dirinya untuk sabar. Karena kenyataannya memang tidak ada keluarga Erina yang mengetahui pernikahan mereka, jadi tidak heran Bisma dianggap orang asing.


"Yak! Mas Bisma bukan orang asing, dia suamiku." Ucap Erina penuh penekanan, dia tidak menyangka adiknya masih menyebalkan, bahkan setelah sekian lama mereka tidak bertemu.


Ya, memang benar Bayu adalah adik laki-laki Erina, hanya saja mereka kurang akur sampai Bisma saja terheran dengan cara mereka berkomunikasi, seperti bicara pada musuh.


"Erin ..." Lirih Bisma menenangkan Erina dengan memegang kedua bahu istrinya, dia paling tidak bisa melihat Erina marah atau mungkin kesal.


Bayu memutar mata jengah meyaksikan pasangan di depannya, bisa-bisanya mereka bermesraan di hadapan Bayu. Haish menyebalkan.


Tidak lama wanita setengah baya muncul dari belakang tubuh Bayu dan menghampiri mereka, Bisma yakin wanita itu ibu mertuanya.


"Bayu, siapa yang datang? kenapa ribut sekali?" Tanya wanita setengah baya itu, Bayu sedikit menyingkir dari pintu karena kedatangan ibunya.


Belum sempat Bayu menjawab, Erina sudah lebih dulu mendorong Bayu supaya menjauhi ibu mereka, lalu Erina berhamburan memeluk sang ibu untuk melepaskan rindunya.


"Erin kangen sama ibu." Ucap Erina semakin memeluk erat ibunya dan mengabaikan Bayu yang meringis gaduh akibat terbentur pintu.


Bisma tersenyum menyaksikan momen mengharukan di depannya, berbeda dengan Bayu yang berekspresi sebaliknya, lalu Bayu menarik kerah baju Erina supaya menjauhi ibu mereka.


"Kamu sudah dewasa, tidak pantas bersikap kekanak-kanakan." Ucap Bayu masih dengan tangan yang menarik kerah baju Erina hingga membuat pelukan Erina dan sang ibu terlepas.


"Yak!" Protes Erina, lalu memukul tangan Bayu dan menendang kaki adiknya itu, Erina benar-benar kesal karena Bayu sudah membuatnya malu di depan Bisma.


"Dasar tidak tahu sopan santun, adik macam apa kamu memperlakukan kakaknya seperti tadi?" Erina memaki dan memukuli Bayu tanpa ampun.


"Ya ya, kakak macam apa kamu memukuli adiknya sendiri?" Balas Bayu ikut memprotes Erina, dia merasa tidak terima di pukuli Erina.


Bisma berniat memisahkan mereka berdua, tapi suara ibu Sonya atau ibu mertua Bisma menahannya untuk angkat bicara.


"Berhenti kalian berdua!" Ucap ibu Sonya pada kedua anaknya dengan suara tinggi, Erina dan Bayu saling menunjuk dan saling menyalahkan.


"Ibu, aku tidak akan memukul Bayu kalau dia tidak membuatku kesal." Erina membela diri.


"Ibu, kak Erin duluan membuatku kesal, dia membawa orang asing kesini dan barusan kak Erin bilang mereka sudah menikah." Giliran Bayu yang melakukan pembelaan terhadap dirinya.


"Yak! memang kenapa kalau aku dan mas Bisma sudah menikah? kamu iri karena aku menikah lebih dulu darimu?" Tanya Erina jengkel.


"Kamu bilang apa tadi? aku perawan tua, hoh?" Erina berniat memukuli Bayu lagi, tapi ibu Sonya lebih dulu menahan tangannya.


"Sudah hentikan! apa kalian tidak mendengar perkataan ibu barusan?" Tanya ibu Sonya pada kedua anaknya. Sementara Bisma hanya memperhatikan keluarga mereka.


Bisma terus menggelengkan kepala menyaksikan kehebohan keluarga istrinya, Bisma tidak menyangka Erina akan berubah seperti itu saat bersama keluarga, ternyata Erina lebih menakutkan dari yang Bisma ketahui selama ini.


"Saya harap ibu memaafkan Erina." Ucap Bisma yang akhirnya memberanikan diri bicara kepada ibu mertuanya. Meskipun setelah itu Bisma harus mendapatkan tatapan tajam dari Bayu.


Bayu seperti mengatakan. "Siapa kamu berani bicara pada ibuku?" hanya melalui tatapannya, sepertinya adik ipar Bisma itu akan menjadi orang yang sulit untuk di dekati. Lebih parah dari Erina.


Ibu Sonya hanya tersenyum tipis menanggapi Bisma, lalu bertanya pada anak perempuannya. "Erin, siapa pria yang datang bersamamu ini?"


"Kak Erin bilang pria ini suaminya, ibu tahu artinya apa? kak Erin menikah tanpa meminta restu ibu! Haish, sangat tidak tahu diri anak kesayangan ibu ini." Ucap Bayu mendahului Erina sambil menatap Erina dan Bisma bergantian.


Erina terdiam menyadari kesalahannya, dia memang tidak meminta restu ibunya, bagaimana pernikahan itu berjalan tanpa ada orang tua di sampingnya, Erina tidak mampu mengingatnya.


Bisma yang melihat Erina terdiam berinisiatif untuk mengenalkan dirinya sendiri dan mencium tangan ibu mertuanya, seperti yang sering Erina lakukan terhadap nenek Sekar.


"Saya Bisma, menantu anda, maaf baru datang sekarang untuk meminta restu." Ucap Bisma merasa tidak enak, kalau saja dulu Bisma memikirkan tentang keluarga Erina, mungkin Erina tidak harus merasa bersalah seperti itu.


Bayu mendengus jengah dan berkata sarkas. "Bukan meminta restu namanya kalau kalian datang setelah menikah."


"Bayu!" Tegur ibu Sonya kepada anak laki-lakinya, dia merasa sedikit kecewa karena Erina menikah tanpa meminta restu darinya, tapi Erina sudah dewasa dan berhak menentukan hidupnya.


"Maaf ..." Lirih Erina menyahuti teguran ibunya kepada Bayu, dia merasa bersalah menjadi sumber perdebatan.


Ibu Sonya tersenyum. "Lebih baik kalian masuk, kita bicara di dalam, tidak baik di lihat tetangga."


"Oh ya, siapa namamu tadi?" Tanya ibu Sonya beralih kepada Bisma karena kurang jelas mendengar perkataan Bisma sebelumnya.


"Nama saya Bisma, ibu." Jawab Bisma disertai senyuman. Ibu Sonya mengangguk mengerti.


"Kalau begitu, Bisma ayo masuk, ibu akan menyiapkan cemilan untuk kalian." Ibu Soraya menggandeng tangan menantunya itu, membuat kedua anaknya saling menatap di belakangnya.


"Ibumu terlalu baik terhadap orang asing!" Ucap Bayu kepada Erina, kebiasaan saat sang ibu membuatnya kesal, Bayu akan mengatakan ibunya sebagai ibu Erina.


"Berhenti menyebut suamiku sebagai orang asing, bagaimana pun sekarang mas Bisma sudah menjadi kakak iparmu!" Ucap Erina menekankan.


"Kamu mau aku menyebut orang asing itu kakak ipar? jangan harap! dan bagaimana bisa kamu menikah dengan pria jelek seperti dia!"


"Kamu bilang mas Bisma jelek?" Tanya Erina menatap tajam Bayu.


"Ya, suamimu sangat jelek, itu kenyataannya." Jawab Bayu.


"Yak!" Teriak Erina tidak terima suaminya disebut jelek.


"Hoh, kenapa? apa cinta sudah membuat kamu buta? pria bernama Bis-- Bis apa tadi? ah pokoknya dia, aku yakin wajahnya hasil operasi plastik! selama ini kamu kan peminat plastik!"


Erina merasa emosinya sudah naik di ubun-ubun, berani sekali Bayu mengatakan Bisma operasi plastik, Erina ingin sekali mencabik wajah adiknya, tapi suara ibu Sonya menghentikannya.


"Erin, Bayu, sedang apa kalian di luar? ayo masuk!"


××××××××××××××××××××××××××××××××××××××××××


Siapa yang mau punya adik ipar kayak Bayu? Jangan lupa (like, favorit, komentar dan share) ya ... makasih.


Regards,


Nur Alquinsha A.