
Malam ini adalah pesta perayaan ulang tahun Bagaskara Media yang diadakan di hotel dibawah naungan K Grup.
Pesta disana begitu meriah,banyak orang yang datang untuk menghadirinya, bahkan berbagai jenis makanan dan minuman tersedia disana.
Hari ini Luna merasa begitu aneh, karena setiap berpapasan dengan para karyawan K Grup, mereka pada tersenyum ramah dan bilang, "Wah selamat ya Bu Luna,".
"Wah aku gak menyangka sama sekali, Bu Luna."
Luna ingin bertanya pada salah satu diantara mereka, tapi tiba-tiba Vano menghampirinya, "Bisa kita bicara?"
Sementara itu, disana Rafael sendiri yang memutuskan untuk yang bertanggungjawab atas pesta tersebut, "Acara apa selanjutnya?" tanya Rafael kepada pembawa acara disana.
"Katanya sih Pak Vano ingin memberikan kejutan kepada seseorang, mungkin seperti sebuah ungkapan cinta, makanya kami merangkai lampu kecil berbentuk love yang akan kami nyalakan nanti." jawab pembawa acara tersebut.
Rafael menjadi tidak enak hati, dia takut kejutan itu ditunjukkan Vano untuk Luna, karena itu dia segera mencari keberadaan Luna.
Rupanya Luna sedang bersama Vano di salah satu sudut hotel tersebut.
"Luna, aku ingin memberikan kejutan sama kamu sebentar lagi. Aku harap kamu senang dengan kejutan yang aku berikan." kata Vano dengan penuh harap.
Luna tidak tau kejutan apa yang ingin diberikan Vano, tapi dia merasa tidak pantas mendapatkan kejutan dari pria lain. "Maaf Mas, aku gak pantas mendapat kejutan apapun dari mas Vano."
"Gak, kamu pantas kok Luna. Karena jujur saja di awal pertemuan kita, aku sudah tertarik sama kamu."
Rafael yang mendengar pembicaraan mereka dari jarak yang sedikit jauh, dia mengepalkan tangannya.
Luna menghela nafas "Tapi maaf Mas Vano, sebenarnya aku sudah menikah."
Vano terbelalak kaget, dia mengkerutkan dahinya, "Menikah? Kamu gak sedang bercanda kan Luna?"
Luna menggelengkan kepala, "Gak Mas, aku memang sudah menikah. Karena itu jangan mengharapkan aku lagi. Mas Vano orang baik, aku yakin Mas Vano akan mendapatkan pasangan yang baik suatu saat nanti."
Tentu saja perkataan Luna membuat hati Vano sakit, tapi mau bagaimana lagi, wanita dihadapannya ternyata adalah istri orang. Vano tidak bisa berbuat apa-apa, "Tapi kalau boleh tau, siapa dan dimana sekarang suami kamu?"
"Aku suaminya." tiba-tiba Rafael datang kesana menghampiri mereka.
Vano membulatkan mata begitu melihat Rafael datang dan menyebut bahwa dia adalah suami Luna, begitu juga Luna, dia tidak percaya dengan pengakuan Rafael.
"Kak Rafael?"
Vano terkekeh, dia sama sekali tidak percaya dengan pengakuan Rafael, "Kamu pasti bercanda kan?"
"Aku serius Van, Luna adalah istriku, kita hanya ingin bersikap profesional di kantor, namun sekarang aku tidak ingin menyembunyikan lagi hubungan pernikahan kami." Rafael mengatakannya dengan sungguh-sungguh.
Vano menghela nafas berat, dia tak bisa berbuat apa-apa, tak mungkin dia menjadi pebinor merebut istri orang, dia harus menerima kenyataan ini. Dia menepuk pundak Rafael, "Baiklah, sebenarnya aku agak kecewa kenapa gak dari awal kamu bilang begitu jadi aku gak akan terlalu mengharapkan Luna. Tapi aku gak mungkin merebut Luna dari kamu. Karena itu aku berharap kamu bisa membuat Luna bahagia. Aku akan merebut dia darimu kalau aku mendengar ternyata Luna tidak bahagia menikah dengan kamu."
"Aku pasti akan membuat Luna bahagia." Rafael mengatakannya dengan penuh rasa keyakinan.
Mata Luna hanya bisa berkaca-kaca, dia sangat tidak percaya Rafael bisa jujur begitu dengan hubungan mereka, dan merasa bersalah pada Vano juga.
"Ya, aku harap begitu." Vano terpaksa untuk tersenyum, dia merasa lega jika Rafael berjanji akan membuat wanita yang dia sukai itu bahagia, ya mungkin begitu nasibnya, cinta itu tak harus memiliki.
Vano menatap Luna dengan tatapan sendu, "Semoga kamu dan Rafael hidup bahagia, Luna."
"Makasih Mas Vano, aku minta maaf..."
"Gak, kamu gak perlu minta maaf. Kamu gak salah kok. Kalau begitu aku pergi dulu , aku harus menyapa tamu undangan dulu." Setelah berkata begitu, Vano pun pergi meninggalkan mereka.
Luna menatap Rafael dengan penuh keheranan, "Apa kak Rafael mengakui hubungan kita karena tau Mas Vano akan mengatakan cinta padaku?"
"Tidak, sebelum ini aku memang sudah mengumumkan hubungan kita ke karyawan. Semua karyawan K Grup sudah tau hubungan pernikahan kita."
Luna mengerutkan keningnya begitu mengingat setiap dia berpapasan dengan para karyawan K Grup, mereka pada mengucapkan selamat, rupanya mereka sudah tau kalau dia adalah istri dari pemilik K Grup. Tapi kenapa Rafael melakukannya? Luna merasa Rafael tidak mungkin mencintai dirinya.
Rafael menarik tangan Luna, "Acara disini mau selesai, lebih baik kita pulang. Ada yang ingin aku tunjukan sama kamu."
...****************...
...Jangan lupa like, komen, vote dan beri hadiah yah kawan 🙏 😁...
...Dan terimakasih banyak buat yang sudah memberi itu semua, semakin membuat saya semangat!...
...Mohon maaf belum bisa balas komen satu persatu, tapi saya selalu baca komen dari kalian....
...Jangan lupa simak terus ke bab-bab berikutnya....