Hasrat Satu Malam With Calon Ipar

Hasrat Satu Malam With Calon Ipar
Empat Puluh Tiga


"Kenapa saat aku mabuk kamu membawa aku ke hotel?" bentak Rafael pada Chika, saat itu Chika sengaja mengantarkan makanan untuk makan siang Rafael tapi bukan ucapan terimakasih yang biasa Rafael ucapkan padanya malah hari ini dia terlihat begitu sangat marah.


Rafael sangat terpukul karena hari ini adalah hari pernikahan wanita yang sangat dia cintai bersama adiknya, membuat Ghisell kini berstatus menjadi adik iparnya, sungguh hidupnya teramat menyedihkan.


Chika sangat gemetar, untuk pertama kalinya Rafael membentak dirinya, "A-aku hanya ingin menolong kamu."


"Kamu bisa kan antar aku ke rumah? Kenapa harus ke hotel?" Rafael semakin meninggikan suaranya.


Chika tidak terima dibentak seperti itu, "Oke aku ngaku, aku ingin memiliki kamu. Apa aku salah jika aku menuntut status padamu? Kita kenal sudah sangat lama, tapi kamu malah tergila-gila pada wanita itu."


Pengakuan Chika membuat Rafael murka. Padahal dia pikir Chika benar-benar tulus ingin bersahabatan dengannya, "Ini semua gara-gara kamu. Aku tidak pernah mencintai kamu. Aku hanya menghargai kamu sebagai seorang sahabat. Tapi kenapa kamu berusaha menjebakku?"


"Apa aku salah jika aku mencintai kamu Raf?" lirih Chika sambil terisak.


"Aku sudah memperingati kamu agar tidak ada cinta diantara kita, dengan begitu aku bisa nyaman bersahabatan dengan kamu. Gara-gara kamu sekarang aku kehilangan Ghisell, bahkan lebih parahnya adikku yang merebut dia dariku."


Pembicaraan mereka terhenti saat ada yang membuka pintu Ruang CEO itu. Rupanya dia Luna, asisten baru Rafael.


Ceklek!


"Hai Kak." Sapa Luna bersikap sok akrab padanya.


Luna merasa tidak enak hati rupanya ada seorang wanita di dalam ruangan bosnya itu, dari raut wajah mereka menandakan mereka sedang bertengkar.


"Apa aku mengganggu kalian?"


"Tidak, masuk aja." jawab Rafael dengan ketus. Dia menatap tajam pada Chika, "Kamu boleh keluar dari sini!"


Dengan emosi Chika keluar dari ruangan itu, dia sangat tidak terima dibentak-bentak seperti itu oleh Rafael, padahal dulu dia selalu bersikap lembut padanya.


"Bukannya hari ini Haikal menikah ya kak? Kenapa malah kerja?" Tanya Luna berusaha mengakrabkan diri pada bos sekaligus anak dari teman orang tuanya itu.


Perkataan Luna berhenti saat menyadari Rafael menatap tajam padanya. Rafael tidak menanggapi ucapan Luna, dia memberikan beberap berkas hingga menumpuk di meja sana. "Pelajari semua ini. Jangan mentang-mentang kamu anak dari sahabat orangtua aku, kamu bisa bersantai seenaknya."


Sudah ku duga. Orang ini pasti akan menyebalkan. gerutu hati Luna.


Padahal Luna juga sama patah hatinya, sebelum berangkat kerja dia telah banyak menghabiskan banyak tisu menangisi sakit hatinya karena tak ada harapan lagi untuk meraih cinta Haikal.


"Ya ampun, kenapa bukunya banyak sekali kak. Bagaimana aku membaca semua ini?" protes Luna.


"Aku gak mau tau, hari ini kamu harus bisa membaca semuanya," jawab Rafael, dia fokus ke laptopnya, walaupun berusaha untuk fokus bekerja, nyatanya pikirannya tetap saja tak bisa lepas dari Ghisell. Begitu sangat mengiris hatinya membayangkan wanita itu kini telah menjadi istri adiknya, dia masih berharap Ghisell bisa kembali padanya setelah Haikal sudah mempertanggungjawabkan kesalahannya selaman 9 bulan nanti.


Tanpa basa basi Rafael segera pergi dari ruangannya, membuat Luna menatapnya penuh keheranan, "Mau kemana dia? Sepertinya dia terlihat begitu sedih? Ya pastinya dia lebih menyedihkan dari pada aku." gumam Luna.


Rafael pergi ke toilet , mengurung dirinya disana, dia menyalakan air agar tidak ada yang mendengarnya menangis. Sangat memalukan jika ada yang mengetahui faktanya dia seorang pria dan terlebih lagi dia seorang CEO disana, harus menangis seperti itu. Tapi bagaiamapun juga dia manusia biasa, dia tak bisa terus-terusan memendam kesedihannya. Rafael menyandarkan badannya di dinding sambil terisak.


Sungguh sangat sakit!


Hatinya begitu sangat perih!


Hubungan selama empat tahun ini harus kandas begitu saja karena sebuah kesalahan satu malam antara adik dan kekasihnya, seakan merebut Ghisell darinya secara paksa oleh keadaan.


...****************...


...Jangan lupa like, komen, vote dan beri hadiah yah kawan 🙏 😁...


...Dan terimakasih banyak buat yang sudah memberi itu semua, semakin membuat saya semangat!...


...Mohon maaf belum bisa balas komen satu persatu, tapi saya selalu baca komen dari kalian....


...Jangan lupa simak terus ke bab-bab berikutnya...