Ikatan Tanpa Cinta

Ikatan Tanpa Cinta
ITC #93


Malam itu anniversary pertama pernikahan Erina dan Bisma, mereka merayakannya dengan mengadakan pesta mewah di hotel bintang lima yang di hadiri banyak sekali orang penting, termasuk kolega Bisma, para selebritis terkenal, bahkan sampai politikus negara juga datang.


Erina duduk di sebuah meja yang di sediakan khusus untuknya bersama Soraya dan Krystal, sementara para pria entah berada dimana, Bisma mengajak Farhan dan Leo pergi setelah menerima telpon dari seseorang, dan sepertinya ketiga pria itu bekerjasama untuk merencakan sesuatu.


"Nona Erin." Sapa seorang wanita cantik yang berpenampilan menonjol di bandingkan yang lainnya. Dia adalah Rose, wanita yang berhasil menyinggung Erina di pernikahan Krystal dan Leo beberapa bulan yang lalu, Rose masih terlihat anggun dan sombong seperti pertama bertemu.


"Oh Erin, menurutmu hadiah apa yang akan Bisma berikan padamu nanti?" Tanya Krystal menyambar sapaan Rose, dia mendapat amanat untuk tidak membiarkan Erina bicara dengan orang lain, kecuali untuk mengucapkan selamat, dan Krystal yakin Rose tidak datang untuk itu.


Kystal sudah tidak canggung untuk memanggil nama Erina karena mereka sudah sepakat untuk memanggil nama satu sama lain. Krystal bahkan sudah akrab dengan Soraya berkat obrolan singkat mereka, wanita memang mudah akrab kalau diberi waktu mengobrol tanpa pria.


"Oh ya, apa mungkin suami kita pergi untuk menyiapkan kedatangan Bryan? bukannya Bisma tahu kalau kamu mengidolakan Bryan? jadi apa mungkin Bisma secara khusus mengundang Bryan datang ke anniversary kalian?" Tanya Soraya sambil membayangkan itu menjadi kenyataan.


Meskipun Soraya lebih mengidolakan Julian di bandingkan Bryan, tapi Soraya akan senang melihat Bryan datang ke anniversary pernikahan sahabatnya. Karena selain Soraya merasa bahagia melihat kebahagiaan Erina, dia juga memiliki kesempatan bertemu langsung dengan idol Korea.


"Bryan?" Tanya Krystal kurang paham apa yang sedang di bicarakan, dia juga tidak memberi kesempatan pada Rose untuk kembali mengajak Erina bicara, dari tatapannya saja Rose terlihat memiliki niat buruk, apalagi Leo pernah bercerita Rose sudah beberapa kali mengganggu Bisma.


"Ya Bryan, idol Korea selatan yang dijuluki genius idol, mungkin kamu tidak mengenal dia." Ucap Soraya dengan suara yang semakin mengecil. Terlalu antusias membicarakan idol kpop di depan orang yang mungkin tidak menyukainya membuat Soraya merasa sedikit tidak enak.


Tanpa disangka Krystal tersenyum dan bertepuk tangan keras, seolah menyetujui hal itu karena sebenarnya Krystal juga mengidolakan Bryan. Menurutnya, Bryan memiliki kharisma yang tidak di miliki idola lain, bahkan selain menjadi idola Bryan juga ikut terjun ke dalam dunia bisnis.


"Kamu bercanda? aku juga seorang L (nama penggemar Bryan dan grupnya), selain Bryan aku juga menyukai Julian, yaampun mereka benar-benar membuat aku gila, tapi sayangnya sekarang aku sudah menikah." Ucap Krystal membuat Soraya dan Erina saling menatap satu sama lain.


"Kalau begitu kita sama." Ucap Erina dan Soraya hampir bersamaan, mereka terlalu asik bicara sampai Rose benar-benar terabaikan, memang itulah tujuan Krystal dan Soraya mengajak Erina mengobrol, supaya Rose tidak memiliki kesempatan untuk mengacau di acara Erina.


Rose mengepalkan tangan geram, bisa-bisanya mereka menganggap keberadaannya sebagai lelucon. Rose ingin sekali memberi pelajaran pada ketiga wanita yang sibuk mengobrol itu, tapi Rose berusaha untuk menahan dirinya. Karena orang mengenalnya sebagai wanita baik dan anggun.


Rose tidak bisa untuk gegabah, kedatangannya untuk membuat Erina malu, bukan untuk mempermalukan dirinya sendiri. Ya, meskipun Rose memang datang untuk membuat kekacauan. Dia tidak bisa menunjukannya secara langsung, hanya perlu sedikit membuat Erina terpancing.


Rose akan membuat wanita gila yang menjadi saingannya itu menghancurkan sendiri acaranya. Baru setelah itu Rose beraksi untuk mendapatkan belas kasihan. Rose yakin semua orang akan berpihak padanya, bahkan Bisma sekalipun, dan Rose tidak sabar menjadikan itu kenyataan.


"Permisi, boleh aku bergabung dengan kalian?" Ucap Rose menginterupsi Erina dan yang lainnya, lalu tanpa mendapat persetujuan Rose duduk di salah satu kursih yang berhadapan dengan Erina. Dia tersenyum dengan gayanya yang anggun dan menatap Erina dengan pandangan menilai.


"Dasar tidak tahu diri!" Ucap Krystal mengumpat, sementara Soraya yang memang tidak mengenal siapa Rose hanya memandangi keduanya secara bergantian. Sepertinya dugaan Soraya benar, ada sesuatu dalam wanita cantik di hadapannya itu sampai Krystal yang kalem bicara tajam.


Rose mengabaikan Krystal dan memilih memulai rencananya untuk menekan Erina. Karena dengan begitu semua orang yang hadir disana akan tahu bahwa wanita gangguan mental itu tidak pantas berada disamping Bisma, dirinya yang pantas, dan tempat Erina seharusnya menjadi miliknya.


"Nona Erin ..."


"Sayang ..."


Suara itu saling bersautan saat Rose baru akan memulai aksinya, Rose melihat kearah orang yang menyela perkataannya itu, Bisma berdiri disana sambil menggendong balita bersama Leo dan Farhan disampingnya, tatapan Bisma kepada Rose begitu tajam seolah siap untuk menerkam.


"Mas, siapa anak itu?" Tanya Erina spontan, lalu berjalan menghampiri Bisma. Seketika jiwa keibuan Erina muncul melihat begitu lucunya bayi di gendongan Bisma, bahkan Erina inisiatif meminta Bisma untuk memberikan balita itu padanya, yang langsung Bisma turuti.


Krystal dan Soraya juga menatap suami mereka masing-masing untuk meminta penjelasan tentang anak yang kini berada dalam gendongan Erina, tapi baik Leo maupun Farhan tidak ada yang menjawab, sampai akhirnya Bisma meminta para tamu undangan untuk fokus padanya.


Bisma memberitahu kepada semua orang disana bahwa dirinya dan Erina berencana mengadopsi anak yang baru beberapa minggu kehilangan kedua orang tua, Bisma mengatakan balita itu terlalu kecil untuk menghadapi dunia yang kejam sendirian, dan hal itu membuat hatinya tergerak.


Bisma sengaja tidak menjawab pertanyaan Erina secara langsung, itung-itung memberi sedikit hadiah kepada istrinya. Ha, sebenarnya Bisma sudah lama berencana mengadopsi anak, tapi Bisma sengaja memberitahu orang-orang untuk menyingkirkan pikiran buruk terhadap Erina.


"Mas ..." Bisma mencegah Erina untuk bicara, lalu merangkul bahu istrinya. Bisma merasa bukan saatnya untuk Erina bicara sekarang, dia masih harus mengatakan sesuatu supaya tidak ada lagi komentar buruk orang-orang nantinya. Karena Bisma mulai muak dengan semua komentar itu.


"Sebenarnya kami masih ingin menikmati waktu berdua, tapi kami tidak bisa berhenti memikirkan bagaimana gadis kecil ini hidup, jadi kami berdua memutuskan untuk mengadopsinya." Ucap Bisma memperjelas perkataan dia sebelumnya sambil menyentuh hidung balita di gendongan Erina itu.


Bisma memberi jeda pada kalimatnya, lalu Bisma menatap Erina yang memandangi dirinya bingung dan mengusap puncak kepala wanita itu sayang. Krystal dan Soraya tidak berhenti saling menatap, lain halnya dengan Leo dan Farhan yang terus tersenyum semenjak mereka kembali kesana.


"Saya dengar banyak yang menyebar isu tentang keluarga kami, dan tidak sedikit juga orang yang mengatakan istri saya tidak bisa hamil, bahkan ada orang yang memberi komentar buruk tentang istri saya." Ucap Bisma kemudian tertawa seolah hal itu sangat lucu baginya dan menatap Rose.


"Sayang, apa kamu lupa?" Bisma mengalihkan pandangannya dari Rose dan kembali menatap Erina. "Dia adalah Arumi, kamu bilang ingin mengadopsinya bukan? sekarang aku membawa Arumi sebagai hadiah pernikahan kita, dan ..." Bisma kembali menggantung perkataannya.


"Saya tidak tahu mengapa kalian begitu peduli dengan kehidupan kami, saya dan istri saya bukan selebritis yang pantas mendapat sorotan, kami hanya belum memikirkan untuk memiliki anak, tapi istri saya sampai harus menerima komentar buruk dari orang yang bahkan tidak tahu apapun."


Bisma berhenti bicara masih dengan tangan yang merangkul bahu Erina, alasan Bisma mengadakan pesta saat kesehatan Erina belum sepenuhnya membaik memang untuk itu. Bisma tahu banyak sekali isu tentang pernikahannya yang disebar oleh Rose dan orang-orang suruhannya.


Bisma tidak berbohong tentang dia yang ingin mengadopsi balita bernama Arumi, dia sudah memutuskan untuk menerima saran Leo untuk mengadopsi anak. Arumi sendiri anak panti asuhan yang beberapa minggu lalu mengalami kecelakaan yang merenggut nyawa orang tuanya.


Tadinya, Bisma tidak berniat mengumumkan tentang dirinya yang akan mengadopsi anak, tapi pemikiran buruk orang-orang terhadap Erina memaksanya, Bisma tidak mungkin membiarkan seluruh dunia berpikir mereka mengadopsi anak karena Erina masih belum bisa hamil.


Bisma akhirnya tahu alasan Erina sering tiba-tiba menangis dan mengatakan hal aneh, itu semua karena Rose menyuruh orang untuk membuat Erina merasa tidak pantas berada disamping Bisma, bahkan Bisma juga sudah mengetahui apa yang Rose rencanakan sekarang di pestanya.


Mengenai isu tentang rumah tangga Bisma dan Erina, entah bagaimana gosip itu menyebar dan menjadi bahan pembicaraan orang-orang, Bisma sampai harus kembali menghindarkan Erina dari alat komunikasi seperti ponsel. Karena tidak ingin komentar di dalamnya menekan Erina.


"Mulai sekarang, bisa kalian berhenti? istri saya terlalu berharga untuk menerima komentar buruk kalian!" Ucap Bisma mengakhiri kalimatnya dan membuat suasana hening. Erina menatap Bisma dengan wajah polos, karena memang wanita itu tidak mengetahui apapun seperti orang bodoh.


"Sayang, mungkin Arumi tidak menyukai suasana di tempat ini, lebih baik kamu membawa Arumi pergi, aku akan segera menyusulmu." Ucap Bisma kepada Erina karena masih belum ada orang yang berani angkat bicara. Semua tamu undangan membisu dengan pikiran mereka masing-masing.


"Tapi ..."


"Leo dan Farhan akan mengantarmu, aku sudah menyiapkan tempat yang lebih indah dari tempat ini, hadiahmu yang lain aku simpan disana, pergilah!" Ucap Bisma menyela perkataan Erina dengan nada yang sangat lembut. Leo dan Farhan yang mengerti langsung mengajak Erina pergi.


Krystal dan Soraya mengikuti Erina dari belakang atas permintaan suami mereka. Sementara Bisma masih disana untuk mengurus sesuatu, siapa yang berani menghina dan menyakiti Erina harus menerima balasan, termasuk para orang penting yang sekarang berada di hadapan Bisma.


Ha, atau mungkin Bisma harus mengganti kata orang penting menjadi orang yang berhutang budi terhadapnya namun berani mengkritik wanita yang di cintainya? Tidak sia-sia Bisma meminta Leo mengumpulkan data orang-orang yang sudah berani memberi komentar buruk terhadap Erina.


××××××××××××××××××××××××××××××××××××××


"Mas, kamu datang?" Ucap Erina menyambut suaminya dengan senyuman. Sudah sekitar dua puluh menit Erina dan yang lainnya menunggu Bisma, akhirnya Bisma datang setelah urusannya bersama para tamu di hotelnya, termasuk wanita pengganggu bernama Rose selesai.


"Hm." Bisma bergumam, lalu menghampiri Erina dan memeluk tubuh mungil istrinya. Dia memejamkan mata, berharap semuanya sudah benar-benar berakhir. Bisma sudah berhasil membereskan Rose dan yang lainnya, bahkan mereka semua sudah meminta maaf.


Sebenarnya, Bisma tidak akan peduli kalau publik tidak membawa nama Erina. Selama ini, Bisma selalu menutup mata dan telinga terhadap media, kecuali saat dirinya terlibat isu dengan Gisella, dan sekarang Bisma harus kembali berurusan dengan media yang sudah menjelekkan Erina.


Erina tidak ragu membalas pelukan Bisma, dia sudah mendengar penjelasan Leo dan Farhan tentang apa yang terjadi, sehingga Erina merasa harus bersyukur memiliki suami seperti Bisma, yang melakukan banyak hal hanya untuk menutupi kekurangan pasangannya.


"Terimakasih." Bisik Erina pelan, lalu mengecup pipi kanan suaminya. Bisma tidak tahu untuk apa Erina berterimakasih, tapi tetap menikmati perlakuan manis istrinya, dan semoga ciuman Erina adalah awal yang baik untuk pernikahan mereka, semoga nanti tidak ada lagi masalah.


"Kalian serius ingin mengadopsi anak? kalau serius, tolong mulai menjaga sikap di depan anak kalian ini." Suara itu menginterupsi, Leo yang sedang menggendong Arumi terlihat kesal melihat kelakukan Bisma dan Erina, masalahnya Arumi masih terlalu kecil untuk melihat itu.


Bisma tidak memperdulikan perkataan Leo, dia bahkan semakin mengeratkan pelukannya pada tubuh Erina dan menciptakan suasana kurang nyaman, padahal rencana mereka datang ke tempat itu untuk memberi hadiah lain untuk Erina, tapi Bisma sepertinya berubah pikiran.


"Haish, kalian ini mphhhh." Leo menghentikan kalimatnya karena sesuatu berhasil menyumpal mulutnya, Soraya memasukan pisang ke dalam mulut Leo yang di anggap terlalu berisik. Leo ingin sekali memukul wanita hamil itu, kalau saja kedua tangannya tidak repot dengan Arumi.


"Tidak perlu berisik, Arumi juga masih terlalu kecil untuk mengerti apa yang sedang mereka lakukan." Ucap Soraya setengah mencibir Leo, diam-diam Soraya bersyukur menikahi Farhan yang kalem, tidak seperti Leo yang terlalu banyak bicara dan juga sedikit menyebalkan di depannya.


Tidak lama suara tawa memenuhi ruangan itu.


~TBC


"Cerita sederhana yang diberi judul dengan tiga kata sederhana, namun memiliki maksud yang luar biasa, meskipun penyajiannya sulit untuk dicerna, itulah novel IKATAN TANPA CINTA."


Penulisnya cuma tahu nyari uang dan nge-fangirl, mana tahu tentang cinta, pernikahan dan yang lainnya. Gayaan meng-klaim dirinya sebagai penulis sampingan, padahal kenyataannya nulis juga masih dalam tahap belajar. Dasar aku!


Tapi akhirnya novel ikatan tanpa cinta ini tinggal satu episode menuju tamat. Aku harap kalian cukup puas dengan episode berikutnya. Insyaallah, ITC #94 dan EPILOG akan di update secepatnya, semoga minggu ini bisa selesai.


Regards,


Nur Alquinsha A | IG: light.queensha