
Hari ini Rafael dikagetkan dengan kehadiran Chika dan mamanya, juga kedua orang tua Rafael. Mereka berempat datang ke kantor K Grup.
"Ada apa ini, Ma, Pa?" tanya Rafael kepada Bara dan Karin.
"Tante Hani ingin menjodohkan kamu dengan Chika, Chika dari dulu sangat mencintai kamu. Kalau mama sih terserah kamu, tapi mama rasa kamu harus membuka lembaran baru, Rafael. Buka hati kamu buat wanita lain." Karin merasa Rafael tidak akan bisa move on dari Ghisell jika dia terus sendirian.
"Perkataan mama kamu benar, papa gak ingin membiarkan kamu terpuruk sendirian, bukannya kamu dan Chika itu sangat dekat?" Bara ikut berbicara, dia tidak ingin melihat Rafael terus terluka seperti itu.
"Iya aku dan Rafael sangat dekat Om." Malah Chika yang menjawab pertanyaan dari Bara.
"Ya udah kita coba aja jodohkan mereka, kamu coba dulu lah Raf untuk menjalani hubungan dengan Chika, siapa tau cocok, kalau cocok kalian bisa langsung ke jenjang pernikahan." usul tante Hani, dia tau puterinya sangat mencintai Rafael.
Rafael menghela nafas, dia tidak ingin berhubungan dengan Chika yang hampir menjebaknya ke hotel. Itu artinya Chika wanita yang licik, dia tidak ingin menikah dengan wanita seperti itu, rupanya dia salah menilai Chika, malah dia yang membuat pertengkaran antara dirinya dan Ghisell dulu. Tapi dia juga harus berpura-pura sudah move on dari Ghisell.
"Aku sudah move on dari Ghisell, dan aku sudah punya pacar. Mama dan papa tenang aja." Rafael terpaksa berbohong.
"Jangan bohong, Raf. Mama tau kamu tidak dekat dengan siapapun." Karin sama sekali tidak percaya Rafael dekat dengan wanita lain.
Ceklek!
Terdengar suara seseorang membuka pintu, rupanya dia Luna, Luna tau Bara dan Karin datang ke kantor makanya dia menyuguhkan sendiri minuman untuk mereka yang seharusnya tugas OB, dia sangat menghormati sahabat orangtuanya itu.
"Oh Luna, kenapa harus kamu yang mengantarkan minuman untuk kita? OB nya kemana?" tanya Karin, dia tidak enak pada Jesika jika tau anaknya malah melakukan tugas seperti ini.
"Oh gak apa-apa kok tante, ini sebagai rasa hormat aku..."
Rafael memotong perkataan Luna, "Sebagai rasa hormat Luna sebagai calon menantu." Dia yakin mama dan papanya akan percaya jika menyebut pacarnya itu Luna, karena mereka bertemu tiap hari.
Hikkk....
Luna yang langsung cegukan mendengarnya. Bagaimana bisa Rafael menyebut dirinya calon menantu Bara dan Karin.
Rafael merangkul Luna, "Dia pacar aku, Ma, Pa. Jadi mama tenang aja, aku sudah punya pacar, aku sudah move on dari Ghisell."
Luna tidak terima disebut sebagai pacar bos menyebalkan itu "Tante, Om, ini tidak..."
Rafael terpaksa memegang wajah Luna dan langsung menempelkan bibir mereka agar Luna berhenti bicara, penampakan itu sungguh membuat semua yang ada disana tercengang, termasuk Luna, karena ini adalah ciuman pertama untuknya.
Tante Hani sangat emosi melihatnya, "Saya sangat kecewa, maaf saya gak sudi menjodohkan Chika dengan Rafael."
Chika tak terima pernyataan dari sang mama "Tapi Chika sangat cinta Rafael, Ma." Tante Hani tidak ingin mendengarkan ucapan Chika, dia langsung menarik tangan Chika meninggakan Ruang CEO itu.
Luna mencoba untuk menjelaskan semuanya. "Om, tante, Ini gak..."
Karin malah memeluk Luna dengan kegirangan "Ya ampun tante sangat setuju kalau Rafael pacaran sama kamu,"
Karin melirik suaminya. "Ternyata kita akan besanan dengan Jesika dan Jonathan , Pa."
Bara hanya tersenyum, dia masih tidak percaya dengan apa yang diucapkan Rafael. Sementara Luna hanya terpaku, dia jadi bingung sendiri harus berbicara apa dan bersikap bagaimana.
Bahkan Luna masih bengong sampai dia tidak menyadari kepergian Karin dan Bara, kini dia tinggal berduan dengan Rafael, dia masih tak percaya ciuman pertamanya direnggut oleh bos yang menyebalkan.
Rafael menyentil jidat Luna membuat Luna tersadar dari lamunannya.
"Aduhhh..." Luna memegang jidatnya yang disentil oleh Rafael.
"Jangan bengong, kamu boleh pergi dari ruangan ini." Rafael mengatakannya dengan santai.
"Oh itu, lupakan saja, kamu datang di waktu yang genting. Terimakasih atas bantuannya." Rafael mengatakannya tanpa merasa berdosa sama sekali.
"Terimakasih?" sewot Luna, "Kakak pikir bibir aku akan kembali suci setelah ada kata terimakasih?"
"Terus kamu maunya apa? Mau cium balik biar impas?" Pria tampan itu mengatakannya dengan nada dingin dan tidak merasa bersalah.
Luna mendengus kesal, sekarang dia tak peduli pria ini bosnya atau tidak, dengan keras dia menginjak kaki Rafael membuat Rafael meringis kesakitan.
"Arrrggghhh..." Rafael mengerang kesakitan memegang kakinya yang dia angkat sedikit ke atas.
"Ini bisa disebut pelecehan karena menciumku tanpa seizinku." Setelah mengatakan itu Luna segera pergi dari Ruang CEO itu.
"Hei Luna, awas kamu ya! Arrrggghhh.." Kaki Rafael terasa ngilu.
...****************...
Setelah Om Fredy pergi, Haikal terpaksa menjelaskan pekerjaan Vira sebagai project manager baru di Neo Grup.
"Kamu yakin mau menjadi project manager?" Haikal tidak percaya Vira sanggup melakukan tugasnya sebagai manager lapangan.
"Tentu saja aku siap."
Haikal membuka beberapa lembar kertas yang akan dia jelaskan pada Vira, Vira tersenyum mesem memandangi Haikal. Pria itu semakin tampan. Tapi sayangnya pria ini telah berstatus suami orang.
Haikal memperlihatkan sebuah denah, "Kita punya dua proyek di kota C, yang pertama kita akan membangun sebuah pasar swalayan, milik Neo Grup, letaknya disini." Haikal menunjuk sebuah lahan kosong.
"Begitu pasar swalayan selesai, kita bangun bekas pasar yang lama menjadi Departemen Store Adva." Haikal menunjuk sebuah pasar yang masih beraktivitas sampai sekarang.
"Itu artinya aku yang mengatur pembangunan disana?" tanya Vira.
"Ya begitu lah."
"Kamu sebagai CEO harus memantau juga dong kan aku project manager baru, bagaimana kalau aku tidak bisa?"
Haikal menghela nafas, mengapa project manager harus wanita ini, itulah yang ada di dalam pikiran Haikal. "Ya begitu lah."
Vira semakin melebarkan senyumannya, "Baik lah, aku akan bekerja dengan baik."
"Hmm... kalau begitu kamu boleh keluar dari ruangan aku."
"Memangnya kamu gak kangen sama aku?" Vira malah tersenyum menggoda.
Haikal menghela nafas berat, "Vira, dengarkan aku, kita disini patner kerja, jadi kita fokus ke pekerjaan oke? Dan jika selama satu bulan kamu bekerja gak becus ataupun tidak profesional, aku akan memecat kamu."
Vira mendengus kesal, "Ya ampun aku cuma bercanda kali."
...****************...
...Jangan lupa like, komen, vote dan beri hadiah yah kawan 🙏 😁...
...Dan terimakasih banyak buat yang sudah memberi itu semua, semakin membuat saya semangat!...
...Mohon maaf belum bisa balas komen satu persatu, tapi saya selalu baca komen dari kalian....
...Jangan lupa simak terus ke bab-bab berikutnya...