Ikatan Tanpa Cinta

Ikatan Tanpa Cinta
ITC #63


Erina menjadi satu-satunya orang yang keberatan mendengar perkataan Bayu barusan, dia merasa tidak terima harus pisah ranjang dengan Bisma disaat usia pernikahan mereka saja belum genap satu bulan. Erina ingin mereka tidur bersama.


Tapi, Bayu tidak memperdulikan Erina yang memberi tatapan tajam padanya, Bayu malah senang melihat wajah kesal Erina. Sementara Bisma merasa tidak masalah dengan apa yang Bayu katakan dan berusaha memahami keadaan.


"Tidak apa-apa, aku sangat mengerti, aku bisa tidur denganmu." Ucap Bisma kepada Bayu diluar ekspektasi Bayu maupun Erina. Karena Bayu sebenarnya hanya sedang menguji kakak iparnya.


"Bagian mana yang kamu mengerti? Mas, Bayu mengatakan kalau kita tidak bisa tidur bersama dan akan pisah ranjang." Ucap Erina dengan menekan kalimat terakhir, barangkali Bisma kurang memahami apa yang Bayu katakan.


Bisma mengangguk pelan, menandakan bahwa pria itu mengerti. "Erin, kita hanya akan pisah kamar, dan itu sama sekali bukan hal buruk."


Bisma mengatakan bukan hal buruk karena setidaknya Bayu tidak mengusirnya dari rumah itu, tidak tidur bersama Erina selama beberapa hari kedepan lebih baik dibandingkan Bisma terusir atau kehilangan wanita yang dicintainya.


"Ya, suami kak Erin benar, bukan hal buruk kalau kalian tidak tidur bersama selama beberapa hari." Ucap Bayu menimpali Bisma.


Ya, beberapa hari. Bisma maupun Erina memang memutuskan untuk menginap di Karawang selama beberapa hari, hitung-hitung mengganti bulan madu mereka yang kemarin gagal.


Erina mendengus dan menatap Bisma serius. "Jadi mas setuju kita pisah ranjang?"


"Bukan pisah ranjang kak, kalian cuma tidur di kamar terpisah, kak Erin tidur bersama ibu dan orang asing ini tidur bersamaku." Sahut Bayu.


Erina beralih menatap Bayu, lalu memberikan tatapan tajam kepada adik laki-lakinya itu. Bisma membatalkan niatnya untuk mengangguki perkataan Bayu karena ragu melihat Erina.


"Memang apa bedanya pisah ranjang dan tidur di kamar terpisah?" Tanya Erina kelewat kesal.


"Tidak ada bedanya, intinya kalian berdua tidak bisa tidur bersama di rumah ini." Jawab Bayu santai dan kembali menggigit apelnya.


Erina menggeram, pada detik berikutnya Erina tersadar tentang dirinya yang mungkin saja terlihat ingin terus menempel pada Bisma seperti apa yang pernah Soraya katakan.


Erina berdehem sebelum menimpali dengan suara rendah. "Baiklah, kalian berdua benar, tidak masalah pisah ranjang selama beberapa hari." lalu Erina kembali ke dapur untuk membantu ibunya.


Bisma dan Bayu saling melempar pandangan, lalu sama-sama mengangkat bahu sebagai tanda bahwa mereka tidak tahu dengan apa yang terjadi, Erina terlihat kesal dan Bisma tidak tahu alasannya. Karena Bisma merasa sudah berusaha melakukan yang terbaik untuk wanita itu.


Sementara Bayu, dia sangat tahu alasan Erina kesal dan memang itulah tujuan Bayu mengungkit perkara kamar, Bayu ingin membuat Erina kesal sekaligus ingin mengetahui bagaimana reaksi Bisma, tanpa diduga ternyata Bisma malah terlihat tidak masalah.


Bayu sempat berpikir kalau cinta yang Bisma maksud adalah mencintai tubuh Erina, buktinya Bayu bisa melihat tanda di sekitar leher dan tengkuk Erina, bahkan Bayu juga menyadari bibir Erina bengkak, tapi ternyata Bisma tidak melakukan hal yang ada dalam pikiran Bayu.


"Kak Erin sedang datang bulan?" Tanya Bayu spontan, meskipun sebenarnya Bayu lebih penasaran dengan hal lain seperti. "Apa mungkin kak Erin hamil makanya dia lebih sensitif?"


Belum sempat Bisma menjawab, suara ibu Sonya lebih dulu menginterupsi mereka berdua dan membuat Bisma mengabaikan pertanyaan Bayu.


"Bisma, kamu dan Erin bisa tidur di kamar ibu." Ucap ibu Sonya, kebetulan tadi beliau tidak sengaja mendengar pembicaraan anak dan menantunya, jadi ibu Sonya memutuskan untuk meminjamkan kamarnya untuk Bisma dan Erina.


Ibu Sonya melemparkan senyuman kepada Bisma sambil menyimpan nasi keatas meja.


"Tidak, ibu. Kalau aku dan mas Bisma tidur di kamar ibu, lalu dimana ibu akan tidur nanti?" Tanya Erina yang kembali dengan membawa beberapa hidangan makan malam.


Erina baru kepikiran tentang ibunya, dia tidak mungkin bersikap egois hanya karena ingin tidur bersama Bisma, lagipula di rumah Bayu ini Erina tidak memiliki hak untuk memilih tempatnya.


"Ibu bisa tidur di ruang tengah." Jawab ibu Sonya meyakinkan anak perempuannya. Erina menggeleng tegas menolaknya.


"Mana bisa begitu, kita akan tidur bersama di kamar ibu, mas Bisma bisa tidur di kamar Bayu." Sahut Erina disertai senyuman kepada sang ibu.


"Tapi kamu dan Bisma tidak mungkin tidur di kamar yang berbeda, jadi lebih baik kalau ibu tidur di ruang tengah agar kalian bisa tidur berdua di kamar ibu." Ucap ibu Sonya.


Bayu menatap ibu dan kakaknya bergantian. "Aku sudah tidak tahan menyaksikan drama keluarga ini, tolong siapapun bantu aku menghentikan drama mereka." Gumamnya lirih.


××××××××××××××××××××××××××××××××××××××××


Bisma dan Erina pada akhirnya tetap tidur di kamar terpisah, bahkan Erina sudah lebih dulu pergi ke kamar bersama sang ibu, sehingga hanya tersisa Bisma dan Bayu di ruang makan.


"Kak ..." Ucap Bayu sambil menyodorkan benda persegi panjang berukuran kecil kepada Bisma.


"Terimakasih, aku tidak merokok." Ucap Bisma menolak secara halus disertai senyuman.


Bayu tersenyum simpul, lalu menyalakan rokoknya dan berkata. "Sekarang aku tahu alasan kak Erin menyukaimu, tuan orang asing."


"Benarkah? apa alasannya?" Tanya Bisma lumayan penasaran. Karena Bisma sendiri bahkan tidak memiliki keberanian untuk sekedar menyimpulkan kalau Erina menyukainya.


"Karena kamu tidak suka merokok." Jawab Bayu sambil merokok.


Bisma mengerutkan dahinya, dia tidak begitu mengerti apa yang Bayu katakan, apa hubungannya Erina menyukai Bisma dengan Bisma yang tidak suka merokok?


"Kak Erin tidak suka perokok, setiap ada orang yang merokok di sekitarnya, kak Erin akan menahan nafas atau beralasan untuk pergi." Bayu memberitahu saat melihat wajah bingung Bisma.


"Oh?" Bisma berusaha mencerna perkataan Bayu, dia baru mengetahui tentang hal itu karena Bisma tidak pernah merokok di dekat Erina.


"Sepertinya kamu tidak mengetahui banyak hal tentang kakakku." Ucap Bayu mengintograsi, dia kembali curiga terhadap Bisma, bagaimana mungkin pria yang mengaku mencintai Erina tidak tahu hal-hal kecil tentang kakaknya itu.


Bisma mengangguk membenarkan, pada kenyataannya Bisma memang belum mengetahui banyak hal tentang Erina, selama ini Bisma hanya berusaha mengerti dan memahami Erina, tanpa tahu banyak hal tentang istrinya itu.


"Erin selalu menutup dirinya dan sangat sulit bagiku mengetahui semua hal tentangnya. Sekeras apapun aku berusaha mencaritahu semua yang ada dalam diri Erin, maka akan semakin keras juga Erin menutup dirinya. Kami sudah hampir satu bulan menikah, tapi masih ada hal yang belum Erin ceritakan padaku." Ucap Bisma sambil mengingat tentang Erina yang belum cerita masalah keluarganya.


Bisma tidak menyangkal kenyataan bahwa meskipun Erina mengakuinya sebagai suami, Erina masih menutupi hal-hal penting dalam hidupnya, Bisma bahkan diam-diam membenarkan bahwa dirinya memang orang asing dalam keluarga Erina, entah kapan Erina akan cerita mengenai ayahnya, mungkin Bisma memang belum pantas mengetahui hal itu.


Bayu menerka ada sesuatu yang tidak beres dengan pernikahan kakaknya dan spontan Bayu mengatakan. "Jangan berkecil hati, kak Erin memang tertutup pada semua orang, bahkan padaku dan ibu kami."


Tidak lama Bayu tersadar dengan apa yang barusan dirinya katakan dan kembali bicara supaya Bisma tidak salah paham. "Tapi kamu juga jangan terlalu percaya diri, aku masih belum menerimamu sebagai kakak ipar, wahai orang asing yang menikahi kakak perempuanku."


Bisma hanya tersenyum menanggapinya, bagaimana pun mereka sama-sama pria dan Bisma lebih mengerti maksud Bayu, anak laki-laki yang jauh lebih muda dari Bisma itu hanya sedang berusaha melindungi kakaknya.


"Oh ya, Bayu apa kamu sudah memiliki kekasih?" Tanya Bisma mengalihkan pembicaraan.


Bayu sempat terdiam seperti sedang memikirkan sesuatu sebelum akhirnya mengatakan. "Selamat kamu menjadi orang pertama yang menanyakan hal itu padaku, orang asing."


Bayu tidak memberikan jawaban dan berkata dalam hati. "Pria ini tidak tahu kalau aku paling sensitif dengan pertanyaan semacam ini."


Bisma terdiam, apa dia baru saja melakukan kesalahan?


×××××××××××××××××××××××××××××××××××××


Aku gak tahu kapan beberapa bab ini berakhir supaya bisa bikin postingan instagram. Oh ya, jangan lupa like, favorit, komen dan share ya ... kalo perlu follow akun mangatoon ku juga :v


Regards,


Nur Alquinsha A.