
Pernikahan Bella dan Raymond telah berjalan dengan baik, bahkan sebuah kalimat janji suci telah Raymond ucapkan untuk mengikat Bella sah menjadi istrinya.
Pernikahan mereka diadakan di rumah makan milik orang tua Bella, terlihat sederhana namun berkelas.
Raymond mencium kening Bella dan Bella mencium punggung telapak tangan kanan Raymond, mereka saling menatap penuh rasa bahagia.
Reno memang tidak banyak mengundang orang, hanya kelurga, kerabat, dan sahabat dekat, karena itu otomatis dia bertemu lagi dengan kedua sahabatnya Gibran dan Bram. Bram sama sekali tidak mempermasalahkan pernikahan ini. Dia berbesar hati menerima keputusan sahabatnya itu.
Bara dan Karin juga hadir demi Jo dan Jesika. Bahkan mereka harus bertemu lagi dengan Gibran dan Ghea disana, dunia memang sempit.
"Ya ampun gak ada bosannya kita bertemu pak Bara." canda Gibran.
"Nah iya, padahal kita kemarin ketemu ya." jawab Bara.
Ghea dan Karin hanya terkekeh.
Begitu juga Reno dan Arumi dia mencoba untuk mengakrabkan diri dengan Jo dan Jesika, rupanya orang tua Raymond sangat baik, walaupun mereka dari kalangan orang berada tapi tidak angkuh malah mereka bilang sangat menyayangi Bella. Dan ucapan mereka terbukti dengan bagaimana cara mereka memperhatikan Bella hari ini.
Setelah berbincang-bincang dengan besan, dan juga menyapa tamu undangan, Reno menghampiri kedua sahabatnya. "Gak nyangka kita udah tua begini ya, nanti kita bakalan punya cucu." Mengingat usia mereka yang kini telah 48 tahun.
"Lu aja kali yang menua, gue masih ganteng begini." Gibran memang selalu suka bercanda walau faktanya memang begitu.
Bram terkekeh, "Hhh... dasar lu, tapi lu makin tua emang makin jadi ya, hot daddy." Bram memuji penampilan Gibran.
"Ya begitulah nasib playboy insaf semasa hidupnya." canda Reno.
"Aishh..."
Mereka memang tak pernah lepas dari kata bercanda. Sayangnya istri Bram gak bisa hadir karena ada syuting film.
Sementara itu Ghea dan Arumi, dua sahabat yang begitu lekat seperti kedua anaknya,mereka tengah duduk berdua untuk mengenang masa muda mereka.
"Duh aku gak menyangka nih Ghe, akhirnya anakku menikah juga. Berasa tua banget ya kita." kata Arumi.
"Iya benar, apalagi aku sebentar lagi mau punya cucu." jawab Ghea.
"Oh Ghisell lagi hamil ya?"
"Iya,"
...****************...
Malam harinya....
Semua tamu undangan telah pergi, kedua orang tua Haikal, Raymond, dan Ghisell juga telah pulang bersama ke kota A.
Sesuai kesepakatan, malam ini akhirnya ketiga pasangan itu camping di kaki gunung yang letaknya tidak begitu jauh dari pemukiman.
Terdapat tiga tenda disana, yang akan menjadi tempat tidur masing-masing pasangan.
Ghisell, Luna dan Bella sedang sibuk memasak di belakang tenda, dan juga membuat sate sapi disana.
"Cie...cie... pengantin baru nih." goda Ghisell sambil mengipas-ngipasi sate sapi yang belum matang.
Bella memegang dadanya yang berdebar-debar, "Ya ampun aku deg-degan nih." Dia tidak dapat membayangkan bagaimana malam pertamanya nanti.
"Awalnya emang sakit, tapi nanti juga kamu bakal ketagihan. Udah kamu tenang aja." Luna mencoba menenangkan Bella.
Bella malah menjadi salah tingkah mendengar ucapan Luna, "Wah kalian kayaknya udah menjadi wanita jago ranjang ya." Bella melanjutkan aktivitasnya untuk memasak tumis cumi asam manis.
Luna menunjuk Ghisell, "Nah itu ahlinya, aku juga konsultasi sama Ghisell."
Sementara para pria sedang menyanyi lagu romantis yang bermakna akan kesetiaan cinta. Raymond yang memainkan gitar.
Cinta adalah misteri dalam hidupku
Yang tak pernah ku tahu akhirnya
Namun tak seperti cintaku pada dirimu
Yang harus tergenapi dalam kisah hidupku
Ku ingin slamanya mencintai dirimu
Sampai saat ku akan menutup mata dan hidupku
Ku ingin slamanya ada di sampingmu
Menyayangi dirimu sampai waktu kan memanggilku
Mencintamu bahagia untukku
Karena kasihku hanya untuk dirimu
Selamanya kan tetap milikmu
Ku ingin slamanya mencintai dirimu
Sampai saat ku akan menutup mata dan hidupku
Ku ingin slamanya ada di sampingmu
Menyayangi dirimu sampai waktu kan memanggilku
Di relung sukmaku
Ku labuhkan sluruh cintaku
Di hembus nafasku
Ku abadikan sluruh kasih dan sayangku
Ku ingin slamanya mencintai dirimu
Sampai saat ku akan menutup mata dan hidupku
Ku ingin slamanya ada di sampingmu
Menyayangi dirimu sampai waktu kan memanggilku
Ku ingin slamanya
Sampai saat ku akan menutup mata dan hidupku
Ku ingin slamanya
Menyayangi dirimu sampai waktu kan memanggilku
Walaupun suara mereka ada yang fals, tapi tak ada yang mempermasalahkan semua itu.
Setelah itu mereka makan malam bersama di depan tenda, mereka begitu sangat menikmati makan malam mereka di tambah masakan para istri yang begitu lezat.
Kebersamaan seperti ini membuat mereka begitu bahagia dan semakin kompak.
Malam itu begitu dingin, makanya mereka memakai jaket tebal dan duduk mengelilingi api unggun.
"Gak nyangka juga akhirnya kita semua sudah menikah." kata Haikal. Dia merasa lega akhirnya Raymond berhasil menikahi Bella.
Haikal menggenggam tangan Ghisell yang tengah asik memandangi indahnya ciptaan Tuhan, bahkan banyak bintang bertaburan dengan indah menghiasi langit.
"Kita memang harus sering berkumpul kayak gini, suatu saat nanti kita bawa anak-anak kita juga." kata Rafael. Rafael dan Luna memang lagi kejar target ingin segera memiliki anak makanya hampir tiap hari mereka melakukannya.
Luna hanya tersenyum memeluk lengan Rafael.
Berbicara soal anak, Bella jadi salah tingkah, memikirkan bagaimana cara membuatnya bersama Raymond. Hatinya dag dig dug tidak menentu.
Raymond merangkul pundak Bella "Haruskah kita membuatnya malam ini?' bisiknya.
Hembusan nafas Raymond menerpa kuping Bella, membuatnya merinding. Wajah Bella memerah, dia sangat gugup ditanya seperti itu oleh Raymond.
Othor mengalah saja, besok tamatnya 🙏😅
...****************...
...Jangan lupa like, komen, vote dan beri hadiah yah kawan 🙏 😁...
...Dan terimakasih banyak buat yang sudah memberi itu semua, semakin membuat saya semangat!...
...Mohon maaf belum bisa balas komen satu persatu, tapi saya selalu baca komen dari kalian....
...Jangan lupa simak terus ke bab-bab berikutnya....