
"Aku menginginkanmu sekarang, boleh kan?" tanya Raymond dengan nafas berat, menahan hasrat yang sudah lama dia pendam, karena ingin memperlakukan Bella dengan special.
Bella hanya tersenyum memegang wajah Raymond lalu masuk ke dalam kamar, Raymond tidak mengerti karena Bella tak menjawab iya atau tidak, Raymond membulatkan mata saat melihat Bella membuka kemejanya, sehingga terlihat jelas kini penampilan Bella yang hanya memakai lingerie, begitu seksi dan menggoda iman.
Tanpa menunggu lama, Raymond mengikuti Bella masuk ke dalam kamar dan langsung menyambar bibirnya dengan rakus, merengkuh pinggangnya sehingga kedua tubuh itu menempel tak terhalang jarak berapa centimeter pun.
Bella sangat kewalahan menerima serangan ciuman dari Raymond, padahal dia sudah berusaha untuk mempersiapkan diri agar bisa melayani Raymond dengan baik, tapi nyatanya semua bayangan yang harus dia lakukan pada Raymond buyar begitu saja, tubuhnya mendadak kaku, yang ada jantungnya berdebar begitu cepat.
Bughh....
Raymond meghempaskan tubuh Bella ke atas kasur, Bella menelan saliva nya dengan kasar memandangi Raymond yang kelihatan bringas seperti hewan buas yang akan memangsanya.
"Ray..."
Raymond mendidih tubuh Bella dan mencium bibirnya dengan ganas. Raymond tak memberi kesempatan untuk berbicara pada Bella, dia ingin melampiaskan semua rasa rindu selama Bella meninggalkannya, bahkan Bella memutuskan dirinya saat dia begitu mencintai gadis itu, dia ingin gadis ini merasa puas berasa dibawah kungkungannya.
Sreekkk...
Raymond merobek lingerie yang dipakai Bella, Bella memang sengaja tidak memakai pakaian dalam sehingga terpampang begitu nyata tubuh indahnya. Namun Bella langsung menutup tubuhnya dengan selimut.
"Ray, tunggu dulu Ray."
"Kenapa?" Tanya Raymond, dia merasa aksi panasnya malah terjeda.
"Aku belum pernah melakukannya, bisa kah kamu melakukannya dengan lembut?"
Raymond menghela nafas, dia sadar tadi telah brutal menyerang Bella karena sudah tidak tahan menahan gairah yang terus bergejolak setiap bersama Bella.
Raymond menarik selimut yang menutupi tubuh Bella, Raymond mengecup sebentar bibir gadis yang ada di bawah, dia mentap Bella dengan lembut, "Maafkan aku, iya aku akan melakukannya dengan lembut."
Bella terdiam, dia tidak tau harus bagaimana menanggapi perkataan Raymond, Raymond mencium bibir Bella kembali, mengigit kecil bibir bawah Bella memancingnya untuk membalas ciumannya, begitu mulut mungil itu terbuka Raymond meneroboskan lidahnya menari-nari menelusuri disetiap inci rongga mulut sana.
Bella telah terpancing gairahnya, dia memeluk kepala Raymond memperdalam ciuman mereka, saling membelitkan lidah mereka. Ciuman itu semakin panas, karena Raymond kini telah meremas payu daranya dengan begitu lembut.
"Emmhhh...." Bella mendesah di sela-sela ciuman panas mereka merasakan tangan itu begitu lihai memainkan puncak payu daranya.
Raymond mengujani lehernya dengan kecupan-kecupan panas, Raymond meraba seluruh tubuh Bella dengan yang mampu terjangkau oleh tangannya, merabba setiap lengkukan dan tonjolan. Bahkan mulutnya kini telah mengulum titik puncak di payu daranya.
"Ahhhh... Ray!"
Bella terpekik, menggeliat, reflek tubuhnya bergerak resah menahan gejolak asing membuat tubuhnya memanas dan menginginkan sentuhan lebih dari itu, seakan memohon lebih keras lagi tanpa tahu apa yang dia pinta.
Saat Raymond memainkan kedua buah dadanya dan menyesapnya secara bergantian, memuat Bella menggila dengan kebutuhan asing yang terpedar ditubuhnya, tangannya menjangkau apa saja yang bisa dia raih untuk menahan kenikmatan ini.
Raymond memang sangat lihai untuk merangsang gairahnya, membuat Bella tidak tahan ingin terus meminta Raymond lebih dari melalukan semua ini padanya. Raymond meluncurkan jari-jarinya membelai perut Bella, bergerak terus kebawah menelusuri pangkal paha, bergerak untuk mencari kelembutan apa yang dibutuhkan Bella.
Bella terbelalak begitu jemari Raymond menelusuri kelembutan dalam dirinya. Bella terpekik saat merasakan jemari itu mulia bergerak dibawah sana, "Ohhh... aku tidak kuat Ray." Bella juga tidak tau tidak kuat apa yang dimaksud dirinya, dia mencengkram lengan Raymond dengan kuat.
Raymond tersenyum puas "Tahan dulu sayang," Dia mencium kembali bibir Bella, membiarkan jemarinya menari dengan indah disana.
Kini Raymond malah semakin menggoda dirinya dengan memberikan kecupan pada bagian paling sensitif baginya, bukan cuma kecupan, Raymond mencumbunya seraya menggerakkan lidahnya disana, membua Bella merengek, "Ahhh...Ray, cepat masukan." Akhirnya Bella tau jawabannya, dia sudah tidak tahan dengan segala kenikmatan yang membuatnya menderita karena merasa terus saja meminta lebih dari itu.
Raymond tersenyum puas mendengarnya, dia semakin mempercepat gerakan lidahnya menerpa satu titik bagian yang paling sensitif di miliknya , bergerak dengan lincah, membuat Bella semakin meremang dan menggeliatkan tubuhnya, sampai dia menjerit dengan indah karena ada yang keluar begitu deras dari milknya , "Aahhhh...."
Raymond memposisikan dirinya berada di kedua paha Bella, dia menatap Bella dengan lembut, mengusap keringat dingin di wajah Bella.
"Kamu sudah siap?"
Bella dengan malu-malu mengangukan kepala, dia sudah tidak tahan ingin merasakan bagaimana rasanya tubuh mereka bersatu.
Raymond dengan perlahan menekan ke dalam dirinya, membuat Bella terlonjak dan menjerit, "Oh....Ray!"
"Se-sedikit..."
Raymond menekan lagi semakin dalam sehingga miliknya terbenam sempurna di dalam sana.
"Argghhh..." Bella merasakan perih di area sensitifnya.
Raymond membiarkan Bella terbiasa dulu dengan kehadiran miliknya di dalam sana, kedua tubuh itu telah menyatu, artinya tubuh Bella kini menjadi bagian dalam dirinya, begitu juga tubuhnya sepenuhnya milik Bella.
Raymond mulai bergerak dengan lembut, Bella yang awalnya merintih kini dia mengikuti disetiap irama gerakan yang dilakukan oleh Raymond, membuat kedua tubuh itu saling terkoneksi tanpa batas. Bahkan Bella beberapa kali men desah merasakan kenikmatan yang tak pernah dibayangkan sebelumnya, rasanya membuat angannya melayang mencapai nirwana kenikmatan, dia memeluk erat punggung Raymond membiarkan Raymond mengusai dirinya.
"Sudah tidak sakit lagi?" Tanya Raymond dengan terpatah-patah karena dirinya juga begitu sangat kenikmatan percintaan mereka. Rasanya berbeda jika dilakukan dengan gadis yang dicintai, seakan tidak rela jika nanti harus terlepas. Biasanya dia hanya sekali pakai saja, tidak ada kata dua kali makanya dia tidak pernah menjalani hubungan yang serius dengan wanita manapun.
Bella menggelengkan kepala, Raymond memang sangat mahir, makanya dia hanya sebentar merasakan sakit, dan Raymond mampu membuat dirinya begitu nyaman dalam melakukan penyatuan untuk pertama kalinya bagi dirinya.
Raymond mulai bergerak cepat, menghujamnya lebih dalam, Bella menganga merasakan semakin lama semakin terasa begitu nikmat dan Raymond telah berhasil membawa jiwanya pergi mengarungi samudra, begitu memabukan. "Ahhhh... terus Ray ahhh...!"
Raymond sangat senang karena Bella begitu jujur dengan apa yang dia inginkan, Raymond semakin mempercepat ritme gerakannya, Bella semakin menjerit penuh kenikmatan. "Ahhh...Ray..mond...Ahhh..."
"Ahhhh...tubuhmu membuatku candu, sayang." erang Raymond, dia membalikan badan Bella hingga berasa di atasnya, "Bergerak lah!"
Bella tidak mengerti harus bergerak bagaimana.
Raymond memegang pinggang Bella dan menggerakkannya turun naik, Bella mengerang mengikuti gerakan yang dilakukan Raymond, dia bergerak indah di atas tubuh Raymond.
"Aarrggghh... aku sangat mencintaimu, Bella sayang." Raymond mengerang, dia sangat puas karena Bella bisa cepat belajar.
Raymond membalikkan posisi mereka kembali membuat dia ada diatas tubuh Bella lagi, Raymond mempercepat gerakannya. Mengangkat pinggul Bella, mendorongnya lebih dalam, bibir dan tangannya tidak lepas menjangkau bagian yang paling sensitif di tubuh Bella, mengantarkan Bella menuju pelepasannya, "Ahh... Ray aku mau keluar."
"Keluarkan saja, sayang."
"Ahhhhh..." Bella mengerang merasakan pelepasannya.
Tak dibayangkan sebelumnya, Bella pikir hanya mencapai satu pelepsan saja, rupanya Raymond membuat dia mengalami pelepasan berkali-kali, Tubuh pria itu masih kuat mengombang-ambing tubuhnya oleh sensasi yang kian meruncing dan berpilin diperutnya.
Bella tidak tahu entah berapa lama mereka bercinta, dia menyadari hari sudah mulai gelap saat melihat di balik jendela kamar di kapal pesiar tersebut. Bahkan kini dia telah berada di sofa karena Raymond mengangkat tubuhnya kesana, pria itu masih terlihat gagah.
"Raymond, aku lelah." lirih Bella.
"Sebentar lagi sayang," Raymond masih belum ingin melepaskan tubuh itu, tapi dia terpaksa harus menyudahinya karena tidak tega melihat Bella yang kelelahan.
Raymond mempercepat gerakannya sampai tubuhnya bergetar hebat merasakan cairannya menyembur ke dalam milik Bella, "Ahhhh... Bella." Raymond menciumi bibir Bella dengan penuh perasaan.
Raymond bangkit menggendong tubuh Bella memindahkannya ke atas ranjang, Raymond memeluk Bella dengan tubuh mereka hanya ditutupi selimut saja.
"Beristirahatlah sebentar, aku akan membuatmu tidak bisa jalan."
"Ishh... terus bagaimana aku makan nanti?"
"Aku yang akan mengantarkan kesini dan menyuapi kamu."
...****************...
...Jangan lupa like, komen, vote dan beri hadiah yah kawan 🙏 😁...
...Dan terimakasih banyak buat yang sudah memberi itu semua, semakin membuat saya semangat!...
...Mohon maaf belum bisa balas komen satu persatu, tapi saya selalu baca komen dari kalian....
...Jangan lupa simak terus ke bab-bab berikutnya....