
Ciuman mereka semakin lama semakin panas, bahkan sambil saling bercumbu Rafael terus melangkah membuat Luna berjalan mundur, sampai langkah mereka terhenti karena mereka telah berdiri di tepi ranjang.
Luna merasakan getaran aneh saat Rafael semakin merapatkan tubuhnya, apalagi otaknya tak bisa berpikir dengan jernih, tubuhnya mendadak kaku tak bisa menolak dengan apa yang telah dilakukan Rafael padanya.
Rafael menghempaskan tubuh Luna ke atas ranjang yang empuk itu, lalu dia memposisikan berada di atas tubuh Luna dan mencium Luna kembali dengan brutal. Rafael selama ini sangat tersiksa menahan hasratnya karena hampir 24 jam dia terus bersama Luna di tempat kerja maupun di rumah, selama itu pula dia lebih memilih bersolo karir di kamar mandi. Namun malam ini dia benar-benar tidak bisa menahannya lagi.
Entah cinta ataupun hasrat, dia tidak tau. Dia tidak bisa mengartikan perasaannya pada Luna. Yang pasti gadis lebih tepatnya calon mantan gadis ini membuatnya gila akhir-akhir ini.
Mengapa Rafael bersikeras untuk tidak mencintai Luna? Karena dia tidak ingin menjadikan Luna pelampiasan. Dia berencana setelah melupakan Ghisell dihatinya, dia tidak ingin berkencan dulu dengan siapapun, tapi kejadian sore itu saat Luna mabuk malah membuat dia semakin terikat dengan Luna.
Luna sangat gugup sekali, matanya terbelalak saat melihat Rafael membuka bajunya, begitu terlihat dengan jelas bentuk indah badan pria di atasnya.
Rafael menciumi leher Luna, mencium dan menghisap leher Luna sampai meninggalkan beberapa tanda merah disana, Luna mengigit bibir bawahnya, dia sangat malu jika tiba-tiba mende sah begitu saja.
"Kak!" Luna ingin protes saat Rafael membuka bajunya, tapi bibirnya terasa begitu kelu, malah sentuhan Rafael membuat tubuhnya memanas.
Rafael melempar pakaian Luna sembarang, dia melebarkan tatapannya memandangi keindahan tubuh Luna, sampai dia menghujani kecupan di perut Luna sementara tangannya menelusup masuk ke dalam bra.
Begitu terasa betapa lembut dan kenyalnya payu dara Luna, sangat menggairahkan! Rafael terus meremasnya dengan sangat lembut.
"Mmmhhh..." Luna tidak ingin mende sah tapi tubuhnya berkata lain, tubuhnya tidak bisa diam menahan segala rasa aneh di tubuhnya.
Tak ada sepatah katapun yang terucap di bibir mereka, mereka sungguh terbawa suasana, tak memikirkan kedepannya hubungan mereka bagaimana.
Rafael membuka pengait bra hingga menyembul dua bongkahan indah di dada Luna, Rafael meneguk saliva memandanginya.
Tiba-tiba Luna menutup payu daranya dengan kedua tangannya, "Ini pelecehan kak."
"Gak Luna, ini bukan pelecehan, tapi percintaan. Kita suami istri, wajar jika kita melakukannya." Rafael yang naf sunya sudah di ubun-ubun, malah harus menjawab dulu segala pertanyaan Luna.
Rafael menghela nafas, dia mendengus dengan berat, "Mulai hari ini kamu adalah istriku, aku tidak mengizinkan kamu lagi untuk bertemu dengan pria lain termasuk Vano. Tidak ada yang boleh menyentuh kamu selain aku. Dan jangan pernah tersenyum pada pria lain, itu akan membuat pria itu salah paham."
"Kenapa aku harus melakukannya?"
"Sudah ku bilang karena kamu adalah istriku!"
"Tapi kak...ahhhh!" Luna mendadak mende sah saat Rafael berhasil menepis tangan Luna yang menutupi payu daranya.
Rafael mengangkat kedua tangan Luna membiarkan tanganya berada di di atas kepala. Menggenggam tangannya dengan erat.
Rafael menyentuhkan ujung lidahnya pada bagian pucuk payu dara yang berwarna merah jambu, Rafael menggerakkan lidahnya membuat put ting berwarna merah jambu itu mengeras, dengan rakus Rafael menghisapnya. Tubuh Luna menggelinjang tak karuan, melengkung ke atas, tanpa terasa dia telah membusungkan dadanya, membuat Rafael semakin bebas melahap payu dara Luna.
"Ahh...Kak Rafael!"
...****************...
...Jangan lupa like, komen, vote dan beri hadiah yah kawan 🙏 😁...
...Dan terimakasih banyak buat yang sudah memberi itu semua, semakin membuat saya semangat!...
...Mohon maaf belum bisa balas komen satu persatu, tapi saya selalu baca komen dari kalian....
...Jangan lupa simak terus ke bab-bab berikutnya....