
"Aarrrgghh... sakit Ma." Raymond merintih saat kupingnya dijewer oleh sang mama karena mendapatkan pengaduan dari adiknya tentang penolakan untuk mengoperasi nenek Sulastri.
"Jewer terus, Ma!" seru Luna sambil makan popcorn menyaksikan kakaknya di jewer sang mama.
"Mama tidak mengajarkan kamu untuk bersikap sombong dan kejam. Kenapa kamu tega menolak mengoperasi nenek itu!" Jesika masih saja menjewer telinga Raymond sampai kupingnya memerah.
"Sumpah Ma! Raymond gak tau masalah ini. Raymond dari semalam sibuk menangani banyak pasien. Mama tanyakan aja langsung ke pihak admininstrasi." Raymomd berusaha membela diri.
Aish... Awas ya... kamu Ebell, selalu membuat hidupku sial. Belum puas apa dia sudah membuat joniku gak bisa bangun juga. gerutu hati Raymond
Pandangan Jesika beralih ke Luna, "Terus kamu Luna, kenapa kamu masih disini. Mama tadi sudah telepon tante Karin menitipkan kamu disana, kamu harus belajar tentang perusahaan dari Rafael."
"Kenapa harus kak Rafael sih Ma? Dia itu orangnya gak asik dan dingin banget, kenapa gak Haikal aja di Neo Grup?" Protes Luna.
"Ish... maunya, Haikal sudah menolak kamu beberapa kali, mau ditaruh dimana muka kakak nanti pasti malu setiap ketemu sama dia." Raymond mencibir ucapan adiknya.
"Ya ampun kak, itu udah lama kali."
"Ya Tuhan, apa dosaku di masa muda sampai punya anak kayak gini." Keluh Jesika.
"Papa bilang mama dulu terlalu bucin sama Om Bara, makanya tuh anak jadi bucin sama Haikal." Raymond menunjuk adiknya.
Sang mama jadi merah merona mendengar ucapan anaknya.
Raymond tidak terima dengan perlakuan Bella, gara-gara dia Raymond harus dijewer sang mamanya, dia mencari Bella ke sekitar rumah sakit itu.
Sorot matanya terhenti saat dia melihat wanita yang berada di depan ruang administrasi, Bella yang membayar biaya perawatan nenek Sulastri hari ini, sementara untuk biaya operasi bedah jantung Bella belum memiliki uang sebanyak itu.
Bella berjalan dengan santai dengan tatapan kosong, dia merasa iba pada seorang nenek yang baru ditemuinya itu. Bella memang memiliki rasa empati yang sangat tinggi , dia terlahir bukan dari keluarga berada, jadi dia bisa ikut merasakan perasaan si nenek itu. Dia terkejut saat tiba-tiba ada yang menarik tangannya, rupanya dia Raymond.
"Ishh... Lemon? Lepasin. Kamu apa-apaan sih?" Bella berusaha berontak. Tapi Raymond menarik tangannya dengan begitu kuat, dia membawa Bella ke ruang kebesarannya.
"Gara-gara kamu mengadu sama Luna, aku dihukum mama. Kenapa setiap bertemu kamu hidup aku selalu sial?" Raymond menghimpit tubuh Bella di dinding ruang Direktur itu.
Bella begitu gugup saat tubuh mereka begitu dekat. "Ke-kenapa jadi menyalahkan aku? Bahkan aku baru tau Luna itu adikmu."
Saat menatap wajah Bella, Raymond jadi menyadari bahwa wanita dihadapannya itu sangat cantik.
Oh Gila! Mata gue rabun kayaknya.
Raymond segera melepaskan Bella, "Aku akan mengoperasi nenek itu, bahkan aku akan menggratiskan biaya operasinya."
Bella sangat lega mendengarnya "Oh baguslah, dokter sejati harus seperti itu."
"Tapi ada satu syarat."
"???"
...****************...
"Biarin aja, dia lagi di Vila sama Mama dan Ghisell." Gibran yang baru datang kesana menimpali ucapan sang istri, dia memperhatikan vila itu dari kejauhan.
"Jadi papa yakin mau menikahkan Ghisell dengan Haikal?"
"Tadi Pak Bara sudah telepon, tadinya dia mau kesini bareng istrinya tapi aku gak enak sama ayah dan mama kalau membahas kehamilan Ghisell. Sepertinya Pak Bara juga lebih memilih Haikal yang menikahi Ghisell, karena Haikal adalah ayah dari janin yang dikandung Ghisell. Tapi bukan itu juga alasan papa merasa cocok dengan Haikal."
"Lalu apa lagi yang membuat papa merasa Haikal cocok menjadi suami Ghisell?"
Gibran berpikir sejenak, dia menyeruput dulu jus yang di atas nampan yang dipegang oleh istrinya. "Saat dia bilang mencintai Ghisell, papa melihat dari sorot matanya kalau dia benar-benar mencintai anak kita. Dia berani datang sendirian kesini tanpa melibatkan orang tuanya, itu artinya dia sangat menghormati orang tuanya sampai tidak ingin orang tuanya ikut minta maaf atas kesalahannya. Papa bisa menilai dia pria yang baik dan pantas untuk menikahi Ghisell."
"Lalu bagaimana dengan Rafeal?"
"Rafael juga sama baiknya. Cuma papa sebenarnya dulu ada sedikit keraguan, papa sering mendengar kalau Ghisell dan Rafael sering putus nyambung. Itu artinya mereka sudah beberapa kali merasa dikecawakan dan saling tidak pengertian. Sepertinya mereka terlalu memaksakan hubungan mereka padahal sudah tidak ada kecocokan. Apalagi sekarng Ghisell sedang hamil, papa yakin walaupun Rafael bilang bersedia akan menikahi Ghisell, pernikahan mereka gak akan berlangsung lama, dan papa gak mau semua itu terjadi." Gibran menjelaskannya dengan panjang lebar.
Sorenya, di kediaman Gibran sedang menikmati makan bersama, Haikal merasa sangat bahagia karena kehadirannya sangat dianggap oleh mereka. Bahkan Opah Reza terus menanyakan apapun tentang dirinya karena harus jelas bibit, bebet, bobotnya.
Namun saat makan sore itu mereka mendapatkan kabar yang mengcengangkan dari Ghisell.
"Ghisell tidak ingin menikah secara meriah, cukup keluarga saja yang hadir."
"Tapi Ghisell sayang, pernikahan itu sekali dalam seumur hidup lho pastinya harus ada moment indah buat kamu dan Haikal." Ghea tidak menyetujui keinginan Ghisell. Padahal kakek nenek Ghisell yang ada di Amerika ingin turut hadir juga nanti.
"Gak Mah. Ghisell gak mau mengundang siapapun." Ghisell tetap pada pendiriannya.
"Hmm... ya sudah yang penting sakralkan, yang penting nikah dulu. Kalau resepsi nanti saja saat Ghisell siap." Gibran menyetujui keinganan Ghisell.
Haikal hanya diam saja, dia tidak ingin ikut berdebat, Ghisell tersenyum puas saat mendengar pembelaan dari Gibran.
"Berhubung cuma akad saja, ya udah mumpung opah dan omah belum pulang kita nikah kan saja mereka besok?" usul Opah Reza.
"Besok?" Ghisell dan Haikal mengatakannya hampir bersamaan.
"Iya ayah benar, besok kita nikahkan mereka." Gibran mrnyetujui usul dari Opah Reza.
...****************...
...Jangan lupa like, komen, vote dan beri hadiah yah kawan 🙏 😁...
...Dan terimakasih banyak buat yang sudah memberi itu semua, semakin membuat saya semangat!...
...Mohon maaf belum bisa balas komen satu persatu, tapi saya selalu baca komen dari kalian....
...Jangan lupa simak terus ke bab-bab berikutnya...