
Luna terpekik kaget saat Rafael membalikan badan, dirinya langsung berada dibawah Rafael, "Kak Rafael!" Luna menatap Rafael yang kini berada di atasnya, jantungnya dag dig dug tidak menentu.
Rafael menatapnya dengan sorot mata tajam pada wanita yang ada di bawah kungkungannya "Kenapa waktu kamu mabuk memanggil aku kuyang?"
Luna mengerutkan dahinya, dia mencoba mengingat apa saja yang diucapkan Luna pada Rafael pada saat dirinya sedang mabuk. Luna menutup mulut dengan tangannya sambil membelalakan mata begitu mengingat semua yang telah dia ucapkan pada Rafael bahkan mengingat saat dia menjewer kuping Rafael, mencubit pipi Rafael, menjambak rambutnya, bahkan hampir menodainya.
Astaga! Apa yang telah aku lakukan!
Luna membulatkan matanya menatap Rafael yang berada di atasnya, jantungnya berdebar-debar saat mengingat ciuman panas mereka.
Luna memanggil Rafael kuyang karena menurutnya kuyang adalah hantu yang paling menyeramkan baginya, makanya Luna tidak sanggup menonton film yang bertemakan kuyang. Begitu juga Rafael, saat Rafael marah padanya begitu sangat menyeramkan makanya dia berharap secepatnya papa dan mamanya berhenti menghukumnya dan menariknya ke perusahaan keluarga.
"Kenapa kamu menyebut aku kuyang? Jawab!" Rafael mengulangi pertanyaannya karena tidak dijawab juga oleh Luna.
"A-aku merasa tidak nyaman, kenapa bertanya padaku harus dengan posisi seperti ini?"
"Karena aku ingin kamu bicara jujur, kalau tidak, aku akan akan memberi pelajaran padamu karena sudah berani kurang ajar padaku saat kamu sedang mabuk dan sudah menggodaku." Rafael mengatakannya dengan nada dingin.
Tenggorokan Luna terasa kering memikirkan hukuman apa yang Rafael berikan padanya, "Kuyang itu...emmm.. kakakku sayang. Iya, kakakku sayang hehe..." Luna berhenti nyengir karena sepertinya Rafael tidak mempercayai ucapannya.
"Iya itu cuma singkatan aja, kak Rafael itu kan sudah aku anggap kakak sendiri jadi aku memanggil kakak Kuyang, kakakku sayang. Jadi begi-tu. Kan kak Rafael orangnya baik, ganteng, tajir, keren, rajin menabung, pokoknya dambaan semua wanita."
Rafael tersenyum sinis, posisi dia sama sekali tidak berubah separuh badannya berada di atas Luna, bagian bawahnya tidak sampai menindihnya.
"Kamu pikir aku anak kecil yang bisa percaya aja sama kamu. Berani sekali kamu menyamankan aku dengan hantu." Rafael mengatakannya dengan nada membentak.
Luna paling tidak suka dibentak, "Iya itulah kak Rafael, orang yang paling menyeramkan yang pernah aku lihat. Bisanya main bentak aku begitu aja. Makanya aku kayak uji nyali tiap bersama kakak. Pantas kan kalau aku menyebut kamu kuyang?"
Rafael malah tertawa kecil, dia sangat tidak terima di panggil mahkluk paling menyeramkan seperti itu, dia memegang wajah Luna membuat kedua mata mereka bertemu, "Coba perhatkan wajahku? Aku sangat tampan bukan?"
Luna merasa terhipnotis, dirinya memang mengakui akan ketampanan Rafael, dia menganggukan kepala membenarkan ucapan Rafael.
"Karena itu mulai hari ini save wajah tampanku di otak kamu, biar kamu tidak seenaknya mengatain aku makhluk menyeramkan itu."
Ish... percaya diri sekali dia. gerutu hati Luna.
"Dan satu lagi di dalam pernikahan kita, untuk sementara kita pura-pura biasa saja di depan keluarga, tapi di luar dan di kantor kita sembunyikan status kita, biar nanti kalau aku siap aku akan membicarakan hubungan kita yang sebenarnya pada keluarga kita agar kita bisa berpisah tanpa harus menyandang status duda dan janda, karena kita hanya nikah siri saja,belum terdaftar di negara. Karena itu jangan sampai ada satu orang pun yang tau selain keluarga." Rafael mengatakannya dengan nada mengancam. Di dalam hidupnya tidak pernah terpikirkan untuk menikahi gadis kekanak-kanakan seperti Luna.
Biarpun dia tidak bisa mendapatkan Ghisell, setidaknya dia menikah dengan gadis yang bisa bersikap dewasa.
"Karena itu jangan menggodaku lagi! Kamu bukan tipeku."
Entah kenapa Luna merasa sakit hati mendengarnya, apa dia tidak ada bagusnya di mata Rafael sampai memperlihatkan sikapnya yang seolah Luna sama sekali tidak menarik untuknya.
"Oke, kak Rafael juga bukan tipeku!" Luna tidak mau kalah, walaupun dia merasa kenapa rasanya begitu menyakitkan saat mendengar perkataan Rafael itu. Dia meyakinkan hatinya kalau dia gak mungkin memiliki hati pada Rafael.
Namun sayangnya malam itu Rafael tidak bisa tidur, mungkin karena ini pertama kalinya dia tidur dengan seorang wanita walaupun jarak mereka hanya terhalang guling.
Padahal ini sudah jam 12 malam, dia tidak bisa tidur sama sekali, malah teringat kejadian sore panas dia bersama Luna.
Astaga! Pikiranku kotor sekali. gumam hati Rafael.
Entah kenapa dia merasa menyesal bilang pada Luna tidak akan menyentuhnya jika tau dia tidak bisa move on dari kejadian sore itu. Cinta atau tidak yang namanya lelaki normal wajar saja jika dia memiliki hasrat tersebut.
Karena tidak bisa tidur, Rafael bangkit dari tidurnya, dia memilih memainkan ponsel siapa tau dia bisa melupakan kejadian sore tadi.
Rafael mengerutkan dahinya begitu tau ada pesan dari Raymond , rupanya Raymond mengirim pesan padanya tiga jam yang lalu, mungkin ponselnya memakai mode senyap jadi tidak terdengar saat mendapatkan pesan, dia dan Raymond memang saling mengenal karena kedua orang tua mereka bersahabat, pernah sempat akrab juga namun karena perbedaan sifat mereka tidak bisa berteman dekat seperti Raymond dan Haikal.
[Tolong lakukan dengan pelan, jangan sampai membuat adikku sakit.]
Pikiran Rafael jadi travelling begitu membaca pesan dari Raymond. Raymond mengirim pesan seperti itu karena dia tidak tega jika Luna kesakitan di malam pertamanya.
Tahan Rafael! Kamu cuma butuh satu bulan untuk menahannya. Jangan sampai tergoda oleh kemolekan tubuh Luna. Dia bukan tipemu oke!
Rafael membaringkan tubuhnya kembali, dia tidak sengaja menghadap ke kanan sehingga bisa melihat dengan jelas Luna yang sudah tidur menghadap ke arahnya, begitu terlihat cantik wajah Luna. Bahkan karena Luna sedang tertidur, dia bisa melihat lebih lama wajah Luna, dia memperhatikan di setiap inci wajah Luna.
Rafael langsung mengusap wajahnya, dia segera bangun dan memilih tidur di sofa yang ada di kamar itu.
Karena Timnas menang othor up 3 bab. Selamat pagi readers, awali aktivitas dengan semangat 💪💪
...****************...
...Jangan lupa like, komen, vote dan beri hadiah yah kawan 🙏 😁...
...Dan terimakasih banyak buat yang sudah memberi itu semua, semakin membuat saya semangat!...
...Mohon maaf belum bisa balas komen satu persatu, tapi saya selalu baca komen dari kalian....
...Jangan lupa simak terus ke bab-bab berikutnya...