
Sudah 1 minggu mereka menikah dan tinggal bersama di apartemen, bahkan selama itu pula mereka tidur terpisah sesuai keinginan Ghisell. Selama itu Haikal dengan sepenuh hati setiap pagi memasak untuk sarapannya bersama dengan istri tercinta, dia memang tidak terlalu mahir memasak, setidaknya dia pernah belajar memasak dari sang papa, papanya lebih mahir memasak dibandingkan mamanya yang dulu anak manja, karena itu dia juga ingin bisa sesabar sang papa.
Tepatnya hari ini Ghisell akan pergi ke Kota C bersama Bella, sang sekretasrisnya sekarang ini, dia harus memantau sendiri tempat yang akan dijadikan Departement Store Adva khusus fashion itu.
"Apa kamu kesana membawa bodyguard?" Haikal sangat mengkhawatirkan Ghisell, dia dengar dulu dari Ghea membangun Departemen Store disana itu ada pertentangan dari warga. Makanya mertuanya tadinya akan menghentikan pembangunan Departemen Store Adva disana, tapi Ghisell ingin mencobanya, dia yakin bisa melakukan tugasnya dengan baik.
"Tentu saja." jawab Ghisell sambil menikmati sarapan paginya.
Hari ini Haikal ada meeting penting jadi tidak bisa ikut.
"Jangan terlalu kecapean, ingat ada anak kita disini." Haikal yang duduk disamping Ghisell dengan lembut mengelus perut Ghisell. Ya selama satu minggu ini Haikal sering mengelus perutnya, kadang Ghisell merasa gugup jika pria itu terlalu lama mengelus perutnya.
"Hmm... iya." Hanya itu jawaban dari Ghisell. Dia masih belum berubah, selalu bersikap jutek padanya, walaupun dia sudah berusaha menjadi suami yang baik untuk Ghisell.
Ini baru satu minggu mereka menikah, Haikal masih memiliki waktu yang banyak untuk meluluhkan hatinya. Dia berharap Ghisell bisa jatuh cinta padanya agar tidak meminta cerai setelah melahirkan nanti. Yang lebih menyakitkan bahkan Rafael pun akan menunggunya selama itu.
Di tengah perjalanan, Ghisell sangat menikmati udara yang begitu sejuk di area pegunungan itu, Bella yang sedang fokus menyetir dia sekali-kali memperhatikan temannya itu. Tiba-tiba Ghisell merasa mual, "Bella, berhenti dulu Bell!"
Bella segera menghentikan mobilnya tepat di depan toilet umum, dia membantu menepuk-nepuk punggung Ghisell untuk mengeluarkan rasa eneknya.
Bella memberikan air minum pada Ghisell, "Biasanya kamu udah gak sering mual kan?"
"Gak tau lah, tiba-tiba jadi kerasa lagi."
"Apa mungkin faktor gak mau jauh dari papanya?'
Ghisell tertawa geli, "Memang ada seperti itu?"
Bella malah balik nanya, "Memangnya selama tinggal bersama kamu tidak merasa nyaman dengan Haikal?"
"Biasa aja." jawab Ghisell, setelah minum, dia masuk kembali ke dalam mobil.
"Apa yakin kamu mau bercerai darinya setelah anakmu lahir?"
"Aku rasa lebih baik begitu."
"Memangnya selama tinggal bareng gak ada getaran apa gitu di hati kamu?"
Ghisell terdiam sejenak, "Enggak. Ya ampun kamu udah kayak wartawan aja Bell. Terus kamu sendiri bagaimana dengan si Mr Lemon itu?"
"Bisanya dia nanya, kapan kamu siap, kapan kamu siap, padahal aku cuma ngulur waktu terus, ishh... ogah deh."
Mereka berdua terkekeh. Mereka memang nyaman satu mobil berdua saja, sementara para bodyguard ada di mobil satu lagi dibelakang mereka.
"Sell, kamu ingat Luna kan? Teman nongkrong kita di kantin?" tanya Bella sambil menyetir.
Ghisell berpikir sejenak, "Luna? Emm... oh iya, kenapa gitu?"
"Rupanya dia adik si Lemon. Dunia emang sempit ya?
Ghisell terdiam sejenak, dia menjadi teringat dengan Luna yang sering curhat tentang cinta pertamanya yang bernama Haikal. Apa mungkin suaminya yang di taksir Luna? Secara Haikal adalah sahabat kakaknya Luna. Untuk apa juga dia memikirkannya, dia gak peduli jika ada wanita yang mendekati suaminya.
"Nah inilah Sell makanya mamamu belum membangun juga di Kota C, padahal di kota lainnya sudah." Bella mencoba menerangkannya. Masalahnya dulu sang mama sudah membeli tanah disana dengan harga yang tinggi karena daerahnya srategis dan luas juga, bukanlah uang yang sedikit. Namun ternyata dari pihak pasar tidak ada yang mau pindah dari sana.
Ghisell berjalan dengan santai diikuti Bella dan empat bodyguard memasuki area pasar itu, dia ingin tau memperhatikan lebih jelas tempat yang akan dijadikan Departemen Store Adva itu.
Namun siapa sangka, dari pihak pasar merasa tidak senang dengan kehadiran mereka, mereka sungguh tidak rela meninggalkan sumber bermata pencaharian mereka, mereka memiliki keluarga yang harus mereka beri makan setiap hari.
"Apa mungkin mereka dari Adva?" tanya salah satu pedagang disana dengan nada sinis.
"Iya sepertinya begitu." jawab yang lainnya.
Yang akhirnya suasana menjadi ricuh karena mereka tidak ingin diusir dari sana. Ghisell dan Bella tidak menyangka akan seperti ini, padahal mereka hanya ingin memantau saja, bukan untuk mengusir mereka. Bahkan para bodyguard sangat kewalahan untuk melindungi sang nona.
"Aduh gimana ini Sell?" Bella nampak ketakutan.
Para pedagang mendemo mereka dengan segala amarahnya. Bahkan banyak yang terus berteriak.
"Jangan usir kami!"
"Kami tidak akan meninggalkan tempat ini!"
"Langkahi dulu mayat kami kalau mau mengusir paksa seperti ini!"
"Nah itu dia bosnya!" Tanpa di duga, banyak yang melempar apa saja barang jualan mereka ke arah Ghisell, mereka yakin Ghisell orang yang berpengaruh di Adva melihat dari penampilannya dan dari cara bodyguard melindungi dirinya, bahkan ada juga yang melempar batu kecil yang ada di area pasar itu. Ghisell sangat ketakutan sampai memejamkan mata.
Ghisell tidak merasakan badannya kesakitan, dia kaget ada yang tiba-tiba memeluknya membiarkan kepala Ghisell berlindung di dadanya yang bidang. Begitu terdengar dengan jelas suara detak jantung orang itu, dia membiarkan punggungnya kesakitan mengenai apa saja yang dilempar para pedagang disana.
Siapa dia?
Jantung Ghisell ikut berdetak, berpacu dengan begitu cepat.
Rupanya orang itu membawa bodyguard tambahan untuk bisa menangani orang-orang dipasar sana. Ghisell melepaskan pelukan begitu tau kini situasi telah aman. Dia terkejut saat melihat orang yang sudah melindunginya.
"Ha-Haikal?"
Haikal tersenyum manis, tapi dia seperti menahan sakit "Kamu tidak apa-apa?"
"Harusnya aku yang tanya begitu, apa kamu terluka?"
Haikal terpaksa membatalkan meeting pentingnya dengan klien, dia mengikuti Ghisell untuk memastikan sang istri baik-baik saja.
...****************...
...Jangan lupa like, komen, vote dan beri hadiah yah kawan 🙏 😁...
...Dan terimakasih banyak buat yang sudah memberi itu semua, semakin membuat saya semangat!...
...Mohon maaf belum bisa balas komen satu persatu, tapi saya selalu baca komen dari kalian....
...Jangan lupa simak terus ke bab-bab berikutnya...