Hasrat Satu Malam With Calon Ipar

Hasrat Satu Malam With Calon Ipar
Bonchap 22


Sementara itu di Kota D, tempat tinggal kedua orang tua Bella. Reno dan Arumi sengaja membuka usaha sendiri dengan membangun rumah makan sederhana disana.


Reno memang overprotective kepada puterinya, dia tidak ingin Bella menikah dengan sembarang lelaki, tentu saja harus jelas bibit, bebet, dan bobotnya,karena itu dia bersedia menjodohkan Bella dengan keponakan Bram, yang sudah jelas asal usulnya, pria itu bernama Danu, seorang pengusaha kaya raya.


Bella memang sengaja mengganti nomor ponselnya bahkan pergi tanpa pamit karena takut dia semakin berat untuk berpisah dengan Raymond.


Danu dari kecil memang tinggal bersama Bram, kedua orang tuanya meninggal karena kecelakaan, karena itu Bram dan Renata sudah menganggap dia anaknya sendiri.


"Satu yang kurang disini, gak ada Gibran." kata Reno, Gibran memang tidak bisa hadir dalam acara lamaran karena harus menghadiri dalam pernikahan anak besannya , Rafael dan Luna.


"Nah iya, tadi Gibran telepon gue katanya gak bisa hadir, lagi ada acara keluarga." jawab Bram. Bram memang memiliki seorang putra tapi masih 17 tahun, karena itu demi kelanggengan pertemanannya dengan Reno, ingin menjodohkan keponakannya dengan Bella.


Walaupun awalnya dulu pernah ngajak besanan sama Gibran, tapi Gibran orangnya gak mau mengatur urusan percintaan anaknya, jadi dia tidak mau menjodoh-jodohkan anaknya.


Bram dan Reno terus saja membicarakan persahabatan mereka bersama Gibran juga, tiga sahabat yang tetap terjalin dari masa sekolah sampai sekarang. Walaupun sama-sama sibuk tapi ada kalanya mereka janjian untuk berkumpul bersama. Apalagi tempat Reno sering dijadikan tempat berkumpul ketiga sahabat itu karena cuaca disana sangat sejuk. Namun selama tiga bulan mereka belum bertemu lagi karena kesibukan masing-masing.


Sementara Bella hanya terdiam, dia sama sekali tidak bahagia dengan perjodohan ini, walaupun Danu berusaha beberapa kali untuk mendekati Bella dengan cara mengajaknya mengobrol atau apa, Bella hanya merespon seperlunya.


Setelah Danu, Om Bram, dan Tante Renata pulang, Bella menyendiri di halaman belakang yang disana terdapat kolam ikan, udara yang sejuk seperti ini sedikit bisa menenangkan hati Bella.


Lalu sang mama datang, dia duduk di samping Bella. "Bagaimana Danu menurutmu?" tanya Arumi kepada puterinya.


Bella menghela nafas, dia sangat malas membahas orang yang tidak dicintainya "Baik, Ma."


"Pernikahan kalian sebentar lagi, Bella sudah siap kan?"


"Gak tau, Ma." Bella mengatakannya dengan mata berkaca-kaca.


"Kalau Bella tidak mau menerima perjodohan ini, biar nanti mama yang bicarakan baik-baik pada ayahmu, mungkin ayahmu begitu terlalu mengkhawatirkan masa depan kamu, Bell."


Bella tidak ingin mama dan ayahnya brtengkar gara-gara dirinya, "Gak usah, Ma. Bella baik-baik aja kok."


...****************...


Besoknya... Haikal menemani Raymond untuk mengunjungi kedua orang tua Bella di kota D, Arumi dan Reno menyambut dengan hangat kedatangan mereka, apalagi begitu tau Haikal adalah menantu Gibran, sahabatnya.


"Iya, Om." jawab Haikal dengan tersenyum ramah.


"Bararti nama kamu Rafael dong ya?" tanya Arumi, dia tahunya calon suami Ghisell itu namanya Rafael.


"Dia namanya Haikal Om, adiknya Rafael." Raymond ikut bicara.


Reno terdiam sejenak sambil mencerna ucapan Raymond, lalu tertawa kecil, "Ya ampun si Gibran kayak dejavu aja."


Arumi langsung menyiku pinggang sang suami. Reno memasang wajah serius kembali, "Tapi ngomong-ngomong ada apa nih kalian kesini?"


Raymond menghembuskan nafas dengan pelan, dia sangat gugup sekali, kebetulan hari ini Bella sedang tidak ada di rumah, dia sedang melakukan fitting baju pernikahan dengan Danu.


"Saya Raymond Om, saya datang kesini ingin memperkenalkan diri saya dan memberi tahu Om dan tante bahwa saya sangat mencintai puteri Om dan Tante. Saya ingin melamar Bella."


Reno menghela nafas mendengarnya, Reno melihat ada ketulusan di hati Raymond saat mengucapkan perkataan itu padanya, "Pernikahan Bella sebentar lagi, apalagi undangan sudah disebarkan, Om tidak mungkin membatalkan rencana pernikahan Bella dan Danu."


Mata Raymond berkaca-kaca mendengarnya. Haikal tentu saja ikut merasakan bagaimana perasaan Raymond saat ini.


"Karena itu Om minta maaf, Om tidak bisa menerima lamaran kamu."


Tangan Raymond bergetar mendengarnya, ayahnya Bella sudah menolak lamarannya, itu artinya sudah tidak ada harapan lagi mereka untuk bersatu. Dia mengepalkan tangannya untuk menahan diri agar air matanya tidak berjatuhan.


Besok tamat yah 🙏


...****************...


...Jangan lupa like, komen, vote dan beri hadiah yah kawan 🙏 😁...


...Dan terimakasih banyak buat yang sudah memberi itu semua, semakin membuat saya semangat!...


...Mohon maaf belum bisa balas komen satu persatu, tapi saya selalu baca komen dari kalian....


...Jangan lupa simak terus ke bab-bab berikutnya....